แชร์

Bab 257.

ผู้เขียน: BayS
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-15 15:37:42

"Siap Mas Bimo..!"

"Hiahh..!" Splashh..!! Bimo berseru seraya terapkan aji 'Bayu Lampah'nya, dia melesat keluar melalui pintu helikopter yang terbuka itu.

Sosok Bimo pun langsung melayang dalam posisi bersila, perlahan sepasang mata Bimo terpejam. Dia tengah pusatkan pikiran dan bathinnya, untuk terapkan pagaran aji 'Perisai Bathin'nya.

Aji Perisai Bathin adalah ilmu spesial milik Bimo, yang mampu memblokade atau memutus hubungan bathin orang pada area yang diselimuti ajian itu. Bahkan pagaran Perisai Bathin juga bisa mengacaukan dan menghilangkan sinyal area network..! Badas..!

Pulau Duyung banyak ditumbuihi cemara laut, ketapang, pandan laut, serta pohon sukun. Dan tentu saja bukanlah hal yang sulit bagi Bimo, untuk memagari pulau yang luasnya hanya sekitaran 7 hektar itu.

"Hupsh..!" Spyarrshk..!

Bimo berseru seraya tinjukan dua kepalan tangannya ke arah langit. Dan secara tak kasat mata, muncullah kubah parabola bercahaya biru cemerlang menaungi Pulau Duyung itu.

Ya, itulah wu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 262.

    "Hhh..! Kalian ini orang muda, memang paling bisa mendesak kami yang sudah tua! Jika kalian sudah memutuskan demikian, maka kami juga tak bisa bicara apa-apa lagi.Toh kalian juga yang akan menjalani kehidupan itu nantinya," ujar Baskara seraya mengerling ke arah istrinya. Dan Rini pun akhirnya mengangguk padanya, sebagai tanda setuju dengan pendapat suaminya itu. "Devi, Lidya. Ibu tak akan mempersulit langkah dan keinginan kalian. Devi, ibu merestui dan mengijinkan niat kalian bertiga. Kalian tentunya sudah dewasa dan mampu menentukan yang terbaik bagi jalan hidup kalian," ujar Rini akhirnya merestui, dengan mata beriak basah. Ya, baik Baskara maupun Rini memaklumi, jika Devi telah sejak lama mencintai Bimo. Bahkan puteri mereka itu rela mengorbankan pekerjaannya, untuk bisa bekerja di perusahaan konsultan Bimo. Dan mereka pun sangat mengerti, pada saat Devi nampak terguncang saat pernikahan Bimo dan Lidya. Hal yang membuat putri mereka Dev, bagai kehilangan semangat hidupnya. Ba

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 261.

    "Ehh..?!" sentak kaget Rini, saat melihat sosok wanita yang tengah hamil di sebelah Devi. 'Bukankah itu Lidya, putri dari Bos Winata Grup..?' bathin Rini. Keheranan yang sama juga dirasakan oleh Baskara. Tentu saja dia masih mengenali sosok Lidya, karena dia dan istrinya juga hadir pada pesta pernikahan Bimo dan Lidya dulu. Namun hal sebenarnya yang menjadi pertanyaan di benak kedua orangtua Devi itu adalah, 'Ada apa gerangan Lidya yang sedang hamil tua itu datang bersama Devi ke rumah..?' "Salam Ayah, Ibu! Tentunya kalian masih ingat dengan Kak Lidya kan..?" sapa Devi tersenyum ceria, pada kedua orangtuanya yang nampak masih tertegun itu. "Oalah! Ya masih dong Devi. Wah! Sudah berapa bulan kandungannya Lidya..?" sahut heboh Rini, yang langsung 'ngeh' kalau putrinya sedang dekat dengan Lidya. "Wah! Pastinya senang sekali Pak Hendra itu. Karena sebentar lagi dia akan menimang cucu! Hehe..!" Baskara pun ikut menimpali ucapan istrinya. "Salam Om Baskara, Tante Rini. Ini usia kandun

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 260.

