ホーム / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 58 Pengumuman Hasil Test

共有

Bab 58 Pengumuman Hasil Test

作者: Ratu As
last update 公開日: 2026-06-19 09:03:20

"Tidak ada, hanya ini saja."

Azalea gugup, entah kenapa dengan perlakuan Zayn sekarang, jantungnya berdebar lebih kencang. Ia jadi tidak bisa fokus.

"Baguslah, kali ini kamu berani melawan." Zayn tersenyum tipis, seperti sebuah penghargaan untuk Azalea.

"Te--tentu saja! Karena ia yang berulah lebih dulu!" jawab Azalea antusias.

Ia senang Zayn memberi apresiasi dan tidak menyalahkannya meski sudah melawan sepupunya.

"Ayo pulang dan obati l
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 79 Duel

    Melihat keributan itu, beberapa memilih tidak peduli namun Ezra tidak bisa. Ia mungkin tidak suka Azalea, tetapi melihat wanita dikasari ia pun tidak bisa tinggal diam. "Semua bisa dibicarakan baik-baik! Tidak perlu main tangan!" Ezra melerai. "Lagian, kamu memang anak haram! Kenapa marah jika ada yang berkata begitu?!" Ezra bicara dengan entang, ia tidak peduli jika Alvano ikut kesal padanya. Toh, apa yang ia katakan memang fakta. "Jaga mulutmu--!" Alvano menunjuk Ezra, ia tidak terima. Keduanya yang memang berselisih sejak awal justru makin mengobarkan api permusuhan. Ajang balas dendam pun akhirnya pecah. Alvano dan Ezra berduel dengan tenaga penuh. Bugh! Alvano lebih dulu melayangkan pukulan. Tidak terima, Ezra ikut membalas. Adu tinju pun semakin memanas hingga suasana kelas riuh dan berantakan. "Berhenti! Kenapa kalian malah jadi ribut!" teriak salah satu anak, tapi tidak dihiraukan. Azalea pun kebingungan, masalah yang awalnya antara Alvano dan Azalea, sekarang justru m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 78 Diskriminasi

    Zayn mengerti apa maskud kakeknya, ia bahkan tetap tenang tanpa rasa panik sedikit pun. Zayn tersenyum miring. ​"Kakek, aku selalu mendoakanmu panjang umur. Jadi tidak perlu terburu-buru, bukankah aku masih harus lulus sekolah, kuliah sampai sarjana, lalu lanjut magister?" katanya santai, dengan nada suara yang rendah dan membujuk. "Tapi kalau memang Kakek merestuiku untuk menikah muda, misal sekolah sambil punya istri dan anak, aku tidak keberatan. Tapi bukan dengan keturunan dari ketiga teman kakek yang itu!" imbuhnya lebih berani dengan senyum menantang. Zayn sengaja mengatakan itu, karena ia tahu jelas kakeknya yang punya ambisi menikahkan keturunannya dengan anak cucu dari ketiga sahabatnya dulu. Mendengar ucapan Zayn, jelas saja wajah Adinata memerah, ia merasa tersindir apalagi di sana juga ada Naura yang jelas cucu dari Suryanegara. "Zayn," sebut Adinata dengan suara penuh penekanan. "Kamu--""Kakek!" Zayn yang melihat perubahan ekspresi kakeknya langsung pura-pura panik.

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 77 Menikah Muda

    Azalea jauh lebih tertegun ketimbang Zayn yang terdiam lalu menatap Azalea saat gadis itu memundurkan wajahnya. Buru-buru Azalea menutupi bibirnya. "Zayn, kamu mengagetkanku! Kalau mau bicara, tidak usah dekat-dekat!" omel Azalea cemberut. Ia seolah sangat kesal, tatapannya pada Zayn geregetan dan gemas. "Marah?" Zayn mengangkat sebelah alisnya, seakan aneh dengan respon Azalea yang malah bersungut padanya. "Kamu menciumku. Aku korbannya."Kening Azalea berkerut protes, mana bisa ia malah dituduh mencium! Padahal sudah jelas, ia melakukannya secara tidak sengaja karena Zayn yang lebih dulu memposisikan diri begitu dekat! "Apa perpustakaan ini tempat untuk pacaran?" Teguran dari suara yang familiar membuat Zayn dan Azalea menoleh. Sedangkan Azalea masih bingung, siapa lelaki tua yang menatap tajam ke arahnya? "Kakek." Zayn berdiri tegap, ia mengahadap ke arah kakeknya yang berdiri bersama Naura. "Aku tidak melakukan itu."Wajah Adinata tegang dan kaku. "Lalu apa yang kamu lakuk

