ANMELDENHalo para kakak pembaca kesayangan. Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah menemani kisah "Jerat Ketos Galak" sejauh ini.
Tidak terasa, perjalanan kita di era High School akhirnya sampai di penghujung. Terima kasih sudah ikut menyaksikan segala drama, tawa, air mata, konflik dan tentunya perjalanan hubungan Andrea dan Kyrran mereka masih berseragam sekolah. Mulai bab 351 dan ke depannya, kita akan memasuki Campus Era! Akan ada time skip lebih dari satu tahun, dan Kyrran serta Andrea sudah semester 3. Mereka sudah tumbuh, berubah dan tentu saja akan membawa cerita serta masalah baru yang tidak kalah seru. Dan soal ending era SMA… Iya, Author tahu para kakak pembaca mungkin masih gemas karena Kyrran dan Andrea justru tidak bersama di akhir era SMA. Tapi tenang… Sebisa mungkin Author tidak akan mengecewakan kalian. Jadi, ayo kita kawal perjalanan Andrea dan Kyrran sampai akhirnya bisa kembali bertemu di Campus Era! Karena jujur, Author sendiri sudah gak sabar banget menulis pertemuan mereka lagi. Rasanya penasaran bagaimana reaksi mereka setelah sekian lama tidak berada di satu dunia yang sama. Sekali lagi, terima kasih banyak untuk semua kakak pembaca yang masih setia membaca, memberikan komentar, memberikan teori dan terus mendukung cerita ini. Semua komentar yang kalian tinggalkan Author baca. Mungkin tidak semuanya sempat Author balas satu per satu, tapi percayalah, setiap dukungan kalian sangat berarti dan menjadi salah satu alasan Author terus semangat melanjutkan cerita ini. Author juga ingin meminta maaf kalau selama perjalanan cerita ini masih sering ditemukan typo, kalimat yang kurang rapi, atau kesalahan kecil lainnya. Author masih terus belajar dan akan berusaha memperbaikinya supaya ke depannya tulisan ini bisa menjadi jauh lebih baik. Terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini. Era High School resmi selesai. Sekarang… Welcome to Campus Era. Siap-siap bertemu kembali dengan Kyrran dan Andrea, ya. Sampai jumpa di bab berikutnya, Kakak readers kesayangan! Dan sekali lagi… terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini.Kyrran turun dari mobil begitu kendaraan merah marun itu berhenti di depan gedung pesta. Ia merapikan jas hitam yang dikenakannya sebelum mengambil sebuah topeng berwarna gelap. Topeng itu menutupi sebagian wajahnya, menyisakan sorot matanya yang tajam.Begitu memasuki area pesta, suasana riuh langsung menyambutnya. Lampu-lampu keemasan menggantung di sepanjang langit-langit, musik mengalun memenuhi aula dan para tamu berlalu-lalang dalam balutan pakaian formal dan topeng yang membuat wajah mereka sulit dikenali.Kyrran mengedarkan pandangan, mencari keberadaan Ryu.Namun, langkah cowok itu perlahan terhenti lantaran iris hitamnya menangkap sosok di tengah keramaian pesta. Seorang gadis bergaun merah marun yang membingkai siluet tubuhnya dengan anggun. Rambut hitam panjangnya jatuh lembut hingga punggung.Seketika sesuatu berdenyut di kepala Kyrran.Siluet itu… sangat mirip dengan sosok gadis yang selama ini muncul dalam mimpinya. Gadis yang wajahnya selalu tidak pernah berhasil ia li
Satu tahun lebih telah berlalu. Kyrran tidak lagi berkutat dengan rumah sakit dan obat-obatan. Ia sudah sembuh total dari penyakit langka mematikan yang dideritanya meski kehilangan ingatan total. Tubuhnya semakin tinggi dan tegap. Bahunya melebar, otot-ototnya terbentuk semakin menawan. Wajah tampannya yang dingin dan karismatik membuat namanya begitu dikenal di seluruh penjuru NY University, Amric. Hari-hari cowok itu dipenuhi berbagai kesibukan dan kesenangan. Kyrran menjalani kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran sekaligus pemain basket kampus. Ia menghadiri latihan, mengejar prestasi akademik, berkumpul dengan teman-temannya, bepergian dan sesekali menikmati pesta seperti pemuda seusianya. Hidupnya tampak sempurna dari luar. Namun, setiap malam… ketika semua kesibukan itu berakhir dan ia kembali sendirian di kamarnya, perasaan aneh selalu muncul, mendera dadanya. Seolah ada satu bagian dari dirinya yang hilang—seperti puzzle yang belum lengkap, tetapi ia bahkan tidak tahu k
