Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 169. Kisah di Balik Nama

Share

169. Kisah di Balik Nama

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-08-23 22:09:16

Di ruang kerjanya, Raymond mengerutkan dahi membaca pesan masuk di layar ponselnya. Bi Lastri, asisten rumah tangganya itu, tumben mengirim pesan kepadanya, biasanya dia langsung menelepon.

@MAK LASTRI

[TUAN GA USAH PULANG]

Raymond terkekeh sinis dalam hati. Dia yang punya rumah, dia yang membayar gaji ART itu setiap bulan, tapi bisa-bisanya perempuan paruh baya tersebut lancang melarangnya pulang ke rumah sendiri.

Belum sempat rasa kesalnya membuncah, pesan berikutnya sudah masuk.

@MAK LASTRI

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
vyjoo
Pengen deh aku liat pasangan bucin kesayangan ini klu lg weekend masak bareng di apart mereka abis itu terserah ka author mau lanjut bikin baby atau manja2an hehe..namanya juga pasutri ga siiii... oh nama mamamu Vita to Joo bukan elvi..hmm semakin misterius.. next part ka, selalu dinanti nih:3
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
oom Ray sudah memikirkan nama anak..ya kalau masih pakai pengaman.masih lama dong jadinya..kapan sialnya oom Ray aja .Jojo mah gimana komandan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   327. Kabar Buruk

    Bagian depan mobil Viola dihantam telak. Benturan hebat itu membuat tubuh Viola terpental ke depan, air bag mengembang keras menahan dadanya.Kaca depan pecah berkeping-keping. Serpihannya yang tajam melayang di udara, menyambar pelipis, pipi, dan keningnya. Mobilnya terpelanting, berputar hebat beberapa meter di atas aspal sebelum akhirnya terhenti dalam posisi menyamping—ringsek, tak berbentuk di bahu jalan.Keheningan yang mencekam seketika melingkupi kabin mobil yang dipenuhi asap tipis.Viola terkulai di atas kemudi. Tubuhnya tak mampu bergerak. Darah segar berwarna merah pekat merembes dari sela-sela rambutnya, mengalir deras melewati pelipis, membasahi pipinya yang lebam, lalu membaur dengan sisa air mata yang belum sempat mengering sejak ia menjalankan mobil ini tadi.Kesadaran Viola perlahan tergerus. Rasa sakit hebat di sekujur tubuhnya pelan-pelan mendingin, tergantikan oleh rasa kantuk yang teramat sangat.Di tengah pandangannya yang makin mengelap dan napasnya yang makin

  • Istri Rahasia Om Raymond   326. Celaka

    Suara Viola seketika mengalihkan perhatian Felisa dan Julian yang tinggal sebentar lagi mencapai klimaks.Jantung Felisa serasa berhenti berdetak saat matanya menangkap sosok Viola berdiri terpaku di ambang ruang makan. Wajah gadis itu pucat pasi, menatap lurus pada adegan paling menjijikkan dan merendahkan yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya.“Vio...!” Felisa panik luar biasa.Felisa berontak, berusaha melepaskan diri dari kungkungan Julian demi bisa berlari memeluk dan menjelaskan segalanya pada sang putri.Tapi, Julian yang sudah dikuasai nafsu gila sama sekali tak peduli. Pria itu justru mencengkeram pinggang Felisa semakin kuat, menahannya tetap di posisi semula karena tak mau kesenangannya terputus begitu saja di ambang puncak.Melihat pemandangan menjijikan di depan matanya, mama yang selama ini Viola harap bisa menjadi tempat bersandar, justru tengah berbuat hina dengan pria yang selama ini dia hormati layaknya papa kandung sendiri.Air mata Viola menetes deras membasahi p

  • Istri Rahasia Om Raymond   325. Oh, Mama...

