Beranda / Romansa / Istri Pengganti Mas Dosen / 71. Kalah Sebelum Perang

Share

71. Kalah Sebelum Perang

Penulis: anfebizha
last update Tanggal publikasi: 2026-05-29 21:35:40

Jelas Maura tidak mendengar.

Dia masih asyik membayangkan dirinya memakai jaket gunung tebal sambil memegang bendera di puncak Penanggungan.

"Saudara Maura?!" panggil Bumi sekali lagi.

Risti yang duduk di sebelah Maura langsung panik, langsung menendang keras kaki Maura di bawah meja.

"Eh, copot hantu gunung!" pekik Maura latah, langsung tersentak kaget.

Cengo. Dia berdiri dari kursinya dengan gerakan canggung, matanya berkedip lambat menatap lurus ke arah podium di mana Bumi sedang menatapnya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
listiani darmawan
lagi dong thor...suka critanya...
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk nasib pak dosen dapat bini cenga cengo :D betul itu, drpd ada apa2 mending gak usah ikut dek Maura... makasih banyak updatenya kakak :*
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Pengganti Mas Dosen   314.

    Kamar ukuran dua setengah kali dua setengah meter itu terasa begitu sesak begitu diisi oleh tubuh tegap Bumi dan seorang ibu hamil. Tak ada plafon di atas kepala, langsung memperlihatkan jajaran genting tanah liat dan kayu tua yang mulai menghitam. Lantainya memang sudah berkeramik putih, tapi lewat situlah, hawa dingin pegunungan terasa semakin dingin. Apalagi kasur busa di kamar itu digelak langsung di atas lantai tanpa ranjang.Dinding kamarnya beroles cat putih yang kini memudar kekuningan, dihiasi beberapa bercak cokelat bekas noda rembesan air hujan.Setelah pintu kayu di tutup, Bumi memutar matanya memperhatikan sekeliling. Entah bingung, dntah kagum.Di sudut ruangan, berdiri satu lemari plastik empat susun warna biru dan sebuah meja kayu kecil berisi tumpukan buku pelajaran, milik adik laki-laki pertama Maura, anak sulung Bu Dewi. Di atas kasur, hanya ada satu selimut bulu yang tak tebal dan dua buah bantal.Bumi lalu duduk bersila di tepi kasur, menatap dua bantal itu dengan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   313.

    Kehangatan di ruang tamu kecil itu mendadak terhenti saat derap langkah kaki berbalut sepatu boot karet terdengar dari arah halaman luar. Pintu bambu di halman samping berderit perlahan, derap kaki itu lerlahan menjauh ke arah belakang."Itu suami saya," kata Bu Dewi lalu, matanya sempat melirik cemas ke arah pintu samping. "Baru pulang dari ladang."Bumi mengangguk paham,l. Atmosfer hangat yang tadi menyelimuti ruang tamu kecil itu mendadak hening sejenak, diiringi suara gemericik air dari kamar mandi belakang yang sayup-sayup terdengar di antara rintik gerimis.Tak lama kemudian, sosok pria paruh baya muncul dari balik tirai pembatas ruangan. Beliau sudah mengenakan kaos oblong dan celana kain santai, rambutnya yang basah disisir rapi ke belakang. Wajahnya yang tegas namun ramah menyunggingkan senyum tebal begitu melihat keberadaan dua tamu asing berpenampilan rapi di rumahnya."Ada tamu ternyata," katanya ramah sambil melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangan.Bumi berdiri dengan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   312.

    Bumi langsung mengangguk santai tanpa perlu berpikir dua kali. "Aman, Bu. Sesuai intruksi dari ibu," celetuk Bumi, membuat Maura yang tadinya masih cengo mendadak melotot sambil menyenggol lengan suaminya.Tampaknya, setelah kesepakan kecil itu, suasana mencekam di ruang tamu kecil itu berangsur mencair. Ibu Dewi tampak bernapas lebih lega. Beliau merapikan cangkir tehnya, lalu mulai bercerita dengan nada suara yang jauh lebih hangat dan jujur.Beliau menceritakan kisah masa lalunya bersama Bapak Ardi. Dulu, Bu Dewi hanyalah gadis desa polos yang bekerja di kota dan terbawa perasaan oleh kebaikan Ardi. Beliau sama sekali tidak tahu kalau pria itu sudah beristri."Ibu yang salah, Nak... Ibu terlalu polos dan bodoh saat itu," bisik Bu Dewi dengan penyesalan mendalam di matanya. "Begitu tahu keadaan sebenarnya dan melahirkan kamu, Ibu sadar tempat Ibu bukan di sana. Ibu nggak mau merusak rumah tangga orang, makanya Ibu memilih pergi."Ibu Dewi menatap Maura lekat-lekat, lalu merunduk lag

  • Istri Pengganti Mas Dosen   311.

