Share

BAB 187

Author: Nona Mentari
last update publish date: 2026-07-29 11:49:19

Genggaman jemari Heri pada sprei linen putih itu mengencang hingga buku-buku jarinya memutih, urat-urat lengan bagian dalamnya menonjol tebal seperti akar pohon yang hendak pecah.

Sensasi rongga mulut Sintya yang hangat, basah, dan menyedot ujung kejantanannya secara ritmis bagaikan sirkuit listrik bertegangan jutaan volt yang langsung menghantam saraf tulang belakang sang mantan pengawal.

"Ssshh... FUCK, Sintya! Cukup... tahan dulu!" geram Heri yang teramat parau, berat, dan pecah oleh gairah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 411

    Pintu kayu jati tebal bernomor 304 tertutup rapat dengan dentam halus yang menggema singkat di sepanjang koridor lantai tiga gedung Seni dan Arsitektur.Suasana di dalam studio cuci foto analog itu remang-remang, hanya diterangi pendar merah redup dari lampu safelight di sudut ruangan.Aroma tajam cairan kimia pengembang developer dan fixer menusuk hidung, berpadu dengan bau parfum kayu cendana milik Nathan yang mendominasi udara.Nathan berdiri menjulang di dekat pintu, memutar kunci kuningan dua kali hingga terdengar bunyi klik yang tegas.Pria itu menyandarkan punggung tegapnya di pintu kayu, merapikan kancing lengan kemeja putihnya yang sempat terlepas.Matanya yang tajam melacak sosok Alya yang kini berdiri di tengah ruangan, di antara deretan foto-foto hitam-putih yang tergantung basah pada kawat jemuran kecil."Lo bener-bener makin nekat, Alya," ujar Nathan dengan suara bass rendah yang bergema pelan namun dingin."Menarik gue ke dalam studio tua yang terkunci di tengah jam kul

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 410

    Deru mesin sports car buatan Jerman milik Nathan meraung halus saat keluar dari area parkir privat basement penthouse.Pagi yang riuh di jalanan utama kota menyambut kendaraan mewah itu, namun di dalam kabin kedap suara bernuansa kulit hitam dan serat karbon tersebut, atmosfernya justru jauh lebih membakar daripada terik matahari di luar.Nathan mengendalikan kemudi dengan satu tangan tebalnya yang berurat.Kemeja putihnya yang tergulung rapi hingga siku dan jam tangan komplikasi rumit di pergelangan tangannya mempertegas aura dingin dan dominan sang pewaris Utama.Matanya yang tajam sesekali melirik ke arah cermin tengah, mengawasi jalanan sebelum beralih pada sosok gadis di kursi penumpang di sampingnya.Alya duduk bersandar santai.Gadis itu kini mengenakan rok lipit abu-abu di atas lutut dan kaus rajut putih yang pas di tubuhnya, pakaian kuliah yang kasual, namun tetap memperlihatkan leher mulus yang sengaja ia tutupi rapat dengan rambut panjangnya.Binar mata bulatnya tak lagi me

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 409

    Uap tipis dari cangkir kopi hitam yang baru saja diseduh membumbung pelan di atas meja island dapur bersih berlantai marmer.Aroma harum biji kopi kualitas premium berpadu dengan wangi mentega leleh dari panggangan roti yang sedang disiapkan.Suasana pagi di dalam penthouse terasa begitu tenang, dipayungi pendar sinar matahari yang menerobos dari dinding kaca raksasa.Nathan keluar dari master bedroom dengan setelan celana kain hitam dan kemeja putih yang lengannya sudah tergulung rapi hingga ke siku.Pria itu mengeringkan sisa kelembapan di rambut hitamnya menggunakan handuk kecil, sebelum melemparkannya santai ke atas sofa.Binar mata baritonnya yang tajam langsung mengunci sosok Alya yang sedang berdiri membelakanginya di depan kompor induksi.Gadis itu hanya mengenakan kemeja putih oversized milik Nathan yang kancing utamanya sengaja dibiarkan terbuka di bagian atas, memperlihatkan leher mulus dan tulang selangka yang dipenuhi jejak samar kepemilikan Nathan.Kelim kemeja itu hanya

