LOGINPalaging nagkakaro’n ng weird na panaginip si Thea Amarrile, dahil halos araw-araw n’yang napapaginipan na nakikipag sex s’ya sa lalaking hindi n’ya naman kilala, ngunit ang pinagtataka n’ya ay kapag nagigising s’ya ay naaalala n’ya parin bawat detalye ng panaginip n’ya. Hanggang isang araw, bigla na lang sumulpot ‘yong lalaking palagi n’yang napapaginipan sa pinag tatrabahohan n’ya and later on, nalaman n’ya na lang na ‘yong lalaking palagi n’yang napapaginipan ay s’yang magiging panandaliang boss n’ya.
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGARJAY BUENAVIDEZ’S P.O.VMas maaga akong nagising ngayon, kumpara sa nakasanayan kong oras nang pag gising. I don’t really know why, but, when i heard from one of my staff na sigurado na raw na ngayon ang balik ng secretary kong si Thea sa office, galing sa vacation n’ya sa probinsya nila ay hindi na ‘ko nakatulog pa ng maayos, because i feel so much excitement, when i heard that news from one of my staff.At first, i don’t really want to make this as a big deal, i even gaslight myself that maybe, i’m just excited to know na babalik na s’ya, because it’s the very first time na almost a month nawala si Thea, since nagsimula s’yang magtrabaho bilang secretary ko, 3 years ago, and i think that the only reason why i’m excited, is because i’m just really happy to know na babalik na s’ya- that's all.Nagmadali na ‘kong maligo at paglabas ko’y diretso agad sa walk in closet ko, para kumuha nang susuotin ko pagpasok ko sa office. Nang makuha ko na ang susuotin ko ay ‘di na ‘ko nag-aksaya pa n
“Ugh, ughhh!” Munting ungol ko, kasabay ng dahan-dahang paghalik ng isang lalaki sa katawan ko, umpisa sa labi ko, papunta sa leeg, hanggang sa mapunta na sa malulusog kong dede.Pinaglaroan n’ya muna ang dalawang utong ko at maya-maya’y ‘di nagtagal ay sinuso n’ya na ang isa sa malulusog kong dede, habang ang isa nama’y minamasahe n’ya gamit ang kamay n’ya.Nang magsawa na s’ya sa pagsuso sa isa’y lumipat naman s’ya sa kabila, ngunit mas napaungol ako ng mas malakas nang maramdaman ko ang kakaibang sarap habang paunti-unti n’yang hinahalikan at dinidilaan ang katawan ko, mula sa malulusog kong dede, papunta sa perlas kong kanina pa basa.“Ughh please, tanggalin mo na ‘yung panty ko, please!” Pagmamakaawa ko, nang maramdaman ko ang kakaibang sarap nang dilaan n’ya ang perlas ko.Ramdam na ramdam ko ang kakaibang sarap sa bawat pagdila na ginagawa ng lalaking ‘to sa perlas ko, pero alam kong mas masasarapan ako kung tatanggalin ko na ang panty ko, kaya ang ginawa ko’y hinawakan ko ang
THEA AMARRILE’S P.O.V“Asa’n ka na ba?”“Ba’t ang tagal mo?”“Dalian mo na please, kanina pa ‘ko naghihintay dito. Gutom na gutom na po ako.” Sunod-sunod na text sa’kin ng bestfriend kong si Krizha na kanina pa raw kuno naghihintay sa’kin sa airport.“Pababa na ‘ko, wait ka lang muna r’yan. Marami pa kasing ibang pasaherong bumababa, ayoko lang makipag siksikan.” Pag text ko pabalik kay Krizha.Mainipin pa naman ‘yong babaeng ‘yon, baka mamaya umuwi ‘yon bigla, marami pa naman akong dalang bagahe.Nang mapansin kong pakunti na ng pakunti ‘yong mga pasahero’y tumayo na ‘ko at sumabay na sa ibang pasahero na pababa na rin.Pagkababa ko ay agad na bumungad sa’kin ang napakadaming mga tao sa paligid, ‘yong iba’y may hinihintay din atang pasaherong mga kamag-anak nila.Wala na ‘kong inaksayang oras at agad nang kinuha ang mga bagahe ko, tsaka tinawagan si Krizha.(Ringing)“Hi Krizha, nakababa na ‘ko. Sa’n ka banda?” Bungad na tanong ko kay Krizha nang sagotin nito ang phone n’ya.“Nasa m
Kasalukuyan akong naglalakad at ninanamnam ang malamig na simoy ng hangin, dito sa tabing dagat na matatagpuan hindi kalayuan sa bahay namin sa probinsya.Wala ng masyadong tao, dahil pasado alas otso na ng gabi, tahimik na rin ang paligid at ang tanging naririnig ko lang na ingay ay ang kalmadong alon ng dagat. Nakasanayan ko nang pumunta rito para maglakad-lakad kapag umuuwi ako sa probinsya namin para bisitahin ang parents ko, it’s giving me peace of mind kasi at masasabi kong mas nakakapag recharge ako sa pamamagitan nito, kapag pagod na pagod na ‘ko sa mga hamon ng buhay.Tumigil muna ‘ko sa paglalakad at umupo sa baybayin para titigan ang napakagandang buwan, full moon ngayon at nakikita ko ng maayos ang kagandahan ng buwan, hindi kagaya sa Manila na hindi mo masyadong makikita ng malinaw ang buwan, dahil sa mga ilaw na nagkalat sa paligid.Habang nakaupo ako sa baybayin at tinitingnan ang napakagandang buwan ay hindi ko maiwasang mapapikit ng mata, nasisiyahan kasi ako sa nata


















Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.