Share

Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis
Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis
Penulis: Simon

Bab 1

Penulis: Simon
"Kayla, aku ...." Alesha menyela ucapan Kayla. Tatapannya tertuju pada syarat-syarat di layar. "Aku akan segera cerai dengannya."

Kayla pun tersentak.

"Dulu, kamu sudah berusaha begitu keras untuk ciptakan pertemuan tak disengaja dan cari tahu jadwalnya ke sana kemari. Bahkan kesempatan ikut lomba debat itu juga kamu dapatkan setelah berjuang setengah bulan," ujar Kayla dengan tidak percaya.

"Kamu sudah susah payah menangkan hatinya. Selama beberapa tahun kalian menikah, aku juga merasa hubungan kalian manis banget. Kenapa malah ...."

“Kenapa malah berujung pada perceraian?"

Alesha tidak menjawab. Dia juga ingin mengajukan pertanyaan yang sama. Benar, bagaimana semuanya bisa sampai seperti ini?

Alesha mengingat semua yang dilakukannya dulu. Demi melihat Austin, dia rela menunggu tiga jam di luar fakultas hukum. Begitu tahu Austin menangani kasus bantuan hukum, dia langsung ikut jadi relawan dan membagikan selebaran di bawah terik panas 38 derajat.

Dalam lomba debat itu, Alesha bahkan mengalahkan seorang senior yang telah mempertahankan gelarnya selama beberapa tahun. Dia mengubah dirinya dari seorang pemula total menjadi pendebat terbaik.

Alesha menciptakan pertemuan demi pertemuan tak disengaja untuk memaksa membuat mereka yang awalnya seperti garis sejajar akhirnya bersinggungan. Sampai-sampai setelah mereka berpacaran, Austin pernah berkata, "Kita sepertinya cukup berjodoh dan selalu bisa bertemu di berbagai tempat."

Pada saat itu, Alesha tersenyum sambil mengangguk. Akan tetapi, jauh di lubuk hatinya, dia tahu tidak ada yang namanya jodoh. Itu semua adalah hasil kerja kerasnya. Hanya saja, sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan jodoh yang ditentukan Tuhan.

Tidak jauh dari sana, terdengar suara keributan.

Alesha mendongak dan melihat kerumunan di aula kedatangan bandara membuka jalan secara otomatis, sementara kilatan lampu kamera media menyala silih berganti. Di tengah kerumunan, seorang wanita sedang dikawal keluar.

Kayla juga melihatnya dan berkata dengan terkejut, "Bukannya itu Prisha Muliadi? Kalian naik pesawat yang sama? Belakangan ini, dia populer banget. Rekan kerjaku juga menonton filmnya setiap hari."

Alesha memalingkan muka dan menggumamkan "emm".

"Dia memang cantik. Nggak heran dia bisa populer di kalangan pria maupun wanita," gumam Kayla. "Dengar-dengar, keluarganya juga kaya dan dia itu benar-benar putri keluarga terpandang. Orang dengan hidup sempurna seperti dia ...."

"Dia itu cinta pertama Austin," ucap Alesha.

Kayla langsung terdiam. Setelah beberapa saat, dia hanya menggumamkan, "Buset ...."

Alesha tidak berbicara. Pandangannya tertuju ke arah lain.

Seorang pria berperawakan tinggi dan tegap yang mengenakan mantel hitam terlihat menonjol di antara kerumunan. Itu adalah Austin Soeradi.

Alesha tahu lebih jelas daripada siapa pun betapa sibuknya Austin akhir-akhir ini. Tidak membalas pesan adalah hal yang biasa. Dari sepuluh panggilan, sembilan di antaranya tidak pernah diangkat atau tidak tersambung.

Akhir pekan lalu, Alesha demam hingga 38,5 derajat dan mengirimkan pesan WhatsApp kepada Austin. Namun, pria itu baru membalas empat jam kemudian dan balasannya juga sangat singkat.

[ Perbanyak minum air hangat. ]

Saat ini, Austin mengambil koper dari tangan Prisha, lalu mereka pergi berdampingan.

Di tengah orang yang berlalu-lalang, yang bisa Alesha dengar hanyalah detak jantungnya sendiri. Dentumannya tumpul dan stabil.

