Home / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 143 Hampir Terciduk (21++)

Share

BAB 143 Hampir Terciduk (21++)

Author: Mutia Azwar
last update publish date: 2026-09-17 10:28:42

"Kamu yakin mau melakukan ini?" Arka memastikan sambil memegang sabuk celananya. Matanya memandang serius ke perempuan yang terlentang dengan beberapa kancing atas piyamanya yang terbuka, memamerkan tulang selangka yang membingkai indah di bawah leher yang terdapat bekas kemerahan. Lekuk tubuhnya tampak pasrah, seolah rela diperlakukan apa saja oleh pria yang berada di atasnya.

Naura memutar bola matanya malas. "Kamu sudah menanyakan hal itu lebih dari tiga kali!"

Naura meminta lebih dari sekad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ohhserii_
arka mulai bucin y km sama naura
goodnovel comment avatar
ohhserii_
hot banget bab yg ini asli
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 145 Doubting

    "APA??"Bagas dan Gio berteriak bersamaan. Rahang Bagas hampir jatuh, sementara Gio melotot lebar seolah baru saja mendengar kabar yang tidak masuk akal. Dua puluh lima persen saham dari proyek konsorsium raksasa itu nilainya mencapai ratusan triliun rupiah. Dan pria yang dijuluki The Cold Blooded Monster di dunia bisnis ini menyerahkannya begitu saja demi seorang wanita."Kamu gila, Arka!" seru Bagas sambil menepuk meja Arka kuat. "Dua puluh lima persen saham dari konsorsium itu bukan angka kecil, bro! Kamu memberinya seolah sedang membagi potongan kue ulang tahun!"Gio ikut memegang pelipisnya yang mendadak berdenyut. "Aku tahu uangmu banyak banget. Tapi ini sudah keterlaluan. Keluarga Wijaya itu isinya pebisnis ulung. Kakeknya Naura bahkan terkenal paling perhitungan di industri ini. Kamu sadar tidak kalau kamu baru saja memberi mereka santapan empuk?"Arka menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Wajahnya yang tadinya segar dan penuh binar bahagia mulai memudar, berganti me

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 144 Harga Untuk Menemuinya

    Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah gorden, menggantikan pendar temaram lampu tidur yang menjadi saksi kegilaan mereka semalam. Suasana kamar rawat sudah kembali rapi dan wangi. Tidak ada lagi jejak sprei ternoda atau kepanikan konyol yang melanda Arka dan Naura beberapa jam lalu.Pukul delapan pagi, aroma bubur ayam dan sup hangat dari nampan rumah sakit memenuhi ruangan. Naura duduk bersandar di atas kasur, menikmati sarapannya dengan malas. Di sampingnya, Arka berdiri merapikan kemeja yang baru saja diantarkan oleh sopirnya. Tok… Tok… Tok…Pintu kamar terbuka lebar. Jeslyn masuk terlebih dulu bersama Vanessa yang mengekor di belakangnya sambil membawa buket bunga segar dan buah-buahan."Selamat pagi, Sayang," tegur Jeslyn lembut. Ia berjalan mendekat dan mendaratkan kecupan hangat di dahi Naura. "Bagaimana tidurmu semalam? Tidur nyenyak, kan?""Pagi, Ma. Sangat nyenyak." balas Naura sambil tersenyum.Sementara Jeslyn sibuk menaruh buah di meja, mata Vanessa mulai bergerily

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 143 Hampir Terciduk (21++)

    "Kamu yakin mau melakukan ini?" Arka memastikan sambil memegang sabuk celananya. Matanya memandang serius ke perempuan yang terlentang dengan beberapa kancing atas piyamanya yang terbuka, memamerkan tulang selangka yang membingkai indah di bawah leher yang terdapat bekas kemerahan. Lekuk tubuhnya tampak pasrah, seolah rela diperlakukan apa saja oleh pria yang berada di atasnya.Naura memutar bola matanya malas. "Kamu sudah menanyakan hal itu lebih dari tiga kali!"Naura meminta lebih dari sekadar ciuman. Meskipun sempat ragu, Arka tetap mencium bibirnya, semula berpikir semuanya akan selesai dengan satu kecupan. Namun ternyata tidak. Baik Naura maupun dirinya mulai lepas kendali. Kecupan ringan itu berubah menjadi tautan rakus yang saling membutuhkan. Tangan mereka pun bergerak ke mana-mana, menyentuh satu sama lain, hingga sekelebat kesadaran menghentak Arka dari pergerakannya yang mulai tidak terkontrol."Kamu lagi impulsive, Naura. Aku cuma ingin memastikan. Jangan sampai besok pag

