Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 151. Anomali dalam Konspirasi.

Share

Bab 151. Anomali dalam Konspirasi.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-09-08 23:48:21

Bab 151. Anomali dalam Konspirasi.

Setelah meninggalkan kedai arak, Tian Fan tidak lagi kembali ke kediaman Klan Qin. Ia hanya berjalan santai melewati jalan utama Kota Dalian, lalu menuju gerbang kota tanpa menunjukkan sedikit pun ketertarikan terhadap keramaian di sekitarnya.

Namun, berbeda dari sebelumnya, pikirannya kini telah menyusun seluruh informasi yang diperolehnya menjadi sebuah gambaran yang jauh lebih besar.

Klan Qin menerima perintah dari Klan Tang untuk mencari Tang Bohu. Pada s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 151. Anomali dalam Konspirasi.

    Bab 151. Anomali dalam Konspirasi.Setelah meninggalkan kedai arak, Tian Fan tidak lagi kembali ke kediaman Klan Qin. Ia hanya berjalan santai melewati jalan utama Kota Dalian, lalu menuju gerbang kota tanpa menunjukkan sedikit pun ketertarikan terhadap keramaian di sekitarnya. Namun, berbeda dari sebelumnya, pikirannya kini telah menyusun seluruh informasi yang diperolehnya menjadi sebuah gambaran yang jauh lebih besar.Klan Qin menerima perintah dari Klan Tang untuk mencari Tang Bohu. Pada saat yang sama, mereka juga menerima perintah dari pihak selir raja untuk menghentikan Yin Ping sebelum gadis itu tiba di ibukota. Di balik semua itu, Shui Feng jelas memiliki kepentingan sendiri, sedangkan Ma Durung, yang kemungkinan besar akan datang sebagai alkemis dari Sekte Raja Obat, juga tidak mungkin muncul secara kebetulan.Tian Fan berhenti sejenak di depan gerbang kota. Ia menoleh ke arah jalan yang baru saja dilaluinya, lalu tersenyum tipis. “Tampaknya konspirasi orang-orang ini suda

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 150.  Yin Ping.

    Bab 150. Yin Ping.Di aula belakang Klan Qin, seorang pria paruh baya duduk di kursi utama. Wajahnya tampak keras, dengan alis tebal dan tatapan yang dipenuhi kemarahan. Di sampingnya duduk seorang pria yang mengenakan pakaian mewah, dengan rambut disisir rapi dan sebuah cincin giok besar di jarinya.Pria pertama adalah Patriark Tua Klan Qin.Pria kedua adalah Patriark Klan Qin saat ini.Di hadapan mereka, pemimpin Kelompok Harimau Hitam berdiri dalam posisi setengah berlutut. Luka di lehernya telah diobati dan ditutup kain, tetapi wajahnya masih pucat.Patriark Klan Qin menghantam sandaran kursinya. “Kalian membawa lima orang, tetapi hanya kau yang kembali. Bahkan Zhang Fei berhasil diselamatkan. Apa sebenarnya yang terjadi?”Pemimpin kelompok menundukkan kepala. “Patriark, kami tidak menyangka akan bertemu dengan pemuda itu.”“Pemuda itu?” Patriark Qin menyipitkan mata. “Siapa dia?”“Aku tidak tahu.”“Kau tidak tahu?” Suara Patriark Qin menjadi semakin dingin.“Kau memimpin Kelom

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 149. Teknik Jìshēng Gǔ Wáng

    Bab 149. Teknik Jìshēng Gǔ WángSetelah percakapan mengenai Ma Durung berakhir, Tian Fan tidak langsung melanjutkan pembicaraan. Ia hanya berdiri dari kursinya, merapikan jubah, lalu berkata.“Kalau begitu, aku akan pergi lebih dahulu. Masih ada urusan yang harus kuselesaikan.”Zhang Xue segera mengangkat kepala. “Sekarang? Bukankah kau baru saja tiba di Kota Dalian?”“Benar. Namun aku tidak datang ke sini untuk beristirahat,” jawab Tian Fan santai.Zhang Yan juga berdiri. “Saudara Tian, setidaknya tinggallah beberapa hari. Ayah masih membutuhkan waktu untuk pulih. Kami ingin mengucapkan terima kasih dengan lebih layak.”“Tidak perlu.Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang tabib,” kata Tian Fan.“Namun kau bukan hanya menyelamatkan ayah kami,kau juga membantu kami menghadapi para pemburu itu. Jika bukan karena kau, kami mungkin sudah mati di tengah hutan,” Zhang Xue menyela. Tian Fan menatapnya sekilas. “Kalian terlalu banyak berpikir. Aku kebetulan berada di san

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 148. Pertemuan yang Tidak Terduga.

    Bab 148. Pertemuan yang Tidak Terduga.Setelah memastikan racun di tubuh Zhang Fei telah berhasil dinetralisir, Tian Fan kembali memeriksa luka di dadanya. Ia membersihkan sisa darah kotor, lalu menggunakan jarum perak untuk menutup pembuluh darah yang rusak. Setelah itu, ia mengalirkan Qi lembut ke sekitar luka sebelum mengoleskan ramuan penyembuh dan membalutnya dengan kain bersih. Proses tersebut tidak memakan waktu lama, tetapi setiap gerakannya dilakukan dengan ketelitian tinggi. Zhang Fei hanya mengerutkan kening beberapa kali, lalu membiarkan Tian Fan menyelesaikan pengobatan tanpa mengeluh.“Lukanya sudah tertutup, tetapi jangan mengerahkan Qi terlalu banyak untuk sementara waktu. Racun memang telah dikeluarkan, namun meridian di sekitar jantungmu masih membutuhkan waktu untuk pulih.”“Jika Tuan memaksakan diri, luka itu bisa terbuka lagi,” kata Tian Fan sambil menyimpan kembali jarum-jarumnya. Zhang Fei mengangguk pelan. “Aku mengerti. Terima kasih, Tuan Muda Tian.”Tian F

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 147. Operasi Kecil.

    Bab 147. Operasi Kecil.Hutan kembali sunyi setelah Zhang Yan dan Zhang Xue membungkuk di hadapan Tian Fan. Namun keheningan itu tidak membuat suasana menjadi lebih tenang. Sebaliknya, keduanya justru merasa seolah sedang berdiri di depan sesuatu yang tidak mereka pahami. Ayah mereka masih bersandar pada batang pohon dengan wajah pucat, sementara darah hitam terus merembes dari luka di dadanya.Tian Fan tidak langsung memulai tindakan. Ia masih berjongkok di depan Zhang Fei, mengamati perubahan warna lebam, arah penyebaran racun, serta aliran Qi yang berdenyut lemah di sekitar luka. Sesekali ia mengangkat tangan dan menekan beberapa titik di dekat dada pria itu, lalu menariknya kembali setelah merasakan perubahan kecil pada denyut nadi.“Racun ini tidak menyebar secara merata. Sebagian besar terkumpul di sekitar luka, tetapi ada aliran kecil yang mengikuti meridian jantung. Itu sebabnya darahnya menghitam dan Qi-nya terus berantakan,” gumam Tian Fan.Zhang Xue menelan ludah.“Apakah

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 146. Teknik Terlarang?

    Bab 146. Teknik Terlarang?Zhang Yan dan Zhang Xue menegang setelah mendengar penjelasan Tian Fan. Wajah Zhang Fei semakin pucat, sementara darah hitam masih perlahan merembes dari luka di dadanya. Namun Tian Fan tetap terlihat tenang. Ia tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun, seolah keadaan tersebut hanyalah masalah lain yang perlu diselesaikan dengan cara yang tepat. Setelah mengamati luka itu beberapa saat, ia akhirnya berdiri dan berkata.“Kalian berdua, kumpulkan senjata para pemburu tadi. Jangan menyentuh bagian bilahnya secara langsung. Gunakan kain atau Qi untuk membungkusnya.”Zhang Yan dan Zhang Xue segera mengangguk. Mereka bergerak menuju tempat keempat pemburu yang telah tewas, lalu mengumpulkan pedang-pedang mereka satu per satu. Tidak lama kemudian, lima pedang telah diletakkan di atas sebuah batu datar. Salah satunya adalah pedang milik pemimpin Kelompok Harimau Hitam yang telah melarikan diri. Tian Fan berjongkok di hadapan kelima pedang tersebut, lalu memeriksa

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status