Share

28. Kabar Buruk

last update publish date: 2026-06-19 13:14:09

Raymond melangkah setengah berlari menyusuri koridor rumah sakit. Wajahnya pucat pasi, dipenuhi guratan kecemasan yang teramat sangat.

Pikirannya benar-benar kacau, digerogoti rasa bersalah yang sejak pagi tadi menghimpit dadanya.

Langkah kakinya membawa pria itu menuju ruang perawatan VIP yang sebelumnya sudah diinfokan oleh papanya, Roberto Chandra.

Begitu Raymond membuka pintu ruang perawatan Viola, suasana tegang dan dingin langsung menyergapnya. Namun, belum sempat Raymond melangkah mendek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
nah..... gimana Raymond? ??masih bersikeras menikahi Karina?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   46. Muslihat Raymond

    Raymond memperbaiki posisi berdirinya, lalu menatap Jovita dengan tatapan dingin yang dipaksakan.Di hadapan Jimmy yang masih menahan tawa, Raymond sengaja memasang topeng profesionalnya sebagai seorang atasan yang kaku.“Jovita,” panggil Raymond dengan nama asli dan terdengar formal. Suaranya sengaja dibuat sinis dan penuh penekanan.“Ingat, kamu berada di biro arsitek ini atas rekomendasi dan permintaan langsung dari Viola. Belajarlah dengan benar dan tunjukkan progres yang jelas. Jangan sampai performa kerjamu di sini membuat Viola kecewa.”Raymond sengaja mencatut nama anaknya, di depan para karyawan. Bukan tanpa sebab, ini adalah bagian dari muslihat taktis agar ia memiliki alasan logis untuk tetap memantau dan berada di dekat Jovita dalam lingkungan kerja tanpa memicu desas-desus.Sementara itu Jovita hanya bisa menunduk dalam-dalam sambil mengangguk samar.“Baik, Pak Raymond. Saya mengerti,” ucap gadis itu lirih.Ada rasa takut, bersalah, dan malu yang bercampur aduk di dalam d

  • Istri Rahasia Om Raymond   45. Cemburu Buta

    “Besok jangan telat lagi ya, Jo,” ujar Aris, nada suaranya tegas mengingatkan.Di kubikel kerja, Aris melipat gulungan cetak biru di atas meja lalu menatap Jovita dengan raut wajah serius, terlihat professional dan mengayomi sebagai mentor.“Tidak ada gunanya kamu bela-belain lembur sampai malam kalau paginya diawali dengan tidak disiplin. Di Vastu Chandra, manajemen waktu itu nomor satu.”Jovita menunduk dalam, meremas jemarinya yang mendadak dingin.“Iya, Mas. Maaf, saya akan berusaha nggak ulangi lagi.”Dalam hati, Jovita merutuk habis-habisan. Ia menyalahkan Raymond yang telah mengurungnya di kamar hotel hingga tak bisa memanfaatkan waktu pagi ini.Tapi, saat ingatan tentang bagaimana pria matang itu menyentuhnya dan bagaimana ia meringkuk di dada bidang Raymond melintas di benaknya, Jovita tidak bisa berbohong. Sepasang pipinya seketika merona merah, memancarkan semburat hangat yang untungnya tertutup oleh helai rambutnya yang menjuntai.Aris yang tidak menyadari pergolakan batin

  • Istri Rahasia Om Raymond   44. Seberapa Besar Nyalimu?

    Sebuah pulpen montblanc melayang di udara, tepat sasaran menuju dada Jimmy sebelum akhirnya ditangkap dengan tangkas oleh pria itu sambil tertawa renyah.“Keluar dari ruanganku, Jim. Kembali kerja,” usir Raymond tajam.Kilat salah tingkah di mata Raymond tidak bisa disembunyikan dari pengamatan sang sahabat. Semburat tipis di tulang pipinya menegaskan bahwa todongan Jimmy baru saja menghantam telak egonya.Jimmy meletakkan pulpen itu kembali ke atas meja kerja Raymond dengan bunyi ketukan pelan. Seringai usil di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi serius yang melenyapkan seluruh atmosfer bercanda di antara mereka.Jimmy mendesah berat, lalu menopang kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke arah Raymond.“Lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Jimmy, nadanya kini berubah menjadi suara seorang penasihat bisnis yang dingin dan rasional. “Kau tahu betul siapa Haryo Adhiwangsa.”Raymond tidak menyahut. Ia hanya menegakkan punggung, bersedekep dada, dan siap men

