Home / Fantasi / Hati liar sang Alpha / Janji yang Diuji

Share

Janji yang Diuji

Author: Chatrin
last update publish date: 2026-04-26 17:05:02

Cahaya turun lebih deras, seperti hujan emas yang terlalu terang untuk ditatap lama. Di sela-selanya, bayangan merembes turun seperti tinta yang menodai langit, perlahan tapi pasti. Dua kekuatan itu tidak lagi menunggu.

"AUUUU!"

Mereka datang.

Udara di Lunaris berubah menjadi berat, menekan dada setiap anggota pack. Beberapa berlutut tanpa sadar. Beberapa lainnya menggertakkan gigi, mencoba bertahan. Tanah di bawah kaki mereka bergetar halus, seolah dunia sendiri tidak yakin bisa menahan apa ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hati liar sang Alpha   Matahari yang Tidak Mau Diam

    Tap... tap.. tap...Pagi yang terlalu indah untuk hati yang berduka.Langit berwarna emas lembut. Awan mengalir seperti sungai yang tenang, burung-burung cahaya melintas di antara menara kristal.Namun Elara mulai membenci keindahan itu. Karena tidak ada yang berubah, hari demi hari, minggu demi minggu. Semuanya berjalan begitu tenang hingga terasa seperti sangkar. Sangkar yang dilapisi emas tetaplah sangkar dan Elara mulai kehabisan kesabaran."Aku tidak lapar." ucapnya."Kau mengatakan itu kemarin." jawab Eryndor.Mereka sedang berada di taman matahari. Tempat favorit para dewa dahulu, kini hanya mereka berdua yang tersisa.Eryndor duduk di sampingnya membawa sarapan.Seperti biasa. Elara menatap sendok yang diulurkan kepadanya. Lalu mendesah, "Kau memperlakukanku seperti anak kecil.""Kau tidak makan kalau tidak kuawasi.""Itu bukan alasan.""Bagiku itu alasan yang cukup."Sungguh menyebalkan. Dan yang paling membuat Elara kesal—Eryndor mengatakannya dengan wajah yang benar-benar s

  • Hati liar sang Alpha   Langit yang Terlalu Sunyi.

    Saat Elara meninggalkan Lunaris, Aelmon tidak melihatnya pergi.Alpha itu telah kehilangan kesadaran.Tubuhnya masih terbaring di aula yang hancur akibat pertempuran.Belati Matahari telah dicabut. Namun luka yang ditinggalkannya belum sembuh, dan untuk pertama kalinya sejak Elara mengenalnya—Pria itu tidak mampu menghentikannya.Tidak mampu mengejarnya. Tidak mampu memanggil namanya, hal itu seharusnya membuat Eryndor puas.Namun anehnya... Tidak sepenuhnya.Perjalanan menuju langit berlangsung tanpa kata-kata.Elara berdiri di atas jembatan cahaya. Awan-awan bergerak di bawah kakinya, bintang-bintang tampak begitu dekat hingga seolah dapat disentuh.Dahulu pemandangan ini adalah rumah. Kini terasa asing, sangat asing.tap.. tap.. tap...Eryndor berjalan beberapa langkah di belakangnya.Memberikan ruang, setidaknya tampak seperti itu.Namun kenyataannya, seluruh jalan menuju langit telah ditutup.Seluruh penjaga mengawasi, seluruh gerbang terkunci.Bukan penjara, tetapi juga bukan ke

  • Hati liar sang Alpha   Harga yang Harus Dibayar

    Tidak ada yang bergerak selama beberapa detik. Seolah seluruh Lunaris menahan napas. Eryndor berdiri di tengah cahaya langit, Elara berada beberapa langkah di depannya. Sementara Aelmon berlutut di lantai, berusaha melawan luka yang terus menghancurkan tubuhnya dari dalam.Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Perang telah datang, dan kali ini bukan ramalan.Bukan ancaman yang jauh, atau nama dalam buku kuno.Perang berdiri tepat di depan mereka."Aku akan menghitung sampai tiga." ucap Eryndor, suaranya tidak keras. Namun terdengar sampai ke seluruh ruangan."Menyerahlah.""Tidak." jawab Aelmon tanpa ragu, ia bahkan tidak berpikir. Jawaban yang sama seperti ribuan tahun lalu, mata Eryndor menutup sesaat."Kau tidak pernah berubah." gumamnya."Lalu kau?" balas Aelmon. Perlahan Alpha itu berdiri, darah masih menetes dari sudut bibirnya, tubuhnya goyah, namun tatapannya tetap lurus."Kau masih menganggap semua yang bernapas di bawah langitmu sebagai milikmu."Keheningan jatuh.Untuk perta

  • Hati liar sang Alpha   Raja yang Menunggu.

