Teilen

11. Jerat Baru

last update Veröffentlichungsdatum: 13.06.2026 14:23:34

Raymond mendorong pintu ruang kerjanya perlahan. Belum sempat ia melangkah penuh ke dalam ruang kerjanya, sebuah aroma parfum mahal yang familiar langsung menyergap indra penciumannya.

Detik berikutnya, sepasang lengan berbalut blus sutra sudah merambat naik ke bahu Raymond, dan tubuh ramping Karina merapat tanpa jarak.

Cup.

Karina menyambutnya dengan sebuah ciuman di bibir. Sentuhan yang menuntut, dominan, dan penuh dengan kepemilikan.

Raymond memejamkan matanya erat-erat. Alih-alih menikmati
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Rahasia Om Raymond   172. Seandainya Dia Bajingan

    PLAK!Suara tamparan memecah keheningan ruangan. Karina seketika tersudut, memegangi pipinya yang memerah panas seraya meneteskan air mata.Kaisar berdiri dengan napas memburu, menyambar beberapa lembar foto dari meja dan melemparnya tepat ke wajah Karina hingga kertas-kertas itu berserakan di lantai.“Apa-apaan ini, Karin?!” bentak Kaisar dengan suara menggelegar. “Bisa-bisanya kamu berhubungan dan berkumpul lagi dengan Felisa?! Kamu mau menghancurkan reputasi dirimu sendiri dan keluarga Adhiwangsa? Semua orang di kalangan atas tahu Felisa itu wanita panggilan kelas atas pascabercerai dari Raymond!”Karina mendongak, berusaha membela diri di balik tangisnya. “Aku cuma butuh informasi, Kak! Cuma Felisa yang tahu banyak tentang Raymond!”Kemarahan Kaisar justru semakin menjadi mendengar pembelaan adiknya.“Lupakan Raymond! Buka hatimu untuk laki-laki lain! Papa sudah mencarikan jodoh terbaik untukmu, jadi jangan permalukan keluarga Adhiwangsa lagi dengan mengejar pria yang tidak mengin

  • Istri Rahasia Om Raymond   171. Belum Menyerah

    Lidah Raymond menjilat tanpa ampun, dua jarinya bergerak semakin dalam, menekan titik yang membuat paha Jovita bergetar hebat.Napas Jovita itu semakin pendek. Tangannya masih menekan kepala suaminya, kuku-kuku menancap di rambut Raymond.“Om… aku… ahh…”Tubuhnya menegang. Punggung melengkung, dinding dalamnya menyempit di sekitar jari Raymond, dan erangan panjang keluar saat klimaks pertama menyapunya. Cairan basah membasahi bibir dan dagu pria itu. Raymond tidak berhenti seketika. Ia terus menghisap pelan sampai getaran di tubuh istrinya mereda, baru kemudian mengangkat wajah.Bibirnya basah, mata gelap. Ia naik ke atas, siap menekan tubuh Jovita ke kasur, tapi tangan kecil istrinya menahan dadanya.“Biarkan aku…” bisik JovitaRaymond mengerutkan alis, tapi menurut. Ia berbalik terlentang di samping istrinya. Jovita duduk, masih terengah. Menatap sang suami yang lembur hampir setiap malam, ia tahu betul betapa lelahnya pria itu.Malam ini, Jovita tidak ingin hanya menerima. Dia ingi

  • Istri Rahasia Om Raymond   170. Nafkah yang Tertunda

    Di tengah kesibukannya mengecek draf master plan dan menyetujui beberapa dokumen anggaran di meja kerjanya, perhatian Raymond sejenak teralih pada layar monitor. Pria itu tengah melihat-lihat katalog koleksi perhiasan model terbaru dari sebuah merek perhiasan mewah ternama.Beberapa gambar kalung dan cincin berdesain elegan sempat ia simpan di ponselnya. Awalnya Raymond berniat mengirimkannya pada Jovita untuk bertanya mana yang disukai istrinya, tapi jemarinya mendadak tertahan. Jika Jovita sampai tahu lebih awal, itu bukan lagi sebuah kejutan manis untuk perayaan ulang tahun pernikahan pertama mereka yang tinggal menghitung hari."Maaf, Jo... belum bisa memberi perayaan yang spesial di depan umum," gumam Raymond pelan pada dirinya sendiri. Pria itu lalu mendesah berat, mengacak rambutnya frustrasi. "Ini semua gara-gara Jimmy…"Gara-gara sahabat sekaligus orang kepercayaannya itu masih mengambil cuti mendampingi sang istri pascamelahirkan, semua urusan Vastu Chandra praktis menumpuk

