เข้าสู่ระบบBab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga.Anak tangga ke-52 menjadi lanjutan dari sesuatu yang jauh berbeda. Setelah melewati ujian tubuh tingkat pertama, Tian Fan segera menyadari bahwa ujian berikutnya tidak lagi sekedar menguji kemampuan tubuhnya menahan rasa sakit. Setiap anak tangga memiliki mekanisme sendiri, tetapi semuanya memiliki satu tujuan yang sama…memaksa dirinya melewati batas yang selama ini ia anggap sebagai batas.Anak tangga ke-52 hingga ke-57 tetap merupakan ujian tubuh.Namun tingkat kedua tidak lagi menggunakan gravitasi dan api hitam. Kali ini tubuh Tian Fan dipaksa menghadapi kehancuran dari dalam. Qi yang mengalir melalui meridiannya ditekan hingga hampir berhenti, sementara setiap organ dalam tubuhnya menerima tekanan yang berbeda. Jantungnya dipaksa berdetak dengan kekuatan yang berkali-kali lipat, paru-parunya dipaksa bekerja dalam ruang tanpa udara, tulang dan ototnya dihantam kekuatan yang tidak terlihat, sementara dantiannya berkali-kali dipaksa menerim
Bab 130. Dipaksa ujian.Kabut hitam yang memenuhi Tangga Seribu Hati perlahan menyebar ke semua tangga dari anak tangga ke 51 hingga ke atas. Kini semua anak tangga dan situasi di area itu berubah sepenuhnyaDi hadapan Tian Fan, anak tangga ke-51 telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi warna merah dan biru yang menjadi ciri khas Tangga Seribu Hati. Seluruh permukaannya kini hitam pekat, dengan retakan merah menyala yang menjalar seperti urat-urat magma di dalam tanah.Aura yang keluar dari anak tangga itu membuat Tian Fan terdiam. Bukan karena ia takut, melainkan karena aura tersebut terlalu familiar buatnya Ini adalah aura Menara Kegelapan.Aura yang pernah membuatnya berjalan di antara hidup dan mati.Tian Fan perlahan menatap ke depan. Kabut hitam telah menutup seluruh jalan di belakangnya, sementara sosok Si Iblis Besar sudah tidak terlihat lagi. Hanya suaranya yang masih menggema dari segala arah, seolah berasal dari ruang yang tidak dapat disentuh oleh persepsi spiritualnya.“
Bab 129. Layak?Pertanyaan Tian Fan tidak langsung dijawab. Sebaliknya, sosok hitam di hadapannya justru terdiam selama beberapa saat sebelum tiba-tiba tertawa. Tawa itu semakin keras, menggema di antara ruang yang retak dan menyebar ke seluruh Tangga Seribu Hati, seolah pertanyaan Tian Fan merupakan sesuatu yang benar-benar lucu baginya. “Hahaha… kau penasaran denganku? Kau penasaran kenapa aku mengenal si iblis kecil? Haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu?” Suaranya terdengar penuh ejekan, seakan-akan ia sengaja menikmati reaksi Tian Fan.Tian Fan hanya menatapnya tanpa berubah sedikit pun. Entah mengapa, meskipun sosok di hadapannya hanya berupa siluet hitam dengan wajah yang tidak sepenuhnya jelas, Tian Fan tetap dapat merasakan bahwa sosok itu sedang mengejeknya. Namun bukannya marah, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis. “Kau terlalu percaya diri,” jawab Tian Fan dengan santai. “Siapa bilang aku penasaran? Aku hanya bertanya karena kebetulan kau menyebut n
Bab 128. Anak tangga ke-51.Setelah merasa penjelasannya sudah cukup, Tian Fan mengeluarkan dua botol giok dari cincin penyimpanannya lalu melemparkannya masing-masing kepada Jian Mu dan Lin Yuer. Keduanya menangkap botol itu dengan refleks, lalu memandanginya dengan sedikit bingung.Jian Mu membuka tutup botolnya, dan aroma yang sangat lembut namun menyegarkan langsung memenuhi anak tangga tempat mereka berada. “Ramuan apa ini?”Tian Fan menjawab santai. “Ramuan Pemulih Jiwa.”Kedua orang itu seketika terdiam. Lin Yuer memandang cairan bening keperakan di dalam botol dengan mata yang perlahan membesar. “Ramuan… Pemulih Jiwa?”Tian Fan mengangguk. “Efektivitasnya sekitar lima puluh persen lebih sedikit. Tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk memulihkan kelelahan jiwa yang kalian alami setelah melewati ujian di Tangga Seribu Hati ini.” Jian Mu menarik napas pelan. Ia jelas tahu apa arti ramuan itu. Ramuan Pemulih Jiwa bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Bahkan di Sekt
Bab 127. Tidak Berpengaruh.Tian Fan, Mu Xueyan, dan Yue Qing’er kini berdiri tepat di depan anak tangga pertama Tangga Seribu Hati. Tidak ada tekanan yang memaksa mereka untuk segera melangkah, tetapi keheningan di tempat itu justru membuat setiap detik terasa jauh lebih berat daripada pertarungan mana pun yang pernah mereka hadapi.Mu Xueyan menarik napas panjang, lalu perlahan menapakkan kakinya ke anak tangga pertama. Yue Qing’er melakukan hal yang sama hampir bersamaan. Begitu kaki mereka menyentuh permukaan anak tangga, keduanya langsung mematung, seolah kesadaran mereka ditarik ke tempat lain.Tian Fan masih berdiri di bawah tangga, memandangi anak tangga pertama dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa sangat familiar setelah melihat anak tangga tersebut.Ia bergumam pelan. “Tak kusangka… aku akan bertemu lagi dengan tangga seperti ini.”Tanpa ragu, ia melangkah.Begitu kedua kakinya menginjak anak tangga pertama, dinding cahaya tipis di sekitar Tangga S
Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi KuatTian Fan membiarkan Mu Xueyan dan Yue Qing’er larut dalam pemikiran mereka sendiri. Kedua wanita itu masih memandangi Tangga Seribu Hati dengan tatapan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya, seolah setiap anak tangga telah berubah menjadi cermin yang memantulkan bagian terdalam hati mereka.Sementara itu, Tian Fan kembali mengalihkan perhatiannya pada lingkaran diagram magis di depan mereka.Tatapannya menyapu setiap garis rune, setiap simpul energi, dan setiap pola api serta es yang saling bertaut. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas sebuah kesimpulan terbentuk di dalam benaknya.“Jadi ternyata memang dibuat seperti itu…”Mendengar gumaman Tian Fan, segera kedua keindahan itu mendekat ke arah Tian Fan. Mu Xueyan menoleh padanya. “Apa kau menemukan sesuatu?”Tian Fan tersenyum kecut.“Ya. Ternyata dugaanku benar.”Yue Qing’er ikut mendekat. “Apa?”Tian Fan memandang lingkaran itu beberapa saat sebelum berkata dengan nada santai“T
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain
Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o
Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri
Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala







