MasukBOOK 1: HIS BODYGUARD WIFE Maayos na ginagampanan ni West ang mga normal na gawain niya bilang isang mafia queen subalit nagkaroon ng malaking pagbabago sa takbo ng kan'yang buhay matapos sabihin ng ama na siya ay kasal na. *** Nang ibigay kay West ng ama ang misyon na protektahan ang kan'yang asawa na walang kaide-ideya na sila ay kasal na at mula sa pamilya ng mga mafia ay nagpas'ya siyang maging bodyguard nito subalit habang nakakasama niya ito ay unti-unti niyang nararamdaman ang mga emosyon na matagal niya ng kinalimutan lalo na ang sakit na dulot ng pagmamahal. Paano pro-protektahan ng isang mafia queen ang kan'yang hot tempered na asawa kung maraming pangyayari ang magaganap na malayo sa inaasahan niya?
Lihat lebih banyak“Halo, maaf ini siapa ya?” Aku menyapa seseorang di ujung telepon sana yang nomornya sama sekali tidak kukenal.
“Siska, ini gua, Alex!” jawabnya singkat.
Seketika detak jantungku terasa berhenti, lalu berdebar-debar tak karuan. Sekujur tubuhku serasa mati rasa, kaku laksana tersambar petir di siang bolong.
“Iya Bang, ada apa ya?” tanyaku agak gemetar setelah terdiam beberapa saat.
“Nanti jam satu malam, datang ke rumah gua lewat belakang. Datang dalam keadaan telanjang bulat. Saat gua ngeliat lu keluar dari pintu belakang rumah, harus udah bugil. Kalau lu gak mau, maka nyawa suami lu jadi taruhannya!” ancam Alex setelah itu menutup teleponnya.
Aku masih ternganga. Terbayang harus berjalan menyeberangi pekarangan belakang rumah sejauh dua puluh meteran dalam keadaan bugil di tengah malam buta. Preman kampung super bejad ini benar-benar sudah gila!
Ingin rasanya aku memaki dan menolaknya. Namun aku sangat takut dengan ancamannya. Alex punya banyak teman sesama preman yang bringas dan terekenal raja tega. Ancamannya bukan main-main, sewaktu-waktu mereka bisa dengan mudah menyakiti bahkan membunuh suamiku. Mas Bayu tidak mungkin mampu melawan gerombolan manusia biadab itu.
Bagaimana jika nanti malam ada yang melihatku kelayapan dalam keadaan begitu?
Apa yang akan Alex dan gerombolannya lakukan terhadapku?
Mengapa mereka tidak membunuhku saja sekalian?
Apa yang harus aku lakukan?
^*^
Tak pernah kubayangkan peristiwa itu akan menjadi serumit ini. Namaku Siska Maelastri, usia 24 tahun. Ibu rumah tangga, istri yang sangat mencintai suami. Mas Bayu, lelaki berusia 30 tahun, berpenampilan kalem dan menarik, dan pastinya sudah cukup mapan karena mempunyai pekerjaan tetap. Walau tidak memiliki jabatan mentereng.
Mas Bayu bekerja di salah satu perusahaan pertambangan emas ternama di Negeri ini. Dia juga memiliki bisnis sampingan yang sedang berkembang walau belum banyak membantu perekonomian keluarga. Namun aku sangat yakin, kejujuran dan keuletan dalam berusaha akan membawa kami meraih kesukseskan kelak.
Aku pun aktif dalam berbagai kegiatan ibu-ibu kompelks dan juga komunitas persatuan istri-istri karyawan di perusahaan suamiku bekerja. Sebelum menikah aku sempat menjadi tenaga honorer pemda selama dua tahun.
Kehidupan keluarga kami relatif standar dan stabil tak beda jauh dengan kehidupan rumah tangga muda golongan menengah pada umumnya. Kami menikah dengan jalan dijodohkan oleh Pak Yusuf, atasanku di kantor dulu. Beliau adalah suadara sepupu Mas Bayu. Walau terkesan dijodohankan, namun pada akhirnya kami bisa saling mencintai.
Saat pertama dikenalkan oleh Pak Yusuf kepada Mas Bayu, aku tidak menduga jika mereka sepupuan. Tampang mereka jauh berbeda, walau sama-sama menarik. Namun sejujurnya Pak Yusuf jauh lebih gagah dan ganteng diusianya yang lebih tua. Pada awalnya aku sangat tertarik dengan Pak Yusuf, namun sadar karena dia sudah berkeluarga.
