Share

Chapter 129.

Penulis: J.A
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-26 19:09:34

"Mobil ini memang benar diberikan pada anak saya oleh orang lain, saya bisa menjaminnya," Lin Quanyou melangkah maju dan ikut bersaksi.

"Menjamin? Mau pakai apa kamu menjamin?" Kepala keamanan mendekati Lin Quanyou dengan tatapan curiga. "Kamu tahu nggak ini mobil apa? Ini barang langka se-Jiangling, cuma ada di rumahnya master-nya Xun Wuxing. Masa iya mereka bakal kasih ke kamu?"

Mobil semacam ini, di tangan siapa pun pasti akan diperlakukan layaknya barang seni dan ti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 129.

    "Mobil ini memang benar diberikan pada anak saya oleh orang lain, saya bisa menjaminnya," Lin Quanyou melangkah maju dan ikut bersaksi."Menjamin? Mau pakai apa kamu menjamin?" Kepala keamanan mendekati Lin Quanyou dengan tatapan curiga. "Kamu tahu nggak ini mobil apa? Ini barang langka se-Jiangling, cuma ada di rumahnya master-nya Xun Wuxing. Masa iya mereka bakal kasih ke kamu?"Mobil semacam ini, di tangan siapa pun pasti akan diperlakukan layaknya barang seni dan tidak akan pernah dikendarai sembarangan. Apalagi mobil ini diberikan pada Zhao Zhongkai oleh Qin San Ye, bahkan Zhao Zhongkai sendiri enggan mengendarainya, memperlakukannya seperti harta karun di garasi. Masa iya mau diberikan pada orang lain?Omongan ini terlalu mengada-ada, kan?"Pak Lin, kalau anakmu tidak tahu diri itu satu hal, tapi kamu ini sudah sepuh dan seorang ayah. Masih mau ikut-ikutan bikin onar?" Li Xiaomei mencibir dan berdiri di samping, menikmati pertunjukan.

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 128.

    Rolls-Royce Phantom Edisi Terbatas?Jika bukan karena melihat Lin Xuan membuka pintu mobil dan masuk, Jiang Tao tidak akan pernah percaya bahwa Rolls-Royce Phantom ini adalah miliknya! Namun, fakta berbicara lebih keras daripada sekadar kata-kata. Keluarga Lin Xuan benar-benar membuka pintu Rolls-Royce Phantom dan masuk ke dalamnya."Ini..."Jiang Tao tertegun. Sedikit rasa percaya diri yang tersisa hanyut seketika.Sebelumnya, mereka menduga alasan mobil keluarga Lin diparkir di area parkir pintu masuk adalah karena itu mobil listrik. Mana mungkin mereka tahu? Jarak sumbu roda Rolls-Royce Phantom Edisi Terbatas ini saja sudah lebih dari enam meter. Lebar dan panjangnya memang tidak memungkinkan untuk diparkir di tempat parkir biasa. Karena itu, mau tidak mau mereka harus memarkirnya di area parkir eksklusif yang lokasinya memang bersebelahan dengan area parkir mobil listrik. Mobil sepanjang ini memang sangat tidak cocok untuk diputar-pu

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 127.

    "Ayah, saya sudah kenyang. Ayo kita pergi," kata Jiang Tao.Menghadapi jamuan mewah di depannya, Jiang Tao sama sekali tidak bernafsu makan. Dia menyantap beberapa suap asal-asalan, lalu meletakkan sumpitnya. Ia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini."Saya juga hampir selesai. Bagaimana kalau kita pergi?" Jiang Shouchang turut merasa bosan. Wajahnya muram, dan pikirannya hanya tertuju pada keinginan untuk pulang."Paman, lauknya belum habis. Ini lobster Australia yang Paman pesan. Makan lagi sedikit," Lin Xuan mengingatkan, sambil menunjuk ke arah lobster. "Kita sudah sepakat tadi untuk tidak menyisakan makanan.""Kamu..." Jiang Shouchang membalas, tetapi suaranya tercekat.Mengingat taruhan yang dibuatnya saat terbawa emosi tadi, Jiang Shouchang tidak tahu harus menjawab apa. Perutnya sudah benar-benar kenyang. Ia telah memakan satu bakcang Wuyi Yuan dan dua bakcang Qiaoyunzhai sebelumnya. Kini, menghadapi hidangan mewah di hadapannya, minatnya untuk makan sudah sirna. Terlebih

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 126.

