Share

Selamatkan Aku, Bay.

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-08-20 21:16:56

Bayu berhenti tepat di depan Bang Jali. Sorot matanya benar-benar kosong dari belas kasihan. Ia merogoh saku dalam kemejanya, mengeluarkan sebuah buku cek tebal, dan menuliskan sederet angka dengan pena emas.

Ia merobek kertas cek itu, lalu menampar wajah Bang Jali dengan cek tersebut.

"Seratus lima puluh juta," bisik Bayu mematikan, membiarkan cek itu jatuh ke pangkuan sang rentenir. "Tujuh puluh juta buat utang bajingan ini, sisanya buat biaya rumah sakit anak buahmu. Bawa sampah-sampah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    475.

    Faris duduk di atas motornya di pinggir jalan tol yang sepi, helm sudah terlepas, keringat masih menempel di pelipis. Pengiriman rokok ke luar kota memaksanya meninggalkan kos sejak siang, dan sekarang matahari sudah condong ke barat. Di dalam saku celana, ponselnya terus bergetar oleh notifikasi, tapi ia menahan diri untuk tidak langsung membuka. Kepalanya penuh oleh bayangan Sinta pagi tadi. Pantat merah yang masih hangat di telapak tangannya, desahan wanita itu ketika rambutnya dijambak, cairan yang menetes di lantai dapur. Faris menggeser posisi duduknya, merasa kontolnya mulai mengeras hanya karena mengingat. Ia ketagihan. Sudah jelas. Setiap kali menutup mata, yang muncul hanya pinggang ramping Sinta, liang basah yang menjepitnya, dan wajah wanita itu yang basah oleh air mata kenikmatan. Ia membuka galeri, melihat foto yang ia ambil diam-diam sebelum berangkat: Sinta masih tertidur di kasurnya sendiri setelah mereka pindah dari dapu

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    474.

    Faris belum selesai. Ia menarik tubuh Sinta yang masih lemas, membalikkannya hingga berlutut di atas lantai dapur yang dingin dan basah. Daster jingga muda itu sudah tidak berguna lagi; Faris menyingsingkannya hingga ke pinggang, menyingkap pantat montok Sinta yang masih basah oleh cairan mereka sendiri. Dengan tangan kasar, ia menekan punggung Sinta hingga dada dan wajahnya menempel ke ubin, pantat terangkat tinggi, kaki terbuka lebar. “Tahan posisi ini,” perintah Faris parau. Sinta hanya bisa mengangguk lemah, jari-jarinya mencengkeram ubin yang licin. Faris berlutut di belakangnya, menekan kontolnya yang masih setengah tegang di celah pantat Sinta, menggesek naik-turun hingga batang itu kembali mengeras penuh. Tanpa peringatan, ia mendorong masuk lagi. Kepala kontol menembus liang yang masih longgar dan basah, disusul batang tebal hingga ke pangkal. Sinta mengerang panjang, tubuhnya terdorong ke depan oleh hentakan itu.

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    473.

    Faris tidak memberi Sinta kesempatan untuk berpikir lebih jauh. Dengan gerakan cepat dan kasar, ia memutar tubuh sang nyonya kos hingga menghadapnya, lalu mendorongnya mundur hingga punggung Sinta menabrak tepi meja makan. Daster jingga muda itu tersingkap hingga pinggang, memperlihatkan paha putih kenyal yang bergetar. Faris berlutut di lantai dapur yang masih basah bekas cipratan air, menarik pinggang Sinta turun hingga pantatnya mendarat di atas ubin dingin. “Faris… lantai ini kotor…” bisik Sinta, suaranya sudah pecah oleh nafsu. Namun protes itu hanya membuat Faris semakin berani. Ia menyingsingkan daster Sinta hingga ke dada, menyingkap sepasang payudara montok yang masih basah oleh keringat pagi. Mulutnya langsung menyambar puting kanan, menghisap kuat sambil lidahnya berputar liar. Sinta melengkungkan punggung, jari-jarinya menjambak rambut Faris, desahan tertahan keluar dari bibirnya. “Ahhh… jahat… kamu jahat banget…”

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    472.

    "Mbak Sinta, galon air di dekat tangga sudah saya ganti yang baru." Suara Faris terdengar begitu datar dan sopan, memecah keriuhan kecil di area dapur bersama lantai satu. Tiga rekan kerjanya sesama buruh linting kretek yang sedang menyeruput kopi hitam tampak sibuk mengencangkan tali sepatu dinas masing-masing. "Iya, Faris, terima kasih banyak sudah dibantu," sahut Sinta dengan senyuman ramah khas pemilik kos yang menjaga martabatnya. Gerakan tangan Sinta yang sedang mengelap meja makan terlihat begitu anggun dan berjarak, seolah tidak pernah ada skandal terlarang apa pun di antara mereka. "Wah, Faris sekarang rajin banget bantu-bantu ibu kos," celetuk Joko seraya menyambar bungkus rokoknya dari atas meja. "Pantas saja uang sewa kamarmu nggak pernah ditagih galak." Tawa renyah buruh-buruh lain menyusul, membuat pipi Sinta diam-diam memanas terbakar rasa gugup. "Semua anak kos di sini saya perlakukan sama, Mas Joko," tanggap Sinta cepat seraya memutar tubuhnya ke arah wastafel.

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    471.

    "Terserah kamu, Nis! Capek aku didebat terus tiap malam!"Faris menekan tombol merah di layar ponselnya dengan dengusan kasar, lalu melempar benda pipih itu ke atas kasur busa di kamarnya.Nisa, kekasihnya di kampung halaman yang sudah dua tahun menjalani hubungan jarak jauh dengannya, kembali merajuk hebat hanya karena Faris terlambat membalas pesan WhatsApp selama dua jam akibat lembur di lantai pelintingan kretek.Tuduhan tak berdasar, kata-kata judes, dan ancaman putus yang berulang kali dilontarkan gadis itu membuat kepala Faris mendidih oleh emosi yang tertahan.Napas pemuda itu memburu panas, sementara darah mudanya bergolak liar menuntut sebuah pelampiasan.Langkah kaki tegap Faris bergerak cepat menuruni anak tangga, menyusuri koridor lantai satu yang temaram menuju kamar pengelola di ujung lorong.Tanpa ragu sedikit pun, jemari kasarnya mendorong pintu kamar Sinta yang tidak terkunci rapat, lalu lekas memutar slot grendel di baliknya.Klek.Sinta yang sedang duduk menyisir r

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    470.

    "Mmmhh... pintunya jangan lupa dikunci rapat, Faris..." Desahan cemas itu lolos dari bibir Sinta saat mendapati sosok pemuda bertubuh tegap itu melangkah masuk ke kamarnya tanpa mengetuk. Faris segera memutar kunci ganda dan menurunkan slot gerendel pintu kayu jati tersebut dengan gerakan tenang. Aroma pekat tembakau berpadu cengkeh seketika menguar dari seragam biru dongker yang masih melekat di tubuh sang buruh pabrik. "Tenang saja, Mbak. Anak-anak kos yang lain masih tertahan lembur sampai jam sepuluh malam nanti," bisik Faris seraya menyunggingkan senyuman tipis. Sinta menelan ludah dengan susah payah, memeluk dadanya sendiri dari atas tepi ranjang. Wanita berusia tiga puluh tahunan itu hanya mengenakan daster satin merah marun tanpa lengan yang mencetak jelas lekuk tubuh sintalnya. "Kamu... kamu mau apa ke sini sore-sore begini, Ris?" tanya Sinta ragu dengan nada suara yang bergetar menahan gugup. "Pabrik lagi kejar target ekspor, Mbak Sinta. Pundak dan pinggang saya rasa

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Rahasia Malam Sang Nyonya    5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status