بيت / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG MONSTER / BAB 27 Awal dari Kehancuran

مشاركة

BAB 27 Awal dari Kehancuran

مؤلف: Mutia Azwar
last update تاريخ النشر: 2026-04-28 22:21:48
Wajah Irene berubah kaku. Rahangnya mengeras. Matanya berkilat marah, seolah hendak membalas, dan detik berikutnya—

PLAKK

Suara tamparan itu menggema di seluruh studio.

Untuk sepersekian detik, seluruh ruangan seperti berhenti bernapas. Semua orang membeku. Kamera-kamera yang tadi sibuk berbunyi… kini menjadi sunyi.

Naura tidak langsung membalas. Kepalanya masih miring ke samping, napasnya tertahan, matanya berkabut emosi. Ia menyeringai dengan tatapan membunuh, tiba-tiba tangannya mendarat ke p
Mutia Azwar

Jangan lupa vote dan follow ya guys, biar bisa terus ngikutin cerita ini. makasih :)

| 4
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 160 The Last Promise

    Naura menyapu air matanya, mengamati gerakan Dion dengan dahi berkerut. "Itu... itu apa, Dion?"Dion menunjuk layar monitor yang menampilkan dokumen tebal berisi ratusan baris data, grafik, dan manifes logistik. "Ini file rahasia Mahardika Group di jalur Selatan. Ini bisa jadi senjata utama kita untuk mengancam Arka agar membatalkan pernikahan kalian!"Mata Naura melotot lebar. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena lega, melainkan oleh rasa takut yang seketika memenuhi dadanya. Perasaannya mendadak tidak enak."Dion, jangan gila!" bisik Naura panik, menahan tangan Dion di atas keyboard. "Dapat dari mana kamu file ini?""Pengirim anonim lewat email terenkripsi tadi pagi—""Jangan aneh-aneh, Dion!" potong Naura cepat dengan raut penuh kecemasan. "Selama aku bersama Arka, aku tahu betul betapa mengerikannya dunia bisnis mereka. Musuh Arka itu banyak sekali. Ini bisa jadi jebakan!"Naura mencengkeram lengan Dion erat-erat. "Bagaimana kalau ada orang yang sengaja memanfaatkan kamu? Kam

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 159 Sebelum Segalanya Berubah

    Munich, 2010Udara dingin kota Munich menusuk hingga ke tulang. Di sudut sebuah halte bus tua beratap kayu yang catnya mulai mengelupas, Naura berjalan setengah berlari. Jaket tebal baby pink berpola bunga-bunga kecil yang dikenakannya berkibar diterpa angin. Napasnya mengembun menjadi kabut tipis."Huh... akhirnya bebas juga!" seru Naura kegirangan sembari menepuk-nepuk saku jaketnya. "Lagian, siapa suruh mengurungku terus di rumah Grandma? Aku mau jalan-jalan, bukan mau jadi tahanan rumah, huh!"Naura tersenyum puas. Di dalam sakunya ada beberapa lembar uang Euro hasil nekat merogoh dompet Mamanya saat Jesslyn sedang lengah di meja rias. Namun, langkah Naura mendadak terhenti ketika melewati dinding samping halte. Suara bentakan keras dalam bahasa Jerman terdengar bersahut-sahutan."Schau dir diesen Abschaum an! Du gehörst nicht hierher!" maki seorang remaja laki-laki lokal bertubuh jangkung sembari menoyor kepala seseorang.Dua remaja lainnya tertawa terbahak-bahak. Di hadapan mere

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 158 Pesan Dari Anonim

    Di salah satu sudut apartemen pribadinya, ada sebuah ruangan khusus kedap cahaya bermandikan pendar lampu neon berwarna merah tua. Redroom. Ruang cuci cetak foto manual itu terasa sunyi, hanya menyisakan bunyi tetesan air dari wastafel pembilasan. Udara di dalam sana pekat oleh aroma menyengat cairan kimia developer dan fixer.Dion berdiri diam di tengah ruangan. Kedua tangannya bertumpu pada tepian meja, sementara kepalanya tertunduk menatap deretan lembar foto yang tergantung rapi pada seutas tali jemuran.Semua foto itu hanya menampilkan satu objek: Naura.Ada foto Naura yang sedang tertawa lepas dengan rambut acak-acakan di kantin kampus, foto Naura yang sedang fokus mencoret-coret buku sketsa fashion design-nya, hingga selembar foto berukuran besar yang tergantung tepat di tengah.Foto prewedding mereka yang sempat mereka abadikan dulu. Foto yang merekam binar kebahagiaan murni di mata Naura saat jemari lentiknya bertaut dengan jemari Dion.Dion mengulurkan tangan, menyentuh permu