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 408

    Sinar matahari pagi yang tipis menerobos masuk melalui celah gorden master bedroom penthouse, membiaskan pendar keemasan di atas sprei sutra abu-abu yang kusut tak beraturan.Di atas ranjang berukuran king size itu, Alya masih terkulai lemas dengan rambut panjangnya yang terurai acak.Tubuhnya yang hanya terbungkus selimut tipis memperlihatkan sisa-sisa jejak merah yang ditinggalkan Nathan semalam.Pintu kaca master bathroom yang buram tampak berembun, diiringi suara gemericik kucuran air hangat yang jatuh menghantam lantai marmer.Nathan berdiri di bawah kucuran shower, membiarkan bulir-bulir air hangat membasahi rambut hitamnya dan mengalir menelusuri dada tegap serta perut berototnya yang tegas.Pria itu memejamkan mata sejenak, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan untuk mengusir sisa rasa kantuk.Pikiran sang pewaris Utama masih tertuju pada kepatuhan bulat yang diberikan Alya sepanjang malam tadi.Cklek.Suara geseran halus pintu kaca shower membuat mata bariton Nathan t

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 407

    Hawa dingin angin malam dari luar balkon menguap seketika begitu Nathan menarik pintu kaca tebal penthouse dan menutupnya rapat-rapat.Suasana dalam master bedroom berukuran luas itu begitu tenang, hanya diterangi pendar temaram lampu tidur berwarna kuning hangat di balik kepala ranjang bertiang tinggi.Bau harum minyak esensial cendana dan aroma tubuh mereka yang menyatu memenuhi udara.Nathan belum sempat melangkahkan kakinya lebih jauh dari area karpet bulu tebal ketika jemari halus Alya tiba-tiba menahan ujung kaus hitam yang melekat di tubuhnya.Nathan menghentikan langkah, menolehkan kepala perlahan dengan mata baritonnya yang tajam.Di bawah pendar lampu temaram, Alya menatapnya lurus tanpa ada keraguan sedikit pun.Tatapan mata bulat yang tadinya selalu dipenuhi ketakutan dan rasa malu itu kini berbiar dengan gairah yang amat berani, menuntut perhatian mutlak darinya."Nathan..." cicit Alya halus, nada suaranya bergetar namun terdengar sangat tegas.Gadis itu tidak menunggu ja

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 406

    Malam kian merambat pekat di atas langit metropolis. Angin dingin berembus pelan di area balkon terbuka penthouse lantai paling atas, membawa udara segar yang membelai permukaan kulit.Di balik pembatas kaca setinggi dada, pemandangan hamparan lampu-lampu kota membiaskan pendar keemasan yang megah. Nathan Utama berdiri tegap, merengkuh tubuh mungil Alya dari belakang.Kedua tangan tebal Nathan melingkar ketat di sekeliling pinggang Alya, mengunci gadis itu rapat-rapat dalam dekapannya.Alya menyandarkan punggungnya dengan penuh kepasrahan, menikmati kehangatan yang menguar dari dada bidang Nathan yang terlindung kaus hitam tipis.Kemeja oversized milik Nathan masih membungkus tubuh Alya, menebarkan aroma parfum maskulin yang kian menguatkan rasa kepemilikan sang pewaris Utama.Nathan menundukkan kepalanya sedikit, menghirup aroma wangi sampo dari rambut panjang Alya yang terurai bergelombang.Binar matanya yang tajam mengawasi pantulan bayangan mereka di kaca tebal balkon.Ada rasa pu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 7

    Satu jam kemudian, Karin baru saja pergi dengan tawa renyah yang masih terngiang di telinga Heri. Pria itu segera bergegas ke wastafel, berniat mencuci piring dan gelas sisa sarapan tadi agar punya alasan untuk segera keluar dari rumah yang suasananya semakin gerah itu. Namun, baru saja ia menyabun

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 6

    “Nih, makan. Anggap aja bonus karena kamu nggak becus kerja kalau perut kosong. Jangan pikir aku lagi perhatian, ini cuma supaya kamu nggak pingsan pas jaga,” ketus Sintya dengan nada yang amat gengsi.Heri yang baru saja hendak melangkah keluar dari dapur saat Sintya menyodorkan secangkir kopi hit

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 5

    Pagi itu, udara masih lembap sisa hujan semalam. Heri berada di dalam pos keamanan yang sempit, melepas seragamnya yang bau keringat dan apek. Saat ia baru saja menyampirkan handuk di bahu, memperlihatkan dada bidangnya yang cokelat legam dengan otot-otot perut yang keras dan padat, pintu pos terbu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 4

    Jam menunjukkan pukul dua pagi. Hujan di luar bukannya mereda, justru semakin menggila. Suara angin yang menghantam atap rumah elit itu terdengar seperti raungan binatang buas. Heri masih terjaga di sofa, berusaha memejamkan mata namun gagal total. Pikirannya masih kacau, antara bayangan kemolekan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status