MasukKelly sedang bertelepon. Dia tidak memperhatikan gerak-gerik Laura. Mereka berdua hanya menyapa sesaat, lalu sibuk dengan urusan masing-masing.Laura kembali ke meja kerjanya. Dia berlagak sibuk dengan urusan lain. Beberapa saat kemudian, dia baru melirik sekeliling, lalu membuka kertas gambar yang diberikan Meagan kepadanya.Satu per satu halaman dibuka. Laura diam-diam merasa kaget. Desain Kelly tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal dia sudah menyelesaikannya dalam waktu singkat, dia tetap mendesain dengan cermat dan detail, sangatlah sesuai dengan keinginan pihak Kempinski, juga sudah menambahkan ide kreatifnya.Jujur saja, jangankan waktu dua hari, meskipun dua minggu, Laura juga belum pasti bisa menyelesaikan desain seperti ini.Hasil ini sebenarnya sudah bisa diserahkan ke tangan penanggung jawab Kempinski, apalagi hanya draf awal saja. Kenapa Meagan malah memperlakukan Kelly seperti itu?Laura berpikir dengan saksama, akhirnya dia mengerti. Sebelum Meagan bergabung ke peru
Meagan masih saja tersenyum tenang. “Desainer kami memang sangat ketat dalam soal hasil desainnya. Tuan Levin pasti akan puas dengan hasil desain selama sepuluh hari. Seandainya Tuan Levin mencari studio lain, sepertinya waktu yang dibutuhkan akan lebih lama lagi. Aku rasa kamu juga bisa memahaminya.”Levin berpikir sejenak, lalu mengangguk dengan tidak berdaya. “Baiklah. Kalau begitu, sepuluh hari saja. Aku harap aku bisa melihat hasil desain setelah sepuluh hari.”“Pasti!” Meagan mengantar kepergian Levin. Kemudian, dia menyuruh asistennya untuk memanggil Laura ke ruangannya. Dia berbicara dengan raut gembira, “Laura!”Laura segera menyahut, “Bu Meagan!”“Duduklah!” Nada bicara Meagan terdengar lembut. Dia bertanya dengan asal-asalan, “Hari ini, aku sudah mengomeli Kelly di ruang rapat. Bagaimana pendapatmu?”Tatapan Laura berkilauan. Dia berkata dengan terbata-bata, “Kelly … sebenarnya dia sangat berkompeten. Kali ini, batas waktunya memang terlalu singkat.”Meagan menghela napas.
Sikap Meagan terlihat angkuh dan ketus. “Kamu pernah membimbing Kelly sebelumnya. Dia memang pernah membuat satu atau dua desain yang menakjubkan, tapi bukan berarti dia adalah seorang desainer yang unggul. Aku nggak ingin lihat prestasinya yang dulu. Aku cuma lagi lihat hasil desain yang dia perlihatkan kepadaku sekarang, hasilnya memang nggak bisa memuaskanku.”Ucapan Meagan seolah-olah mengaitkan prestasi Kelly sebelumnya karena adanya bimbingan Nick. Kelly tidak menyangkal. Ekspresinya kembali kelihatan seperti biasa. Dia mulai menenangkan dirinya sembari menunggu ucapan selanjutnya Meagan.Kelly sangat paham. Kritik Meagan terhadap dirinya jelas bukan tujuan utamanya. Meagan tampak berpikir sejenak, lalu akhirnya mengambil keputusan.“Nanti, setelah Tuan Levin datang, aku akan memintanya untuk memberi kita tambahan waktu beberapa hari. Kelly, kamu masih kurang pengalaman dan kurang melakukan survei langsung terhadap pembangunan proyek perumahan.”“Selama dua hari ke depan, kamu ng
Kelly menunjukkan ekspresi merendah dan tidak berbicara.Nada bicara Meagan semakin bersahabat lagi. “Kelly, perlihatkan desainmu kepadaku.”Kelly menyerahkan kertas kerjanya kepada Meagan.Meagan melihat satu per satu halaman, tidak terlihat senyuman di wajahnya, keningnya juga berkerut. Raut wajahnya seketika menjadi muram.Orang lain juga sudah mengamati raut wajahnya dan mulai terdiam.Tidak lama kemudian, Meagan membuang kertas kerja itu ke atas meja dengan kuat. Dia pun berkata dengan ketus, “Kelly, kamu benar-benar sudah mengecewakanku!”Kelly merasa syok. “Apa Bu Meagan merasa nggak puas?”Meagan kelihatan serius. “Aku tahu waktu dua hari terlalu mendesak, makanya aku sengaja suruh Laura dan Irvan untuk membantumu, tapi kamu malah menyerahkan draf asal-asalan seperti ini, sama sekali nggak ada nilai desainnya. Seandainya hasilmu sebiasa ini, untuk apa Kempinski datang mencari kita?”“Kalau kamu nggak sanggup, seharusnya kamu beri tahu aku waktu itu. Bukannya setelah berjanji bi