    Tangisan itu perlahan-lahan berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu aneh. Lalu...Keheningan di dalam kamar terasa menyesakkan.Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang berani berbicara.Aelmon terbaring di lantai. Darah mengalir dari sudut bibirnya, cahaya keemasan dari Belati Matahari masih menyebar di bawah kulitnya seperti retakan api.Lyra terus berusaha menghentikan kerusakan yang terjadi. Namun wajah tabib itu semakin pucat setiap detiknya. "Ini buruk." gumamnya."Tolong katakan sesuatu yang belum kami ketahui." balas Lira."Kalau begitu diam!" bentak Lyra.Lira langsung menutup mulut. Sementara itu, Elara masih berdiri membeku, ingatan lama, dan baru.Kedua kehidupan itu bertabrakan tanpa ampun.Elara sang manusia, Dewi Matahari yang pernah memimpin langit. Keduanya kini hidup dalam tubuh yang sama, dan untuk pertama kalinya sejak terlahir kembali—Ia tidak tahu dirinya siapa."Elara." Suara Ae

  • Hati liar sang Alpha   Ingatan yang Terkubur

    "AELMON!" Suara Elara pecah, tangannya gemetar saat mencoba menyentuh pria yang terbaring di lantai. Namun cahaya keemasan dari luka itu kembali menyala, mendorong jemarinya menjauh.Drap.. drap.. drap...Di luar kamar. Terdengar langkah kaki, terdengar teriakan, terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar.Namun semuanya terasa jauh, sngat jauh. Karena sesuatu sedang retak di dalam dirinya, bukan tubuh dan jiwanya.Melainkan segel yang selama ini menahan ingatan. "Khh..." Elara mencengkeram kepalanya. Rasa sakit meledak, tidak seperti sakit biasa.Melainkan ribuan kenangan yang menghantam bersamaan.Langit...Langit yang bukan Lunaris. Langit yang begitu luas hingga bintang-bintang tampak seperti debu, Istana emas, menara cahaya, lautan awan dan dirinya.Bukan Elara sang manusia, mlainkan seorang penguasa. Seorang dewi, Ratu dari tiga puluh empat dewa dan dewi. Pemimpin dua belas dewa inti, takhta Matah

  • Hati liar sang Alpha   Belati Matahari

    Malam itu terasa aneh.Bukan karena ada ancaman, langit yang berubah atau karena ramalan baru muncul dari arsip kuno. Justru sebaliknya, smuanya terlalu tenang.whoosh...Angin musim panas bergerak lambat di antara pepohonan Lunaris. Jangkrik bernyanyi dari balik semak, cahaya bulan menumpahkan warna perak ke seluruh wilayah pack.Sudah hampir dua minggu sejak Elara kembali, dan Aelmon masih mencoba untuk menarik pakaiannya agar lepas dari tubuhnya.Dua minggu tanpa serangan. Tanpa pelarian, hanya pertengkaran kecil.Bahkan Lira dan Asterion berhasil melewati tiga hari penuh tanpa saling melempar sesuatu. Sebuah pencapaian yang membuat Rowan hampir menangis haru.Malam itu sebagian besar anggota pack sedang beristirahat.Para penjaga berjaga seperti biasa. Lyra masih berkutat dengan ramuannya, Sylas melakukan pemeriksaan rutin di wilayah perbatasan.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama— Elara m

  • Hati liar sang Alpha   Ketakutan yang Yidak Bisa Dijelaskan Serigala

    Malam berubah menjadi dini hari.Kabut tipis turun menyelimuti Lunaris, membuat seluruh lembah tampak pucat di bawah cahaya bulan yang tertutup awan. Angin membawa aroma pinus basah dan sisa hujan dari utara.Udara semakin dingin. Dan tubuh manusia Elara mulai merasakannya.Saat kembali ke kamar Ae

  • Hati liar sang Alpha   Rumah yang Dipilih Hati

    Cahaya Helior perlahan menghilang bersama angin malam. Meninggalkan keheningan yang terasa aneh di antara pepohonan Lunaris.Elara masih berdiri diam. Jantungnya belum tenang, Karena kata-kata terakhir Helior terlalu manusiawi untuk seorang dewa.Aku hanya ingin menjadi rumahmu lebih dulu...Aelmon

  • Hati liar sang Alpha   Yang Seharusnya Tinggal di Hatinya.

    Malam semakin larut. Namun Elara tidak bisa tidur.Kata-kata Helior terus berputar di kepalanya seperti bisikan yang tidak mau pergi.Semakin dia mencintaimu… semakin mudah dunia ini hancur.Api kecil di perapian kamar Aelon mulai mengecil, meninggalkan cahaya redup keemasa

  • Hati liar sang Alpha   Penjaga yang Seharusnya Tetap Tertidur

    Ruangan itu mendadak terasa sempit. Api di perapian masih menyala, namun kehangatannya tidak lagi terasa sejak kalimat Asterion jatuh di tengah mereka.Sesosok penjaga lama sedang bangun. Tidak ada yang langsung bicara, karena cara Asterion mengatakannya terlalu serius untuk dianggap bercanda.Lira

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status