    ​"Apa-apaan ini?" Suasana di dalam ruangan seketika membeku. Tiba-tiba saja muncul seseorang yang tidak dikenal, lalu dengan entengnya menawarkan sebuah area pertokoan seluas lebih dari 3.000 meter persegi kepada Lin Xuan secara cuma-cuma? Udang yang baru saja diambil oleh Jiang Shouchang dengan sumpitnya terjatuh kembali ke dalam mangkuk. Ia menatap kosong ke arah Lin Quanyou dan Lin Xuan dengan mulut ternganga. Jiang Tao pun tak kalah bingung, otaknya mendadak sulit memproses kejadian yang baru saja ia saksikan. ​"Siapa Anda sebenarnya..." Lin Quanyou bergumam. Ia merasa sosok di depannya ini agak familiar. Ia teringat saat pulang ke kompleks perumahan bersama Lin Xuan beberapa waktu lalu, ia sempat melihat pemuda ini. Saat itu, pemuda ini tampak sedang memohon bantuan kepada Lin Xuan. ​"Paman Lin, perkenalkan nama saya Ye Hongda. Saya adalah teman dari Tuan Lin Xuan," Ye Hongda dengan sigap mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Lin Quanyou, lalu meny

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 125.

    ​Jiang Tao sangat marah dan langsung melonjak berdiri dari kursinya. Ia merasa sudah berbaik hati menyiapkan hadiah lukisan untuk Lin Quanyou, namun Lin Xuan dengan entengnya menyebut itu barang palsu. Keluarga Jiang tentu tidak akan membiarkan penghinaan ini berlalu begitu saja tanpa perlawanan. ​"Lin Xuan, kau belum memberi penjelasan yang masuk akal hari ini, urusan kita belum selesai!" seru Jiang Tao dengan nada tinggi. ​Amarah Jiang Tao meledak seketika. Sebelumnya, saat sesi makan zongzi, keluarga Jiang sudah dibuat menanggung malu oleh keluarga Lin. Kini, ketika ia mencoba menunjukkan kelasnya dengan memberi hadiah lukisan mahal, Lin Xuan justru menudingnya membawa barang rongsokan. Ini benar-benar sebuah konfrontasi harga diri yang sengit. ​"Baiklah, aku akan membuatmu mengerti sepenuhnya hari ini." Lin Xuan melangkah maju, menunjuk lukisan lanskap di tangan Jiang Tao dan berkata dengan tenang, "Lukisan lanskap karya Huang Qiuyuan ini, jika dili

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 124.

    ​Jiang Shouchang ikut penasaran, ia segera bangkit dan mendekat. Jiang Tao melirik sinis, mengintip lukisan di tangan Lin Xuan. Lin Quanyou menerima gulungan itu dan perlahan membukanya.​"Lukisan Zheng Banqiao? Mana mungkin!" Lin Quanyou tersentak saat baru membuka sudutnya, ia mengenali gaya tulisan khas Zheng Banqiao. Setelah memeriksa tanda tangannya lebih dekat, itu memang milik sang maestro.​Ia seolah tak percaya. "Apa benar ini 'Lukisan Bambu Tinta' karya Zheng Banqiao?" Jiang Shouchang tampak skeptis. Ia mengernyit, merasa sangat gelisah. Lin Xuan benar-benar mengeluarkan sebuah lukisan, dan itu karya Zheng Banqiao!​Zheng Banqiao bukan orang sembarangan; ia salah satu dari Delapan Eksentrik Yangzhou, seniman kaligrafi dan pelukis legendaris Tiongkok! Meski Huang Qiuyuan nantinya terkenal, reputasinya tak bisa dibandingkan dengan Zheng Banqiao. Terlebih lagi, lukisan lanskap milik Jiang Tao hanyalah karya biasa dari sekian banyak koleksi Huang Qiuyuan, sedangkan di tangan Lin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status