Kelly sudah lembur selama dua hari. Dia hampir bergadang setiap malam dan hampir memancing emosi Jason. Akhirnya pada hari Senin, dia berhasil menyelesaikan draf sebelum jam masuk kerja.Pada hari Senin pagi, Nick yang sudah masuk kerja melihat hasil desain itu. Dia pun merasa semakin kagum terhadap Kelly. “Hanya dalam waktu dua hari, kamu bisa membuat draf awal seperti ini. Kelly, kamu lebih hebat daripada aku!”Kelly menunjuk matanya yang sudah berurat merah itu sembari mengendus ringan. “Sejak kapan diselesaikan dalam waktu dua hari. Semalam aku bikin sampai jam empat subuh.”Kelly hanya sempat tidur tiga jam saja.Jason ingin menelepon Howard untuk langsung membeli studio. Namun, setelah dibujuk Kelly dalam waktu lama, dia baru berhasil mengurungkan niat Jason. Sekarang dipikir-pikir kembali, semuanya terasa sangat lucu.Nick mengangkat kepalanya, lalu berkata dengan tersenyum penuh makna, “Sebenarnya dengan punya kekasih seperti itu, wanita sama sekali tidak butuh terlalu bekerja
Leon yang berada di samping berkata dengan tersenyum bodoh, “Bos, jangan-jangan kamu takut sama kucing? Kenapa ekspresimu seperti biksu ketika melihat siluman saja?”Orang-orang yang berada di samping juga ikut tersenyum. Yandi langsung memelototi Leon.Kening Yandi berkerut ketika melihat Tasya. “Kamu cukup bawa kucing itu pulang saja. Ngapain kamu bawa kemari?”Tasya berkata dengan tersenyum, “Di sini rumahnya Miao. Miao masih belum bertemu dengan abangnya!”Setelah tertegun sejenak, Yandi pun berkata dengan tersenyum sinis, “Tasya, kamu kira tempatku ini kebun binatang?”Sebelumnya, Meong juga adalah hasil pungutan Tasya. Sekarang, dia malah memungut seekor kucing lagi. Memangnya Yandi adalah kepala kebun binatang?Tasya berusaha menyanjung Yandi. “Aku juga nggak bermaksud seperti itu. Tandy bilang Bibi Sonia lagi program anak, jadi nggak boleh ada hewan peliharaan baru di rumah. Aku juga nggak mungkin membiarkan Miao di klinik hewan, ‘kan?”Tasya menyipitkan matanya. Di balik celah
Tiffany berkata, “Lebih baik kita lebih tahu batasan.”Bondan berkata dengan nada bercanda, “Kita saja sudah tinggal bersama. Kamu kira orang lain akan percaya tidak ada apa-apa di antara kita?”“Aku nggak peduli dengan pemikiran orang lain. Yang penting aku nggak melakukannya!” Tiffany tersenyum ti
Theresia berkata, “Intinya, aku sungguh berterima kasih sama kamu!”Ranty bertanya, “Apa Sonia tahu?”Theresia mengangguk. “Tahu!”Ranty seketika menggertakkan giginya. “Nggak masalah kalau kamu nggak mengatakannya, tapi dia malah rahasiakan dariku!”Theresia memalingkan kepalanya untuk mencari Soni
“Aku pernah dengar namamu sebelumnya!” Perempuan itu menatap Theresia dengan takjub, kemudian dia pun memuji, “Nona memang cantik sekali!”Theresia tersenyum. “Terima kasih!”Ekspresi wajah perempuan itu semakin ramah lagi. “Namaku Helena Subasti. Sebelum Hari Raya nanti, klub pribadi keluargaku aka
Theresia tertawa, lalu lanjut membungkus pangsitnya.…Jemmy yang berada di samping berjalan kembali dengan memegang ponsel. Dia sedang memperlihatkan kepada Aska. “Mereka lagi bungkus pangsit. Apa kamu tidak percaya? Ayo, Sonia, sapa gurumu dulu!”Sonia memalingkan kepalanya, kemudian berkata denga






