Share

66. BABAK BARU

Penulis: Purple Rain
last update Tanggal publikasi: 2025-10-12 15:48:13

Kosong… hampa… seluruh ruangan seperti berkabut tipis saat Zivanna membuka kelopak matanya perlahan. Ia merasa tubuhnya berat, sakit, dan tidak bisa bergerak bebas. Ternyata jarum infus menancap di punggung tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya terborgol di sudut kepala brankar berwarna putih usang.

“Di mana aku?” lirihnya yang masih kebingungan, keterbatasannya membuat Zivanna tetap telentang di atas kasur tipis.

Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya di ruangan pengap tanpa ventilasi udar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    210. PUING-PUING ARCHADIA (END)

    Suasana di Sky Hall Residence yang biasanya memancarkan aura kemewahan modern, seketika berubah menjadi makam yang dingin. Ethan Dirgantara berdiri kaku di depan jendela kaca raksasa, namun matanya tidak lagi melihat gemerlap city light New Arcadia. Ia hanya melihat pantulan dirinya sendiri—seorang pria yang memiliki segalanya, namun kehilangan satu-satunya alasan untuk menikmati itu semua.Di atas meja marmer, sebuah kotak beludru kecil yang telah dibersihkan dari noda darah diletakkan dengan tangan gemetar. Kancing manset itu berkilat mengejeknya. Hadiah ulang tahun yang seharusnya menjadi simbol masa depan, kini menjadi pusaka terakhir dari wanita yang ia puja.Ethan tidak menangis dengan meraung. Dukanya adalah jenis yang sunyi dan mematikan. Sejak kabar penembakan itu sampai ke telinganya tiga hari yang lalu, ia belum menyentuh makanan ataupun mengganti kemeja hitamnya."Ethan..." Suara lembut Sovia memecah kesunyian. Saudara kembarnya itu berdiri di ambang pintu dengan mata semb

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    209. PESTA KEJUTAN

    Sementara itu, jauh dari hiruk-pikuk Mansion Dirgantara, suasana di Sky Hall Residence terasa jauh lebih modern namun tak kalah membara. Jika di kediaman Kayvandra suasananya kental dengan aroma lavender dan rekonsiliasi masa lalu, di penthouse milik Ethan, segalanya terasa lebih intens, bersih, dan penuh dengan gairah masa depan.Dinding kaca raksasa Sky Hall menampilkan pemandangan city light New Arcadia yang gemerlap, namun Ethan sama sekali tidak tertarik pada pemandangan di luar. Fokusnya hanya satu: Bella.Ethan baru saja selesai menuangkan segelas red wine, namun gelas itu berakhir terabaikan di atas meja marmer. Ia menarik Bella ke dalam pelukannya, menyesap aroma parfum vanila yang selalu membuatnya mabuk kepayang. Di bawah temaram lampu gantung minimalis, Ethan menatap Bella dengan binar posesif yang tidak lagi ia sembunyikan."Malam ini hanya kita, Bel. Tidak ada urusan kantor, tidak ada gangguan dari siapa pun," bisik Ethan, suaranya berat dan serak tepat di telinga Bella.

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    208. MENYERAHKAN SELURUH JIWA

    Hening kembali tercipta. Aroma lavender menguat, seakan ingin mendamaikan hati kedua orang yang tengah bergejolak di tengah badai. “Setiap detik setelah aku pulih dari koma, yang aku pikirkan hanyalah kalian. Ingin sekali aku pulang, tapi aku rasa… belum saatnya. Apalagi melihat kondisimu, anak-anak kita, perusahaan… semua itu membuatku harus bangkit dan meletakkan kembali posisinya ke tempat semula.” Kay menjelaskan setelah merasa sedikit tenang.“Setelah kamu pergi, aku merasa… sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan. Ya… tidak ada tujuan hidup, karena semuanya sudah kamu bawa pergi Mas,” genggaman menatapnya—lekat.Keheningan kamar itu kini tidak lagi terasa dingin. Isak tangis Zivanna mereda, digantikan oleh deru napas Kayvandra yang terasa hangat di dadanya. Genggaman tangan Zivanna pada jemari suaminya mengerat, seolah takut jika ia berkedip, pria ini akan kembali menjadi bayang-bayang yang hilang ditelan waktu.Kayvandra perlahan mengangkat kepalanya. Matanya yang biasanya

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    207. DASAR PENIPU!

