Beranda / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 27. Hati yang Mendua

Share

27. Hati yang Mendua

Penulis: Henny Djayadi
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 23:04:02

Raymond merapikan kemejanya dengan gerakan tak sabaran, lalu setengah berlari menuju mobil SUV hitamnya yang terparkir tak jauh dari apotek.

Setelah kembali mengulang pergumulan panas dengan Jovita, kesadaran dan ketakutan akan konsekuensi nyata kembali menghantam kepala Raymond.

Raymond membuka pintu kemudi dengan cepat. Di dalam kabin, tampak Jovita sudah duduk manis menunggu kedatangannya.

Strip obat yang baru dibeli dari apotek segera dia serahkan pada Jovita bersama sebotol air mineral yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Randa Ku Depresi
terlalu egois s viola terlalu d manja coba tes DNA RAYMON siapa tau dia bukan ank kamu
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
bingung sendiri kan???
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Om Raymond   166. Panggilan Darurat

    Di sebuah ruangan privat, Karina mendengarkan dengan raut wajah keruh saat detektif swasta kepercayaan keluarga Adhiwangsa menyampaikan laporan awalnya.“Hasil penyisiran awal untuk transaksi keuangan dan aliran dana mencurigakan atas nama Pak Raymond hampir tidak ditemukan sama sekali, Bu.” Lembaran dokumen diletakkan di atas meja. “Semua arus kas Vastu Chandra maupun rekening pribadinya sangat bersih dan berada di jalur yang wajar.”Felisa yang duduk di samping Karina memutar cangkir tehnya, lalu menyahut dengan senyum pahit.“Raymond punya Jimmy. Pria itu selalu bisa diandalkan kalau soal mengamankan aset. Cara kerjanya sangat rapi.”Ingatan Felisa terlempar pada masa-masa proses perceraiannya dulu. Seharusnya ia bisa menuntut harta gono-gini dalam jumlah yang jauh lebih fantastis. Tapi, karena kelihaian Jimmy dalam memilah dan menyembunyikan portofolio kekayaan Raymond, Felisa pada akhirnya hanya mendapatkan sebuah rumah dan mobil yang bila dihitung-hitung bahkan tidak mencapai li

  • Istri Rahasia Om Raymond   165. Cinta yang Terlambat

    “Ini portofolio arsitektur terbaik tahun ini yang sudah kita kerjakan,” ujar Damian sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Dylan. “Beberapa di antaranya ada sentuhan dari Vastu Chandra.”Dylan menerima flashdisk itu, memutarnya di sela jari seraya bergumam dengan nada sinis yang tak bisa disembunyikan.“Bosnya awet muda banget ya, Pi. Jampi-jampinya kayaknya kuat banget.”“Jampi-jampi apa?” tanya Damian sambil terkekeh.Sebagai seorang ayah yang kenyang pengalaman hidup, Damian langsung menangkap getaran cemburu yang tersembunyi di balik suara putranya.Damian menyahut santai, “Memang masih muda. Waktu Papi sudah terima banyak proyek besar di mana-mana, dia baru terbang ke Australia buat kuliah.”Dylan menaikkan sebelah alisnya, tampak kebingungan dengan garis waktu yang baru saja dibeberkan papinya. Namun sebelum Dylan sempat bertanya lebih jauh, Damian menepuk bahu putranya pelan.“Sudahlah,” potong Damian cepat. “Kalau kamu mau punya keahlian desain yang setara atau bahkan mela

  • Istri Rahasia Om Raymond   164. Memastikan Aman

    Di atas sofa empuk di sudut ruangan, Jovita berbaring bersandar pasrah di dada bidang Raymond. Napasnya masih tersengal tipis, tubuhnya terasa lemas dan lelah usai gejolak percintaan panas yang baru saja mereka lewatkan di tengah keheningan kantor.Raymond melingkarkan lengan kokohnya, merengkuh tubuh Jovita rapat-rapat dalam kehangatan. Jemarinya mengusap lembut pundak istrinya yang penampilannya sudah terlihat rapi kembali.“Maaf... mungkin sampai kamu benar-benar lulus kuliah nanti, aku belum bisa mengumumkan pernikahan kita di depan publik,” bisik Raymond pelan, suaranya sarat akan rasa bersalah.Jovita mendongak, menatap garis rahang suaminya. Wajah tenang dan penuh wibawa itu membuatnya sering merasa rendah diri.“Nggak apa-apa, Om. Setelah lulus nanti, aku akan berusaha keras dapat pekerjaan yang bagus... biar aku benar-benar pantas berdiri di samping Om Ray.”Raymond tersenyum tipis, matanya berbinar haru mendengar ucapan polos itu. Ia mempererat pelukannya.“Ini bukan soal ka

  • Istri Rahasia Om Raymond   163. Masih Kuat Berdiri?

