Share

284. Tetap Gacor

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-10-08 22:42:38

Julian melangkah mendekat ke meja kerja ayahnya, menatap Roberto dengan kilat mata menuntut.

“Aku ini anak Papa satu-satunya! Setelah Papa membuang Raymond dari keluarga ini!”

Roberto bungkam. Rasa perih seketika menghantam ulu hatinya kala mendengar nama Raymond disebut. Ada rasa bersalah yang teramat dalam yang harus ia tahan setengah mati agar tidak membocorkan rencana besarnya untuk menarik putra sulungnya itu kembali.

“Kalau begitu, sekarang aku kasih kamu kesempatan untuk membuktikan kema
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
hati hati pak tua...apapun yg terjadi sebaiknya hubungi Ray..khawatir kesehatanmu dijadikan langkah si Julian untuk bertindak jahat
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
gombal terosss gombal om... wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
vyjoo
aaaaa lagi dong mode bucin pasangan gemesku ini :( kangen mereka daily life berdua :3
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   285. Tak akan Pernah Terwujud

    Suasana pagi di dapur apartemen Raymond dan Jovita terasa hangat dan penuh canda. Pasangan suami istri itu bekerja sama menyiapkan sarapan sederhana, nasi goreng telur mata sapi.Pekerjaan yang harusnya selesai dalam hitungan menit justru membengkak jadi lama karena Raymond tak henti-hentinya mengganggu Jovita, mulai dari mencuri kecupan di pipi hingga memeluk pinggang istrinya dari belakang saat sedang memotong sayuran.“Om, fokus! Ini potongannya jadi miring-miring tahu,” omel Jovita terkekeh sembari menyenggol perut Raymond dengan sikunya.Sembari mengaduk nasi di penggorengan, Jovita tiba-tiba teringat sesuatu. “Eh, Om... kalau bayi kembar kita nanti cewek dua-duanya, gimana kalau dikasih nama Mezza dan Ninna?”Mendengar nama itu, pikiran Raymond langsung melayang pada draf alternatif desain mezzanine yang baru saja dibuat Jovita untuk proyek rumah sederhana di lahan sempit.Raymond menyahut polos, “Lah, kalau dipanggil barengan... kadi Mezanin dong?”Dahi Raymond seketika mengeru

  • Istri Rahasia Om Raymond   284. Tetap Gacor

    Julian melangkah mendekat ke meja kerja ayahnya, menatap Roberto dengan kilat mata menuntut.“Aku ini anak Papa satu-satunya! Setelah Papa membuang Raymond dari keluarga ini!”Roberto bungkam. Rasa perih seketika menghantam ulu hatinya kala mendengar nama Raymond disebut. Ada rasa bersalah yang teramat dalam yang harus ia tahan setengah mati agar tidak membocorkan rencana besarnya untuk menarik putra sulungnya itu kembali.“Kalau begitu, sekarang aku kasih kamu kesempatan untuk membuktikan kemampuanmu,” ucap Roberto akhirnya, berusaha menguasai emosinya.Seketika senyum Julian mengembang lebar. “Beri aku modal, Pa.”‘Akhirnya.’ batinnya berdesir lega. Bayangan aliran dana segar dalam jumlah fantastis langsung menari-nari di benaknya. Ia berharap sang ayah akan segera mentransfer yang sangat ia butuhkan untuk menutup tumpukan utang beserta bunganya yang kian menjerat lehernya.Untuk urusan proyek? Hah, persetan dengan bisnis. Itu urusan gampang, bisa diakal-akali belakangan.Roberto ha

  • Istri Rahasia Om Raymond   283. Anak Sah

    Jovita langsung menegakkan tubuh, mata melebar panik. Ia buru-buru menarik blusnya kembali ke posisi semula dan merapikan roknya, sementara Raymond dengan cepat mengancingkan kembali kemejanya.“Ray, kamu nggak apa-apa?” Suara Jimmy terdengar dari balik pintu.Jovita menatap suaminya dengan wajah memerah, napasnya masih belum stabil. Raymond hanya menghela napas panjang, rahangnya mengeras menahan frustrasi.“Sebentar,” jawab Raymond dengan suara yang dipaksakan tenang.Ia menatap Jovita yang masih duduk di meja, rambut sedikit berantakan dan bibirnya bengkak karena ciuman. Senyum miring muncul di wajahnya, meski matanya masih penuh nafsu yang tertahan.“Nanti malam di rumah,” bisiknya pelan, ibu jarinya mengusap bibir bawah Jovita. “Om belum selesai sama kamu.”Raymond segera menarik napas panjang, berusaha menetralkan napasnya yang masih terengah. Ia menatap Jovita yang panik di atas meja lalu berbisik pelan di depan wajah istrinya.“Kamu masuk ke toilet dulu, rapihin dandanannya,”

  • Istri Rahasia Om Raymond   282. Siapa yang Ketuk Pintu?

