Partager

Empat Pilar

Auteur: Agura Senja
last update Date de publication: 2026-06-16 23:36:00

"Hati-hati?" Suara Aluna terdengar menyelidik. Kalau seseorang yang terbiasa dengan dunia sosial seperti Tabinta mengatakan hal seperti itu, pasti ada sesuatu.

"Anda pasti pernah dengar tentang Empat Pilar, kan? Keluarga Pranaja, Kalandra, Dyaksa dan Mahendra itu seperti kerajaan terbesar di negeri ini, yang bisa mengobrak-abrik perekonomian dan politik dengan mudah."

Aluna menelan ludah. Ia pernah membaca artikel terkait, empat nama keluarga itu tidak pernah lepas satu sama lain jika menyangk
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Persiapan Pesta

    Berkas yang Julian berikan berisi informasi tentang orang-orang yang nanti akan hadir di pesta yang sama. Tidak hanya nama keluarga dan foto, bahkan informasi pribadi seperti sifat, hobi dan gosip tentang mereka juga tertulis di sana.Aluna membaca semuanya, tapi yang perlu ia ingat paling jelas adalah orang-orang yang dianggap perlu diwaspadai. "Eh, nona keluarga Adinata pernah menggugurkan kandungannya?" Aluna yang sedang membaca profil salah satu nona dari keluarga terkemuka, membelalak mengetahui informasi baru. Masalahnya, nona yang ia bicarakan ini belum menikah."Dia bukannya terkenal karena suka berdonasi, ya? Bahkan banyak yang menyebutnya sebagai malaikat tanpa sayap dan bangsawan yang mengajarkan kebaikan."Mendengar kata-kata sang nyonya, Julian tersenyum simpul. "Semua orang pasti memiliki 'wajah' berbeda sesuai dengan kebutuhannya, Nyonya. Keluarga Adinata memiliki yayasan amal terbesar di negara ini, jadi wajar saja kalau wajah yang ditunjukkan oleh putri keluarga itu

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Seorang Asisten

    "Kamu nggak ke kantor?" Aluna yang pagi ini bangun terlambat dan berpikir suaminya sudah meninggalkan rumah, malah menemukan Erlangga sedang bersantai di meja makan, dengan kaus hitam lengan pendek dan celana selutut, jelas terlihat seperti orang yang berbeda. Pria itu sedang mengamati sesuatu di ponselnya saat Aluna akhirnya datang."Sudah bangun? Ayo sarapan, aku kelaparan menunggumu."Kata-kata Erlangga membuat Aluna mengernyit heran. "Kalau lapar kenapa nggak makan duluan? Nggak ada aturan harus nunggu orang lain, kan?"Erlangga menggeleng, "Memang tidak ada aturan seperti itu, tapi aku ingin makan bersama istriku," ucapnya santai."Trus kamu nggak ke kantor beneran? Ngambil cuti? Memangnya boleh?"Mendengar pertanyaan bertubi istrinya, Erlangga hanya menghela napas pendek. "Bukan libur, aku akan bekerja dari rumah, setidaknya sampai rumor yang beredar di luar mulai terkendali." Aluna mengangguk mendengar penjelasan suaminya. Ia ingat semalam Erlangga mengatakan tentang konfere

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Orang Terdekat

    "Kenapa bicaramu kasar sekali?!" Aluna berusaha menjauhkan dirinya, tapi ia telak terperangkap dalam dekap tubuh besar Erlangga."Kalau begitu, aku ingin bercinta." Erlangga berbisik, bibirnya mulai bergerak ke samping wajah Aluna, membuat napas istrinya tercekat.Aluna menahan diri untuk tidak memejamkan mata. Jantungnya berdetak begitu keras sampai ia takut Erlangga benar-benar bisa mendengarnya."Kamu gugup." Erlangga berkata pelan, mengangkat wajahnya untuk melihat pada Aluna yang jelas sedang tegang."Nggak tuh!" ujar Aluna tanpa sadar, membalas tatapan suaminya dengan berani."Bohong.""Aku nggak bohong.""Kalau begitu, boleh kulanjutkan?""Erlangga!"Erlangga tertawa pelan. Suara rendah itu justru membuat Aluna semakin salah tingkah. Pria itu kembali mendekat dan mengendus leher Aluna. "Kamu harum sekali. Harum yang manis. Aku jadi penasaran, apakah rasanya akan manis juga kalau aku menjilatnya?"Aluna membelalak. Wajahnya langsung memanas sampai ke ujung telinga. Bagaimana bi