Alesha pertama kali mengetahui tentang Prisha adalah pada dua tahun lalu. Pada saat itu, ada sebuah berita hiburan berjudul "Prisha Muliadi, bintang yang sedang naik daun, berhasil mengakhiri kontraknya. Pengacara di belakangnya ternyata adalah pewaris Keluarga Soeradi" yang direkomendasikan kepadanya. Dia pun mengklik notifikasi tersebut.

Gugatan pemutusan kontrak Prisha dengan agensi lamanya telah berlangsung selama enam bulan. Awalnya, peluangnya untuk menang sangat kecil. Kemudian, Austin tiba-tiba mengambil alih. Kasus tersebut diselesaikan dalam waktu tiga bulan dan Prisha berhasil keluar tanpa terlibat masalah apa pun.

Pada saat itu, Alesha sempat bingung. Austin tidak pernah menangani kasus di industri hiburan. Waktunya sangat berharga dan dia hanya menangani litigasi komersial tingkat atas. Ini adalah aturan yang sudah berlaku turun-temurun di Keluarga Soeradi.

Hal ini menimbulkan kehebohan dalam industri. Siapa orang yang bisa membuat Austin membuat pengecualian?

Kedua kalinya adalah ketika Alesha menangani kasus artis yang rumit dan meminta bantuan Austin. Dia sedang meninjau dokumen berada di ruang kerjanya dan menjawab dengan tatapan menyesal, "Aku nggak familier dengan kasus dunia industri. Aku takut nanti aku bukannya membantu, tapi malah menyusahkanmu."

Alesha mengatakan tidak apa-apa dan berpura-pura tidak melihat kontrak endorsement Prisha di atas meja Austin.

Ketiga kalinya adalah ketika Austin memesan cincin berlian khusus dari merek mewah. Pramuniaga itu secara proaktif mengirimnya pesan WhatsApp untuk mengucapkan selamat.

[ Nyonya Alesha, suami Anda sangat perhatian! Untuk koleksi ini, kami hanya menerima satu pesanan per tahun. Dia sudah memesannya dari enam bulan sebelumnya. Katanya, ini untuk istrinya. ]

Pada saat itu, jantung Alesha berdegup kencang. Saat mereka menikah, Austin mengatakan dirinya terlalu sibuk dan ingin melakukannya semuanya secara sederhana. Menurutnya, cincin pernikahan bisa dibuat nanti. Alesha telah menunggu empat tahun dan berpikir dia akhirnya akan menerima cincin itu.

Sampai foto Prisha menghadiri sebuah acara dengan mengenakan cincin berlian yang sangat berkilauan viral di internet, harapan Alesha akhirnya pupus. Saat para netizen mencoba mencari tahu merek cincin itu, Alesha langsung mengenalinya. Itu adalah cincin dari The Beloved Collection.

Tangkapan layar pesanan khusus yang telah Alesha simpan selama setahun sama persis dengan cincin yang dikenakan Prisha dalam foto tersebut. Pada saat itu, harapannya terasa bagaikan lelucon. Dia pun segera menghapus foto itu.

Saat itu juga, Alesha mengetahui bahwa Prisha adalah cinta pertama Austin. Mereka memiliki latar belakang sama dan saling mencintai di masa muda. Namun, mereka malah berpisah karena suatu momen impulsif.

Alesha melihat ke arah pintu keluar. Sosok kedua orang itu sudah lama menghilang. Dia tiba-tiba teringat pernyataan penutup dari kedua belah pihak dalam tahap terakhir lomba debat itu.

Saat itu, Alesha berdiri, lalu menatap Austin dan berkata, "Pihak lawan selalu berbicara tentang aturan dan prinsip, bahwa bahkan dalam cinta pun, ada batas yang tidak boleh dilanggar. Tapi saya ingin bertanya, jika suatu hari benar-benar muncul seseorang yang membuat Anda rela melanggar semua aturan demi dia, apakah Anda akan menyesali apa yang Anda katakan hari ini?"

Seluruh ruangan hening selama beberapa detik.

Alesha melihat kening Austin sedikit berkerut. Kemudian, pria itu perlahan-lahan mengucapkan satu kata, "Ya."

