MasukCould there be anything more painful than witnessing how your best friend and your boyfriend pleasure in each other's company? That's exactly what Summer Hilton experienced when, from a mission, she accidentally found herself against the glass wall of the unit occupied by her unfaithful boyfriend and her bestfriend Wilma. Summer was born with a golden spoon in her mouth and she is princess of the Hilton’s family. Admired and envied by everyone for possessing all the good qualities, including excessive self-confidence, but in a moment, all of that vanished due to the betrayal of two precious people in her life. Hans Zimmer, a successful Hollywood actor, became entangled in a complex situation. Admired by Summer, she took a bold step to get to know him and surprised everyone with a marriage contract. Three months later, as Hans prepared to marry Scarlett, he discovered he was already married into another woman, leading to Scarlett's decision to separate. Hanz searched for his wife named Summer but was dismayed to find in front of him the plus size fan he encountered before. “Love me in three months, and I will give you back your freedom." This was the condition set by his wife, who treated him colder than ice. What if Summer completely falls for her idol, who is now her husband? Will she still be able to give up the freedom he's asking for? Or will she let her heart suffer once again for the second time?"
Lihat lebih banyak“Menikahlah denganku!”
Natalie mengangkat wajah pucatnya menatap pria di depannya. Ashton mengucapkan kalimat itu tanpa ragu, seolah pernikahan adalah sebuah rutinitas harian baginya. “Bukankah calon suamimu meninggalkanmu karena kau sakit? Aku akan menyembuhkan penyakitmu, dengan satu syarat. Kau harus menikah denganku!” Tatapan Natalie beralih ke tumpukan kertas di atas meja. Itu semua adalah bukti hasil diagnosis penyakitnya. Tiga bulan yang lalu, berawal dari mual dan muntah yang cukup sering serta rambut yang rontok parah, sahabatnya yang juga seorang dokter meminta Natalie untuk melakukan pemeriksaan. Awalnya hanya cek darah biasa. Tapi sahabatnya Maura memintanya untuk melakukan cek darah sebanyak dua kali. Keraguan itu mulai muncul. Lalu dua hari berikutnya, Maura memintanya melakukan biopsi. Lalu ketika biopsi dilakukan, Natalie yakin sekali, ada sesuatu yang salah dalam tubuhnya. Benar saja. Maura mengungkapkan jika dia menderita leukemia dan harus melakukan terapi pengobatan segera. Natalie telah melakukan kemo setidaknya dua kali sampai detik dimana Harlo, calon suaminya, memutuskan untuk mengganti calon pengantin, dua hari menjelang hari pernikahan mereka. Dan yang paling menyakitkan adalah, wanita yang menggantikan Natalie justru Maura, sahabatnya sendiri. “Besok adalah hari seharusnya kau menikah. Kau mau sahabatmu dan pria yang kau cintai berbahagia sementara kau menghitung mundur hari terakhirmu seorang diri?” Besok. Seharusnya, Natalie menikah besok. Gaun pengantin telah selesai, undangan telah disebar, tapi di sinilah dia sekarang, sendirian duduk di sudut kamar sampai Ashton tiba-tiba datang ke apartemennya. Dan kehadiran pria itu seolah menabur garam ke lukanya. Ashton adalah tetangga barunya. Hari dimana dia divonis sakit adalah hari dimana Ashton pindah ke sebelah apartemennya. Pria itu juga dokter, sama seperti Maura. Dia mengambil spesialis hematologi-onkologi, lagi-lagi spesialisasi yang sama dengan Maura. Itu sebabnya pria itu meminta Natalie mengeluarkan semua rekam medisnya selama sakit. “Penawaranku tidak akan datang dua kali, Miss.” Dia melihat jam tangannya. “Aku akan berikan kau waktu sampai tengah malam nanti.” Hening seketika memenuhi ruangan. Cahaya matahari sore masuk melalui celah jendela, jatuh di kaki meja. Angin pelan bertiup, nyaris menerbangkan kertas-kertas di atas meja. Natalie menghela napas, dia mendongak menatap Ashton yang duduk di sisi tempat tidurnya. “Kenapa aku?” Ashton terlihat berpikir. “Kau tahu kalau aku sakit keras. Bahkan kekasih yang telah empat tahun menemaniku saja membatalkan pernikahan kami setelah tahu aku sakit. Kenapa kau, pria yang hanya dua kali ku temui tanpa sengaja, malah menawarkan pernikahan padaku?” lanjut Natalie. “Karena aku