ホーム / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 25. Pembenaran di Atas Ranjang

共有

25. Pembenaran di Atas Ranjang

last update 公開日: 2026-06-18 11:53:49

Dengan gerakan yang terburu-buru Raymond melepas tanktop Jovita. Bibirnya turun, menciumi leher, tulang selangka, lalu ke gundukan di dada yang kencang. Ia menghisap puncaknya dengan rakus hingga membuat Jovita menggeliat dan mendesah pelan.

Tangan Raymond terus turun, menyusup ke balik hot pants hingga menemukan celah intim Jovita yang sudah basah.

“Ahh… Om…” Jovita menggigit bibirnya, pinggulnya terangkat tanpa sadar kala jemari Raymond mulai menjelajahinya.

Raymond melepaskan celananya denga
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kedepannya mau apa..?
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Istri Rahasia Om Raymond   40. Proyek Baru Vs Candu Baru

    Raymond mengangguk hormat ke arah Haryo Adhiwangsa dan para investor, lalu mengambil posisinya di ujung meja utama tanpa menunjukkan riak kepanikan sedikit pun.Melihat ketenangan yang ditunjukkan Raymond setelah membuat jantungnya hampir copot, Jimmy hanya bisa mendengus kesal dalam diam, memutar bola matanya jengah melihat tingkah sahabatnya yang berlagak suci itu.Rapat akhirnya resmi dibuka. Suasana di dalam ruangan mendadak hening dan penuh fokus begitu Raymond berdiri di depan layar proyektor utama, siap mempresentasikan mahakarya terbaru dari biro arsitek Vastu Chandra.Arcade Square, mega-proyek mall terbesar yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru pusat perbelanjaan modern.Di atas layar, Raymond menampilkan maket digital tiga dimensi yang memukau. Desain Arcade Square memadukan lekukan fasad kaca antipanas yang megah dengan integrasi hutan vertikal di sepanjang dinding luar mall.Begitu Raymond mengambil posisinya di depan layar proyektor utama, suasan seketika berubah m

  • Istri Rahasia Om Raymond   39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

    “Sempak! Dasar duda mesum!”Di lorong sunyi lantai eksekutif gedung Vastu Chandra, caci maki meluncur deras dari mulut Jimmy yang masih menempelkan ponselnya erat-rekat di pipi. Orang kepercayaan Raymond itu berjalan cepat, menjauh dari pintu ruang rapat utama agar suaranya tidak menggema ke dalam."Sialan kamu, Ray! Bisa-bisanya kamu menghilang di jam krusial begini!" desis Jimmy dengan napas memburu karena menahan geram. Tatap mata Jimmt tertuju pada jam dinding, lalu melanjutkan dengan nada mendesak yang tidak menerima bantahan."Dengar, kamu harus segera datang ke sini sebelum rapat dimulai!” Wajah Jimmy masih terlihat tegang memikirkan proyek besar yang akan sangat menentukan masa depan perusahaan mereka.“Investor dari konsorsium Singapura sudah sampai di lobi. Mereka cuma punya waktu dua jam sebelum harus mengejar penerbangan siang ke Jakarta. Kalau kamu tidak ada di sini untuk mempresentasikan langsung revisi draf makro bangunan komersial itu, proyek bernilai ratusan miliar

  • Istri Rahasia Om Raymond   38. Suara yang Lolos

    Napas Jovita dan Raymond berangsur normal, menyisakan keheningan yang intim di dalam kamar hotel yang sejuk.Jovita meringkuk lelah, merebahkan kepalanya dengan menjadikan dada bidang Raymond sebagai bantal. Detak jantung pria itu yang berdegup konstan di bawah telinganya memberikan sensasi nyaman yang aneh.Raymond mengulas senyum tipis, melingkarkan lengan kekarnya untuk memeluk tubuh polos Jovita, lalu mendaratkan kecupan-kecupan lembut di puncak kepala gadis itu.Tidak bisa dipungkiri, di balik rasa takut dan bersalah yang terus membayangi, Jovita menikmati setiap sentuhan intens yang diberikan Raymond.Tapi, di saat yang sama, akal sehatnya berontak. Logikanya berbisik kejam, mengingatkan bahwa dia mungkin hanya dijadikan pelampiasan semata.Sebuah pelarian instan bagi Raymond yang sudah lima tahun menduda, dan hubungannya dengan Karina yang sulit mendapat restu dari ViolaMeski sempat ragu, Jovita bergerak gelisah lalu memberanikan diri bersuara.“Om... apa kita akan terus seper

