Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 86. Tiga kali lipat.

Share

Bab 86. Tiga kali lipat.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-07-13 20:13:38

Bab 86. Tiga kali lipat.

Sorak kemenangan memenuhi halaman utama Klan Hu. Setelah bertahun-tahun menahan penghinaan, amarah, dan tipu daya, malam itu akhirnya mereka melampiaskan semuanya tanpa tersisa.

Hu Xian, Hu Tong, Hu Zhenhai, Hu Yansong, beserta seluruh anggota Klan Hu berdiri dengan wajah penuh kepuasan sambil memandangi lawan-lawan mereka yang kini tergeletak mengenaskan.

Sebenarnya tidak sedikit yang ingin langsung menghabisi Tang Yuanhe beserta seluruh anggota Klan Fu dan Klan Du,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 133. Tiga Hadiah.

    Bab 133. Tiga Hadiah.Si Iblis Besar tidak langsung menjawab. Kucing putih itu justru kembali duduk di atas bola energi hitam, lalu mulai menjilati bulu di bagian kaki depannya seolah percakapan sebelumnya tidak pernah terjadi. Tian Fan hanya memandangnya dengan tatapan datar. Setelah beberapa saat, kucing itu akhirnya berhenti dan mengangkat kepala.“Baiklah. Setelah kau melewati empat puluh sembilan ujian, sepertinya sudah waktunya aku menjelaskan sebagian dari semuanya. Namun jangan berharap aku akan memberitahukan seluruh identitasku. Untuk saat ini, kau cukup tahu bahwa namaku adalah Si Iblis Besar. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, aku adalah pemilik Menara Kegelapan, dan wilayah Lembah Kematian juga berada di bawah kendaliku.”Tian Fan sedikit mengernyit. Jawaban tersebut jelas belum memuaskannya. Ia telah melewati begitu banyak penderitaan hanya untuk sampai ke tempat ini, tetapi sosok di hadapannya masih menyembunyikan sebagian besar identitasnya. Namun Tian Fan tida

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 132. Kucing Putih

    Bab 132. Kucing PutihKaki Tian Fan akhirnya menjejak anak tangga ke-100. Kini pemandangannya langsung berubah. Tidak ada ledakan,tidak ada tekanan,tidak ada lagi rune yang menyala,bahkan tidak ada perubahan sedikit pun pada tubuhnya.Tian Fan berdiri diam beberapa saat sebelum perlahan mengangkat kepala. Di hadapannya terbentang sebuah ruangan yang sangat luas. Seluruh tempat itu berwarna putih, begitu putih hingga batas antara dinding, lantai, dan langit-langit hampir tidak dapat dibedakan. Lantainya tersusun seperti kotak-kotak putih yang rapi, tanpa satu pun retakan atau noda.Tidak ada harta.Tidak ada formasi.Tidak ada pintu.Tidak ada musuh.Tidak ada apa pun disana.Tian Fan menyipitkan mata.Setelah melewati empat puluh sembilan ujian yang hampir membuat tubuh dan jiwanya hancur, pemandangan seperti ini justru terasa jauh lebih mencurigakan daripada sebuah medan perang.Ia perlahan memeriksa sekelilingnya lalu memandang ke belakang.Anak tangga ke-99 masih berada di sana. Namun k

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga

    Bab 131. Empat Puluh Sembilan anak tangga.Anak tangga ke-52 menjadi lanjutan dari sesuatu yang jauh berbeda. Setelah melewati ujian tubuh tingkat pertama, Tian Fan segera menyadari bahwa ujian berikutnya tidak lagi sekedar menguji kemampuan tubuhnya menahan rasa sakit. Setiap anak tangga memiliki mekanisme sendiri, tetapi semuanya memiliki satu tujuan yang sama…memaksa dirinya melewati batas yang selama ini ia anggap sebagai batas.Anak tangga ke-52 hingga ke-57 tetap merupakan ujian tubuh.Namun tingkat kedua tidak lagi menggunakan gravitasi dan api hitam. Kali ini tubuh Tian Fan dipaksa menghadapi kehancuran dari dalam. Qi yang mengalir melalui meridiannya ditekan hingga hampir berhenti, sementara setiap organ dalam tubuhnya menerima tekanan yang berbeda. Jantungnya dipaksa berdetak dengan kekuatan yang berkali-kali lipat, paru-parunya dipaksa bekerja dalam ruang tanpa udara, tulang dan ototnya dihantam kekuatan yang tidak terlihat, sementara dantiannya berkali-kali dipaksa menerim

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 130. Dipaksa ujian.