    “Julian! Kamu gila, ya? Keluar dari sini!” Felisa berusaha mendorong dada pria itu keluar dengan wajah pucat pasi. “Vio mau datang ke sini sebentar lagi! Dia bisa tahu semuanya kalau kamu ada di sini!”Tapi, bukannya mundur, Julian justru terkekeh renyah. Dengan santai ia mengunci pintu dari dalam, lalu melangkah maju menghimpit Felisa yang panik.“Alasan saja,” cibir Julian dingin sembari menangkup wajah Felisa yang ketakutan. “Vio tidak akan datang secepat itu, Fel. Kita masih punya banyak waktu... kita bisa main cepat sebelum anak manjamu itu sampai.”Felisa terpaku, gemetar hebat di antara rasa takut jika tiba-tiba putrinya datang dan betapa tidak berdayanya dirinya di hadapan Julian. Napasnya memburu, dada naik-turun cepat di bawah genggaman tangan pria itu yang masih menangkup pipinya.“Julian… tolong…” Suara Felisa terdengar parau, nyaris tercekik. “Kartu akses Vio masih aktif. Dia bisa masuk kapan saja. Bagaimana kalau dia melihat kita…”Julian tidak menjawab, hanya tersenyum

  • Istri Rahasia Om Raymond   324. Rela

    Sebenarnya, rencana Viola untuk melanjutkan studi ke luar negeri sudah sempat terdengar sejak lama. Ketika kenyataan itu di depan mata dan Viola benar-benar akan merealisasikannya, rasa kehilangan langsung menghantam dada Jovita. Apalagi, hubungan mereka sebagai keluarga belum sepenuhnya mencair dan membaik secara utuh.Jovita duduk di samping Raymond, mengusap pelan punggung suaminya untuk menenangkan. “Menurut Om... apa dia masih marah padaku?”Jovita teringat masa lalu. Dulu saat mengetahui Jovita akan magang di Vastu Chandra, Viola meminta bantuan agar sahabatnya itu mengawasi papanya saat dekat dengan Karina. Tapi ternyata, justru Jovita sendiri yang menikah dengan Raymond.Raymond mengusap wajahnya yang tampak lelah, lalu menatap Jovita lurus.“Vio bilang, dia ambil keputusan ini bukan karena marah padamu, dan dia menegaskan ini juga bukan karena Dylan. Vio cuma bilang... dia ingin belajar mandiri.”“Om percaya?”Raymond menghela napas panjang dan dalam, mencoba meredakan gejola

  • Istri Rahasia Om Raymond   323. Sedih Juga

    Viola duduk termenung di depan meja belajar kamarnya. Layar laptop yang menyala menampilkan deretan informasi detail mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dari kampus-kampus yang tertera di brosur tadi siang. Berbagai kertas informasi berjejer rapi di sekeliling laptopnya.Ketukan pelan di pintu kamarnya memecah keheningan."Masuk," sahut Viola tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Dia menduga itu Bi Lastri yang datang membawa minuman dan camilan.Pintu terbuka, ternyata sosok Raymond muncul dari balik pintu. Pria itu tersenyum hangat, namun mengernyitkan kening saat mendapati putrinya sedang berkutat di depan laptop dengan lembaran brosur yang berserakan di atas meja."Belum tidur?" tanya Raymond lembut sembari mendekat. "Sedang sibuk apa malam-malam begini?"Raymond mengambil salah satu lembar kertas tebal yang berserakan di atas meja. Matanya membelalak kaget saat membaca deretan nama universitas ternama dan peta kampus di benua Eropa serta Australia."Vio... ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   322. Tekad Viola

    SUV yang dikendarai Raymond perlahan memasuki pelataran luas kediaman keluarga Hadiningrat.Dari balik jendela kaca ruang depan, Damian dan Dylan berdiri berdampingan. Kedua pria berbeda generasi itu saling lempar pandang dengan makna tersendiri saat mengenali kendaraan yang baru saja berhenti di depan halaman utama.Kelegaan seketika terpancar dari raut wajah Damian dan Dylan saat pintu mobil terbuka dan hanya menampilkan sosok Raymond yang dengan sigap membukakan pintu untuk Jovita. Tidak ada Viola bersama mereka.“Sadar diri juga, anak manja itu,” ucap Dylan penuh kelegaan lalu meninggalkan Damian menuju ke tempat adiknya berada.Bagi Dylan, ketiadaan Viola adalah sebuah kebebasan. Pria muda itu sangat enggan jika harus bersandiwara memasang topeng keramahan di hadapan Viola.Sementara bagi Damian, situasi ini jauh lebih krusial. Damian yang dalam perjalanan hidupnya sudah mengalami dua kali pernikahan akibat perjodohan, paham betul bagaimana dinamika perasaan pria bekerja.Damian

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status