LOGINKarina keluar dari mobil bersama elvaira, elvaira yang masih dengan seragam sekolah nya tersenyum lebar karena akhirnya ia bisa melihat ayahnya lagi. "Eh mbak" Tanya Aldan "El mau ke ayah ya? " Tanya Aldan ke Elvaira. "Iya om"Hampir saja air mata Karina keluar melihat berapa antusiasnya elvaira untuk bertemu ayahnya. "Maafkan Bunda nak, bunda juga gak mau seperti ini" Ucapnya sembari menghapus air mata yang sudah menetes. "Yaudah ayo masuk" Ajak Aldan. "Mbak hayu, gak ikut? " Tanya Aldan. Karina menggeleng "mbak gak sanggup, apalagi mas kamu pasti nangis mbak gak bisa" Jawab Karina. Aldan mengangguk setuju. "Ek, nanti liat ayah gak boleh nangis ya"Elvaira menatap Aldan"kenapa emangnya om? ""Ya gak boleh nangis, nanti ayah ikut nangis""Ayah cengeng ya sekarang om"" itu namanya pelajaran hiduphid, Ayah tidak kehilangan kamu dan bunda selamanya tapi ayah diminta untuk temui kamu sama bunda untuk sementara ""Untuk seorang pria yang sudah menikah itu berat sekali, jadi terus
Kini mereka berada di ruang keluarga, suasana semakin tegang apalagi dari tadi tatapan Elvaira tertuju pada Alya. "Ada apa ini do" Tanya papah Wijaya kepada Aldo. Aldo tidak menjawabKarina mengambil map yang ia bas sedari tadi, ia berikan kepada papah mertuanya. PlakkkkTamparan sedikit keras diberikan oleh pria paruh baya itu pada anaknya Alfan. "Masih sama seperti sebelumnya? Masih belum bisa berubah? " Tanyanya. "Pah, ini tidak seperti ya v papah bayangkan" Jawab Alfan. "Papah kecewa sama kamu" Papah Wijaya menatap Alya"El sayang boleh keluar dulu ya""No, El mau disini""El""No, El mau tetep disini jangan maksa"Semuanya diam"Jelasin ke papah semuanya" Ucap papah Wijaya tegas. "Tujuan kamu kesini untuk apa? " Tanya Aldo pada Alya. "Kan sudah gue jelaskan dari awal jangan ganggu Alfan lagi, terus kenapa lo munc6lagi? " Tanya Aldo tersulut emosi. "Cukup Aldo, putuskan sekarang Dan papah tidak suka bertele-tele""Jangan serakah menginginkan dia wanita, pilih salah satu t
"El mau ketemu Ayah? ""I-iya, b-boleh"Karina menatap Icha sebentar, kemud6 menatap El lagi lalu mengangguk. "Telpon ayah ya""Boleh? ""Iya sayang"Karina memberikan handphonenya pada Elvaira setelah membuka blokir Alfan di whatsapp, setelah itu ia mendial nomor Alfan. Tak butuh waktu lama telpon tersambung, dia sengaja me loudspeaker agar terdengar pembicaraan mereka. "Saya ggg, where are you? I'ii pick you up okay? ""Ayahhhhhh" Elvaira memanggil Alfan antusias walau masih dengan keadaan yang belum baik. Terlihat jelas Elvaira menangis. "Sayangg, princess kenapa nak? Princess dimana Sayang? Bilang sama ayah ya""I'm? Sick, this infusion is torturing me, yah" Adunya. "Sayang sakit nak? Ayah susul ya? Sayang dimana? " Tanya Alfan bertubi-tubi. "Di rumah sakit biasa ayah"jawabnya."Ayah kesana sekarang sayang, El tunggu Ayah ya" Ucap Alfan. Sambungan telpon ditutup, Elvaira mengembalikan handphone nya pada Karina kemudian menutup matanya tanpa menatap Karina sedikit pun. "Su
