Share

Bab 53

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-06-18 18:40:28

Sesampainya Alfan di kantor, Alfan sudah di suguhkan dengan berbagai pekerjaan yang ia tunda Akibat serangan demam mendadak yang kemarin menimpanya. Barusan sampai, Raga sudah memberikan berbagai dokumen kontrak kerja dari berbagai perusahaan yang ingin kerja sama dengan perusahaan milik Alfan.

"Ini Citra grup pak. Katanya mereka sangat ingin bekerja sama dengan Wijaya Industries, semoga bapak menyetujuinya, " Terang Rafa sembari menatap beberapa lembar dokumen dari perusahaan yang kau memint
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   104

    "Jam berapa kejadiannya Mah? " Tanya Alfan. "Sekitar jam 12an Fan, Mamah juga kurang tau pastinya karena dokter Rendi telpon mamah Karina udah di rumah sakit. " Jawab mamah Sekar. Tanpa ekspresi Alfan hanya mengangguk, ia mengacak rambutnya frustasi. Tak pernah ibunya melihY putra tunggalnya sefrutadi ini, ia tentu saja prihatin dengan hal ini. "Sabar Mas, tenangin dirin kamu" Ucap mamah Sekar lagi. Menunggu sekitar qp menitan dokter Rendi yang menangani Karina keluar berdM susternya di belakang. "Bagaimana keadaan anak saya dok" Tanah mamah Arum, Alfan hanya diam di tempatnya sembari mendengar sedikit obrolan kedua ubunya bersama dokter. "Keadaan masih kurang baik bu, pasien menolak makan bahkan pasien kebanyakan menangis sehingga beliau kehabisan tenaga""Coba di bujuk ya bu untuk makan biar keadaan tubuhnya jauh lebih baik, selebihnya baik juga" Ucap dokter Rendi. "Yaudah kalau begitu, terimakasih dok""Iya sama-sama, mari pak bu" Pamit dokter Rendi. Setelah dokter Rendi

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 103

    Alfan baru saja tiba di rumah sakit setelah melakukan perjalanan ke daerah Cikarang. Alfan setibanya di kantor tadi dengan perasaan tidak enak memikirkan Karina dapat kabar dari Rafa untuk segera pergi ke cikarang sekarang juga karena ada proyek yang berkendala. Ia sudah mendapatkan telpon dari ibunya dan ibu mertuanya. Dengan langkah tegas dan terburu-buru dengan menggunakan jas kantoran. Alfan tidak peduli dengan itu semua. Drrrttt.... Drrtrrr... Drrrty... Ia lihat handphone nya, dan ternyata panggilan masik dari ibunya, ia geser tombol hijau lalu menempelkan di telinganya. "Iya Mah? "Tanya Alfan. " Sudah sampai mana Mas? ""Sudah sampai lobby Mah tungguin" Ucap Alfan. "Kamu, tunggu aja di situ Dan. Mamah jemput" Ucap mamah Sekar. Setelah mengatakan itu sambungan telepon di putus sepihak oleh sang ibu, tak lama juga sang ibu datang. "Mah, kenapa dengan Karina? Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?gak apa-apakan sana anak aku? "FYI:Alfan belum tahu bahwa Karina keguguran, taun

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 102

    "Ya Tuhan" Karina lihat dengan jelas kini darah mengalir di kakinya, tidak banyak tapi cukup membuat Karina panik. Air mata mengalir dari pelupuk matanya. "Sayang maafin Bunda ya nak, mamah nggak liha-lihat lagi jalan tafi" Ucap Karina sambil sesegukan nangis. "Bertahan ya sayang, kita ketemu dokter sekarang ya" Ucap Karina lagi. Karina tidak mau terlalu panik, ia tahan kepanikannya. Ia menelpon dokter yang biasa memeriksa nya.yaitu dokter Nisa namun tidak tahu kenapa nomor dokter Nisa tersebut tidak aktif, taka ada pilihan ia langsung menelpon dokter kandungan di rumah sakit lain. Dokter obgyn ini yang membuat Alfan keberatan jika Karina harus menjalanai pemeriksaan bulanan di sini karena dokter nya pria. Lama-kelamaan Sakit di kepala mulai menyerang Karina, untung saja mang Riri tidak benar-benar meneninggalkan Karina sendiri di sana. "Bu, bu Karina" Mang Riri menggedor kaca mobil Karina. "Mang bisa tolong anterin saya kerumah sakit gak? " Tanya Karina berhasil membuka kaca

