Home / Rumah Tangga / ISTRIMU TERNYATA SULTAN / BAB 10: Laporan Laba Rugi (Yang Lebih Banyak Rugi)

Share

BAB 10: Laporan Laba Rugi (Yang Lebih Banyak Rugi)

Author: Siapaja
last update publish date: 2026-02-04 00:41:56

Jarum jam dinding plastik di ruang tamu menunjukkan pukul sembilan malam. Lampu neon berkedip-kedip sekali sebelum akhirnya menyala stabil, menerangi Berlin yang sedang duduk bersila di lantai, menghitung tumpukan uang receh logam dan beberapa lembar uang kertas lecek.

Pintu terbuka. Rangga masuk dengan gaya berjalan yang aneh setengah menyeret kaki, setengah melompat. Helm full facenya masih terpasang, membuat kepalanya terlihat tidak proporsional dengan tubuhnya yang sempoyongan.

"Pulang, Nyo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 71: Akrobat Udara dan Panjat Pinang Kematian

    Lokasi: Ruang Brankas VIP, Bank Mega KaryaAsap putih pekat menyembur dengan desisan marah dari tabung logam di lantai. Ruangan bundar itu seketika berubah menjadi oven gas beracun. Mata Rangga mulai perih. Tenggorokannya terasa seperti disikat menggunakan kawat cuci piring."Tutup hidung pakai baju! Bernapas lewat mulut pelan pelan!" teriak Rangga. Suaranya teredam oleh lengkingan sirene brankas.Nyonya Pramono terbatuk batuk hebat. Wajah riasannya luntur berantakan.

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 70: Peretas Terjebak dan Hitung Mundur Kematian

    Lokasi: Ruang Brankas VIP (Lantai B3), Bank Mega KaryaLampu neon putih kini berganti menjadi kedipan merah yang menyakitkan mata. Suara sirene meraung memantul di dinding dinding baja bawah tanah.Namun bagi Rangga, suara yang paling keras adalah detak jantungnya sendiri. Surat pengakuan mendiang ayah angkatnya terlepas dari tangannya, melayang jatuh ke lantai marmer yang dingin.Karakter Rangga yang biasanya jenaka dan penuh akal jalanan mendadak hancur. Wajahnya pias. Selama ini dia mengira Tuan Pramono adalah malaikat penolong yang mengangkatnya dari panti asuhan. Ternyata, pria itu ada

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 69: Brankas Utama dan Warisan Berdarah

    Lokasi: Bengkel Bang SomadPukul 01.15 WIB."Ma, bangun." Rangga mengguncang pelan bahu ibu angkatnya.Nyonya Pramono membuka mata dengan kaget. Wajahnya pias melihat tumpukan ban bekas di sekelilingnya. Dia hampir lupa kalau keluarganya kini berstatus buronan."Kita harus ke Bank Mega Karya sekarang," kata Rangga cepat. Suaranya ditekan sekecil mungkin. "Ada token fisik di kotak deposit rahasia Papa. Cuma sidik jari Mama yang bisa buka. Itu satu satunya cara menguras uang Vanguard."Nyonya Pramono memucat. "Ke bank? Rangga,

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 68: Markas Gerilya dan Sinyal Balasan

    Jalanan aspal mulus berganti menjadi jalan tanah berbatu. BMW Seri 7 yang dikemudikan Rangga berguncang keras. Bumper mobil mewah itu sesekali bergesekan dengan polisi tidur semen yang dibuat asal asalan oleh warga. Kaca mobil diturunkan. Bau khas Sungai Ciliwung dan asap pembakaran sampah langsung memenuhi kabin yang sebelumnya wangi parfum mobil mahal. Nyonya Pramono menutup hidungnya dengan saputangan sutra yang sudah basah oleh air mata. Tuan Wibawa terus merangkul istrinya sambil menatap waspada ke luar jendela. Rangga menghentikan mobil tepat di depan sebuah bengkel motor berlantai dua yang sangat sempit. Pintu ro

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 67: Titik Laser Merah dan Pelarian di Tengah Malam

    Lokasi: Basement Parkir VVIP, Hotel Grand Cakrawalalayar ponsel Rangga menjadi gelap. Namun bayangan titik merah di dada istrinya tercetak jelas di retinanya. Jantung Rangga seperti diremas tangan raksasa. Jarak dari Senayan ke townhouse di pinggiran Jakarta Selatan memakan waktu setidaknya empat puluh menit dengan Vespa. Sangat tidak mungkin."Darmawan!" bentak Rangga, berbalik menatap pria tua yang masih gemetar memeluk tas kerjanya. "Mana kunci mobil lo?!""A-apa?""Kunci mobil! Cepet!" Rangga merebut paksa kunci BMW Seri-7 dari tangan Darmawan, menekan

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 66: Negosiasi Berdarah dan Skandal Sang Pengkhianat

    Lokasi: Basement Parkir VVIP, Hotel Grand CakrawalaGema tawa Pak Darmawan memantul di dinding beton basement yang lembab. Tawa itu terdengar sumbang dan dipaksakan. Pria tua beruban itu mencoba memperbaiki letak jas mahalnya, berusaha menutupi kegugupannya di hadapan Rangga yang menghalanginya."Jalanan? Kamu mau menakut-nakuti saya dengan preman terminal, Nak Rangga?" Pak Darmawan mendengus meremehkan. "Valerie dan The Vanguard bisa membeli seluruh jalanan di Jakarta ini sebelum kamu selesai menyeduh kopi. Kamu pikir gertakan ojolmu itu sebanding dengan triliunan rupiah yang mereka bawa?"Rangga tetap bersandar santai di kap mobil BMW Darmawan. Dia memutar-mutar kunci Vespanya dengan jari telunjuk."Triliunan rupiah itu angka di layar, Pak. Tapi kalau ban mobil Bapak dibocorin tiap hari, kaca rumah Bapak dilempar batu tiap malam, dan muka Bapak viral di semua grup WhatsApp se-Indonesia... duit triliunan itu nggak bakal bisa beli ketenangan tidur Bapak," balas Rangga tenang, memotong

  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 18: Rental PS Neraka dan Laundry Bolong

    Senin sore. Rumah Kotak Sabun itu tidak lagi sepi. Rumah itu kini bergetar oleh teriakan, umpatan, dan suara mesin cuci yang berdengung futuristik.Di ruang tamu, Rangga sedang menghadapi mimpi buruk terbesarnya:

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 19: Interview Kerja Rasa Debat Capres

    Selasa Pagi.Setelah kegagalan total bisnis rental PS dan laundry bolong, Rangga dan Berlin kembali mengenakan pakaian kerja "KW" mereka. Kali ini tujuannya satu: Mencari pekerjaan tet

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 17: Fine Dining Roti Sobek

    Tok. Tok. Tok. Tok!Ketukan di pintu terdengar bertubi-tubi, seperti rentetan senapan mesin. Diikuti dengan suara paduan suara yang tidak harmonis dari luar pagar.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • ISTRIMU TERNYATA SULTAN   BAB 15: Sandiwara Satu Milyar Rasa

    Lampu sorot membelah kegelapan ballroom, berputar-putar dramatis sebelum akhirnya berhenti tepat di wajah Rangga dan Berlin yang sedang mengunyah sate kambing tusuk terakhir."Dan peme

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status