Tak terasas pernikahanku dengan Mas Bayu sudah berjalan hampir dua tahun, namun masih belum dikaruniai momongan. Bukan karena kami sengaja menundanya, melainkan karena Mas Bayu mengalami banyak gangguan dalam kejantanan dan keperkasaannya. Sering disfungsi ereksi, bahkan terkadang sama sekali tidak berfungsi.
Kami relatif sering bercinta, tapi sepertinya sperma dia tidak sampai masuk ke rahim, sehingga tak mampu membuahi sel telurku. Saat rudal dia baru masuk setengahnya, terkadang sudah keluar duluan isinya. Hal seperti itu nyaris terjadi setiap kami melakukan hubungan intim. Berutung kami tinggal agak jauh dengan sanak saudara, sehingga tidak terlalu panas telinga mendengar pertanyaa ‘Kapan punya anak?’
Untuk urusan cinta, perhatian dan kasih sayang, Mas Bayu juaranya. Hanya saja untuk urusan ranjang, aku harus benar-benar bersabar, ikhlas dan rela menerima dia apa adanya. Gairah seksualku yang terbilang sangat tinggi dan menggebu-gebu, terpaksa harus ditekan kuat-kuat karena suamiku tiidak sanggup mengimbanginya.
Tak ada gading yang tak retak. Harus aku akui jika suamiku memiliki banyak kelemahan dalam aktivitas ranjangnya. Pembawaannya saat di atas ranjang tidak sejantan dan sebergairah lelaki normal pada umumnya. Jauh sekali dengan ekspetasiku yang senantiasa menggambarkan para lelaki itu seperti yang kubaca di novel-novel dewasa karangan Fajar Merona, atau yang pernah kutonton dalam film-film dewasa.
Kami menjalani hidup berumah tangga dengan sangat bahagia di sebuah rumah kontrakan yang relatif sederhana. Lingkungan sekitar pun terasa sangat tenang dan nyaman. Hubungan interaksi antar sesama warga kompleks pun cukup baik. Hanya saja selalu ada kekurangan di baliknya. Tak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini. Kebahagiaan kami pun terkadang masih sering terusik.
Di belakang rumah kami tinggal seorang pemuda yang dijuluki sebagai preman kampung. Dia terkenal arogan, bersikap semena-mena dan semau gue kepada semua orang. Terlebih lagi kepada aku dan suamiku yaang notabene sebagai warga baru di kompleks itu.
Namanya Amri Alamsyah, tapi semua orang biasa memanggilnya Alex. Usianya mungkin sebaya denganku kisran dua empat tahun. Alex belum menikah, dan tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Tidak banyak yang mengetahui silsilahh keluarganya, karena semua orang pun berusaha tidak terlalu dekat dengannya.
Kini Mas Bayu terkesan menjadi sangat takut kepada preman kampung itu. Bermula saat kami sedang jalan berdua, kebetulan berpapasan dengan Alex. Mas Bayu mencoba bersikap sopan kepadanya, namun Alex justru membentak dengan melontarkan kata-kata yang sangat kasar. Bahkan mengeplak kepala Mas Bayu di depan semua orang.
Saat itu Alex maksa meminta uang. Mas Bayu buru-buru menyerahkan selembar uang lima puluh ribu yang ada di kantongnya. Alex menolaknya karena dia meminta lima ratus ribu. Tentu saja kami tidak mampu memenuhi keinginannya.
“Bang tolonglah, kami kan hanya karyawan biasa yang gaji bulannnya hanya cukup buat makan sehari-hari saja.” Mas Bayu mencoba bernegosiasi.
“Heh, lu pikir gua Lemabga Sosial? Terserah elu mau cukup atau kagak itu gaji. Yang pasti gua minta duit gope, sekarang juga!” Alex menjambak kerah baju Mas Bayu, hingga suamiku kesulitan bernapas.
“Bang, tolonglah kami, Bang.” Aku mencoba melepaskan cengkeraman tangan Alex dari kerah baju suamiku. Wajah Mas Bayu benar-benar pucat.
“Heh, Siska! emang lu punya duirnya? Gak usah banyak bacot, sini mana!” Alex melepaskan cengkremannya dan berbalik seakan mau menyerangku. Bau alkhohol dari mulutnya kangsung menyergapku.
“Ti..tidak ada Bang. Kami hanya punya sisa lima puluh ribu lagi, itu pun jatah kami dua hari ke depan.”
“Hahaha, dasar manusia-manusia pelit lu. Gua denger keluarga kalian itu orang-orang kaya di sana, bener kan?” Alex menyeringai menatap kami.