dokter,” jawab Ashton singkat. Natalie tertawa mengejek. Dia berdiri, berjalan lebih dekat menuju jendela. Angin meniup wajahnya, lalu dia membuka penutup kepala yang digunakannya sejak tadi. Kepalanya nyaris botak karena efek kemoterapi. Hanya ada beberapa jumput rambut yang tumbuh di bagian-bagian tertentu. Cahaya matahari yang mengenai wajahnya juga membuat rona pipinya yang pucat terlihat jelas. Gambaran yang mengerikan. Matanya cekung dengan lingkaran hitam di bawahnya. Bibirnya pecah-pecah, sekeliling mulutnya juga dipenuhi oleh sariawan. Saat berdiri, terlihat jelas betapa ringkihnya tubuh Natalie. Dia menatap Ashton, lalu menunjuk dirinya sendiri. “Ini yang kau maksud wanita yang akan kau nikahi?” Ruangan itu kembali hening. Natalie membalik tubuhnya. Buliran bening dari kedua matanya mengalir dalam tangisan yang tak bersuara. Ashton hanya tersenyum. Saat dia berdiri, tempat tidur Natalie berderit pelan. Pria itu menyandarkan tubuh tingginya di samping Natalie. “Aku tidak tahu kalau kau sangat putus asa seperti ini.” Natalie menunduk. Lama sekali dia diam, hingga sebuah kalimat lolos dari mulutnya. “Tidak semua orang tetap tenang jika dalam situasi ini,” gumam Natalie. “Aku bukan hanya kehilangan pria yang ku cintai, hubungan persahabatanku pun nyaris hancur. Aku sendirian, tahu?” “Itu sebabnya aku menawarkan pernikahan.” Ashton menekankan sekali lagi, tanpa ragu sedikit pun. “Aku akan berusaha menyembuhkanmu. Semua biaya pengobatanmu akan ku tanggung. Kau tidak akan terlihat menyedihkan dimata keluarga mantanmu.” Natalie menatap Ashton. Pria itu mengingatkan kembali bagaimana keluarga Harlo mengejeknya karena dia sakit. Tanpa bertanya tentang pendapatnya dan perasaannya, keputusan untuk menikahkah Harlo dan Maura dilakukan begitu saja. Di depan mata Natalie. “Jangan bicara omong kosong! Tidak perlu menutupi apa pun. Jujur saja. Kita tidak punya hubungan sedekat itu sampai kau mengorbankan hidupmu untuk menikahiku.” Ashton tersenyum. Matanya yang tajam melirik Natalie, lalu dia mengeluarkan ponselnya. Dia mengerling nakal pada Natalie lalu melakukan panggilan, tepat di depan Natalie. “Kau menelepon siapa?” Natalie menaikkan alis. “Jangan bilang kau …” “Bocah sialan. Untuk apa kau meneleponku lagi? Sudah ku bilang, sebelum kau membawa cucu menantu ke hadapanku, jangan harap aku mengakuimu sebagai cucuku lagi!” Suara parau seorang wanita terdengar melengking. Natalie tersentak kecil. Suara wanita itu terdengar dari pengeras suara ponsel Ashton. Cucu menantu? Jadi ini alasan Ashton mendesaknya untuk menikah? Dia melirik Ashton yang berdehem pelan, namun senyum pria itu tetap terjaga sambil sesekali meliriknya. “Nenek, apakah kau harus sejauh ini menghukumku?” Natalie mendelik. Suara Ashton terdengar seperti anak kecil yang sedang merayu ibunya. Nada manja itu kontras berbanding terbalik dengan cara Ashton bicara padanya barusan. “Jangan pikir aku luluh dengan cara bicaramu itu. Kau tahu kan, menikah adalah kewajiban dalam keluarga Foster. Jika kau masih ingin sibuk dengan dirimu sendiri, maka kau boleh tanggalkan nama belakang itu. Kau …” “Nenek, mau bicara dengan cucu menantumu?”“My God, Maurine! Dalawa na ang anak mo pero ni isa sa mga ama nila ay hindi mo kilala!? Paano kang nabuntis ng hindi mo nalalaman!?” Mga katanungan na hindi alam kung paano sasagutin ng dalagang si Maurine. Walang siyang hinangad kundi ang makatapos ng pag-aaral at makatulong sa kanyang kapatid. Subalit hindi niya sukat akalain na mangyayari sa kanya ang mga nababasa lamang niya sa mga novela. One night stand, not once but twice, dahilan kung bakit sa murang edad ay naging dalagang ina si Maurine Kai Ramirez. Ang masaklap, wala siyang pagkakakilanlan sa mga lalaking nakabuntis sa kanya. Hanggang sa natuklasan niya na ang ama ng panganay niyang anak ay ang CEO na si Andrade Quiller Hilton ang kakambal ni Storm Hilton. Naiskandalo ang CEO ng Steel Quiller Corp. dahil sa biglang pagsulpot ng mag-ina, ngunit mariǐng itinanggi ng binata na hindi siya ang ama ng anak ni Maurine. But for the sake of his name ay kinuha niya ang mag-ina pero para gawing katulong ang dalaga sa sarili ni
