แชร์

BAB 41 Menundukkan Arka

ผู้เขียน: Mutia Azwar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-27 00:13:57

Cup

Naura menempelkan bibirnya ke bibir Arka. Ini ciuman yang canggung, tergesa-gesa, dan penuh rasa putus asa. Naura memejamkan mata rapat-rapat. Dengan detak jantung yang berdentum gila-gilaan, ia mulai menggerakkan bibirnya. Ia mencoba melumat bibir Arka, menekannya. Menelusuri garis bibir Arka dengan ujung lidahnya, mencoba memancing reaksi apapun dari pria itu. Bahkan ia melumat dan menggigit bibir pria itu agar membuka mulutnya.

Selama tiga detik pertama, tidak ada yang terjadi.

Keheninga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
brynolaa
adaa aja gebrakan lo naura🤏
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 119 Wajah di Balik Masker

    Kepala Naura terasa amat berat, bagaikan dihantam palu berulang kali. Saat kelopak matanya bergetar dan perlahan terbuka, hal pertama yang menyerang indranya adalah aroma obat-obatan kimia yang begitu pekat dan menyengat, memenuhi rongga hidungnya. Rasa mual mendadak naik hingga ke tenggorokan.Naura mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi seluruh badannya terasa kaku. Ketika kesadarannya mulai terkumpul sepenuhnya, barulah ia menyadari posisinya. Ia terduduk di sebuah kursi kayu tebal dengan kedua tangan, tubuh, serta kakinya terikat erat menggunakan tali kasar.Setiap kali ia berusaha menggeser bahu atau menghentakkan kaki, ikatan tersebut justru semakin mengencang, mencengkeram tubuhnya dan membatasi setiap gerakan. Ia mengamati sekelilingnya. Ruangan itu begitu gelap, dingin, dan dipenuhi debu yang menggantung di udara. Aroma apek bercampur tanah basah serta kayu lapuk menusuk penciumannya, seolah tempat itu sudah terbengkalai bertahun-tahun.Belum sempat Naura mencerna seluruh situa

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 118 Pria Misterius

    Udara dingin malam kota Seoul merayap masuk melalui celah pintu penthouse Hannam-dong. Di dalam kamar utama, suasana terasa sangat sepi dan menekan setelah pertengkaran hebat yang menguras emosi. Lampu utama sudah dipadamkan, hanya menyisakan pendar lampu jalanan yang menembus jendela kaca besar.Naura terbaring kaku di tepi ranjang, membelakangi Arka. Selimut tebal yang membungkus tubuhnya sama sekali tidak mampu mengusir rasa panas di dada dan amarah yang terus bergulung di pikirannya. Bibirnya masih terasa perih. Sisa perlakuan brutal Arka yang membungkam penolakannya tanpa ampun.Di sampingnya, deru napas Arka terdengar teratur. Pria itu sudah tertidur lelap. Namun, satu lengan Arka melingkar erat di pinggang Naura, mengunci tubuh wanita itu rapat-rapat. pelukan itu seperti menegaskan bahwa Naura adalah miliknya dan tidak boleh pergi ke mana pun."Dasar pria menyebalkan!” gerutu Naura sangat pelan.Ia menatap kegelapan dinding dengan mata nanar. Rasa terkekang dan benci atas sikap

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 117 You Can’t Leave Me

    Mobil hitam itu berhenti merapat di basement penthouse Hannam-dong. Keheningan di dalamnya begitu pekat, jenis keheningan yang menyiksa hingga helaan napas pun terasa bagai percikan api di atas tumpukan jerami.Begitu pintu terbuka, Naura tidak menunggu Arka. Ia menyambar tasnya dan setengah berlari menuju lift privat. Pikirannya hanya satu: mengunci diri di kamar dan menghindari iblis tampan itu.Namun, Arka bergerak lebih cepat dari bayangannya.SRET!Sebelum pintu lift menutup, lengan Arka menahan sensor pintu. Pria itu masuk ke dalam lift, membawa aura intimidasi yang membuat ruangan itu mendadak kehilangan oksigen.Naura mundur hingga punggungnya membentur dinding kaca lift, dadanya naik turun. "Jangan dekat-dekat!"Arka tidak bersuara. Pria itu menekan tombol lantai teratas dengan tenang. Ketenangan itu justru seratus kali lebih mengerikan daripada bentakan kasar.TING.Pintu lift terbuka langsung menyajikan pemandangan penthouse megah berlantai marmer hitam. Begitu kakinya meny