Berantakan? Jangan tanga ini juga pertama kali Aldo melihat Alfan yang banyak diidolakan orang berantakan seperti ini tak hanya itu bahkan rambutnya juga tidak tersisir sama sekali. "Fan, gue tau lo salah tapi tolong tegas untuk memastikan semuanya" Ucap Aldo lagi. Melihat keadaan rumah tangga anak tunggalnya sedang berada di ujung tanduk seperti ini Mamah sekar menangis. "Fan, mamah minta maaf karena sudah memberi kesempatan dia masuk kembali ke keluarga kita Fan, mamah salah gak bilang sama Karina. " Ucap Mamah sekar. Drrrrtttt.... Drttttt.... Obrolan mereka dihentikan oleh suara dering handphone bela yang cukup keras. "Siapa seng? " Tanya Aldo. Bela tak menjawab, ia menatap semua orang yang ada di ruangan ini"Mbak Karina" Jawab BelaSemua irang terdiam mendengar ucapan bela. "Angkat Bel, tolong loudspeaker juga" Ucap Alfan yang diangguki Bela. Bela mengangkat dan me loudspeaker panggilan itu. "Ha-hallo mbak? " Ucap Bela. "Bel, maaf mbak telpon kamu" Ucap Karina di telpo
Tak hanya diam Alfan langsung mengambil handphonenya, ia langsung mendial nomor sang ibu. "Hallo mah" Ucap Alfan. "Iya Fan"jawab mamah sekar"Aldo masih di rumah? "Tanya Alfan lagi. " Masih Dan, lagi ngobrol itu sama Papah di luar"Alfan kesana ya. Tolong suruh Aldo jemput Alfan sekarang. "Ucap Alfan lagi. "Dan, jangan nekat ya" Peringatan mamah sekar. "Alfan rasa harus ketemu sama wanita itu mah, Alfan harus selesaikan ini semua""Karina dibawa? " Tanya Mamah sekar lagi. Alfan terkekeh "mamah tau, Alfan dirumah sendirian sekarang" Jelas Alfan. "Karin kemana? El? ""Siapa yang kuat mah mengahadapi suami yang masih dibayang-bayangi sama masa lalu, apalagi Karin juga tau mamah sembunyiin Alya dirumah" Ucap Alfan. Selesai mengucapkan iti Alfan menutup sambungan telponya, ia mengganti bajunya kemudian berjalan keluar dari rumah. Tidak membawa baju ganti, hanya sebuah ransel kecil dan handbag nya kemudian ia mengemudikan mobilnya menuju bandara. Ia akan memeberikan waktu untuk is
Mereka tiba di bandara setelah tadinya mampir kerumah Amek untuk mengambil barang-barang bawaan Amel dan anaknya. "Mbakk Karin" Teriakan itu terdengar tak jauh dari belakang mereka. Karina membalikkan badannya"Loh bela? Kok disini? " Tanya Karina. Bela memeluk Karina pelan. "Apapun masalah rumah tangga kalian, Bela tetap berada di pihak mbak Karina. Karina tersenyum"Mbak mau bawa elvaira liburan kan liburan sekolah jadi sekalian mau bawa El sesekali ke Disneyland"Karina tersenyum, ia raih kedua tangan Karina "Kamu hebat banget mbak, Bela sama mas Aldi udah bahas itu kemarin karena kebetulan kita ketemu sama mbak Alya itu di rumah tante sekar""Kamu mau kemana bel? " Tanya Karina. "Mau ke Yogyakarta mbak, nanti mas Aldo nyusul masih ada yang harus di urus" Jawab Bela. "Bek, kenapa ya mamah sekar gak cerita ke mbak? " Tanya Karina lagi. Bela melirik kanan kiri, tak menemukan Amel dan yang lain ua mengajak Karina duduk du kursi tunggu. "Flight masih lama kan mbak? " Tanya be
"Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme
"Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen
Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew
Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina







