Share

BAB 271

Author: Nona Mentari
last update publish date: 2026-08-18 01:00:25

Dua hari berlalu setelah insiden di apartemen. Bagas kembali mendatangi restoran Heri tepat saat jam makan siang mulai mereda.

Kali ini, pria klimis itu langsung meminta duduk di meja VIP yang terletak di sudut ruangan yang lebih privat. Di tangannya, Bagas menggenggam sebuah map kulit berwarna hitam yang tampak sangat eksklusif.

Heri yang melihat kedatangan Bagas dari area kasir segera menyunggingkan senyum ramahnya yang khas. Ia melepaskan apron tipis yang melingkar di pinggan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 273

    Malam beranjak semakin larut, menyelimuti sudut kota yang mulai lengang. Di sebuah area pergudangan tua yang remang-remang di batas luar kota, Maman menghentikan langkah kakinya di balik bayangan bangunan tua.Di bawah perintah tegas dari Heri, Maman tidak membuang waktu sedetik pun. Sahabat sekaligus orang kepercayaan Heri itu bergerak dengan sangat gesit dan penuh kehati-hatian.Maman mengamati sebuah bangunan kantor kecil berlantai dua di tengah area gudang tersebut.Di depan bangunan itu, terparkir mobil sedan hitam milik Bagas serta sebuah mobil mewah milik Wawan, pemilik jaringan restoran kompetitor yang selama ini menyimpan dengki mendalam atas kesuksesan Heri.Maman memanjat tangga besi tua di samping bangunan dengan gerakan tanpa suara.Ia mengintip melalui celah jendela kaca yang sedikit terbuka di lantai dua, lalu mengeluarkan ponsel pintar dengan lensa kamera bertenaga tinggi milik tim keamanannya.Di dalam ruangan ber-AC tersebu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 272

    Dua hari yang dijanjikan Heri hampir tiba, dan Bagas yang mulai tidak sabar mulai merasa cemas jika Heri tiba-tiba berubah pikiran.Demi memastikan Heri benar-benar berada dalam kondisi terdesak dan semakin membutuhkan sosok "penyelamat", Bagas memutuskan untuk menggunakan taktik intimidasi halus.Siang itu, suasana di sekitar area parkir depan restoran Heri mendadak bising.Empat orang pria bertubuh kekar dengan tato membelit di lengan dan pakaian lusuh mulai memarkirkan motor mereka secara sembarangan tepat di depan pintu masuk utama.Mereka mulai berteriak-teriak kasar, menggertak para pengunjung yang hendak masuk, dan sengaja menendang beberapa pot bunga hias hingga pecah."Mana pemilik restoran ini?! Panggil keluar! Tempat ini berdiri di wilayah operasional kita tapi nggak pernah bayar uang keamanan!" teriak salah satu preman bertubuh paling besar dengan suara serak menakutkan.Para pengunjung restoran yang panik mulai berhamburan mundu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 271

    Dua hari berlalu setelah insiden di apartemen. Bagas kembali mendatangi restoran Heri tepat saat jam makan siang mulai mereda.Kali ini, pria klimis itu langsung meminta duduk di meja VIP yang terletak di sudut ruangan yang lebih privat. Di tangannya, Bagas menggenggam sebuah map kulit berwarna hitam yang tampak sangat eksklusif.Heri yang melihat kedatangan Bagas dari area kasir segera menyunggingkan senyum ramahnya yang khas. Ia melepaskan apron tipis yang melingkar di pinggangnya, lalu melangkah menghampiri meja VIP tersebut."Selamat siang, Mas Bagas. Wah, kelihatannya ada kabar baik ini sampai bawa map mahal begitu," sapa Heri penuh keramahan yang dibuat-buat sembari menarik kursi di hadapan Bagas.Bagas tertawa renyah, menepuk-nepuk map kulit itu dengan gaya amat percaya diri. "Jelas kabar baik, Mas Heri! Ini dia draf kontrak kerja sama investasi yang saya janjikan kemarin. Saya sendiri yang menyusun poin-poinnya sampai larut malam demi memastikan M