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 116 GEMBOK CINTA

    Udara dingin pertengahan musim gugur di puncak Namsan menusuk hingga ke tulang. Kereta gantung (Namsan Cable Car) baru saja bergerak turun, menyisakan Arka dan Naura yang berdiri di tengah riuhnya pelataran terbuka Namsan Seoul Tower. Di bawah sana, pemandangan kota Seoul terhampar luas bagaikan lautan cahaya keemasan. Namun, ketenangan malam itu buyar oleh langkah kaki Naura yang setengah berlari menuju deretan pagar besi yang sarat akan beban ratusan ribu gembok cinta.Naura merapatkan jaketnya, jemarinya mengelus dinginnya pagar besi di depannya. Matanya berbinar menatap tumpukan gembok berwarna-warni yang berkarat dimakan waktu."Arka, lihat deh! Lucu banget, banyak sekali orang yang pasang gembok di sini!" seru Naura antusias. Ia berbalik, menatap Arka yang melangkah kaku di belakangnya.Arka berdiri bersedekap dada. Trench coat hitamnya berkibar pelan tertiup angin malam. Sorot matanya menatap pagar itu dengan tatapan datar tanpa minat."Hanya bongkahan besi bekas yang mengotori

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 115 Ada Yang Aneh

    Roda pesawat Gulfstream akhirnya menyentuh landasan Incheon International Airport dengan hentakan halus. Lampu indikator sabuk pengaman padam, disusul melodi denting khas pesawat.Naura yang sejak tadi gelisah di kursinya langsung melompat berdiri. Matanya berbinar menatap keluar jendela, memandangi kerlip lampu Kota Seoul yang menyambut mereka di kejauhan.“Arka, ayo cepat! Kita sudah sampai di Seoul!” panggil Naura antusias. Jemarinya menarik-narik lengan Arka dengan tidak sabar.Arka hanya mampu menghela napas panjang melihat tingkah calon istrinya. Sudut bibirnya terangkat tipis, berusaha menahan kekehan gemas. Pria itu segera meraih jemari Naura, menahannya agar wanita itu tidak melangkah terlalu tergesa-gesa.“Pelan-pelan, Sayang. Pesawatnya baru saja berhenti. Nanti kamu bisa jatuh.” Tegur Arka lembut.“Aku sudah tidak sabar, Arka!” Naura mengerucutkan bibirnya. “Langkahmu lambat sekali, seperti kakek-kakek saja deh.”“Aku hanya memastikan kamu tidak tersandung,” balas Arka ten

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 114 Jerat Sang Sekretaris (21++)

    Leon tersenyum miring. Ia mengecup pipi Crystal lantas berbisik gemas, "Aku tidak akan membiarkan kamu klimaks sendirian tanpa aku masuki, Sayang."Sensasi dingin dari pendingin udara jet pribadi yang menerpa kulit telanjangnya beradu tajam dengan kehangatan membakar dari telapak tangan Leon. Crystal merinding hebat. Setiap inci saraf di tubuhnya seperti berteriak menuntut pelepasan dari siksaan racun pemicu gairah yang mengamuk di dalam darahnya.Leon mengangkat tubuh ramping Crystal dengan satu gerakan mantap, memposisikan wanita itu tepat di atas pangkuannya. Alis tebal sang sekretaris berkerut dalam, menahan gejolak liar yang nyaris meruntuhkan seluruh kontrol rasionalnya. Saat bagian inti mereka saling bersentuhan tanpa pembatas, erangan pelan terlepas serentak dari tenggorokan keduanya.Namun, bukannya langsung menerobos masuk, Leon justru menahan diri. Ada sisa ragu dan kepanikan yang terpancar samar dari iris mata Crystal yang sayu. Leon menyunggingkan senyum miring yang sarat

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 5 Air Mata Sang Angel of the Catwalk

    Kilatan lampu strobo di studio foto itu terasa seperti tembakan beruntun.Di tengah set pemotretan yang didekorasi minimalis namun mewah, Naura Callista Wijaya bergerak dengan presisi seorang profesional. Setiap kemiringan dagunya, setiap gerakan bahunya, setiap tatapan matanya. Semua adalah hasil d

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 4 Kontrak Dengan Iblis

    Naura belum menyadari bahwa poin berikutnya dalam kontrak itu akan jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.Arka kembali membaca. "Poin ketiga. Privasi."Ia mengetuk kontrak itu dengan jarinya. "Kita tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing." Tatapannya tajam. "Aku tidak akan bertan

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 3 Cinta Palsu di Depan Dunia

    Suara tepuk tangan menggema di aula Hotel Grand Mahardika saat Arka Rajendra Mahardika berdiri di podium dengan satu tangan melingkar di pinggang Naura Callista Wijaya.Dari kejauhan, pemandangan itu tampak sempurna. Seorang pria berpengaruh yang berdiri bangga di samping wanita yang akan menjadi is

  • ISTRI KONTRAK SANG MONSTER   BAB 2 Ancaman Pertama Sang Monster

    “Mari kita bicara sebentar,” bisiknya lembut.Cengkeramannya di pergelangan tangan Naura mengencang, cukup untuk mengingatkan bahwa ini bukan undangan.Ini perintah.Ia menggiring Naura menuju balkon privat di sisi aula. Begitu pintu kaca tertutup di belakang mereka, suara musik dan percakapan di da

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status