LOGINAndrew memiliki kenangan buruk dengan kedua orang tuanya dan seorang perempuan semasa duduk di bangku sekolah itulah sebabnya kenapa dia memutuskan untuk menjadi gay. Hubungannya dengan pasangan gaynya tak mendapat restu dari sang Ayah, maka untuk tetap bisa bersama dengan kekasihnya dia harus berpura pura berhungan dengan seorang perempuan di depan Ayahnya. Andrew dipertemukan dengan Alluna yang akan menjadi kekasih palsunya ketika di depan sang Ayah, mereka menghabiskan banyak waktu bersama hingga tanpa Andrew sadari bahwa Alluna telah membawa pengaruh besar dalam hidupnya. Semula Andrew ragu bahwa dia menyukai Alluna namun dia tetap berusaha mencoba membuka hati untuk Alluna. Ketika Andrew bisa melupakan kekasih gaynya dan menjalin hubungan dengan Alluna, restu sang Ayah justru menghambat hubungan mereka setelah mengetahui ternyata hubungan mereka palsu. Ayahnya yang memiliki kekuasaan penuh di kota itu tak bisa menerima calon mantu dari kelas menengah akan tetapi ketika mengetahui latar belakang Alluna ternyata menghubungankan kehidupan Ayah Andrew dengan sahabat masalalunya dia pun berusaha untuk menerima Alluna namun dengan beberapa syarat yang harus di penuhi oleh Alluna. Namun di samping itu bagaimana Andrew lepas dari bayang bayang kekasih gaynya? Bagaimana juga perjalanan kisah Andrew dan Alluna yang harus selalu berpura pura saling mencintai di depan Ayahnya, hingga pada akhirnya mereka benar benar saling mencintai? Baca kisah mereka selanjutnya.
View More“Ini masih siang Andrew!” “Aku tidak peduli, aku terlalu lama menahan semua ini! Apa kau tidak sadar itu?” Andrew membungkuk meraih kaki Alluna, menggendong perempuan itu masuk ke dalam kamar. “Aku belum mandi, aku harus membersihkan tubuhku dulu” Alluna terus berucap untuk mengulur waktu namun Andrew kali ini tak melepaskannya. “Tidak perlu, aku menyukai bau wangi parfum yang bercampur keringatmu. Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan kau keluar dari kamar sampai aku benar-benar puas!” Pipi Alluna merona panas dia membiarkan tubuhnya terbaring di ranjang sementara Andrew telah memaku tubuhnya dengan kedua tangan agar tak bisa bergerak ke mana pun. Andrew telah berhasil melepaskan satu persatu kancing kemejanya dan membuangnya ke lantai begitu saja, kini dia telah bertelanjang dada kemudian membungkuk lagi di atas tubuh Alluna.Perlahan Andrew menyingkirkan
“Siapa?”Andrew bertanya sembari melangkah keluar dari kamar, seketika tubuhnya terpaku saat melihat sosok perempuan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya berdiri di depan pintu rumahnya. Andrew membuang pandangannya kearah lain kemudian memilih pergi menuju pantry. Melihat sikap Andrew, Alluna pun mencoba untuk mengalihkan perhatian Belinda.“Umm... silakan masuk Ibu” Alluna menggandeng lengan Belinda mengajak perempuan itu masuk ke dalam.Setelah sampai di pantry Alluna menarik kursi mempersilakan Belinda agar duduk di sana. Dia juga menyiapkan minuman untuk perempuan paruh baya itu.Alluna Kekemudian meminta Andrew untuk duduk di seberang meja berdampingan dengannya. Andrew tampak canggung tapi di bawah meja Alluna menggenggam erat tangannya untuk menenangkan lelaki itu.Dia pun menoleh menatap wajah Istrinya, melihat senyum di bibir Alluna mampu membuat hatinya menjadi tenang. “Mm, maaf ka
Alluna menutup pintu kamar mandi kemudian setelahnya dia bersandar dibalik pintu dengan raut wajah memerah. Dadanya bergerak cepat bersamaan dengan nafasnya yang terengah-engah. Alluna tak bisa menyembunyikan rasa malunya karena tadi saat di depan Andrew dia secara terang-terangan bahkan tanpa rasa malu dia memamerkan dan mengakui kalau dia sendiri yang telah memesan alat-alat itu. "Ya ampun, bagaimana ini... mau ditaruh di mana mukaku saat keluar nanti!" Alluna benar-benar sangat malu entah bagaimana lagi nanti ketika dia keluar dari kamar mandi harus menghadapi Andrew.Saat ini dia berusaha untuk menenangkan diri karena tadi sesaat ketika sedang berhadapan dengan Andrew dadanya berdebar tak karuan. “Aduh bagaimana ini? Bagaimana aku menghadapinya nanti? Ya ampun lagi pula kenapa juga aku menantang Andrew untuk memakai alat itu?” Alluna berjalan mondar-mandir layaknya orang kebingungan karena kesalahannya sendiri.
Allunan tak menduga kalau dia akhirnya akan bisa kembali bersama dengan Andrew. Awal mula juga dia membantu Andrew hanya karena ingin ibu angkatnya sembuh dari penyakit dia tak berpikir sampai sejauh ini hingga akhirnya bisa bersanding hidup dengan lelaki yang mampu membuatnya jatuh cinta.Kalau dipikir-pikir dari awal, membayangkan untuk menyukai Andrew yang notabennya adalah seorang gay itu tidaklah mungkin namun ketika akhirnya dia bisa meyakinkan kalau lelaki itu juga menyukainya itu seperti sebuah mimpi bagi Alluna.Banyak kesedihan yang Alluna lalui untuk bisa bersama dengan Andrew, begitu juga dengan lelaki itu. Banyak kepedihan yang harus dia lewati mulai dari kehilangan seseorang yang dulu pernah dia cintai kemudian bertemu dengan sosok perempuan yang dulu juga pernah menyakitinya serta harus melewati sisa hidup di ambang kematian, selama beberapa tahun dan kini ketika perempuan itu kembali Andrew membuktikan kalau kek
Tanpa rasa bersalah Andrew pergi meninggalkannya berdua dengan Nathan. Alluna hanya tersenyum sinis tak menyangka Andrew akan melakukan itu padanya. Nathan yang berdiri di sampingnya menoleh ke Alluna yang sedang tertunduk kesal. Melihat perempuan itu ked
Alluna mempercepat langkahnya pergi menjauh dari kantin namun ketika teringat bahwa berkasnya tertinggal di meja dia kembali memutar tubuhnya dan bermaksud untuk mengambilnya namun dia justru di kejutkan dengan Romand yang sudah berdiri di belakangnya. “Astaga!!” te
“Mereka tidak bersalah, aku yang telah membuang rokok itu karena masih menyala dan banyak berkas di sekitarnya. Aku hanya takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi... maaf” Alluna menelan ludahnya dengan susah payah, dia mengumpulkan banyak keberanian untuk berucap demikian di depan Andrew.&nbs
Alluna sebenarnya masih sangat speechless dengan apa yang Andrew lakukan.Andrew hanya melirik tajam memperlihatkan bahwa dia tak suka melihat Nathan berdekatan dengan Alluna. Terlebih lagi jika mengingat kejadian beberapa hari lalu ketika Nathan mengangkat panggilan darinya ketika An






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore