Share

Ada Apa?

Penulis: Dre LA
last update Tanggal publikasi: 2026-09-04 15:46:00

Maya melihat gaun tidur sutra sang nyonya yang kusut, rambut panjangnya yang berantakan, serta kilatan basah di bibir merah wanita ningrat tersebut.

Hidung Maya yang peka seketika menangkap aroma parfum stroberi mewah yang berbaur pekat dengan aroma maskulin milik Bayu di dalam ruangan.

Sebagai seorang perempuan yang baru saja merelakan seluruh air susunya dihisap habis oleh Bayu demi memberi pemuda itu tenaga supranatural di gudang maut, Maya langsung paham apa yang baru saja terjadi di at
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   409.

    Rendra tidak menjawab sepatah kata pun. Kedua telapak tangan Rendra yang kasar langsung menyusup ke bawah pinggul Arini, mengangkat tubuh molek wanita itu dengan enteng ke atas meja kerja kayu di sudut ruangan. Arini memekik tertahan saat bokongnya mendarat di permukaan meja, membuat tumpukan map kertas terserak berantakan. Posisi itu membuat belahan gaun satin krem Arini tersingkap semakin tinggi, mempertontonkan sepasang paha putih mulus yang basah berkilau. Rendra melangkah maju merapatkan tubuhnya, membelah kedua paha Arini hingga kejantanannya yang mengeras di balik jins menekan telak pusat kewanitaan sang nyonya. "Biarkan pria pemabuk itu mencari balok kayu sampai subuh," desis Rendra dengan nada suara bariton yang teramat berat, serak, dan penuh ancaman sensual. Sepasang mata elang Rendra mengunci tatapan Arini tanpa ampun. "Sekarang giliran kamu yang harus membayar debaran jantung saya malam ini, Arini." Arini menelan ludah dengan tenggorokan kering, merasaka

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   408.

    Lumatan bibir di balik pintu itu terjadi begitu tiba-tiba, panas, dan sarat akan desakan keputusasaan yang memabukkan. Arini membelalakkan matanya sesaat sebelum akhirnya menyerah total pada kehangatan bibir pria di hadapannya. Kedua lengan lentik Arini merayap naik, melingkari leher kokoh Rendra seraya menarik wajah sang montir semakin dalam melumat bibirnya. Ciuman terlarang di ambang maut itu terasa seribu kali lebih menggairahkan daripada sentuhan apa pun yang pernah ia rasakan seumur hidupnya. Lidah Rendra menyusup lembut mengecap manisnya rasa bibir Arini, sementara tangan kirinya meluncur turun meremas pinggul ramping sang istri tetangga. "Mmmnh..." desah Arini tertahan di dalam mulut Rendra, tubuh sintalnya meliuk pasrah saat jemari kasar Rendra menyingkap sedikit belahan gaun satinnya. Paha mulus Arini yang dingin kini tersentuh langsung oleh telapak tangan panas Rendra yang kasar. Sentuhan kulit bertemu kulit itu membuat Arini meremas rambut pendek Rendra, me

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   407.

    Kaki jenjang Arini bergeser pelan, membiarkan paha mulusnya bergesekan langsung dengan paha kekar Rendra yang berdiri menguncinya. Gesekan itu langsung memicu desahan tertahan dari bibir Rendra saat merasakan betapa ranum dan liarnya respons tubuh wanita terhormat tersebut. Tangan Arini kini merayap naik ke tengkuk Rendra, membenamkan jemarinya di sela rambut pendek sang duda seraya menarik wajah pria itu mendekat. "Cium aku, Mas... buat aku lupa sama semua siksaan Danang..." pinta Arini dengan nada suara memohon yang sarat keputusasaan dan dahaga terpendam. Rendra tidak membuang kesempatan itu sedetik pun. Bibir hangat sang montir langsung menyapu lembut bibir ranum Arini, melumatnya perlahan dengan ritme menuntut yang memabukkan. Arini membuka sedikit bibirnya, menyambut pagutan panas itu seraya membiarkan napas mereka menyatu di tengah kegelapan kantor. Tubuh mereka berdua saling menempel lekat, tenggelam dalam ciuman terlarang yang sarat akan keringat halus dan rin

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   406.