Click! Click! Click! “Nice one, Maurine!” Anya ng photographer na walang humpay ang pagkuha sa akin ng litrato. Kasalukuyan akong nakaupo sa isang upuan at ibinibigay ang lahat ng makakaya upang maging maganda at kaakit-akit sa mga larawan. Suot ko ang isang red two piece habang panay ang pose ko ng iba’t-ibang posisyon. “Wow, pare ang ganda n’yan.” Narinig kong sabi ng isang lalaki. Pero, hindi ko na ito pinansin pa basta nag-concentrate lang ako sa pagpopose. Maya-maya ay biglang lumapit sa akin ang kaibigan kong si Pauline at inabot sa akin ang isang puting roba. “Mukhang type ka ni boss Felix ah, mag-iingat ka.” Pabulong na sabi nito sa akin habang tinutulungan ako nito na maisuot ang roba sa katawan ko. “Excuse me, hindi ko type ang matandang ‘yun, nandito ako para magtrabaho hindi para pumatol sa isang matandang uhugin na.” Natatawa kong sagot kaya natawa rin sa akin ang kaibigan kong ito na siya ring tumatayong assistant ko. “Kailangan ka ng manager mo sa opisina. Hinihint
“I-I can’t believe this, I’m a father now?” Nanlalaki ang mga mata habang nakapako ang mga mata nito sa aking tiyan. Nagulat pa ako ng bigla niya akong halikan sa labi at mas mahigpit pa sa nauna ang yakap na ginagawa niya sa akin ngayon. Umiiyak na gumanti ako ng yakap habang paulit-ulit na sinasabi ang katagang, “I’m sorry…” “Sssshh… it’s okay, I understand, kasalanan ko naman talaga ang lahat.” Ani nito habang patuloy na pinapatakān ng pinong halik ang buong mukha ko. Maya-maya ay lumuhod siya sa harapan ko at masuyong h******n ang aking tiyan. “Dad! Look, I’m a father now! May anak na ako.” Buong pagmamayabang na pahayag ni Xavien na parang akala moy bata na binigyan ng isang malaking regalo. Natawa ang mga tao sa aming paligid habang ang ina ni Xavien ay umiiyak dahil sa labis na kasiyahan para sa kanyang anak. “It’s triplets.” Pag-aanunsyo ko na siyang ikinasinghap ng lahat at tulad ni Xavien ay umawang din ang bibig ng mga tao sa aming paligid. “Oh my God! Thank you so mu
Mula sa isang malawak na hardin ng hotel ay tahimik na nagaganap ang isang kasalan. Tanging mahahalagang mga panauhin at miyembro ng pamilya nang mga ikakasal ang umattend para sa engrandeng kasalan na ‘to. “Habang isinasagawa ang seremonya ng kasal ay tahimik sa kabilang bahagi ang magkakapatid na Hilton. Ang atensyon ng lahat ay nasa unahan kaya walang nakapansin sa pagdating ko. “Ikaw Cristina, tinatanggap mo ba ang lalaking ito bilang iyong asawa”- “Itigil ang kasal!” Matigas kong sigaw habang matalim na nakatitig sa mga taong ikinakasal. Parang iisang tao na lumingon ang lahat sa direksyon ko. Nanlaki ang kanilang mga mata ng makita ako, bakas ang labis na pagkagulat sa kanilang mga mukha. Kahit hirap na hirap ako dahil sa laki ng aking tiyan ay pinilit ko pa ring makalakad ng maayos upang makalapit sa unahan. Isang nakamamatay na tingin ang ibinato ko sa groom na ngayon ay nakaawang ang bibig nito habang nagpalipat-lipat ang tingin nito sa mukha ko at sa malaki kong tiyan.
“Nakatutok ang buong atensyon ko sa monitor ng computer habang ang mga daliri ko ay patuloy sa pagtipâ sa keyboard nito. Kasalukuyan ko kasing inaayos ang schedule ni Xavien dahil marami siyang appointment ngayong araw. Pinag-aaralan ko rin ang mga kontrata na kailangan niyang pirmahan, at mas inuu
“Miles!” Isang malakas na boses ng lalaki ang bumasâg sa nananahimik kong diwa habang abala ako sa pagkalikôt mula sa ilalim ng sasakyan. Nagpakawala ako ng isang marahas na buntong hininga bago ko itinulak ang aking sarili kaya gumulong paalis mula sa ilalim ng kotse ang kinahihigaan kong malapad n
Pagbaba namin ng chopper ay naglahong bigla ang pagod ng lahat ng tumambad sa kanilang paningin ang malaparaisong tanawin ng isla. Lalo na ang malacrystal nitong buhangin sa dalampasigan na matatanaw sa di kalayuan. Ang malaasul na tubig ng karagatan ay tila nang-aakit na lumusong kami sa dagat at s
Matigas ang expression ng kanyang mukha habang patuloy na nakikipagbarilan si Summer sa mga ilang lalaki na natira mula sa kalaban. Habang sa likuran niya ay nakalapat ang likod ni Gemini sa kanyang likod na tulad niya ay inaasinta ang bawat kalaban na bigla na lang sumusulpot, mula sa kung saan. “A






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Ulasan-ulasanLebih banyak