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 142 The Craziest Thing That She Wants

    “Aku di sini, Naura. Aku tidak akan ke mana-mana,” bisik Arka lembut, menatap lekat mata wanita itu yang masih berair.Naura menggigit bibirnya semakin dalam. Keremangan kamar, dipadu hembusan dingin AC, tiba-tiba membuat ranjang rumah sakit yang luas terasa begitu menakutkan. Trauma yang baru saja menyiksanya meninggalkan rasa hampa yang luar biasa. Ia membutuhkan sesuatu yang nyata untuk dipegang. Tanpa sadar, Naura menggeser tubuhnya ke tepi ranjang, menyisakan ruang kosong yang lumayan lebar di sisinya.“Tidur di sini saja,” gumam Naura pelan. Tangannya menepuk-nepuk kasur di sampingnya.Arka membelalak. Pria yang biasanya selalu tenang dan mengintimidasi itu terpaku di tempatnya. “Naura... ini rumah sakit. Lagipula tempatnya—”“Ranjangnya luas kok,” potong Naura cepat, nadanya terdengar seperti rengekan kecil yang lolos tanpa sengaja. “Aku cuma... takut. Dan aku tidak mau kalau suara itu datang lagi menghantuiku.”Menatap mata polos itu, pertahanan Arka akhirnya runtuh. Tanpa ban

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 141 Her Trauma

    Pintu kamar VVIP terbuka setelah terdengar ketukan singkat dari luar. Naura yang sejak tadi bersandar di kepala ranjang spontan mengangkat wajah. Ia sempat mengira Jeslyn atau Vanessa yang kembali, tetapi langkah kaki yang terdengar kemudian membuatnya terdiam.Sosok tinggi itu masuk ke dalam ruangan dengan setelan hitam yang masih terlihat sempurna seperti biasa.Arka.Langkah pria itu terhenti beberapa detik setelah melihat Naura. Begitu pula Naura. Tidak ada satu pun yang langsung berbicara. Mata mereka bertemu cukup lama. Bahkan terlalu lama untuk sebuah pertemuan yang seharusnya sederhana.Naura memperhatikan wajah Arka tanpa sadar. Pria itu tampak berbeda. Rambutnya masih tertata rapi, pakaian yang dikenakannya juga tidak sedikit pun berantakan, tetapi lingkaran gelap di bawah matanya terlihat jelas. Wajahnya lebih pucat dan garis lelah tampak samar di sekitar matanya.Naura tidak tahu mengapa dadanya tiba-tiba terasa sesak. Padahal mereka sudah melewati banyak hal di Korea. Tid

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 140 Mungkinkah Dia Mencintaiku?

    Sinar matahari menerobos masuk melalui celah tirai jendela, memberikan kehangatan lembut di sudut-sudut ruangan. Di dalam kamar hanya ada Naura dan Vanessa, sementara Jeslyn sedang keluar sebentar untuk mengurus administrasi serta menanyakan hasil pemeriksaan laboratorium Naura ke ruang perawat.Naura menyenderkan punggungnya santai di atas bantal, menyesap sisa jus alpukat dingin dari gelasnya. Vanessa yang duduk di kursi samping ranjang meletakkan ponselnya, kemudian memandang Naura dengan raut serius."Kamu tahu tidak, Ra?" mulai Vanessa seraya menyilangkan tangan. "Waktu kamu koma seminggu di Korea kemarin... keadaan di luar benar-benar kacau."Naura tersentak kecil. Tangannya yang sedang memegang gelas jus mendadak berhenti. "Koma seminggu di Korea?""Iya," sahut Vanessa dengan nada prihatin. "Arka bilang, kamu mengalami kecelakaan mobil parah sewaktu di Incheon. Makanya kamu kritis dan sampai harus dirawat intensif di sana sebelum akhirnya dipindahkan ke Jakarta."Mendengar penu

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status