    Ibu jari tangan kanan Rendra perlahan terangkat menyentuh dagu tirus Arini, mengangkat wajah ayu itu agar kembali menatapnya. Air mata yang tersisa di sudut mata Arini berkilau memantulkan cahaya temaram lampu dinding. "Tatap mata saya, Arini... katakan dengan jujur kalau kamu memang mau saya pergi menjauh sekarang juga," tantang Rendra dengan suara bariton yang teramat memikat. Arini menatap sepasang mata elang di hadapannya dengan tatapan sayu yang dipenuhi rasa bimbang luar biasa. Bibir ranum Arini sedikit terbuka mencari pasokan udara, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi. "Mas Rendra pria baik... tolong jangan buat saya menjadi wanita berdosa," bisik Arini dengan suara serak yang memohon belas kasihan. "Pria yang menelantarkan wanita seindah ini di tengah badai malam... dialah orang yang paling berdosa di dunia ini," balas Rendra dingin dan menusuk. Tangan besar Rendra perlahan meluncur turun dari dagu, menyusuri garis rahang halus Arini, lalu mendarat di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   405.

    Uap hangat dari cangkir teh melati di atas meja kaca perlahan menari tipis di antara mereka berdua. Arini menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan getaran di bibir ranumnya yang mulai membiru karena kedinginan. Gaun satin krem yang basah kuyup itu menempel teramat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh sintal yang menggoda di bawah temaram bohlam kantor. Rendra berdiri mematung di sisi sofa, menelan ludah dengan jakun yang bergerak naik turun menahan gelombang panas di dadanya. Pria duda itu meraih selembar selimut flanel tebal berwarna abu-abu dari atas lemari berkas. "Pakai ini dulu, Arini... badanmu sudah menggigil hebat," bisik Rendra seraya membungkukkan badannya di samping wanita itu. Kedua telapak tangan Rendra yang besar dan hangat membentangkan selimut itu, lalu menyampirkannya perlahan di atas pundak polos Arini. Ujung jemari Rendra yang kasar tanpa sengaja menyentuh kulit leher jenjang Arini yang basah dan dingin. Sengatan arus hangat seketika menyengat

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   404.

    Danang memang terkenal di lingkungan komplek sebagai eksekutif muda yang gemar pamer kekayaan dan bersikap angkuh kepada warga sekitar. Namun Rendra sama sekali tidak menyangka pria itu tega menelantarkan istri secantik dan seanggun Arini di tengah jalanan gelap. "Tolong jangan berdiri di sini terus, badan Bu Arini sudah menggigil kedinginan," bujuk Rendra seraya merapatkan naungan payungnya. "Tapi mobil ini bagaimana, Mas? Kalau ditinggal di tengah jalan bisa menghalangi kendaraan warga yang lain." Rendra menatap lurus ke dalam manik mata Arini yang tampak rapuh dan membutuhkan pegangan. "Biar saya netralkan persnelingnya dulu, lalu saya dorong masuk ke halaman depan bengkel saya." "Mas Rendra mau mendorong sendirian di tengah hujan lebat begini?" tanya Arini dengan tatapan tak percaya. "Tenang saja, tenaga saya sudah terbiasa buat geser beban mesin mobil," sahut Rendra dengan senyuman tipis yang menenangkan. Rendra membukakan pintu kemudi, membungkuk ke dalam kabin un

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   3. Pijat Aku

    Meski agak terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Nyonya Selin, Bayu tetap menjawab dengan suara agak terbata-bata, "L-lumayan, Nyonya. Waktu di kampung, saya sering memijat orang tua sepulang kerja di sawah."Jujur saja otaknya sudah mulai berpikir yang tidak-tidak saat ditanya seperti itu oleh Nyon

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status