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 157 H-1: The Day Before The Wedding

    Hari yang selama berbulan-bulan hanya terdengar seperti sebuah rencana kini tinggal satu hari lagi. Pernikahan Arka Rajendra Mahardika dan Naura Callista Wijaya akan digelar besok.Mansion Wijaya sejak pagi sudah dipenuhi kesibukan. Para staf mondar-mandir membawa berbagai perlengkapan. Beberapa kotak besar berisi kebutuhan acara memenuhi salah satu sisi foyer, sementara vendor bunga, tim dokumentasi, hingga wedding organizer keluar-masuk melalui pintu utama dengan kesibukan masing-masing. Suara langkah kaki, percakapan, dan dering telepon terdengar hampir bersamaan dari berbagai penjuru rumah.Di Hotel Grand Mahardika, suasananya bahkan jauh lebih sibuk. Ballroom utama yang sejak beberapa hari terakhir ditutup untuk umum kini hampir sepenuhnya berubah menjadi tempat pernikahan mewah. Rangkaian bunga putih dan ivory memenuhi sepanjang lorong menuju altar, lampu-lampu kristal menggantung dari langit-langit tinggi, dan para pekerja masih sibuk memastikan setiap detail dekorasi berada di

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 156 Deep Talk

    Setelah puas menikmati jajanan pasar yang menurut Arka tidak sehat itu, Arka menggandeng tangan Naura. Pria itu membawanya berjalan sedikit menjauh dari keramaian gerobak. Mereka berhenti tepat di tepi pagar kayu batas bukit. Angin malam berhembus lumayan kencang, menyapu kulit wajah mereka sambil menyuguhkan hamparan lautan cahaya kota yang begitu cantik di bawah sana.Dimas dan Kevin yang mengerti situasi memilih bersantai di bangku kayu dekat gerobak, memberi ruang bagi majikan mereka.Naura menyandarkan kedua sikunya di atas pagar kayu. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar menatap pemandangan malam yang indah."Bagaimana, Monster? Rasanya enak, kan?" ledek Naura, menyenggol lengan Arka dengan sikunya. "Jujur saja, dari tadi kamu makan cilok sama cireng paling banyak loh! Katanya nol gizi, tapi lidah kamu tidak bisa bohong, tahu."Arka berdecak pelan sambil merapikan jaket kulitnya. "Itu karena kamu terus menyuapiku. Aku cuma menghargai makanan yang sudah kamu beli. Kalau tidak

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 155 An Unexpected Date

    Hampir satu jam kemudian, mereka meninggalkan pusat Jakarta. Lampu-lampu kota semakin jarang terlihat ketika jalan mulai menanjak. Udara malam pun terasa lebih dingin. Naura mengangkat kepalanya, mencoba melihat ke mana Arka membawa mereka.“Arka... kita di mana?”Kali ini Arka tidak menjawab. Motor terus melaju hingga akhirnya berhenti di sebuah kawasan perbukitan di perbatasan Jakarta. Tempat itu ternyata masih cukup ramai meskipun hari sudah larut. Beberapa pasangan muda-mudi terlihat duduk-duduk di sepanjang taman, sementara lampu-lampu kecil menghiasi jalan setapak dan deretan warung kaki lima berjajar di sisi kawasan tersebut.Naura turun dari motor dan segera melepas helm. Ia langsung merapikan rambutnya. “Tuh, kan. Rambutku jadi berantakan.”Arka menahan tawa. “Masih cantik kok.”Naura mendelik. “Tidak usah gombal, ya, Monster!”Ia kemudian berjalan beberapa langkah hingga sampai di tepian bukit. Begitu melihat pemandangan di hadapannya, langkah Naura terhenti. Di bawah sana,

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 1 Harga Seorang Putri Wijaya

    Lampu gantung kristal di aula utama Hotel Grand Mahardika berpendar menyilaukan, memantulkan kilau kemewahan yang hampir terasa menyesakkan bagi siapa pun yang cukup peka untuk mencium bau busuk di baliknya. Udara di dalam ruangan dipenuhi aroma parfum mahal, cerutu impor, dan minuman beralkohol kel

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status