مشاركة

136. Alat

مؤلف: HaniHadi_LTF
last update تاريخ النشر: 2026-10-10 15:18:53

Linggar hanya bisa pasrah.

Namun setelah mereka selesai sholat, Ilalang segera mengangkat Linggar ke ranjang. Baru juga lelaki itu hendak mencium Linggar, suara kecil terdengar.

“Bunda?”

Keduanya menoleh.

Lintang bangun sambil mengucek mata.

“Sudah bangun?” tanya Ilalang kaget.

Linggar menutup wajahnya.

Lintang mengangguk.

“Daddy gendong Bunda lagi?”

Ilalang terkejut. "Lagi?"

"Semalam kan Daddy juga gendong Bunda."

Linggar dan Ilalang salin menatap. Mereka tidak mengira Lintang tahu.

“Kenapa d
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   136. Alat

    Linggar hanya bisa pasrah.Namun setelah mereka selesai sholat, Ilalang segera mengangkat Linggar ke ranjang. Baru juga lelaki itu hendak mencium Linggar, suara kecil terdengar.“Bunda?”Keduanya menoleh.Lintang bangun sambil mengucek mata.“Sudah bangun?” tanya Ilalang kaget.Linggar menutup wajahnya.Lintang mengangguk.“Daddy gendong Bunda lagi?”Ilalang terkejut. "Lagi?""Semalam kan Daddy juga gendong Bunda."Linggar dan Ilalang salin menatap. Mereka tidak mengira Lintang tahu. “Kenapa digendong?”Ilalang menggaruk kepala. “Bunda sedang capek.”Lintang bangun mendekati mereka.“Bunda sakit?”Linggar mengusap rambut anak itu.“Tidak. Bunda baik-baik saja.”Lintang kemudian menggenggam tangan Linggar.“Kalau begitu jangan digendong terus. Biar adiknya nggak manja."Ilalang tertawa.“Dengar itu?” Linggar tersenyum kecil.Untuk beberapa saat, rumah terasa hangat.Namun jauh dari sana, suasana sebuah rumah besar justru berbanding terbalik.Brak!Sebuah vas bunga menghantam lantai. P

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   135. Nanti

    Ilalang mengernyit.“Kenapa bilang begitu? Memangnya aku kenapa?"“Kamu berlebihan.”Ilalang sebentar terdiam. Ada rasa bersalah saat di pertunangan tadi dia seolah tak memperlakukan Linggar dengan baik. Semua itu ia lakukan untuk melindungi Linggar dari kejahilan temannya yang sudah begitu mengakar dalam pikiran teman Ilalang, kalau dia adalah pasangan sejati Cindy.“Karena kamu sedang hamil.” Ilalang mencari alasan dengan senyumnya yang kaku. Untuk mengatakan maaf, bibirnya terkunci.Linggar terdiam.“Dan kamu masih terlihat lemah.”“Aku sudah tidak apa-apa.”Ilalang menatap wajahnya.“Aku tahu kamu bilang begitu, tapi aku tetap khawatir.”Kalimat itu sederhana. Namun entah kenapa terasa lebih manis daripada semua yang ia lihat malam ini."Sekarang kamu keluar, Mas. Aku mau kencing. Apa kamu mau di sini juga?""Memangnya kenapa? Aku kan sudah sering lihat kamu.... ""Mas... Jangan keterlaluan!"Ilalang terkekeh. "Baik-baik. Aku mau keluar."Linggar tersenyum. Namun saat ia duduk di

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   134. Aneh

    “Kamu duduk dulu sebentar. Aku mau bawa Lintang ke mobil. Dia sepertinya mengantuk."Linggar yang masih duduk hanya mengangguk.Tubuh kecil itu sudah lemas karena mengantuk. Kepalanya bersandar ke bahu Ilalang, sementara kedua tangannya melingkar longgar pada leher lelaki tersebut.“Dad...ngantuk.”Suara Lintang terdengar lirih.“Iya. Tidur saja. Biar Daddy bawa kamu ke mobil. Nanti tidur di sana."Ilalang mengusap punggungnya perlahan.Linggar memperhatikan dari tempat duduknya. Ada rasa hangat yang seharusnya muncul setiap kali melihat keduanya seperti itu. Keakraban Ilalang dan Lintang adalah impiannya. Tetapi itu dulu. Jauh sebelum ia tahu Lintang anak Cindy. Jauh sebelum ia curiga, Lintang memiliki darah Ilalang. Namun setelah malam ini semuanya terasa berbeda. Justru itu yang membuat Linggar takut. Takut akan perasaannya pada Ilalang. Takut akan kehilangan Lintang. Linggar mengusap wajahnya, lalu bangkit perlahan.Baru dua langkah berjalan, tiba-tiba tubuhnya terangkat.“Mas!”