  • Istri Rahasia Om Raymond   43. Umpan Cantik

    “Bagaimana bisa, Ray?” Jimmy setengah berteriak, matanya masih terpaku pada selembar surat bukti nikah siri di tangannya dengan tatapan tidak percaya. “Kamu gila? Kapan kamu melakukan semua ini?”Raymond tidak langsung menjawab. Ia hanya mengetukkan jarinya ke atas meja kerja dengan tenang, lalu memberikan perintah singkat, “Lihat tanggal yang tertera di sana.”Jimmy dengan cepat menggeser pandangannya ke baris tanggal dokumen tersebut. Mulutnya sedikit terbuka saat menyadari sebuah memori yang familiar. “Ini... hari ulang tahun Viola?” gumam Jimmy lirih.Raymond mengangguk lambat, pandangannya menerawang jauh. “Waktu itu Viola memintaku untuk mengantar Jojo pulang karena sudah kemalaman. Tapi di sana, aku justru melihat dia disiksa habis-habisan sama ayah kandungnya sendiri.”Napas Raymond memberat saat mengingat kejadian malam itu. “Pria itu terus-menerus meminta uang. Karena Jojo menolak memberikan, dia mulai kalap. Pria tua itu berteriak-teriak histeris di lingkungan sekitar,

  • Istri Rahasia Om Raymond   42. Jujur pada Sahabat

    Melewati barisan kubikel karyawan magang, langkah kaki Raymond mendadak melambat. Sepasang matanya menangkap pemandangan yang seketika menyulut api cemburu di dadanya.Di sana, Jovita sedang duduk berdekatan dengan Aris, salah satu arsitek muda berbakat di Vastu Chandra. Yang saat ini mendapat tugas untuk membimbing anak-anak magang.Keduanya tampak begitu serius mendiskusikan sebuah cetak biru di atas meja kerja, sesekali Aris tersenyum ramah yang dibalas dengan anggukan dan tawa tipis oleh Jovita.“Nah, garis potongan yang ini sudah bagus, Jo. Kamu punya insting yang kuat untuk detail fungsional,” puji Aris sambil tersenyum ramah, wajahnya berjarak cukup dekat dengan Jovita karena sama-sama memandangi kertas kalkir.“Tapi ingat, ke depannya harus lebih fokus lagi ya, biar kamu nggak sering-sering mengulang revisi dari awal. Sayang energinya.”Jovita tertawa tipis, sebuah tawa lepas yang sama sekali tidak ia tunjukkan saat menatap Raymond siang ini.“Sip, Mas. Jangan bosan-bosan ya m

  • Istri Rahasia Om Raymond   41. Di Antara Dua Hati

    Jimmy melangkah masuk setelah mengantar para investor. Tapi, langkah kaki Jimmy melambat begitu ia merasakan atmosfer canggung yang mendadak mencekik ruangan tersebut.Sebagai orang yang tadi pagi mendengar ‘desahan gila’ Raymond di telepon dan tahu persis rahasia apa yang sedang disembunyikan sahabatnya.Jimmy langsung bisa membaca situasi dari ekspresi tegang Raymond. Dipandanginya sang sahabat dengan tatapan prihatin sekaligus ngeri, seolah tahu betul ada beban baru yang luar biasa berat yang baru saja dijatuhkan ke atas pundak sang arsitek.Raymond berdeham pelan, mencoba menguasai kembali gejolak emosinya sebelum menatap lurus ke mata Haryo.“Sebenarnya itu usul yang sangat bagus, Om.” Raymond terdiam, menjeda kalimatnya. “Tapi... bisakah kita membicarakan dan menjadwalkan ulang hal ini setelah kondisi Vio benar-benar pulih?”Senyum di wajah cantik Karina seketika luntur. Gurat kekecewaan yang mendalam kembali tercetak jelas di sana, ia menyadari bahwa ini artinya dia harus menga

  • Istri Rahasia Om Raymond   27. Hati yang Mendua

    Raymond merapikan kemejanya dengan gerakan tak sabaran, lalu setengah berlari menuju mobil SUV hitamnya yang terparkir tak jauh dari apotek.Setelah kembali mengulang pergumulan panas dengan Jovita, kesadaran dan ketakutan akan konsekuensi nyata kembali menghantam kepala Raymond.Raymond membuka pi

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   25. Pembenaran di Atas Ranjang

    Dengan gerakan yang terburu-buru Raymond melepas tanktop Jovita. Bibirnya turun, menciumi leher, tulang selangka, lalu ke gundukan di dada yang kencang. Ia menghisap puncaknya dengan rakus hingga membuat Jovita menggeliat dan mendesah pelan.Tangan Raymond terus turun, menyusup ke balik hot pants h

  • Istri Rahasia Om Raymond   24. Malam Kedua

    Raymond melangkah masuk dengan gerakan lambat, setelah mengunci pintu dari dalam. Setiap gerakannya teraasa mengintimidasi. Ia melepaskan jasnya, menyisakan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya sudah terbuka, memamerkan urat-urat lehernya yang menegang.Tatap Matanya langsung tertuju pada Jovit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status