    'Hmm..! Sudah saatnya kuhancur leburkan markas ini..!' bathin Bimo murka. Karena memang sudah tak ada lagi lawan yang berarti baginya di markas itu. Seluruh anggota Gank Shadow yang tersisa pun terpaku gentar dan dilanda kebingungan. Karena keempat pimpinan mereka kini telah tewas..!Dan tak ada diantara mereka yang berani mengambil alih komando, di saat genting seperti itu. "Bagaimana ini..?! Jika kita keluar, senjata pihak musuh sudah siap menghabisi kita tanpa ampun..!" seru gentar seorang anggota gank pada rekan lainnya. "Huh..! Mati ya mati..! Lebih baik kita mati dalam perlawanan, dari pada diam di markas menunggu mati..!" seru seorang anggota lainnya. "Benar..! Ayo semuanya bersama-sama menerobos pintu depan saja..! Siapkan senjata kita semua..! Kita akan balas tembak siapapun di depan sana..!" seru anggota lainnya, membakar semangat semangat rekan-rekannya. "Ayo semuanya berkumpul dan siap menerobos pintu utama..!!" Klekh..! Seorang anggota gank pun akhirnya memberanikan

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 259.

    "Hihh..!" Dambhh..! Bimo berseru seraya hentakkan kaki kanannya ke bumi. Seketika selimut bola cahaya hijau Pagar Sukma pun aktif melindungi dirinya. Blagh..! Plaghk..! ... Splaagh..!! Empat serangan dari Edo cs bagaikan menghantam sebuah dinding baja, yang panasnya bukan olah-olah. Dan ... "Hargks..! ... Aarrghsk..!!" Weesshk..!! Terdengar seruan kesakitan serentak, yang diiringi dengan terpentalnya sosok empat pentolan Gank Shadow itu ke empat arah berbeda. Bruugghk..!! Hampir bersamaan sosok Edo, Raka, Jono, dan Darko jatuh bergedebukan di tanah. Akibat mereka tak bisa lagi mengendalikan keseimbangan tubuh mereka. Ya, rasa sakit di tapak tangan keempat orang itu memang sungguh menyengat tak tertahankan, akibat pukulan mereka membentur tabir Pagar Sukma yang diterapkan Bimo.Dan rasa sakit itu tentu saja memecah konsentrasi dan kendali tubuh mereka. Karena sebelah tangan milik mereka, otomatis memegangi pergelangan tangan mereka yang melepuh hancur. Akibat arus balik power pukul

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 258.

    "B-bangsat..! Siapa kau..?!" seru panik bergetar penuh amarah Edo. Dia memang belum pernah bertatap muka langsung dengan Bimo. Ya, hanya Yoga, Dewinda, dan Prayoga sendiri, yang memang pernah bertemu dengan Bimo. Sementara para anggota Gank Shadow hanyalah kenal nama 'Bimo' belaka, tanpa mereka pernah bertatap muka langsung. Namun sebaliknya Bimo bisa menduga, jika Edo adalah salah satu pimpinan dan orang kepercayaan Yoga di Gank Shadow. "Hmm! Sebaiknya kau panggil saja semua anggota terkuat dari gank Shadow ini, untuk melawanku seorang! Aku Bimo, pimpinan Pijar Taruna yang akan menghabisi kalian..!" Bimo berseru seraya tersenyum dingin. "Hah..?! K-kau Bimo..! Musuh besar Bos Yoga..!" seru Edo bertambah panik dan gentar. 'Melawan anak buahnya saja sudah merepotkan..! Bagaimana pula melawan langsung pimpinan Pijar Taruna ini..?!' bathin Edo jerih. "Ketahuilah, dua pintu keluar dari markas ini telah dijaga oleh pasukkan bersenjataku..! Silahkan coba keluar, jika ingin ratusan pelur

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 257.

    "Siap Mas Bimo..!" "Hiahh..!" Splashh..!! Bimo berseru seraya terapkan aji 'Bayu Lampah'nya, dia melesat keluar melalui pintu helikopter yang terbuka itu.Sosok Bimo pun langsung melayang dalam posisi bersila, perlahan sepasang mata Bimo terpejam. Dia tengah pusatkan pikiran dan bathinnya, untuk terapkan pagaran aji 'Perisai Bathin'nya. Aji Perisai Bathin adalah ilmu spesial milik Bimo, yang mampu memblokade atau memutus hubungan bathin orang pada area yang diselimuti ajian itu. Bahkan pagaran Perisai Bathin juga bisa mengacaukan dan menghilangkan sinyal area network..! Badas..! Pulau Duyung banyak ditumbuihi cemara laut, ketapang, pandan laut, serta pohon sukun. Dan tentu saja bukanlah hal yang sulit bagi Bimo, untuk memagari pulau yang luasnya hanya sekitaran 7 hektar itu. "Hupsh..!" Spyarrshk..!Bimo berseru seraya tinjukan dua kepalan tangannya ke arah langit. Dan secara tak kasat mata, muncullah kubah parabola bercahaya biru cemerlang menaungi Pulau Duyung itu. Ya, itulah wu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status