Tujuh tahun kemudian, Alesha baru mengetahui bahwa Austin menjawab pertanyaan itu karena memikirkan wanita lain. Sementara itu, dia tidak pernah menjadi pengecualian bagi pria itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 23 

    Ketika pintu ruang rapat dibuka, kedua sisi meja panjang sudah dipenuhi orang. Alesha dan Javier berjalan masuk secara berdampingan. Pandangan mereka menyapu setiap orang yang hadir. Semua orang menyimpan niat tersendiri.Austin duduk di samping Rafka. Sebuah dokumen terbentang di depannya dan dia sedang berbicara pelan.Prisha duduk di sebelahnya. Ekspresinya terlihat angkuh."Bu Alesha, aku nggak nyangka akan bertemu denganmu di sini. Dengar-dengar, kamu sudah dipindahkan ke Kabupaten Aruna? Kenapa? Nggak tahan tinggal di sana?"Terdengar tawa pelan beberapa orang yang duduk di sekitar.Alesha tidak menjawab, hanya membuka map di depannya.Javier mewakili Alesha berbicara, "Mari kita mulai rapatnya." Rapat resmi dimulai.Di paruh awal, Keluarga Muliadi selalu memegang kendali, sampai Rafka mengumumkan pemungutan suara."Yang setuju saya mengambil alih perusahaan, silakan angkat tangan." Orang-orang dari kedua sisi meja mulai mengangkat tangan masing-masing.Rafka menurunkan tangann

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 22

    Setelah kuah mendidih, Kayla mulai menambahkan bahan-bahan makanan ke dalam pot sambil bertanya, "Ayo ceritakan padaku. Apa hubunganmu dengan Javier?""Dia cuma teman.""Kalau cuma teman, apa mungkin dia temani kamu kembali untuk menangani urusan?" Kayla terlihat tidak percaya."Lesha, aku memang nggak pernah ketemu sama dia. Tapi dalam tiga tahun terakhir, hampir setiap kali waktu kita teleponan, kamu pasti akan ungkit soal dia. Mungkin kamu juga nggak nyadar." Gerakan Alesha mengambil makanan terhenti sejenak.Kayla berbicara sambil menghitung dengan jarinya, "Hari ini, Javier bantu entah siapa cari ayam lagi. Javier berkelahi lagi. Javier dimarahi lagi karena bermulut usil. Javier membawakanmu makanan lagi. Coba dengar sendiri, apa ini sikap seorang teman yang normal?" Alesha terdiam beberapa detik."Dia ...." Alesha hendak berbicara, tetapi terdiam lagi.Kayla menunggunya melanjutkan."Dia lumayan baik," kata Alesha pada akhirnya.Kayla menatapnya sejenak dan tersenyum. "Oke. Yan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 21 

    Saat mobil memasuki kota, Alesha menyadari bahwa dia sudah tidak kembali selama tiga tahun penuh. Gedung-gedung tinggi berkelebat di luar jendela, papan reklame menampilkan wajah-wajah yang tidak dikenal, bahkan pohon-pohon di pinggir jalan juga tumbuh lebih tinggi dari yang dia ingat.Javier terus berbicara di telepon sepanjang perjalanan. Setelah menutup telepon, dia menoleh ke arah Alesha. "Kita istirahat di hotel dulu. Nanti malam, ada yang perlu kita temui.""Siapa?""Bawahan lama ayahku yang masih berusaha pertahankan perusahaan sampai sekarang. Ada beberapa hal yang perlu aku klarifikasi terlebih dahulu." Alesha mengangguk tanpa mengajukan pertanyaan lebih lanjut.Pukul delapan malam itu, Javier membawa Alesha ke sebuah kafe. Di ruang privat, duduk seorang pria berusia 50-an tahun yang beruban dan berkacamata. Matanya langsung memerah saat melihat Javier masuk."Javier ....""Paman Gading." Javier berjalan mendekat dan menjabat tangannya. "Aku sudah kembali." Gading menepuk-ne

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 20

    Javier membuka mulutnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Alesha melanjutkan, "Kembalilah. Rebut kembali apa yang seharusnya adalah milik ayahmu. Mampu mempertahankan atau nggak adalah perkara yang berbeda dengan apakah kamu mencoba memperjuangkannya. Ayahmu tinggalkan perusahaan itu kepadamu, bukan untuk buat kamu bersembunyi di sini."Javier memandang Alesha. Matahari terbenam di belakangnya menyelimuti siluetnya dengan lapisan emas. Dia tiba-tiba teringat pertama kali dia melihat Alesha tiga tahun lalu. Wanita itu berdiri di tengah kerumunan yang kacau dengan kening berkerut dan ekspresi serius. Saat itu, dia merasa pengacara dari kota yang serius itu pasti susah diajak bergaul.Dalam tiga tahun terakhir, Javier pernah melihat Alesha membanting file karena marah, melihatnya bergadang sampai tengah malam demi mengerjakan sebuah kasus, melihatnya berjongkok di pintu masuk desa untuk mengobrol dengan bibi-bibi di desa, melihatnya diam-diam menyeka air mata setelah memenangkan kasusnya.