    “Kamu benar,” ujar Raymond seraya mengetukkan jarinya di atas draf. “Area atrium ini kalau tidak diberi celah cross ventilation yang memadai, konsep green building-nya bakal gugur di pengujian efisiensi energi.”“Kalau posisi jalusi anginnya digeser lima belas derajat ke arah utara, aliran udaranya bisa maksimal tanpa perlu menambah beban daya fan eksterior.”Raymond mengambil pena, mencatat poin-poin masukan dari istrinya di lembar catatan khusus.“Masukan yang sangat jeli,” puji Raymond. “Besok pagi aku bakal mendiskusikan lagi dengan Divisi Design & Engineering.”Raymond menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghembuskan napas lega yang panjang. Beban pekerjaan berat yang menumpuk di kepalanya seharian ini seolah terangkat seketika. Ia melirik jam tangan, lalu menatap Jovita lembut.“Kamu sudah makan malam, Jo?”Jovita menggeleng pelan dengan senyum tipis. “Belum. Katanya tadi mau makan bareng di sini...”“Mau pesan makan apa malam ini?” tanya Raymond seraya mengambil ponsel

  • Istri Rahasia Om Raymond   162. Curiga yang Terpatahkan

    Raut masam di wajah Viola seketika sirna saat melihat mobil mamanya perlahan memasuki pekarangan rumah. Selain karena butuh teman untuk mengusir rasa kesepian, ada hal penting dan mendesak yang harus segera ia bicarakan dengan Felisa.“Mama!” panggil Viola, menyambut kedatangan ibunya dengan pelukan hangat di ruang tamu.Felisa tersenyum penuh kasih sayang, mengelus rambut putrinya. “Kangen ya sama Mama?”Mereka berdua lalu melangkah menuju ruang tengah yang luas. Tak lama kemudian, Bi Lastri datang membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk dingin. Setelah meletakkannya di atas meja, Bi Lastri bermaksud kembali ke dapur, namun langkahnya terhenti secara samar saat mendengar pembicaraan intens di antara ibu dan anak itu.“Ma... sepertinya Papa benar-benar punya simpanan,” bisik Viola dengan raut wajah tegang.Felisa meminum jusnya sedikit, lalu menatap Viola tajam.“Tadi Mama baru saja bertemu Karina. Papamu mengaku pada Karina kalau dia baru saja dijebak menggunakan obat perangsang sa

  • Istri Rahasia Om Raymond   161. Pemufakatan Jahat

    “Mungkin bagimu permainannya sudah selesai. Tapi bagiku, ini baru saja dimulai.”Karina menegakkan punggung, menatap Felisa tanpa keraguan sedikit pun.“Aku tidak akan pernah mundur. Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk Raymond, dan aku akan tetap memperjuangkan cintaku pada Raymond.”Felisa tertegun sejenak. Sorot mata Karina yang dipenuhi obsesi mendadak menyulut kembali asa yang sempat padam di dalam dadanya.Rasa sakit hati dan tak terima yang terpendam lama dalam diri Felisa karena dicampakkan Raymond kembali membara hebat. Jika ia tidak bisa memiliki Raymond kembali, maka perempuan mana pun juga tidak boleh memilikinya.Sebuah senyum miring perlahan terukir di bibir Felisa.“Menarik. Ternyata seorang putri Adhiwangsa punya nyali senekat ini.”“Jangan salah paham,” ujar Karina seraya melipat kedua tangannya di dada. “Aku masih membencimu atas apa yang kamu lakukan pada Raymond di masa lalu.”Seandainya waktu itu Raymond tidak masuk jebakan Felisa, Karina yakin kedekatan pujaan

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status