Share

Bab 53

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-06-18 18:40:28

Sesampainya Alfan di kantor, Alfan sudah di suguhkan dengan berbagai pekerjaan yang ia tunda Akibat serangan demam mendadak yang kemarin menimpanya. Barusan sampai, Raga sudah memberikan berbagai dokumen kontrak kerja dari berbagai perusahaan yang ingin kerja sama dengan perusahaan milik Alfan.

"Ini Citra grup pak. Katanya mereka sangat ingin bekerja sama dengan Wijaya Industries, semoga bapak menyetujuinya, " Terang Rafa sembari menatap beberapa lembar dokumen dari perusahaan yang kau memint
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 56

    "Juta Sayang, dua ratus lima ribu buat makan hokben doang, " Timpal Alfan santai membuat ekspresi istrinya berubah menjadi pucat. "Ju-ta Mas? Astaga Mas! Kamu kok boros banget sih. Ini mahal banget lho, kamu itu sama aja sama orang tua aku kalau beli ala-apa itu nggak diboikirin main beli aja. " Protes Karina tergagap karena panik, ia malah stres sendiri jika memakai barang semewag dan mahal seperti ini. Cincin nikah saja ia terasa bean karena harganya ratusan juta juga, ditambah ini tambah berat. Alfan menghela nafas panjang, lalu menggengam kedua tangan Karina. "Hei, Karina.. Tenang! Aku beli ini karena memang cicik sama kamu. Apa kamu lebih suka gelang karet yang biasa di pakai bungkus nasi padang itu? " Cerutu Alfan sedikit geram melihat reaksi sang istri. "Dan yang orang tua kamu lakukan juga, itu semua buat kamu. Buat menghargai diri orang tua kamu. Mereka sayang kamu. Kalau jangan salah mengartikan sayang" Sambung Alfan. "Ya bukan gitu Mas Alfan, tapi ini barang nya mewah

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 55

    Pelukan tiba-tiba langsung Alfan dapatkan dari Karina, memeluk tubuh besar Alfan. "Makasih Mas Alfan! 'Ucap Karina, suaranya terendam oleh dada bidang sang Suami, sehingga membuat Karina mendengar detak jantung suaminya. Alfan tersenyum tipis membalas pelukan Karina dan mencium kening Karina. Lalu perlahan perempuan itu melepaskan pelukan dan menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. "Hei, kok nangis sih? ""Harusnya bahagia dong, seneng jangan nangis" Ucap Alfan lalu menarik Karina masuk kedalam pelukan Lagi. Alfan terlihat sedikit panik melihat reaksi istrinya, lalu ia meregangkan sedikit pelukannya lalu ia mengusap air mata Karina. "Aku seneng banget Mas Alfan, " Ungkap Karina terharu, belum pernah ia diperlakukan seperti ini oleh pria selain papahnya, karena memang duduk ia tidak pernah menjalani hubungan dengan kawan jenis walapun banyak yang mendekatinya. Alfan berdecak lalu ia mengambil buket bunga dari meja, dan menyodorkan ke arah istrinya. Mata Karina berkedip-ked

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 54

    Menjelang magrib, Alfan akhirnya pula g membawa buket bunga mawar putih dan saku kotak perhiasan yang tadi pagi ia custom. Semua ini inisiatif nya sendiri, karena percuma saja bertanya dengan sepupu sampai Alfan mengenai bagaimana cara berbaikan dengan perempuan yang sedang marah. Namun, semua jawaban mereka tidak ada yang masuk di akalnya, bahkan ia sampai salah kirim pesan ke mamahnya yang seharusnya untuk Karina. Ah, sungguh ini bukan dirinya, entahlah mungkin ia hanya uang untuk sedikit berubah untuk pernikahan ini. Katakanlah ia sudah terbiasa dengan kehadiran Karina yang selalu menyapa nya fdi pagi hari, sosok istri yang sabar dan selalu mengalah. Bukan karena ia benci, tapi memang Alfan terkadang tidak bisa menahan sabar atau mungkin sudah terbiasa dengan dirinya yang sekarang. Alfan masuk ke rumah pelan-pekan, dan suasana dalam rumah terasa hening meskipun lampu ruang tamu menyala. Ia mencari keberadaan Karina di dapur, namun nihil, tidak menemukan istrinya di sana. Alfan pu