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Akun-akun Palsu

    - Kalian masih nggak sadar juga? Semua ini pasti udah direncanain dari awal! Aku bakal botakin kepalaku kalau kalau kata-kataku salah! -- Nayara itu korban. Aluna dan Erlangga yang harusnya disalahkan. -- Lucu banget. Mana ada orang yang batal nikah karna diselingkuhi mau cari pengantin pengganti di waktu yang sama. Bilang aja kalau mereka udah dekat dari lama. -- Aku yakin Aluna udah masuk ke kehidupan Erlangga jauh sebelum skandal Nayara pecah. -Setelah makan malam, Aluna kembali ke kamar sendirian. Erlangga dan Julian kembali ke ruang kerja, tampak benar-benar sibuk. Tadinya Aluna ingin melanjutkan novelnya, tapi rumor yang beredar di internet membuatnya penasaran.Komentar demi komentar berujung fitnah tak berdasar terus bertambah setiap detiknya. Aluna sampai tidak bisa membedakan mana akun asli dan palsu. "Kebetulan? Nggak ada yang namanya kebetulan sebesar ini." Aluna membaca salah satu komentar, kemudian berdecak sambil menggeleng. "Tapi nyatanya, kebetulan macam ini bene

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Aturan Sang Ratu

    Aluna tersentak saat seseorang merebut ponselnya, menyadarkan wanita itu bahwa ia baru saja terhanyut dalam rumor-rumor tak berdasar tentang dirinya sendiri."Aku memanggilmu dari tadi, tapi--!""Erlangga?" Aluna berkedip pelan, sedikit linglung, sama sekali tidak menyadari kedatangan suaminya itu.Erlangga berdecak, duduk di samping Aluna dan menepuk-nepuk pelan kepala wanita itu. "Maaf, aku lupa memperingatkanmu untuk tidak membuka sosial media," katanya lembut.Saat menyadari maksud perkataan suaminya, Aluna langsung menatap galak, meminta penjelasan lebih detail.Erlangga menghela napas, "Aku baru tahu saat Julian menelepon tadi, tentang alasan kenapa tiba-tiba para wartawan itu berkerumun di dekat perusahaan," jelasnya dengan sedikit helaan napas. "Tim kami sedang mengumpulkan bukti lain tentang skandal Nayara yang dilakukan sebelum dia mengenalku. Kami berencana menyebarkannya ke internet dengan cara yang sama seperti mereka memulai rumor tak berdasar tentang kita." Aluna mena

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Rumor yang Menyebar

    Napas Aluna putus-putus setelah ia bicara tanpa jeda, berbeda dengan Erlangga yang malah mendengus melihat betapa semangat istrinya."Kalau begitu aku tidak bisa makan bersamamu malam ini, dan sepertinya akan pulang larut, jadi jangan kunci pintu kamarnya." Setelah mengatakan itu, Erlangga meminta sopirnya untuk mengantarnya ke perusahaan terlebih dulu sebelum mengantar Aluna pulang."Nggak masalah kok, aku bukan anak kecil. Pintunya juga nggak akan dikunci." Tidak ada obrolan apapun lagi setelahnya. Aluna memilih memejamkan mata sejenak selama perjalanan, jadi ia tidak tahu jika mobil yang ditumpanginya berhenti sebelum memasuki area perusahaan. Setelah mendengar keramaian, barulah Aluna membuka mata dan menyadari ada banyak wartawan yang menunggu tepat di dekat lobi perusahaan."Kenapa mereka disini?" Suara Erlangga terdengar tajam, bersamaan dengan itu, ponselnya berdering. "Kenapa kamu tidak membereskan hama di depan perusahaanku, Julian?" Aluna menegakkan tubuhnya tanpa sadar.

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Menjadi Istri Seseorang

    Padahal Aluna yakin sekali tidak akan bisa tidur karna kehadiran orang asing di sebelahnya. Tapi tiba-tiba sudah pagi, lalu Aluna membuka mata dengan perasaan segar yang menandakan bahwa tidurnya nyenyak semalam."Ah, gila ...." Aluna menutup wajah, merasa telah melakukan kejahatan dengan membiarka

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Mimpi Buruk

    Aluna kembali ke kediaman Mahendra sore harinya, setelah seharian penuh menjelaskan banyak hal pada orang tuanya, juga pada pengasuhnya yang terus menangis karena Aluna tiba-tiba meninggalkan rumah. Setelah meyakinkan semua orang kalau Aluna akan sering pulang, barulah ia diperbolehkan kembali ke

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Pulang

    Hari berganti dengan cepat. Aluna terbangun dengan tubuh kaku dan kepala berat. Membutuhkan beberapa menit penuh bagi wanita itu untuk mengingat bahwa ia tidak berada di kamarnya sendiri dan ini bukan rumah orang tuanya. Langit-langit tinggi berornamen klasik menyambut Aluna, dan samar-samar ia men

  • Istri Bayaran Sang Pewaris   Perjanjian Pernikahan

    Merasakan pandangan Aluna, Erlangga mengangkat alis. Buru-buru Aluna kembali fokus pada berkas di tangan. Ia harus benar-benar memperhatikan setiap detail yang ada, jangan sampai menandatangani sesuatu yang akan merugikannya nanti.'Sudah kuduga aku pihak kedua.' Aluna membatin sembari terus membac

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status