  • Istri Rahasia Om Raymond   37. Di Balik Pintu Hotel

    Begitu pintu kamar hotel tertutup, Raymond tidak memberikan kesempatan bagi Jovita bahkan untuk sekadar meletakkan tas ranselnya. Pria itu langsung membalikkan tubuh Jovita, menyudutkannya ke daun pintu yang kokoh, dan mengunci pergerakan gadis itu dengan kedua lengan kekarnya.Tas ransel di bahu Jovita merosot begitu saja ke atas lantai karpet, menimbulkan suara debum halus yang langsung tenggelam oleh suara napas mereka yang memburu.“Om Ray….”Kalimat Jovita langsung dibungkam oleh lumatan sepihak yang teramat menuntut dari Raymond.Berbeda dengan ciuman lembut yang penuh kehati-hatian di rumah sakit semalam, kali ini Raymond menciumnya dengan intensitas yang menggebu-gebu, seolah ada kemarahan dan ego maskulin yang teramat besar yang perlu diredam.Jovita mengerang pelan di dalam sela ciuman mereka, tangannya yang gemetar meremas kemeja Raymond, berusaha mencari pegangan ketika lututnya mendadak terasa lemas.Aroma maskulin Raymond yang bercampur dengan kehangatan kamar hotel yang

  • Istri Rahasia Om Raymond   36. Pack Isi 10

    “Dylan, makasih ya udah mau datang,” ucap Viola lembut, nadanya sengaja dilembutkan, mengemis perhatian. “Aku beneran nggak nyangka kamu bakal langsung ke sini.”Viola memajukan tubuhnya sedikit, mencoba bersandar pada bantal yang ditumpuk, berharap pemuda itu akan duduk di tepi ranjangnya dan menggenggam tangannya dengan mesra.Dylan yang berdiri satu meter di samping brankar hanya tersenyum tipis, senyum formal yang terasa berjarak. Bukannya mendekat atau menanyakan bagaimana kondisi tubuh Viola pasca insiden mengerikan itu, Dylan justru melirik jam tangan digital di pergelangan kirinya.“Ternyata kondisimu tidak semenakutkan seperti yang dikabarkan.” Suara Dylan datar, tanpa kepedulianPemuda itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan yang kosong, seolah mencari sesuatu yang sudah tidak ada di sana.“Oh ya, tadi Om Ray bilang... bibimu mau datang, kan? Kira-kira jam berapa sampai?”Pertanyaan itu seketika membuat senyum di bibir Viola membeku. Ia menelan ludah, berusaha m

  • Istri Rahasia Om Raymond   35. Seperti Keluarga Utuh

    Senyum menghiasi bibir Raymond pagi ini, kala merasakan kehangatan yang amat asing tapi sangat dia rindukan. Perasaan seperti memiliki sebuah keluar yang utuh.Raymond duduk di tepi brankar, memegang mangkuk berisi bubur hangat, dengan telaten menyuapi Viola yang sudah semakin membaik.Sementara di sudut berbeda, Jovita seperti sedang menjalankan tugas sebagai istri dan ibu yang baik. Dia tampak sibuk dan bergerak lincah melipat selimut sofa, merapikan bantal, dan menata botol-botol air mineral di atas meja.“Papa datang jam berapa?” tanya Viola di sela kunyahannya, menatap sang ayah dengan mata yang sudah jauh lebih segar."Kurang lebih jam dua belas malam, setelah urusan pekerjaan Papa dengan Om Jimmy selesai," jawab Raymond tenang sembari meniup sendok bubur berikutnya.Viola mendengus kecil, menatap sang papa dengan selidik. "Bukan setelah urusan dengan Tante Karin selesai?"Raymond mengembuskan napas kasar, lalu meletakkan sendoknya sejenak. "Papa hanya mengantarnya pulang sampai

  • Istri Rahasia Om Raymond   23. Kunjungan Tengah Malam

    “Bagaimana kalau kita coba berpikir sedikit lebih dewasa... dan mengesampingkan ego masing-masing?”Jovita memindahkan ponselnya ke telinga kiri, lalu meringkuk di atas tempat tidur dengan lutut ditekuk.Di seberang saluran telepon, suara Viola terdengar sangat nyaring, memecah keheningan malam kam

  • Istri Rahasia Om Raymond   22. Gairah Liar

    “Papa sudah melamar Tante Karina malam ini, resmi di depan keluarganya,” ucap Raymond, suaranya berat, dingin, dan tidak menerima bantahan. “Dalam waktu dekat, kami akan segera menentukan tanggal pernikahan.”Bagai disengat listrik, Viola langsung berdiri dari sofa. Wajahnya merah padam, matanya be

  • Istri Rahasia Om Raymond   21. Bisnis dan Cinta yang Sejalan

    Suasana restoran privat di hotel bintang lima malam itu terasa begitu intim sekaligus intimidatif.Cahaya lampu kristal yang temaram memantul di atas meja marmer panjang yang dipenuhi hidangan kelas atas. Raymond duduk berhadapan dengan Haryo Adhiwangsa dan istrinya, Daniar.“Draf konsep alternatif

  • Istri Rahasia Om Raymond   20. Cemburu

    Di ruang kerja khusus anak magang, Jovita duduk di depan sebuah meja draf digital besar. Di sampingnya berdiri sosok arsitek muda bernama Aris.Pria berusia dua puluh enam tahun itu adalah mentor yang ditunjuk langsung untuk membimbing Jovita selama tiga bulan ke depan.Sebagai alumni magang di bir

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status