MasukBab 38. Pembukaan.Lan Ren baru saja kembali dari salah satu cabang Toko Long ketika ia melihat sesuatu yang aneh.Di dalam toko, hampir seluruh pelayan berkumpul di sekitar rak pajangan utama. Mereka berdiri mematung dengan ekspresi tidak percaya."Apa yang terjadi?" gumamnya.Lan Ren segera berjalan mendekat, segera para pelayan dengan sendirinya memberi jalan.Begitu sampai di barisan paling depan, langkahnya langsung terhenti.Mata sang manajer itu seketika membelalak lebar.Bagaimana tidak? Kini di hadapannya, sang Tuan Muda sedang berdiri santai sambil menata botol-botol ramuan ke dalam rak pajangan.Bukan sepuluh atau dua puluh, melainkan ratusan botol ramuan dengan lima warna berbeda.Merah, Biru, Hijau, Ungu, Emas.Jelas itu adalah lima jenis ramuan dan memenuhi seluruh rak hingga terlihat begitu mencolok.Tubuh Lan Ren membeku. Segera persepsi jiwanya segera menyapu salah satu botol yang paling dekat.Sesaat kemudian nafasnya tercekat."L-lima... puluh persen?"Ia buru-buru
Bab 37. Umpan.Tian Fan menutup buku pembukuan di tangannya lalu meletakkannya perlahan di atas meja. Dari sana tatapannya menyapu seluruh ruangan.Meskipun toko telah kembali ke tangan Klan Long namun kondisi yang ditinggalkan Klan Su benar-benar menyedihkan.Persediaan kosong, gudang kosong, bahkan pembukuannya pun penuh dengan jejak manipulasi.Namun anehnya, ekspresi Tian Fan justru terlihat santai,bahkan sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk sebuah senyum tipis."Akan kulayani kalian bermain."Lan Ren yang berdiri di sampingnya tidak berani berbicara, ia tahu betul jika Tuan Muda mereka sedang memikirkan sesuatu dan biasanya ketika Tuan Mudanya tersenyum seperti itu, seseorang akan mengalami hari yang buruk karenanya.Tak lama kemudian Tian Fan berdiri."Bawa aku ke ruang pembuatan ramuan."Lan Ren sedikit terkejut namun tetap mengangguk."Baik, Tuan Muda."Mereka segera berjalan menuju bagian belakang toko. Di sana terdapat sebuah ruangan khusus yang sebelumnya digunakan p
Bab 36. Jejak yang Tertinggal.Tanpa ragu sedikitpun, Tian Fan mengeluarkan tiga botol Ramuan Penaik Ranah dan melemparkannya ke arah Shui Wen, Shui Xian, dan Lu Tang.Ketiganya refleks menangkap botol tersebut.Mata mereka langsung membelalak."B-Berikan sekarang?" tanya Shui Wen terkejut.Shui Xian bahkan terlihat tidak percaya."Tapi urusan yang kau minta belum selesai."Lu Tang juga memandang Tian Fan dengan heran namun Tian Fan hanya mengangkat bahu santai."Aku percaya pada kalian."Kalimat sederhana itu membuat ketiga orang tersebut terdiam, Namun Xiao Long dan Long Fang yang berdiri tidak jauh dari sana langsung saling berpandangan. Keduanya mengenal Tian Fan terlalu baik.Percaya? Itu hanya sebagian kecil alasannya.Yang sebenarnya sedang dilakukan bocah itu adalah membuat ketiga orang tersebut berhutang budi padanya.Dan tentunya hutang budi adalah sesuatu yang jauh lebih sulit dibayar dibanding emas ataupun batu spirit.Shui Wen menggenggam botol itu erat."Kami tidak akan
Bab 35. Izin Seorang Shiyi.Begitu melihat senyum seringai yang muncul di wajah Tian Fan, Ju Na langsung merasa firasat buruk, sudah terlalu sering ia melihat ekspresi Tuan Mudanya itu.Dan setiap kali Tian Fan tersenyum seperti itu, biasanya seseorang akan menjadi sasaran rencananya. Entah kenapa kali ini ia merasa orang tersebut kemungkinan adalah dirinya sendiri.Benar saja…Tian Fan langsung menoleh ke arahnya."Paman Ju Na…"Ju Na menghela napas pelan."Ya, Tuan Muda?"Tian Fan mengangkat salah satu botol ramuan berwarna emas kemerahan tersebut."Minumlah.""..."Ju Na menatap botol itu dengan mata terbelalak kemudian menatap Tian Fan lalu kembali menatap botol itu.Jelas ia terkejut mendengarnya karena kali ini ia mendapat durian runtuh dari Tuan Mudanya itu.Tanpa banyak bertanya dan menunggu lagi ia menerimanya."Baik!"Melihat itu, wajah Xiao Long langsung berubah."Tunggu! Kenapa tidak aku sa…ja…!” Namun semuanya sudah terlambat karena Ju Na langsung bertindak lebih cepat.
Bab 34. Ramuan Penaik Ranah.Enam pil berwarna emas kemerahan perlahan mendarat di telapak tangan Tian Fan. Segera aroma pil yang lembut segera memenuhi ruang bawah tanah. Tatapan Tian Fan tertuju pada keenam pil tersebut.Senyumnya perlahan melebar."Berhasil."Persepsi jiwanya menyapu permukaan pil satu per satu,tak lama kemudian senyum itu berubah menjadi tawa kecil."Hahaha...efektivitas sembilan puluh persen, ternyata ini jauh di atas perkiraanku!” Pil Penaik Ranah Tingkat Dua merupakan pil yang digunakan untuk membantu cultivator Ranah Bumi hingga Ranah Raja Bumi meningkatkan kultivasi mereka.Di dunia kultivasi sendiri Pil Penaik Ranah sendiri terbagi menjadi lima tingkatan.Tingkat Satu untuk Ranah Petarung dan Tubuh Emas.Tingkat Dua untuk Ranah Bumi dan Ranah Raja Bumi.Tingkat Tiga untuk Ranah Kaisar dan Ranah Langit.Tingkat Empat untuk Ranah Raja Langit dan Ranah Pertapa.Sedangkan Tingkat Lima digunakan oleh para cultivator Ranah Saint hingga Immortal dimana memiliki t
Bab 33. Hal yang tidak diketahui.Di tengah ruangan, Tian Fan duduk bersila dengan punggung tegak, di hadapannya berdiri Tungku Enam Inti yang baru saja selesai dibuatnya.Empat inti beast merah yang menonjol di sisi luar tungku masih memancarkan cahaya redup seperti bara api yang belum sepenuhnya padam.Tatapan Tian Fan tertuju pada tungku tersebut. Senyuman tipis muncul di wajahnya."Akhirnya…sudah waktunya aku mencobanya lagi seperti waktu itu,” ujarnya penuh arti.Ingatan Tian Fan kembali melayang ke masa ketika dirinya terjatuh ke dalam lubang misterius di dalam gua, sebuah peristiwa yang mempertemukannya dengan pecahan jiwa Master Hua Tuo.Namun seiring berjalannya waktu, Tian Fan menyadari bahwa tempat dengan gravitasi tinggi itu ternyata menyimpan rahasia lain yang jauh lebih mengejutkan. Rahasia tersebut bahkan tidak diketahui oleh siapa pun selain dirinya.Gua itu berada tepat di wilayah perbatasan antara Lembah Kematian dan Hutan Hijau Purba. Di atas kawasan tersebut berdi







