Share

Pagi Yang Gila

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-08-01 21:32:07

"Bayu," panggil Selin di sela-sela desahan Mbak Sumi, "angkat kepalamu."

Bayu menengadah, menatap majikannya, " Iya, Nyonya?"

"Cium aku."

Bayu segera bangkit, merengkuh pinggang Selin dan mencium bibirnya dalam-dalam. Di bawah mereka, Mbak Sumi mengerang gelisah, kehilangan sentuhan yang baru saja membawanya melayang.

Selin melepaskan pagutan mereka, berbisik di telinga suaminya. "Kamu lihat? Dia hampir sampai di puncak, tapi kamu malah berhenti."

Bayu menghela napas berat. "Selin..
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dre LA
Haahhaaa bisa gila mas kalo baca ini maaaaff :( tapi makasiiii ya udah bacaa sampe sini, terharu akuuu
goodnovel comment avatar
Ali Rafidy
Wah...... semakin gila juga nich...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    464.

    Suara deru mesin bertenaga besar yang teramat halus dan senyap mendadak berhenti tepat di depan pelataran bengkel, memutus keheningan sisa-sisa asmara yang masih menyelimuti kamar mezanin. Bukan suara raungan knalpot mobil sport Clarissa yang melengking, melainkan dengung berat dan berkelas dari sebuah sedan mewah limusin hitam keluaran Jerman berpelat nomor khusus kementerian. Suara debur pintu mobil yang tertutup berat terdengar berdentang solid di lantai bawah. Rendra seketika membuka matanya. Naluri tempur sang mantan prajurit yang tajam menyengat sarafnya kembali. Tanpa membuat suara sedikit pun, lengan kekar Rendra menyelimuti tubuh Arini yang masih terlelap pulas dengan kain tebal, lalu menyambar kaos oblong hitam dan celana jinsnya. Sebelum sang montir sempat menuruni anak tangga, derap langkah sepatu kulit berhak tebal telah bergema melintasi lantai semen bengkel. Pintu servis yang hanya diganjal balok kayu didorong perlahan dari luar. Sosok pria bertubuh jangkung mel

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    463.

    Kehangatan yang membakar di atas kasur busa tipis itu perlahan meluruh, menyisakan deru napas mereka yang masih saling berkejaran di udara pagi. Keringat tipis yang membasahi dahi dan ceruk leher Arini mengering perlahan diterpa embusan semilir dari kisi-kisi jendela kayu yang terbuka separuh. Selimut kain abu-abu tersampir menutupi separuh tubuh mereka, namun kulit polos keduanya masih saling menempel lekat tanpa menyisakan jarak udara. Arini membenamkan wajahnya di dada bidang Rendra yang liat, mendengarkan dentum jantung pria perkasa itu yang berdegup kencang bagaikan genderang perang. Setiap jengkal tubuhnya terasa linu, namun rasa lelah yang mengalir di persendiannya justru membawa gelombang ketenangan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Jemari lentik sang nyonya bergerak malas, menyusuri lekuk otot perut Rendra yang keras bergelombang, lalu merambat naik menelusuri bekas luka lama di bahu sang montir. "Masih belum puas menyiksa saya, Sayang?" bisik Rendra parau. Suar

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    462.

    Hawa hangat yang merembes di sela rajutan selimut abu-abu itu belum sanggup meredakan denyut bara yang tertinggal di antara mereka. Arini menyandarkan dahinya di lekuk leher Rendra, merasakan kulit basah sang montir yang masih mengepulkan uap hangat tipis. Setiap helaan napas Rendra yang dalam dan beraturan menggetarkan rongga dadanya sendiri, bagaikan gelombang laut tenang setelah dihantam badai topan yang meluluhlantakkan akal sehat. Jemari lentik Arini terbenam di sela otot punggung liat pria itu, menelusuri bekas goresan kukunya sendiri yang memerah di atas kulit berpeluh—sebuah tanda kepemilikan yang tertoreh tanpa sadar di tengah puncak kenikmatan tadi. "Lihat apa yang kamu lakukan pada punggung saya, Arini," bisik Rendra parau. Suara baritonnya yang serak terdengar begitu berat, bergetar rendah tepat di pucuk kepala sang nyonya. Arini mendongak perlahan. Kelopak matanya yang sayu mengerjap malas, menatap sepasang manik mata elang yang masih berkilat lapar di bawah bayang-baya

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    461.