  • Istri Rahasia Om Raymond   169. Kisah di Balik Nama

    Di ruang kerjanya, Raymond mengerutkan dahi membaca pesan masuk di layar ponselnya. Bi Lastri, asisten rumah tangganya itu, tumben mengirim pesan kepadanya, biasanya dia langsung menelepon.@MAK LASTRI[TUAN GA USAH PULANG]Raymond terkekeh sinis dalam hati. Dia yang punya rumah, dia yang membayar gaji ART itu setiap bulan, tapi bisa-bisanya perempuan paruh baya tersebut lancang melarangnya pulang ke rumah sendiri.Belum sempat rasa kesalnya membuncah, pesan berikutnya sudah masuk.@MAK LASTRI[ADA NY FELI]Mata Raymond menyempit. Tanpa berpikir panjang, jemarinya langsung mengetik balasan singkat.@Raymond Chandra[Baik, terima kasih]@MAK LASTRI[BIBI MASAK SOTO][SAYA TITIP NON JOJO BUAT TUAN MAKAN MALAM]Raymond menghembuskan napas lega. Terkesan dengan asisten rumah tangganya yang sangat pengertian.Dengan terhindarnya bentrok tak berguna bersama sang mantan istri, kini Raymond bisa berfokus penuh melahap sisa beban pekerjaan yang menumpuk selama Jimmy mengambil cuti.Semangat Ra

  • Istri Rahasia Om Raymond   168. Tatapan Felisa

    Jovita mendatangi Jimmy yang sedang mengayun tubuh mungil Jasmine. “Boleh gendong, Pak?” Tangannya terulur dengan mata berbinar penuh antusias.“Awas lho, Jo... kalau sampai diompoli bisa langsung 'nular' hamil,” goda Jessica dari atas ranjang, menyunggingkan senyum jahil. “Tapi kalau dilihat-lihat, kamu memang sudah pantes banget gendong bayi.”Jovita hanya bisa mengukir senyum canggung tanpa tahu harus merespons seperti apa.Jimmy yang menangkap kekakuan itu langsung menyahut cepat menetralkan suasana. “Tenang aja, Jo. Baby Jas pakai pampers kok, aman.”Viola yang berdiri di samping tempat tidur tertawa pelan, lalu berceletuk, “Gimana mau ketularan, Tan... cowok aja belum punya.”Jimmy melirik Viola sejenak, lalu membalas santai. “Harus nikah dulu, Vio... baru boleh mikirin punya anak.”Deg.Sindiran halus yang tak disengaja itu sukses membuat Viola seketika gelagapan. Lidahnya mendadak kelu. Kalimat Jimmy seolah menghantam tepat di ulu hati, memicu ingatan pahitnya akan skandal kel

  • Istri Rahasia Om Raymond   167. Baby Jas

    Raymond mendapati Jimmy tengah duduk tertunduk lesu di bangku tunggu depan ruang operasi. Pria yang biasanya tenang dan penuh perhitungan itu kini tampak hancur, kedua tangannya meremas rambut dengan bahu yang bergetar hebat.Jessica, istri tercintanya, mendadak mengalami pendarahan hebat yang memaksa tim medis melakukan tindakan operasi caesar darurat. Sesuatu yang sangat di luar perhitungan, karena pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya semua baik-baik sajaRaymond langsung menghampiri, menepuk keras pundak sahabatnya. “Jim! Fokus, Jim! Jessica dan anak kalian kuat, mereka pasti bisa melewati ini!”Entah nasihat dan kata-kata motivasi itu masuk ke dalam kepala Jimmy atau tidak, pria itu sama sekali tidak bergeming. Pikirannya sudah sepenuhnya terkunci di balik pintu ruang operasi, tempat sang istri tengah berjuang hidup dan mati melahirkan buah hati mereka.Setelah menunggu dalam rentetan menit yang mencekam, pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Dokter melangkah keluar, menghembuskan n

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status