    “Om, ini di kantor! Jangan aneh-aneh, deh.”Jovita mendelik, menatap suaminya dengan raut cemas sembari melirik ke arah pintu. Ada ketakutan jika tiba-tiba ada karyawan yang masuk untuk minta tanda tangan. Sudah pasti hal itu akan menghancurkan reputasikunya. Jantungnya berdegup makin kencang, antara panik dan rasa berdesir aneh yang mendadak menyeruak.Raymond hanya mendengkus sinis. Jemari tegasnya mengelus pinggang Jovita yang masih berdiri ragu di samping kursi kerjanya.“Tadi dekat-dekat sama Aris nggak masalah, sekarang dekat sama suami sendiri malah bingung? Panggilnya mesra banget lagi... Mas Aris,” sindir Raymond. Nadanya tenang, tapi guratan di dahinya jelas menunjukkan kekesalan yang ditahan.Jovita mendengus kecil, menghadapi suaminya yang posesif. Interaksinya dengan Aris hanya membahas laporan proyek, tapi bisa secemburu ini.Tapi, meski jengkel, ada rasa hangat yang aneh menyusup di dada Jovita. Ia memutar bola mata, melangkah mendekat dan akhirnya menurut. Dengan gerak

  • Istri Rahasia Om Raymond   281. Seolah Profesional

    Di kubikelnya, Jovita bergelut dengan lembar-lembar sketsa digital di layar monitornya. Setelah mendiskusikan beberapa opsi awal, ia memanggil Aris untuk meninjau opsi terbaik yang berhasil diselesaikannya.“Mas Aris, ini draf alternatif untuk proyek Perumahan Griya Asri.” Penuh antusias Jovita memutar sedikit posisi layarnya agar Aris bisa melihat lebih jelas.“Coba aku lihat.”Aris mendekat, tapi alih-alih membungkuk rapat di samping meja Jovita seperti yang biasa ia lakukan dulu, Aris memilih berdiri menjaga jarak aman yang dan profesional setelah mengetahui status asli Jovita sebagai putri keluarga Hadiningrat sekaligus istri sang pemilik perusahaan.Jovita menunjuk salah satu bagian potongan bangunan pada gambar tekniknya.“Kalau kita pakai konsep mezzanine dengan memanfaatkan tinggi atap, rumah ini bakalan kerasa jauh lebih lega tanpa perlu bongkar struktur bawah secara masif. Biaya konstruksi renovasinya juga bisa ditekan lumayan besar karena nggak perlu nge-cor dak beton penuh

  • Istri Rahasia Om Raymond   280. Asal Bukan yang Sudah Beristri

    Karina mendongak, menatap Kaisar dengan penuh antusias di matanya seolah baru saja menemukan secercah harapan dan dukungan besar.“Gimana caranya, Kak?”Kaisar menatap adiknya lurus-lurus, suaranya terdengar begitu mantap. “Jangan pernah mengemis cinta lagi sama dia. Bangkit, dan tunjukkan kalau kamu bisa jauh lebih sukses dan bahagia daripada saat kamu masih bersama Raymond!”Seperti disiram air es, binar di mata Karina mendadak padam mendengar penuturan sang kakak. Ia membuang muka, mengulas senyum getir sembari menyeka sisa air mata di pipinya.“Klise...” gumamnya sinis.“Terus kamu mau gimana?!” bentak Kaisar dengan nada tinggi, kehilangan kesabaran melihat sikap keras kepala adiknya. “Mau terus-terusan meratapi nasib? Menghancurkan hidupmu sendiri dan ngerusak nama baik keluarga ini?!”Pria itu mengusap wajahnya kasar, raut jengkel menumpuk di dahinya.“Kamu tahu nggak? Video keributan di kafe waktu itu sempat menyebar di media sosial! Aku dan Papa harus mati-matian bayar orang b

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status