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 76 Mencium Zayn

    "Zayn, terima kasih." Azalea kembali berterima kasih setelah turun dari motor Zayn. Ia merasa senang dengan perjalanan singkat tadi, ada banyak pelajaran yang kembali bisa ia petik sepulang dari yayasan anak-anak berkebutuhan khusus. "Aku bisa antar sampai rumah." Zayn kembali bicara."Tidak, Zayn. Sampai sini saja.""Ibumu akan marah?" Zayn masih duduk di sepeda motornya. Azalea menggeleng dengan senyum ragu. "Mm, mungkin tidak. Tapi sebaiknya jangan--""Jika itu Alvano, bisa antar-jemput sampai depan pintu?" Tidak biasanya, Zayn sedikit bawel saat ini. Ekspresi wajah Zayn mungkin datar, namun Azalea merasa Zayn sedang membandingkan dirinya dengan Alvano."Ah, apa? Tidak. Alvano pun sama. Aku akan memintanya berhenti di sini. Ibuku bukan benci kalian, tapi mungkin beliau agak kuno. Jadi tidak memperbolehkan aku terlihat sering bersama pria." Azalea meringis canggung. Ia bicara seperti itu hanya agar Zayn mau mengerti tanpa tersinggung. Ia tidak mungkin memberitahu jika ibunya m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 75 Gadis Kecil Tunarungu

    "Cepat naik!" titah Zayn tanpa mematikan mesin. "Naik? Apa ada tugas untukku?" Azalea ragu, ia pikir tidak mungkin Zayn sengaja datang untuk menjemputnya. Zayn tidak menjawab, namun tatapannya menuntut. Azalea yang sadar jika Zayn tidak sabaran, buru-buru naik. Jangan sampai Zayn tantrum lagi dan membuatnya harus membersihkan kaca gedung. Azalea duduk anteng, ia tidak bicara selagi Zayn fokus menyetir. Jalanan sore lengang saat itu, Zayn melaju cukup kencang hingga sampai di lampu merah, ia berhenti. Tepat saat itu, Haikal dan Naura pun berhenti. Posisi sepeda motor yang Zayn naiki berhenti tepat di sebelah milik Haikal. Keduanya lalu saling menoleh. Haikal dan Naura tampak kaget melihat Zayn yang membonceng Azalea. "Zayn? Lea?" Naura berseru. "Kok, kalian pulang bareng?" Wajah kecewa Naura tergambar jelas, gadis itu bahkan langsung mencebik. Haikal melepas helm full face-nya agar lebih mudah bicara. "Zayn, kamu hendak pulang? Bagaimana kalau kita bertukar? Naura bisa membon

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 74 Menjemput Azalea

    Azalea tertegun, tentu saja ia tidak menyangka akan dituduh seperti itu. Padahal ia sudah berusaha keras untuk bertahan, tapi gerakan kaki Naura di punggungnya membuatnya kesulitan menjadi pijakan. "Hei, Bung! Sebelum bicara ada baiknya cek kebenarannya lebih dulu!" Livia menengahi. "Kebenaran apa? Aku melihatnya sendiri dari tadi. Sudah jelas anak ini tidak bisa profesional."Azalea mematung, ia semakin bingung kenapa Haikal terlihat berubah drastis. Sebelumnya, meski Azalea tidak tahu banyak tentang Haikal, tapi ia tahu pemuda itu sportif, tidak banyak bicara, dan selalu mengedepankan logika. "Dari pada ada korban lagi, sebaiknya dia mundur saja," tegas Haikal yang membuat Azalea tertegun."Tidak bisa," sahut Livia ketus. "Aku ketua timnya di sini. Aku lihat Lea punya potensi. Kamu bukan siapa-siapa."Gadis itu pemberani dan tahu mana yang harus dibela dan dipertahankan. Livia menatap tajam Haikal, sorot matanya penuh pengusiran. "Kamu memilih mempertahankan gadis yang baru sa

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 73 Tantangan Menjadi Dewan Siswa

    "Zayn, apa yang dikatakan Haikal benar. Aku mengerti, kok," kata Azalea dengan pipi memerah. "Aku tidak akan--" "Tidak perlu dibahas," potong Zayn enggan mendengar omong kosong. "Lebih baik kamu lihat ini."Zayn menyodorkan selembar brosur kompetisi melukis tingkat nasional di atas meja. Dia ingin

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 72 Azalea Takut Zayn!

    "Lea, kok, kamu bisa sih jadi tim cheerleader? Aku pengen juga!" Naura bicara dengan penuh harap. "Apa Kak Livia langsung memilihmu?" "Eh, itu? Sebenarnya bukan aku yang berinisiatif, tapi Zayn memaksaku untuk ikut." Azalea berusaha untuk bersikap seperti biasa, meski dalam benak masih bertanya t

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 67 Karena Bisa Hamil?

    "Zayn, berhenti!" tegur Azalea.Ia sudah mundur dan terpojok ke dinding, namun Zayn terus mendekat, seolah memang sengaja ingin memojokkan Azalea. "Lea." Zayn membungkuk, sebelah tangannya menumpu ke dinding dan mengunci pergerakan gadis itu. Azalea mendekap

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 64 Obat Dalam Minuman

    Ia lalu mendekat sambil mendorong troli. Gadis bertopeng bulu putih itu hendak meminta minuman. ​Di tengah suasana yang ramai dan padat, Azalea sudah melangkah sehati-hati mungkin. Sialnya, kakinya tetap tersandung sesuatu. Ia tersungkur, lalu tidak sengaja mendorong trol

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status