/ Romansa / Istri Dadakan Sang Raja / 23. Piknik Bikin Panik (2)

공유

23. Piknik Bikin Panik (2)

작가: Naomi Leon
last update 게시일: 2026-07-04 00:06:26

Aku baru menyadari tangan gemetarku ketika pandanganku turun ke papan kecil di depan rumpun tanaman yang merubungi Sasha tadi.

Papan itu miring, setengah tertutup tanah yang terciprat. Aku berjongkok hati-hati, menghindari cabang yang menjulur, lalu menyeka pelan permukaannya dengan ujung tisu.

Bunga-bunga lonceng kecil berwarna keunguan bergoyang pelan di ujung batang. Cantik. Sangat cantik.

Dan sangat tidak bersahabat.

Tulisan di sana kubaca perlahan.

Digitalis purpurea atau Foxglove

Di b
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Istri Dadakan Sang Raja   24. Nikahan of The Century

    Kami bertiga berdiri di koridor rumah sakit saat Mark menyampaikan laporan bahwa pelaku yang melukai Sasha adalah bagian korps elit pengamanan istana. Otak tersangka: Jenderal Russhel Laporan Mark mengusik sesuatu yang sejak awal sudah mengganjal di dadaku, rasa tidak aman yang bahkan tembok tebal Grindlandia tidak mampu redakan. Malam itu, ketika Ibu tertidur di kursi lipat di samping ranjang Sasha dan dokter menyatakan kondisi sahabatku mulai stabil, aku duduk sendiri di kursi kecil dekat jendela rumah sakit. Ian tadi baru saja keluar setelah memastikan obat-obatan bekerja dan tekanan darah Sasha membaik. Aku memandang kota Grindlandia yang temaram, lampu-lampu berkilau di kejauhan. Kepalaku penuh. Sasha datang ke negeri ini karena aku. Sasha dilukai karena seseorang yang ingin menyakiti calon ratu. Calon ratu itu AKU. Sekarang, bayangan bunga-bunga berlonceng ungupenuh racun itu menempel di pikiranku. Aku marah. Bukan saja pada Russhel dan orang-orangnya, bukan hanya pa

  • Istri Dadakan Sang Raja   23. Piknik Bikin Panik (2)

    Aku baru menyadari tangan gemetarku ketika pandanganku turun ke papan kecil di depan rumpun tanaman yang merubungi Sasha tadi. Papan itu miring, setengah tertutup tanah yang terciprat. Aku berjongkok hati-hati, menghindari cabang yang menjulur, lalu menyeka pelan permukaannya dengan ujung tisu.Bunga-bunga lonceng kecil berwarna keunguan bergoyang pelan di ujung batang. Cantik. Sangat cantik. Dan sangat tidak bersahabat. Tulisan di sana kubaca perlahan.Digitalis purpurea atau Foxglove Di bawahnya, dengan huruf lebih kecil ada keterangan lebih panjang. “Bunga indah berwarna ungu dan putih, seluruh bagian tanaman mengandung glikosida jantung. Dapat menyebabkan mual, muntah, pusing, gangguan irama jantung, dan reaksi alergi berat bila tertelan atau terkena luka terbuka. Penanganan medis segera diperlukan.” Aku menelan ludah. “Sas, kenapa jatuhnya ke sini…” gumamku. Ian yang berdiri di belakangku ikut mengamati. Rahangnya mengeras. “Foxglove,” gumamnya. “Cantik, tapi beracun, bis

  • Istri Dadakan Sang Raja   22. Piknik Bikin Panik

    “Alyssa,” panggil Domnick sebelum ia benar-benar pergi. “Maaf soal gaun. Aku marah pada keadaan, bukan pada kamu. Aku tidak seharusnya memaksa.”Aku hanya mengangguk, agak tersinggung karena tiba-tiba Domnick mengurungkan niatnya.“Baik," jawabku pendek.Ia menatapku, seakan ingin bicara lebih panjang, lalu memilih mundur.“Istirahatlah bersama keluargamu. Besok-besok, kita bicara lagi. Akan kuminta Olivia meluangkan waktu lebih banyak untuk kita."Aku menggeleng, menjawab tanpa melihat ke arahnya. "Tidak perlu."Besoknya, aku memutuskan sengaja mengambil jeda dari segala percakapan tentang gaun, gaya, protokol, dan pelajaran tetek bengek soal menjadi ratu baru. Begitu jadwal latihan pagi selesai dan Olivia pergi mengurus hal lain, aku mengumpulkan pasukan kecilku. “Ibu,” panggilku. “Sasha. Mas Dokter. Ayo kita pergi keluar.” Sasha muncul dengan wajah siap bersenang-senang. “Kita kabur?” tanyanya penuh harap. “Tidak sejauh itu,” jawabku. “Kita jalan-jalan dekat sini saja.”

  • Istri Dadakan Sang Raja   21. Busana Laknat

    Dua hari setelah pertemuan dengan Lady Anna, Olivia mengetuk pintu kamarku dengan wajah ceria.“Lady Alyssa, isi lemari barumu sudah tiba. Hari ini kita fitting,” katanya penuh semangat.Tanpa menunggu persetujuanku, Olivia dan rombongan dayangnya yang multifungsi menyerbu masuk ke kamar. Untung Ibu sedang di kamar mandi, jadi beliau tidak perlu melihat kericuhan proses mereka menelanjangiku sampai tinggal pakaian dalam.Katanya aku perlu mencoba semua ini untuk memastikan ukurannya sesuai kalau tidak harus di-fitting ulang atau dibuang. Mubazir banget!Dua lemari besar didorong masuk, pintunya dibuka, memperlihatkan deretan gaun menggantung rapi seperti koleksi museum mode. Ada yang terbungkus plastik tipis, ada yang diselubungi kain beludru berwarna-warni seolah menyimpan rahasia, ada juga yang masih terlipat dalam kotak-kotak mewah.“Dari siapa?” tanyaku, meski sudah bisa menebak.Olivia menunjuk kartu kec

  • Istri Dadakan Sang Raja   20. Ancaman Janda Edan

    Seharian aku mengikuti Domnick bekerja seharian di Esher Palace.Dari rapat energi dengan menteri-menteri, penandatanganan nota kesepahaman, hingga pertemuan kecil dengan perwakilan organisasi kemanusiaan, aku duduk di kursi yang disediakan di sudut ruangan. Sesekali Domnick menjelaskan singkat isi agenda, sekadar agar aku tidak merasa hanya menonton tanpa mengerti.“Aku ingin kamu melihat sendiri apa yang kulakukan,” katanya di jeda makan siang.Aku mengangguk. Meski lelah, ada bagian dari diriku yang lega melihat sisi kantoran dari Domnick. Bukan hanya urusan melambaikan tangan di podium dan berpose untuk kamera, tetapi juga mendiskusikan data, grafik, dan peraturan.Mengikuti Domnick seharian di Esher Palace ternyata memberi efek samping yang tidak kuduga. Kepercayaan diriku sebagai calon ratu pelan-pelan naik.Bukan karena ruangan-ruangan megah yang kulewati, atau karena duduk di kursi tamu istimewa. Justru karena orang-orang yang bekerja di balik meja dan sisi pintu mulai memperl

  • Istri Dadakan Sang Raja   19. Mendadak Seleb

    Acara pertunangan berjalan lumayan lancar, kalau lumayan itu artinya hampir pingsan, salah napas, dan kecupan kaku di depan pejabat. Begitu semua tamu bubar dan dekorasi pelan-pelan dibereskan, hidupku tidak kembali tenang. Setelah lamaran, Olivia menaikkan level kesibukanku dengan program khusus persiapan pernikahan. “Seminggu sekali kita akan gladi bersih,” jelasnya suatu pagi, sambil membacakan jadwal dari tablet. “Kita akan melakukan beberapa simulasi upacara pernikahan Yang Mulia dan Lady Alyssa di Norfolk. Mulai dari berjalan menuju aula, pengambilan sumpah, prosesi di balkon, sampai sesi menyapa rakyat.” Pagi itu sarapan bahkan belum dihidangkan, tetapi Olivia sudah seperti MC buka seminar. Aku cuma sempat membeo. "Norfolk? Norfolk itu apa?" Kini, semua kegiatanku dimulai begitu matahari terbit. Cuci muka, mandi, latihan fisik di ruang kebugaran, sarapan, kemudian perpustakaan, pelajaran privat, makan siang, pelajaran lagi sampai sore. Bedanya, setelah makan malam, D

  • Istri Dadakan Sang Raja   7. Balada Tunangan Instan

    “Miss Khairan Alyssa, maukah kamu menikah denganku supaya aku bisa melindungimu?”Ternyata itu kalimat lengkapnya. Menyebalkan sekali.Begitu aku benar-benar siuman di rumah sakit, Domnick sudah ada di sisi ranjang. Wajahnya terlihat sangat khawatir.Domnick bercerita bahwa sopir mobil yang kutumpa

  • Istri Dadakan Sang Raja   6. Makan Siang Tanpa Ketenangan

    Aku terkaget-kaget sendiri ketika omongan Ian malam itu jadi kenyataan.Tiket pulang ke Indonesia yang sudah susah payah disiapkan pihak kedutaan berakhir dibatalkan begitu saja. Bukan karena masalah teknis, tapi karena kelakuan makhluk jejadian bernama Madam.“Besok aja pulangnya, saya belum packi

  • Istri Dadakan Sang Raja   5. Hari Gedebak Gedebuk

    “Orang kami, dari Indonesia.”Ian menjawab dengan mantap. Ia melangkah mendekat ke arahku, setelan gelapnya kontras dengan wajahku yang pasti sudah sepucat mayat. Tangannya hinggap di bahuku, menenangkan.“Ia saksi. Kami ingin membawanya ke dalam perlindungan kami sebelum mendengar semua ceritanya.

  • Istri Dadakan Sang Raja   4. Nyawa Orang Ganteng

    Rupanya bukan hanya dari Madam, pesan singkat dari Kenzo juga masuk bertubi-tubi memenuhi ponselku.Chat Kenzo: Al, urusan tempat duduk gala dinner sudah beres, kan? Kamu siapkan bahan obrolan untuk Bu Dewi. Siapa saja yang duduk di mejanya. Siapa yang duduk di meja VVIP. Kalau banyak tamu dari neg

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status