    Pagutan bibir yang kembali menyatu itu merenggut sisa udara yang tersisa di rongga dada Arini. Rasa takut yang baru saja membakar sarafnya kini meleleh, bermutasi menjadi kepasrahan mutlak di bawah kuasa pria yang memayunginya. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi bayang-bayang status ningrat atau rasa bersalah atas masa lalunya yang kelam. Di atas kasur busa tipis yang berderit pelan mengikuti irama napas mereka, Arini merapatkan tubuhnya, membiarkan kulit halusnya bersinggungan tanpa sekat dengan liatnya dada bidang Rendra yang berkeringat. Ciuman Rendra mendarat begitu dalam, menuntut dan menghisap seluruh kesadaran Arini dengan kelembutan yang terbungkus keliaran murni. Lidah sang montir menyapu rongga mulutnya, mengecap rasa manis bercampur sengatan rasa yang membuat kepala Arini pening oleh gelombang kenikmatan. Setiap kali bibir tegas itu menghisap dan melumat, sekujur tubuh sang nyonya meremang hebat, memicu letupan rasa hangat yang merayap cepat dari tengkuk hingga ke uj

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    460.

    Dari celah kisi-kisi lantai papan mezanin, bayangan siluet seseorang terlihat jelas berdiri di luar celah bawah pintu besi. TOK! TOK! TOK! "Halo? Mas Rendra! Buka pintunya, Mas! Ini dari pihak RT dan keamanan warga komplek!" seru suara berat seorang pria paruh baya dari balik pintu lipat. "Ada laporan keributan dan pecahan kaca di depan bengkel tadi subuh! Tolong buka, Mas!" Darah Arini seketika berdesir dingin. Warga dan petugas keamanan komplek tengah berdiri tepat di depan pintu masuk. Jika mereka memaksa mendongkel atau melihat celah ke dalam, reputasi dan kehormatan Arini yang tengah bersembunyi tanpa sehelai benang pun bersama seorang montir duda akan hancur lebur di hadapan publik. Jantung Arini berdentum begitu keras hingga dada ranumnya naik-turun tak beraturan, membentur langsung permukaan dada bidang Rendra yang sekeras baja tempaan. Merasakan ketakutan liar yang mengguncang tubuh wanitanya, sorot mata elang Rendra justru berkilat gelap dipenuhi bara gairah yang te

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    459.

    Rendra menundukkan wajahnya, menyambar bibir merekah Arini dalam sebuah ciuman yang meledak penuh gairah dan kepemilikan sejati. Lumatan itu tidak lagi terburu-buru, melainkan lambat, dalam, dan menuntut penyerahan raga yang tanpa batas. Lidah hangat sang pria menyapu lembut rongga mulut Arini, mengecap manisnya napas sang nyonya yang kian tersengal memburu. Arini melenguh panjang di sela pagutan bibir mereka, menarik tengkuk Rendra agar merapat tanpa sekat. Jaket kanvas yang membungkus tubuhnya disingkirkan ke sudut kasur, membiarkan kulit polos mereka kembali bersentuhan langsung dan menyulut gelombang sengatan panas yang merayap ke sekujur saraf. Tangan kasar Rendra meraba turun menyusuri lekuk pinggang ramping Arini, meremas pinggul sintal wanita itu dengan sentuhan posesif yang membuat sekujur tubuh sang nyonya meremang hebat. Setiap usapan jemari sang montir yang kapalan bagaikan percikan api di atas kulit sutra Arini, menghapus seluruh dinginnya pagi dan menyisakan kobaran

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status