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 19

    Sampai malam hari, Javier juga tidak kembali. Keesokan harinya, dia juga tidak kembali.Pada sore hari ketiga, Alesha duduk di bawah pohon belalang pintu masuk desa sambil menyaksikan matahari terbenam sedikit demi sedikit. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di belakangnya.Javier berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya. Keduanya terdiam untuk beberapa saat."Kamu nggak mau tanya aku pergi ke mana?" Javier berbicara lebih dulu."Kalau mau ngomong, kamu pasti akan ngomong."Javier tersenyum, tetapi senyumnya terlihat agak pahit."Alesha." Jarang sekali Javier memanggil Alesha dengan nama lengkapnya. "Kamu tahu apa alasanku dibuang kemari?""Katamu, kamu buat kakekmu kesal sampai masuk rumah sakit.""Aku cuma mengada-ada."Alesha menoleh ke arah Javier. Matahari terbenam menyinari wajahnya, tetapi cahayanya agak redup sehingga ekspresinya tidak terlihat jelas."Ayahku ...." Javier terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Aku yang celakai ayahku."Angin berhenti bertiup. Suasananya me

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 18

    Ayu tertegun sejenak, lalu matanya memerah. "Bu Alesha, kamu benar-benar orang yang baik."Alesha tersenyum, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Setelah mengantar mereka pergi, Javier muncul entah dari mana dan melihat keranjangnya."Wah, kamu dapat telur lagi? Apa kamu mau buka peternakan ayam?"Alesha mengabaikannya.Javier lanjut berbicara sendiri, "Tapi nggak sia-sia juga kamu jadi pengacara. Lihat saja ekspresi pasangan itu. Mereka bahkan kelihatan nyaris bersujud padamu."Alesha berjalan pergi dengan membawa keranjang. "Ngapain kamu ikuti aku?""Aku mau ajak kamu makan." Javier mengikuti Alesha sambil berkata, "Hari ini, Bibi Leni masak iga. Dia suruh aku datang ajak kamu makan di rumahnya."Alesha menghentikan langkahnya dan menatap Javier. "Kenapa kamu datang untuk ajak aku makan setiap hari?"Javier tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Karena makan sendirian nggak seru."Pria itu terlihat seperti tidak memiliki beban pikiran, tetapi sepertinya tersembunyi sesuatu yang lain di matan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 7

    Saat Alesha membuka pintu, Austin dan Prisha mendongak bersamaan."Bu Alesha?" Prisha berbicara lebih dulu sambil mengangkat alisnya, "Kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu akan dipindahkan?"Alesha tidak melirik Prisha, hanya memandang Austin. "Kenapa kamu nggak terima kasus Seto?"Austin menutup

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 6

    Pada hari ini, Alesha menerima pesan teks dari maskapai.[ Penumpang yang terhormat, penerbangan Anda besok pagi telah dikonfirmasi. Silakan tiba di bandara dua jam sebelumnya untuk check-in. ]Pada saat yang sama, ponsel Alesha bergetar. Itu adalah pesan dari Austin.[ Prisha sudah cerita padaku te

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 5

    Alesha kembali ke rumah. Rumah ini sangat bersih dan rapi, seperti rumah contoh. Seluruh interiornya didominasi warna abu-abu dan putih. Sofanya juga diimpor dari luar negeri, tetapi terlalu keras baginya sehingga dia tidak terbiasa duduk di sana.Alesha telah mencoba mengubah banyak hal. Saat baru

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 4 

    Beberapa detik keheningan menyelimuti kantor."Baik, aku mengerti." Alesha berdiri, lalu mengambil dokumen yang dikembalikan itu. "Kamu keluar saja dulu." Alesha telah mengajukan permohonan promosi dari bulan lalu. Hanya dia sendiri yang tahu berapa banyak malam tanpa tidur yang telah dia habiskan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status