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 53

    Sesampainya Alfan di kantor, Alfan sudah di suguhkan dengan berbagai pekerjaan yang ia tunda Akibat serangan demam mendadak yang kemarin menimpanya. Barusan sampai, Raga sudah memberikan berbagai dokumen kontrak kerja dari berbagai perusahaan yang ingin kerja sama dengan perusahaan milik Alfan. "Ini Citra grup pak. Katanya mereka sangat ingin bekerja sama dengan Wijaya Industries, semoga bapak menyetujuinya, " Terang Rafa sembari menatap beberapa lembar dokumen dari perusahaan yang kau meminta kerjasama dengan agensi ini. Alfan berfikir sejenak untuk mengingat. "Oh, saya ingat. Yang beberapa bulan lalu saya temui yah? " Iya Pak. Apa bapak mau saya hubungi manajernya buat kerja sama ini? "Tawar Rafa memberi masukan. Alfan membolak-balikan dokumen dan project ini lumaya besar dan menguntungkan. " Boleh deh, besok suruh datang temui saya, "putus Alfan akhirnya. Rafa mengangguk paham,mencatatnya ke dalam ipad yang ia bawa selama bekerja. " Pak, untuk masalah bapak kemarin, saya ma

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 52

    Apa ia keterlaluan dengan Alfan? Di saat tadi malam suasana keintiman mulai menguasai keduanya, tapi kenapa rasanya sensitif sekali. Astaga, apa mungkin hari ini ia akan datang bulan, moodnya jadi tidak jelas. 'Katanya mau berusaha untuk marah hati Alfan? Apakah ia salah jika melunjak sedikit karena di satu susu ia ingin di mengerti, di dengar bahkan di cintai dengan tulus? 'Pikiran-pikiran yang berkutat di otaknya membuat sakit kepala, harusnya ia minta maaf soal tadi malam?. "Tenangkan dirimu Karina, " Monolognya pelan lalu ia meneguk air putih. "Ehem.. " Tiba-tiba suara deheman Alfan dari belakang mengudara, membuat Karina melirik ke arah suaminya yang terlihat turun dari tangga, sudah siap untuk berangkat kerja. Alfan balas menatap Karina dengan canggung. "Pagi Karina, " Sapa Alfan basa-basi, lalu tersenyum kaku. Karina sendiri tercengang melihat tingkat Alfan, tidak seperti biasa. Matanya berkedip-kedit dengan ekspresi kikuknya. Setelah sembuh dari demam suaminya semakin ane

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 51

    "Rin, kalau kalau mau tidur, tidur duluan aja sana sama Alfan, mamah sama papah masih mau nonton film dulu, " Sekar berseru menatap menantunya tersenyum. Sedangkan Karina meringis melihat keduanya, dan terpaksa menyusul Alfan ke dalam kamar pria itu. "Mas Alfan, aku masih yah! " Seru Karina sembari mengetuk pintu kamar dan selanjutnya ia perlahan masuk ke dalam kamar Alfan. Pria itu rupanya sedang asik menatap ipad nya sembari duduk di sisi ranjang. Iris matanya lalu menatap sang istri yang masih berdiri di depan pintu. "Mau sampai kapan kamu jadi patung di situ? Sini lah!! " Panggil Alfan lalu ia menggeser tubuhnya ke samping. "Mas beneran kamu nyuruh aku puindah ke kamar ini? " Karina sekali lagi mengkonfirmasi ucapan tadi Alfan di dapur, karena ia masih tidak percaya dengan ucapan Alfan. "Iya sayang, sini ih! " Ucap Alfan tidak sabar lalu menarik istrinya hingga terbaring di sampingnya. "Ih! Mas Kamu kenapa sih! Kaget tahu! " Pekik Karina pelan. Tubuhnya menegang ketika Alfan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status