เข้าสู่ระบบBab 171. Dunia Kecil.Cahaya emas yang keluar dari dua segel itu langsung menembus kening Tian Fan. Dalam sekejap, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangan sambil mengerang tertahan, merasakan sesuatu yang asing terus mengalir ke dalam kesadarannya. Bukan sekadar energi, melainkan rapalan mantra kuno yang tidak pernah ia pelajari sebelumnya. Setiap kalimat, setiap simbol, dan setiap pola formasi seolah dipaksakan masuk ke dalam pikirannya tanpa memberinya kesempatan untuk menolak.Pada saat yang sama, perubahan juga terjadi pada tubuh Iblis Kecil. Cahaya keemasan yang menyelimuti naga hitam tersebut semakin pekat, sementara simbol-simbol merah yang sebelumnya bergerak liar di sepanjang tubuhnya perlahan menyusut. Satu demi satu simbol itu seperti ditekan oleh kekuatan tak terlihat, kemudian berubah menjadi titik-titik kecil sebelum akhirnya menghilang ke dalam tubuh sang naga.Tian Fan jatuh berlutut. Napasnya memburu, sementara rasa sakit di kepalan
Bab 171. Melepas segel.Sorot mata naga hitam itu perlahan berubah setelah mendengar suara Tian Fan. Tatapan merah yang sebelumnya dipenuhi keganasan dan tekanan perlahan menjadi lebih tenang, seolah suara pemuda tersebut telah menyentuh bagian terdalam dari jiwanya yang selama ini terbelenggu. Tian Fan memperhatikan perubahan itu dengan saksama, dan semakin lama ia mengamati, semakin jelas baginya bahwa seluruh pasak kristal yang membelenggu tubuh naga tersebut bukan sekadar berfungsi sebagai penjara, melainkan juga digunakan untuk mengekang amukan serta menekan kekuatan liarnya agar tidak sepenuhnya meledak.Tian Fan berjalan perlahan mendekati salah satu pasak kristal yang menahan leher naga. Ia memperhatikan setiap pola yang terukir di permukaannya, merasakan aliran energi kuno yang masih bergerak di dalam kristal tersebut. Teknik penyegelan ini benar-benar berbeda dari seluruh teknik yang pernah ia lihat sebelumnya. Bukan hanya rumit, tetapi juga memiliki tingkat kesempurnaan y
Bab 170. Iblis Kecil Itu Ternyata…Baru saja pertanyaan Tian Fan mengenai keberadaan Si Iblis Kecil terucap, ia tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dari kedalaman Menara Kegelapan. Langkahnya yang semula hendak bergerak mendekati Shandian perlahan terhenti. Alisnya sedikit berkerut ketika kesadaran spiritualnya menyapu seluruh lantai kedua puluh. Ada sebuah aura yang samar, sangat lemah, tetapi terasa begitu familiar hingga membuat pikirannya langsung tertuju kepada satu sosok yang telah lama tidak ditemuinya.Tian Fan berdiri diam beberapa saat, membiarkan kesadaran spiritualnya menyebar lebih jauh. Semakin dalam ia merasakan aura tersebut, semakin jelas pula perasaan familiar yang muncul dalam benaknya. Namun anehnya, aura itu tidak sepenuhnya sama dengan aura yang pernah ia rasakan sebelumnya. Ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang jauh lebih murni dan lebih dalam, seolah sumber aura tersebut telah mengalami perubahan besar.“Ini apa? Aku merasakan aura yang sangat familiar dari
Bab 169. Pertemuan dan perbedaan.Setelah pergulatan panjang dengan kedua keindahan Kerajaan Shui itu akhirnya berakhir, Tian Fan memperoleh hasil yang jauh lebih besar daripada yang ia perkirakan. Di dalam dantiannya, Inti Matahari Yang dan Inti Es Abadi Yin yang sebelumnya memiliki ukuran sangat berbeda kini telah mencapai keseimbangan sempurna. Kedua inti yang dahulu satu berukuran kecil dan satu jauh lebih besar kini telah berubah menjadi dua inti dengan ukuran yang sama. Keseimbangan tersebut membuat fondasi kultivasinya yang sebelumnya kacau perlahan kembali stabil, bahkan kekuatannya mengalami lonjakan besar. Jika sebelumnya kultivasinya hanya naik satu tingkat kecil, dari Ranah Rajabumi tingkat menengah menuju tingkat atas, kini kekuatannya telah melompat jauh hingga mencapai Ranah Kaisar tingkat menengah. Memang, kekuatan tersebut masih belum kembali ke ranah aslinya, tetapi bagi Tian Fan, pencapaian itu sudah lebih dari cukup untuk menghadapi banyak situasi yang mungkin m
Bab 168. (21+) Rasa Ranah LangitPendaran cahaya perak dan emas yang sebelumnya membubung perlahan memudar, meninggalkan keheningan yang syahdu di atas podium bundar danau wisteria. Ketiganya duduk bersila dalam keheningan total guna merajut kembali aliran meridian dan memadatkan fondasi yang baru saja melompati batas kodrat. Di atas puncak kepala Mu Xueyan dan Yue Qing’er, kabut spiritual samar perlahan berputar membentuk bulatan cahaya padat yang berdenyut selaras dengan detak jantung mereka; pertanda mutlak bahwa Banlu spiritual mereka tengah dibangkitkan menuju wujud sempurna. Tian Fan perlahan membuka kedua kelopak matanya, menatap sepasang gadis di hadapannya yang kini telah resmi memijakkan kaki di Ranah Langit tingkat awal,sebuah pencapaian agung yang biasanya menuntut pertaruhan darah dan waktu puluhan tahun. Ketika memeriksa kondisi dantiannya sendiri, senyum tipis terukir di sudut bibirnya; meski pemurnian ganda tiga arah ini memberi penguatan besar, kenaikannya tertahan
Bab 167: (21+) Buka SegelMau tidak mau Tian Fan menyetujui keinginan kedua gadis itu, karena selain permintaan langsung dari mereka, hadiah makam kuno tersebut memang hanya dapat dipicu seutuhnya jika kultivasi dilakukan bersama sang pemenang makam kuno. Di balik persetujuannya, benak Tian Fan terus berputar mencurigai seluruh rangkaian peristiwa ini hanyalah rekayasa licik Si Iblis Besar, namun ketiadaan petunjuk alternatif membuatnya tidak memiliki ruang untuk menghindar. "Jadi, bagaimana cara kita pergi ke tempat yang dimaksud oleh suara misterius itu? Apakah suara itu menjelaskan mengapa harus di tempat tersebut, bagaimana gambarannya, dan apakah tidak bisa dilakukan di tempat lain saja?" tanya Tian Fan beruntun berusaha mencari celah logika yang bisa dieksploitasi. Yue Qing’er menggeleng pelan seraya menjawab, "Tempat itu akan terbuka dengan sendirinya saat kita bertiga mengalirkan qi secara bersamaan ke dalam bola hitam ini, tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai bentuk te
Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain