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 270

    Melihat Heri tampak sangat mempercayainya dan menyambut setiap sarannya dengan antusiasme yang polos, Bagas mulai melangkah lebih jauh.Pria klimis itu melancarkan taktik manipulasi yang lebih berani: mencoba mengadu domba Heri dengan Sintya.Malam itu, Bagas berkunjung langsung ke apartemen pribadi Heri dengan dalih menyajikan proposal awal ekspansi restoran.Mereka bertiga berada di ruang tamu yang megah dan hangat. Sintya sedang menyajikan cangkir teh dan kudapan hangat di meja kaca, sebelum akhirnya melangkah mundur menuju area dapur yang terbuka tak jauh dari sana.Bagas membuka dokumen tebal di meja, lalu memajukan tubuhnya dan sengaja memelankan nada suaranya dengan wajah sok prihatin."Mas Heri, jujur ya... sebagai calon mitra bisnis yang peduli sama masa depan Mas Heri, ada satu hal yang dari kemarin bikin saya kepikiran," bisik Bagas penuh penekanan.Heri memiringkan kepalanya sedikit, memasang raut wajah polos nan bingung. "Hal apa itu, Mas Bagas? Soal laporan keuangan rest

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 269

    Sore itu, Bagas kembali hadir di restoran Heri dengan kemeja sutra mahal dan senyum percaya diri yang mengembang. Ia langsung melangkah menuju meja bar tempat Heri sedang mengawasi pembukuan harian."Mas Heri! Lihat ini, saya bawakan kue kismis dari toko bakery langganan pejabat di pusat kota buat staf dapur," ujar Bagas dengan suara lantang, meletakkan dua kotak besar berhias pita emas di atas meja bar.Heri menoleh, menyunggingkan senyum ramah yang terlihat amat lugu dan antusias. "Wah, Mas Bagas ini repot-repot amat. Kasihan staf saya nanti jadi tuman dikasih kado mewah terus sama investor keren seperti Mas Bagas."Bagas terkekeh renyah, menepuk bahu Heri dengan keakraban yang dibuat-buat. "Ah, kecil itu, Mas Heri! Buat calon mitra bisnis besar, hal begini mah bukan apa-apa. Lagipula, saya itu makin kagum sama Mas Heri.""Kagum sama saya? Kagum dalam hal apa, Mas Bagas?" tanya Heri berpura-pura heran, sambil merapikan catatan di tangannya."Mas Heri ini pebisnis genius!" puji Bagas

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 268

    Dua minggu pasca kepulangan dari bulan madu yang manis dan penuh gairah di Labuan Bajo, Heri kembali disibukkan oleh operasional restorannya yang kini melesat pesat dan makin populer di pusat kota.Setiap malam, meja-meja reservasi selalu terisi penuh. Namun, keberhasilan Heri rupanya mengundang rasa iri dari para kompetitor lama yang merasa tersaing keras.Mereka diam-diam menyewa Bagas, seorang pria berpenampilan elegan, necis, dan mengenakan setelan jas bermerek, untuk mengacaukan dan menghancurkan bisnis Heri dari dalam.Siang itu, Bagas mendatangi restoran Heri dengan gaya memikat. Ia melangkah penuh percaya diri, sengaja memperlihatkan jam tangan mewahnya saat menyalami Heri di area ruang makan utama.Bagas berpura-pura menjadi investor kaya yang terkesan dengan sistem manajemen restoran Heri dan mengaku berniat menyuntikkan dana segar dalam jumlah fantastis.Heri menyambut Bagas dengan raut wajah amat ramah. Ia menjabat tangan pria itu erat-erat, memasang senyum lebar, dan menu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 5

    Pagi itu, udara masih lembap sisa hujan semalam. Heri berada di dalam pos keamanan yang sempit, melepas seragamnya yang bau keringat dan apek. Saat ia baru saja menyampirkan handuk di bahu, memperlihatkan dada bidangnya yang cokelat legam dengan otot-otot perut yang keras dan padat, pintu pos terbu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 4

    Jam menunjukkan pukul dua pagi. Hujan di luar bukannya mereda, justru semakin menggila. Suara angin yang menghantam atap rumah elit itu terdengar seperti raungan binatang buas. Heri masih terjaga di sofa, berusaha memejamkan mata namun gagal total. Pikirannya masih kacau, antara bayangan kemolekan

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 3

    Kegelapan di dalam kamar itu terasa begitu pekat, hanya menyisakan deru napas Sintya yang memburu karena panik. Heri merasakan sebuah tubrukan keras di dadanya. Sintya, yang tadi memaki-maki seperti singa betina, kini justru memeluknya erat dengan tubuh yang gemetar hebat.“Nyonya... tenang, Nyonya

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 2

    Heri merasa jantungnya ingin melompat keluar dari rusuk saat pintu jati itu terbuka lebar. Sintya berdiri di sana, hanya berbalut kimono sutra tipis yang diikat asal-asalan. Rambutnya berantakan, dan wajahnya masih kemerahan sisa gairah tadi.“Lagi ngapain kamu di sini, Heri?” tanya Sintya dengan n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status