    Bab 130. Dipaksa ujian.Kabut hitam yang memenuhi Tangga Seribu Hati perlahan menyebar ke semua tangga dari anak tangga ke 51 hingga ke atas. Kini semua anak tangga dan situasi di area itu berubah sepenuhnyaDi hadapan Tian Fan, anak tangga ke-51 telah berubah sepenuhnya. Tidak ada lagi warna merah dan biru yang menjadi ciri khas Tangga Seribu Hati. Seluruh permukaannya kini hitam pekat, dengan retakan merah menyala yang menjalar seperti urat-urat magma di dalam tanah.Aura yang keluar dari anak tangga itu membuat Tian Fan terdiam. Bukan karena ia takut, melainkan karena aura tersebut terlalu familiar buatnya Ini adalah aura Menara Kegelapan.Aura yang pernah membuatnya berjalan di antara hidup dan mati.Tian Fan perlahan menatap ke depan. Kabut hitam telah menutup seluruh jalan di belakangnya, sementara sosok Si Iblis Besar sudah tidak terlihat lagi. Hanya suaranya yang masih menggema dari segala arah, seolah berasal dari ruang yang tidak dapat disentuh oleh persepsi spiritualnya.“

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 129. Layak?

    Bab 129. Layak?Pertanyaan Tian Fan tidak langsung dijawab. Sebaliknya, sosok hitam di hadapannya justru terdiam selama beberapa saat sebelum tiba-tiba tertawa. Tawa itu semakin keras, menggema di antara ruang yang retak dan menyebar ke seluruh Tangga Seribu Hati, seolah pertanyaan Tian Fan merupakan sesuatu yang benar-benar lucu baginya. “Hahaha… kau penasaran denganku? Kau penasaran kenapa aku mengenal si iblis kecil? Haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu?” Suaranya terdengar penuh ejekan, seakan-akan ia sengaja menikmati reaksi Tian Fan.Tian Fan hanya menatapnya tanpa berubah sedikit pun. Entah mengapa, meskipun sosok di hadapannya hanya berupa siluet hitam dengan wajah yang tidak sepenuhnya jelas, Tian Fan tetap dapat merasakan bahwa sosok itu sedang mengejeknya. Namun bukannya marah, sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis. “Kau terlalu percaya diri,” jawab Tian Fan dengan santai. “Siapa bilang aku penasaran? Aku hanya bertanya karena kebetulan kau menyebut n

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 128. Anak tangga ke-51.

    Bab 128. Anak tangga ke-51.Setelah merasa penjelasannya sudah cukup, Tian Fan mengeluarkan dua botol giok dari cincin penyimpanannya lalu melemparkannya masing-masing kepada Jian Mu dan Lin Yuer. Keduanya menangkap botol itu dengan refleks, lalu memandanginya dengan sedikit bingung.Jian Mu membuka tutup botolnya, dan aroma yang sangat lembut namun menyegarkan langsung memenuhi anak tangga tempat mereka berada. “Ramuan apa ini?”Tian Fan menjawab santai. “Ramuan Pemulih Jiwa.”Kedua orang itu seketika terdiam. Lin Yuer memandang cairan bening keperakan di dalam botol dengan mata yang perlahan membesar. “Ramuan… Pemulih Jiwa?”Tian Fan mengangguk. “Efektivitasnya sekitar lima puluh persen lebih sedikit. Tidak terlalu tinggi, tetapi cukup untuk memulihkan kelelahan jiwa yang kalian alami setelah melewati ujian di Tangga Seribu Hati ini.” Jian Mu menarik napas pelan. Ia jelas tahu apa arti ramuan itu. Ramuan Pemulih Jiwa bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Bahkan di Sekt

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status