    Bumi berdehem pelan, memecah hening yang canggung diantara mereka."Sebelumnya saya minta maaf sudah mengganggu kenyamanan Ibu," ucap Bumi halus, suaranya tenang dan teratur. "Perkenalkan, nama saya Bumi. Dan perempuan di sebelah saya ini... Maura, istri saya. Putri kandung Ibu."Ibu Dewi tetap diam. Tidak ada ledakan emosi, tidak ada usapan air mata. Wanita paruh baya itu hanya mengangguk pelan, seolah fakta itu adalah kenyataan yang sudah bertahun-tahun berusaha ia kubur rapat-rapat."Maaf... rumahnya begini adanya, sangat kumuh," kata Ibu Dewi pelan, suaranya terdengar datar namun sarat akan kecanggungan yang amat besar. Matanya sempat melirik sebentar ke arah baju rapi Bumi dan Maura, sebelum akhirnya menunduk lagi menatap lantai karpet plastik.Maura menggeleng cepat, tenggorokannya terlalu tersumbat air mata untuk bisa mengeluarkan kata-kata."Tapi... suami saya tidak tahu kalau saya pernah punya anak sebelumnya," ucap Bu Dewi lalu.Kalimat itu meluncur begitu saja, tapi dampakn

  • Istri Pengganti Mas Dosen   310.

    Bercanda, Sayang," bisik Bumi lembut, mengecup pelipis Maura yang masih cemberut. "Mana tega Mas ninggalin kamu. Yang ada Mas yang nggak bisa tidur kalau nggak ada yang meluk pas malam.""Dih, ngelesnya pinter banget sekarang!" cibir Maura.Mobil terus merayap pelan melewati tanjakan terakhir. Kabut tipis membalut deretan pohon di tepi jalan, menandakan mereka sudah berada di batas vegetasi hutan.Hingga akhirnya, di ujung jalan cor semen itu, tampak sebuah rumah kayu beratap limasan yang amat bersahaja. Rumah itu dikelilingi pagar bambu tradisional dengan halaman tanah berumput yang sangat luas. Di teras depan, terlihat seorang bocah laki-laki main aiir hujan, yang menetes di genting teras.Jantung Maura seketika serasa berhenti berdetak. Mungkin saja itu salah satu adiknya."Mas..." bisik Maura bergetar, matanya berkaca-kaca.Mobil hitam mereka perlahan belok, memasuki halaman berumput yang kuyup tersiram gerimis. Suara roda melindas tanah basah membuat bocah laki-laki di teras itu

  • Istri Pengganti Mas Dosen   309.

    Beliau lantas mengambil selembar kertas kosong dan pulpen dari laci meja. "Ini saya buatkan denah lokasinya nggih, biar nggak sasar. Soalnya begitu masuk jalur Dusun Karanglo ke atas, banyak jalan persimpangan dan cabang ke ladang warga. Maklum, bekas jalur perkebunan pabrik."Tangan Pak Mulyono mulai menarik garis-garis sederhana di atas kertas. "Nanti Mas sama Mbak ikuti jalan aspal ini naik. Ketemu pertigaan pohon beringin, ambil kanan. Nanti ada tanjakan agak curam, terus lurus saja sampai ketemu batas vegetasi hutan. Rumah Bu Dewi itu yang paling ujung, pagar bambu, halamannya luas banget."Bumi mengamati denah itu dengan cermat. "Akses jalannya bisa masuk mobil besar kan, Pak?""Saget banget, Mas! Jalannya memang ngepres dua mobil, tapi sudah cor semen halus kok," balas Pak Mulyono mantap. "Halaman rumah Bu Dewi juga sangat luas, bekas tempat nampung hasil panen warga. Mobil sampeyan bisa diparkir leluasa di sana tanpa ganggu jalan warga.""Terima kasih banyak bantuan petunjukny

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

  • Istri Pengganti Mas Dosen   2. Pesan Penentuan

    Suara Maura menggema di lorong, membuat dua mahasiswa yang lewat refleks menoleh, lalu pura-pura tidak peduli sambil tetap mencuri pandang."Kenapa lo teriak kayak liat saldo minus?""Gue- gue harus balik. bokap gue pingsan," sahut Maura gagap.Tangannya gemetar saat menyambar tas kanvasnya dari ta

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status