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   133. Luruh

    Linggar tidak menariknya.“Berikan Lintang kepadaku.”Air mata Linggar langsung jatuh.“Tidak.” Jawaban Linggar terlalu cepat, membuat Cindy terdiam.Linggar menarik tangannya perlahan.“Maaf. Dia bukan barang yang begitu saja bisa aku berikan kepadamu. Dia amanah suamiku."“Linggar.. kamu sepertinya teramat mencintai suami kamu itu. Tapi kenapa kamu malah menikah dengan Ilalang. Lihatlah..." Cindy menunjuk ke Ilalang yang tengah asik ngobrol dengan temannya. "Dunia Ilalang dan dunia kamu teramat berbeda. Ilalang juga tak memiliki niat untuk mengenalkanmu kepada temannya."Linggar menatap ilalang yang kini tertawa lepas dengan sahabatnya.Cindy menatapnya."Maaf, jika aku membuka matamu."Cindy kemudian menggenggam tangan Linggar.“Lintang bahkan bisa kamu lihat akrab bersama mereka. "Linggar terdiam menunduk."Berikan dia padaku. Aku tidak akan menyakitinya.”“Bukan begitu.”“Lalu?”Linggar menatap wajah Cindy dengan mata basah.“Dia sudah menjadi bagian hidupku.”“Aku tahu.”“Aku t

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   132. Dia...anakku

    Langkah Linggar seketika terhenti. Dadanya terasa sesak saat menatap wajah perempuan itu.Untuk beberapa detik, Cindy tidak menjawab. Lalu bibirnya perlahan terbuka.“Emang kamu pernah dengar aku nikah sampai kamu pikir aku punya anak?”Lelaki itu terkekeh. "Habis kalian bagai pinang dibela dua, jadi kukira dia anakmu.”Ilalang langsung menoleh kepada lelaki tersebut. Sementara Lintang masih berdiri menggenggam tangan Cindy.Linggar menatapnya. Entah kenapa, genggaman kecil itu membuat hati Linggar tak tenang. Terlebih saat Cindy kemudian mengajak Lintang mencari makanan."Tante punya makanan enak. Ayo."Mata Linggar mengaca saat dengan begitu saja Lintang mengikuti Cindy tanpa menoleh kepadanya.Linggar tiba-tiba merasa tangannya hangat.“Jangan melamun.”Linggar menatap Ilalang. Namun sebelum mereka melangkah, seorang teman lain memanggil Ilalang.“Lang, sini sebentar!”Ilalang menoleh.“Sebentar.”Ia masih menggenggam tangan Linggar ketika menjawab."Pergilah, Mas. Aku mau ambil mak

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   131. Ragu

    Linggar menunduk. Ingatan lama kembali muncul.Malam itu, Rangga pulang sambil membawa sesuatu yang begitu kecil.Seorang bayi.Tubuh mungil berbalut kain itu masih merah. Tangisnya terdengar lirih ketika Rangga menyerahkannya kepada Linggar.Linggar waktu itu bahkan tidak tahu harus berbuat apa.“Rangga, ini bayi siapa?”Rangga hanya menggeleng.“Bukan anakku.”“Aku tahu. Toh kamu nggak mungkin menyentuh perempuan.”“Bayi ini aku temukan di dekat rumah pemilik perkebunan sebelah.”Linggar masih mengingat jelas bagaimana Rangga menceritakan semuanya.Seorang pembantu rumah tangga Ilalang, yang kemudian Linggar tahu namanya Bu Nini, menemukan bayi itu sendirian menjelang malam.Bayi tersebut tergeletak begitu saja. Tidak ada keterangan apapun.Rangga yang melihat kondisi bayi itu merasa kasihan. Ia meminta agar bayi tersebut diserahkan kepadanya.Setelah semua urusan selesai, bayi itu akhirnya ikut bersama Rangga.Bayi yang kemudian diberi nama Lintang Rengganis.Linggar menatap wajah

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status