“Bohong Bang! Saya bahkan sudah tidak punya Bapak lagi.” Entah mengapa aku masih bisa berbohong. Namun sebenarnya tidak terlalu salah, karena memang Bapakku sudah lama pergi dengan selingkuhannya entah kemana.
Alex beralih menatap suamiku, “Jadi gimana ini Bayu? Masa lu jadi suami kagak punya duit. buat apa lu kerja tiap hari. Mendingan lu jual aja istri lu yang cantik ini! gua yakin banyak yang minat!”
JEGER!
Bagai terkena petir ganas yang mendadak menyerang. Sekujur tubuhku mendadak kaku dan jiwaku terkesima. Sungguh biadab ucapan si Alex ini. Bbenar-benar telah merendahkan harkat dan martabatku sebagai seorang manusia yang juga seorang wanita baik-baik yang sudah bersuami.
Ingin rasanya aku mengamuk dan menangis sejadinya sambil merobek-robek mulutnya yang menjijikan itu. Namun apalah dayaku hanyalah seorang wanita. Mas Bayu pun yang sehausnya bisa melindungiku, bahkan hanya tertunduk ketakutan.
“Baaang, mohon diterima dulu ini, nan…nan…ti kita bisa bicarakan lagi lebih lanjut.” Mas Bayu kembali bernegosasi sambil terus menydorkan uang lima puluh ribu pada Alex.
“Oke kali ini masih bisa gua maklumi. Nanti kita akan bicarakan lagi semuanya, Bayu!” Akhirnya Alex menerima uang yang disodorkan suamiku.
Untuk sesaat aku bisa menarik napas lega. Serasa baru saja keluar dari himpitan goa angker yang gelap gulita. Namun demikian tatapan mata Alex yang beringas kemerahan tak ayal membuat nyaliku nyaris terjatuh ke dasar lembah yang terdalam. Alex pun pergi meninggalkan kami sambil mengantongi uang suamiku.
“Sayang maafkan kelemahan suamimu ini,” ucap Mas Bayu sambil merangkul bahuku. Lalu dia pun menyeka air mataku yang tak kusdari ternyata sudah mengalir deras membasahi pipiku.
“Mas janji untuk selanjutnya akan benar-benar melindungimu.” lanjutnya.
“Aku sudah gak betah tinggal di sini Mas,” jawabku lirih sambil terus melanngkah pulang ke rumah.
“Iya, secepatnya kita akan pindah dari sini, tapi mas harap kamu bersabar dulu ya, Sayang.” Mas Bayu terus menghiburku sambil memapah tubuhku yang terasa limbung. Benar-benar tak terima dan sakit hati direndahkan oleh manusia yang bahkan aku senantiasa mengalah dan berbuat sopan kepadanya.
^*^
LAST SPECIAL CHAPTER“Kailangan mo ba talaga na umalis pa nay? You can just stay here and live with us.” Ani Kalem kay Andy“Oo nga nay, Dito ka nalang. Kapag umalis ka wala ng magluluto ng masarap na pagkain.” Usal naman ni Luiz“Matanda na kayong dalawa. Kaya niyo ng gawin ang mga ginagawa ko. Isa pa, Gustuhin ko man na makasama pa kayo ay hindi pwede dahil may pamilya rin akong kailangan na uwian.” May bahid ng lungkot na sagot ni Andy“Then dito nalang kayo tumir—”“Alam mong hindi 'yan pwede Luiz. May asawa't anak na ang ilan sa mga anak ko. Hindi maganda na aasa kami sa inyo. Malaki na rin ang na itulong mo sa pamilya ko.” Muling tanggi ng ginangNo'ng matagal siya bilang assassin matapos niyang umibig at mabuntis ay talaga naman na naghirap siya.Lumaki si Andy sa orphanage at ng may umampon sa kanya ay ipinasok siya nito sa isang organization na ang trabaho ay pumatay kapalit ng pera.Sinanay sila roon subalit nabali niya ang isa sa mga batas ng kanilang organization. At iyon
SPECIAL CHAPTER 7SINALUBONG siya ng magkahalong amoy ng alak at sigarilyo pagkapasok palang sa loob ng barPero ang mas higit na nakaagaw ng kanyang pansin ay ang mga tao roon na may pinagkakaguluhan sa gitna.Kahit hindi niya nakikita kung sino ang pinagkakaguluhan ng mga ito ay mukhang may ideya na siya“Come here you fucking bastard!” Napailing siya matapos marinig ang boses ng asawaNag-simula siyang lumakad sa kumpulan ng mga tao at sakto naman na nakarating siya sa harapan ay siyang pag-kawala ng asawa mula sa pagkakahawak nila AceInangat nito ang kamao at handa na sanang sapakin ang lalaki na dumudugo na ang mukha pero mabilis siyang humarang sa harapan nito at sinalo ang kamao ng asawaRinig naman niya ang singhapan ng mga nagulat na manonood.Kahit ang asawa ay nanlaki rin ang mata matapos siyang makilala“Stop this right now, Kalem.” Malamig niyang sambitNagsalubong naman ang kilay ng asawa bago bawiin ang kamao niya.“Damn it! Are you crazy?! What if I hit you instead of