    Langkah kaki mereka berdua, Kayvandra dan Ethan, bergema serempak di sepanjang koridor marmer yang panjang itu. Tidak ada lagi ketegangan yang tersisa di udara; yang tertinggal hanyalah bau parfum mahal dan residu dari dominasi yang baru saja ditegakkan.Ethan menekan tombol lift dengan tenang. Pintu perak itu terbuka, dan mereka masuk ke dalam kotak logam yang membawa mereka turun dari puncak kekuasaan menuju realitas bisnis yang sesungguhnya."Kau terlalu lunak padanya," ujar Kayvandra tanpa menoleh, matanya terpaku pada angka lantai yang terus berkurang di layar digital.Ethan terdiam sejenak, lalu menarik napas panjang. "Jika aku menghancurkannya hari ini, aku tidak akan mendapatkan akses ke rekening luar negeri yang dia sembunyikan, Pa. Memberi ruang bagi seekor tikus untuk panik adalah cara terbaik untuk melihat ke mana lubang persembunyiannya."Kayvandra menoleh, menatap putranya dengan sudut bibir yang sedikit terangkat—sebuah pengakuan yang jarang ia berikan. "Jadi, kau sudah

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    206. KONFRONTASI LANTAI 50

    Kayvandra tidak langsung duduk. Ia justru berjalan perlahan mengelilingi meja marmer yang panjang itu, langkah kakinya beradu dengan lantai, menciptakan irama yang terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur waktu bagi para direktur di sana. Ia berhenti tepat di belakang kursi Pak Hadi, lalu mencondongkan tubuhnya."Duduk, Hadi," suara Kayvandra rendah, hampir seperti bisikan, namun menusuk tajam. "Lututmu tampak tidak stabil. Aku tidak ingin kau pingsan di sini dan membuat rapat ini semakin membosankan."Pak Hadi terduduk lemas, wajahnya sepucat kertas. Suasana ruangan yang tadi penuh dengan arogansi kini berubah menjadi pemakaman bagi rencana busuk mereka."B-bagaimana... Anda..." Pak Hadi tergagap, mencoba mencari celah untuk membela diri, namun suaranya hilang ditelan keberadaan Kayvandra.Kayvandra kemudian berjalan menuju ujung meja yang lain—kursi utama, kursi sang pemimpin. Dengan gerakan santai, ia menarik kursi itu dan duduk, menatap seluruh ruangan dengan pandangan p

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    205. KEBANGKITAN SOSOK 'HANTU' YANG TERLUPAKAN

    ​Di dalam mobil hitam yang melaju mulus membelah kemacetan pagi New Arcadia, suasana terasa kontras dengan kekacauan di mansion tadi. Ethan duduk tegak, tangannya tak henti-hentinya merapikan letak dasinya. Bella, di sampingnya, berusaha mengatur napas.​Kayvandra, di sisi lain, tampak seperti sedang menikmati perjalanan liburan. Ia menatap ke luar jendela, memandangi papan reklame dan gedung-gedung yang ia kenal—atau lebih tepatnya, yang ia tinggalkan.​"Jangan gugup, Bella," suara Kayvandra memecah keheningan tanpa mengalihkan pandangan dari jendela. "Orang-orang di dalam sana lebih takut padamu daripada kau takut pada mereka. Ingat, kau adalah orang yang berdiri di samping Ethan saat perusahaan dan harga diri Dirgantara hampir karam. Itu posisi yang terhormat."​Bella menelan ludah, lalu mengangguk mantap. "Terima kasih, Om—maksud saya, Papa."​"Ethan," panggil Kayvandra, kini menatap putranya. "Ingat, kau tidak sendirian lagi. Biarkan mereka bermain dengan asumsi mereka selama mun

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    185. DANDELION SAKSI BISU

    Warning ⛔Mature Area 21++Explicit ❗❗❗Pilihlah bacaan yang tepat.***Suara becek bercampur desah mendominasi kamar tidur tamu manor seorang mantan bangsawan. Memecah keheningan pertukaran malam, “Hentikan… ah… Ethaaannhh… engh…”“Oh, fck! Kamu squirt, Bella!” pria bermanik biru jernih itu terkek

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    184. SAY MY NAME!

    EXPLISIT.MATURE AREA 21++Bijaklah dalam memilih bacaan. 🔥🔥🔥Lantai kayu manor itu terasa membeku di bawah kaki Bella saat ia melangkah menuju kamarnya. Namun hawa dingin itu tak sebanding dengan gejolak di dadanya, perkataan Ethan terus terngiang, menusuk harga dirinya.​Begitu pintu kamar ta

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    183. FANTASI ETHAN

    Bella menatap cincin yang melingkar di jarinya. Benda itu terasa berat, dingin, dan lebih menyerupai borgol daripada perhiasan. Cahaya bulan memantul di permukaan berliannya, menciptakan kilatan yang seolah mengejek ketidakberdayaannya.​"Kau gila," bisik Bella, suaranya tercekat di tenggorokan. "C

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    182. JANGAN SENTUH MILIKKU!

    Ciuman itu terasa seperti badai yang menghantam pantai—tiba-tiba, kuat, dan meluluhlantakkan pertahanan Bella. Oksigen di sekitarnya seolah tersedot habis saat Ethan memperdalam pagutannya, sebuah gerakan yang lebih terasa seperti deklarasi perang daripada ungkapan cinta.​Tangan Bella yang awalnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status