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 101

    6Hampir satu jam menghabiskan waktu dirumah dengan berbagai kegiatan Alfan kini sudah siap dengan pakaian kantor mua, Karina juga sudah menyiapkan bekal untuk sang suami ke kantor. Membawa tas dan juga handphone serta paperbag berisi bekal yang di buatkan Karina tadi, Alfan keluar dari rumah, setelah berpamitan dengan Karina dan juga anaknya di dalam perut Alfan berjalan menuju mobil. Mobil ia kemudian menuju Kantor,berangkat kerja hari ini terasa betah bagi Alfan,Alfan merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya Tapi ia tidak tau apa itu yang mengganjal.Tak mau berlarut-larut Alfan mengambil handphone nya untuk menelpon sang istri. Drrtt.. Drrtt..... Ia terus menelpon sang istri, sampai ia tiba di Kantor pun tak kunjung mendapatkan jawaban. Tugasnya sebagai atasan yang memiliki tanggung jawab penuh atas karyawan dan juga patner bisnis nya. Alfan membuang semua kejanggalan dan kecemasan di hatinya, ia berjalan menuju ruangannya untuk melihat laporan-laporan yang belum ia cek s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 100

    Keseringan jika malam hujan deras maka paginya cuaca akan jauh lebih cerah, sama seperti hari ini Karina membuka matanya ketika cahaya matahari sudah naik. Ia melirik ke sebelahnya. Terdiam sejenak sembari berfikir tak lama senyumnya mengembang ternyata suaminya itu menuruti keinginannya untuk tidur di luar tadi malam. Berdiri cepat dari tidurnya Karina langsung keluar untuk mencari suaminya. "Mas Alfann" Teriak Karina dari atas. "Di bawah Mas sayang" Mendengar itu Karina menuruni anak tangga satu persatu. Baru setengah ia menuruni anak tangga ia terkejut melihat kini suaminya itu tengah di kerok punggungnya oleh sang ibu mertua. Pertanyaan nya sejak kapan ibu mertuanya datang? Tak hanya itu bahkan Aldan sudah tertawa duduk di sebelah mamah Sekar sembari menatap punggung Alfan yang tengah di kerok itu. Karina sebenarnya tidak terlalu paham apa tujuannya mengapa juga punggung di kerok menggunakan koin sampai pada merah dengan tambahan minyak sebagai pelengkap tapi itu sering ia

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 99

    Walau menggerutu Karina tetap tersenyum, ia peluk tubuh tegap suaminya kemudian ia berikan banyak ciuman buat suaminya. Bonus hehe. "Terima kasih suamiku, cintaku. Apapun itu yang penting kamu sudah mengusahakan yang terbaik untuk istri. " Ucap Karina. "I love you Mas Alfan" Ucap Karina lagi. Alfan terkekeh"love you more sayangku "jawab Alfan. Tak sampai situ masuknya sebuah mobil yang membawa mobil pribadi berwarna silver, membuat Karina langsung menatap Alfan. "Mas apa ini? " Tanya Karina. "Buat kami lah bunda sayang" Jawab Alfan enteng. "Untuk Karina Mas? " Tanyanya lagi. "Iyaaa, untuk kamu sebagai permintaan mass Mas Kemarin sudah membuat mobil kamu penyok gitu" Ucap Alfan. "Kan udah di benerin Mas, jadi udah nggak penyok lagi mobilnya" Ucap Karina. "Tiada apa-apa sayang, Mas ada kok buat belinya, Mas selama ini belum kasih apa-apa buat kamu" Ucap Alfan tulus. Karina tak mendengarkan Alfan lagi, ia berjalan menuju mobil tersebut sangat antusias bahkan pipinya langsung m

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 3

    Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lew

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status