SPECIAL CHAPTER 6“Napaka-gwapo mong tingnan, Rain. Bagay na bagay sayo ang ganitong damit.” Nakangiting ani Nanay Nelia kaya naman napangiti nalang rin siya“Right nay? I know that too.” Sambit niya kaya napatawa na lamang itoDalawang taon na rin simula ng tumayong ina niya ang ginang. He was the one who was there to fulfill Zack job na hindi na nito magagawa pa dahil wala na ito.He consider her as his mother and she consider him as her son and he's happy because she never expected na mararanasan niya pang maramdaman ang pag-mamahal ng isang ina kahit sa katauhan iyon ng Iba.At syempre gano'n rin ang ginang na masayang ituring siyang anak.“Paano naman ako nay? Hindi ba ako gwapo?” Ngusong sambit ni Angelo “Syempre gwapo ka rin, pareho kayong gwapo para sa akin.” “Hehe sabi ko na nga ba gwapo talaga ako eh.” Napa-tawa nalang siya dahil sa kakulitan ng lalaki. Both him and Angelo are taking care of the old lady.“Let's go, we can't afford to be late.” Aniya tsaka inalalayan ang
SPECIAL CHAPTER 5HINAGOD ni Spade ang buhok ng kapatid tsaka tipid na ngumiti.“We miss you so much west, can you please wake up now? You are not the type who love to sleep that much. You know what, after you close your eyes that day. Everyone become sad, this world became colorless.” Pagkausap niya sa kapatid“Everyone are worried about you, Please open your eyes already little sister.” Mariin siyang pumikit tsaka idinampi ang labi sa noo ng kapatid“I'll go buy you some food, Wait for me okay? I'll be back.” Dagdag niya pa bago tumayoSimula ng ma-comatose ang kapatid ay naka-sanayan niya ng bilihan ito palagi ng pagkain. Araw araw walang palya dahil hindi nila alam kung kailan ito magigising. Mas maganda ng may nakahanda ng pagkain dahil paniguradong gutom ito.Pero araw araw rin na nasasayang ang kanyang binibili dahil dalawang taon na ang lumipas but until now his sister is still asleep.Sinulyapan niya pa muna ang kapatid sa huling pagkakataon bago tuluyang lumabas sa silid kun
SPECIAL CHAPTER 4NAKA-UPO si Rain sa gilid ng kama kung saan nakahiga si Storm and in front of them is East na may sasabihin raw sa kanila.“You said that the mendoza couple told you na pinatay nila ang magulang niyo, right?” Ani East kaya agad na tumango si Storm habang nakakuyom ang kamaoKwinento n
SPECIAL CHAPTER 2NAKANGISI si Lenard at Alice habang nakatitig sa monitor kung saan malaya nilang napa-panood sila East na nakikipag-laban sa na pakarami nilang tauhanKagaya ng kanilang inaasahan ay sinundan ng mga ito si West kaya naman pina-abangan nila ang mga ito sa mga tauhan.Nang makarating ka
(In this Chapter ay masa-sagot ang ibang tanong sa isip niyo so I hope na ma-bigyan linaw ng Chapter na ito ang katanungan niyo about sa story na 'to. ENJOY READING(≧▽≦))SPECIAL CHAPTER 1“Goodbye!” Ngising sambit ng lalaking bumungad sa kanya habang nakatutok ang baril nito sa kanyang noo dahilan pa
CHAPTER 70: THE ENDINGINUNAT niya ang braso kasabay ng pag-sandal sa sandalan ng kanyang swivel chair. Hinubad ang suot na salamin tsaka hinilot ang kumi-kirot na sentido.Katatapos niya lang na basahin at pirmahan ang ga-bundok na papeles na nakapatong sa ibabaw ng kanyang lamesa.Napalingon siya sa


















Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Ulasan-ulasan