Setahun lebih telah berlalu sejak hari kelulusan. Kini, Andrea bukan lagi siswi berseragam marun yang sibuk menghadapi drama sekolah. Ia telah menjadi mahasiswi semester tiga di Universitas Haster, mengambil jurusan Jurnalistik—bidang yang sejak dulu ingin ia tekuni.Namun, ada satu hal yang tidak berubah. Seperti ketika SMA, Andrea kembali bergabung dengan klub jurnalistik kampus.Baginya, menulis berita, investigasi, mencari informasi, melakukan wawancara, dan memburu fakta adalah sesuatu yang selalu menarik perhatiannya.Sayangnya, kehidupan kuliah juga membawa perubahan besar lainnya. Semua anggota geng OTTD yang dulunya selalu bersama kini telah berpencar. Masing-masing mengejar jurusan, impian dan jalan hidup mereka sendiri.Hanya Cassandra yang masih satu kampus dengan Andrea.Cassandra mengambil jurusan Kimia dan tinggal di asrama kampus yang sama dengan Andrea. Keduanya bahkan kembali menjadi teman sekamar, bersama dua mahasiswi lainnya.Kehidupan mereka mungkin sudah berubah
Halo para kakak pembaca kesayangan. Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah menemani kisah "Jerat Ketos Galak" sejauh ini. Tidak terasa, perjalanan kita di era High School akhirnya sampai di penghujung. Terima kasih sudah ikut menyaksikan segala drama, tawa, air mata, konflik dan tentunya perjalanan hubungan Andrea dan Kyrran mereka masih berseragam sekolah. Mulai bab 351 dan ke depannya, kita akan memasuki Campus Era! Akan ada time skip lebih dari satu tahun, dan Kyrran serta Andrea sudah semester 3. Mereka sudah tumbuh, berubah dan tentu saja akan membawa cerita serta masalah baru yang tidak kalah seru. Dan soal ending era SMA… Iya, Author tahu para kakak pembaca mungkin masih gemas karena Kyrran dan Andrea justru tidak bersama di akhir era SMA. Tapi tenang… Sebisa mungkin Author tidak akan mengecewakan kalian. Jadi, ayo kita kawal perjalanan Andrea dan Kyrran sampai akhirnya bisa kembali bertemu di Campus Era! Karena jujur, Author sendiri sudah gak sabar banget menulis p
Di kamar asramanya yang sunyi, kardus-kardus telah berjajar di dekat pintu dan koper besar terbuka di atas ranjang. Andrea duduk di lantai, melipat pakaian satu per satu sebelum memasukkannya ke dalam koper.Besok pagi ia akan pulang lebih dulu ke kota Estonia. Setelah itu, ia akan berangkat ke kota Wellington untuk memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa di Universitas Haster—kampus yang dulu menjadi tempat ayah dan ibunya menuntut ilmu.Namun sesibuk apa pun tangannya membereskan barang, pikiran Andrea terus kembali pada satu nama yang berusaha ia lupakan. Kyrran.Gadis itu menghentikan gerakannya sejenak. Tatapannya jatuh pada laptop hitam milik Kyrran yang tergeletak di sudut meja belajar.Ia pernah berjanji, jika Kyrran melupakannya, Andrea akan mengajaknya berkenalan lagi dan mengembalikan laptop cowok itu yang berisi semua kenangan mereka. Namun, situasi berubah dan benda itu kini menjadi kenangan yang tak lagi memiliki tempat.Pe
Beberapa saat sebelumnya… Kyrran duduk di kursi belakang mobil sambil menatap pemandangan yang bergerak di balik jendela. Di kursi depan, kedua orang tuanya tampak jauh lebih bersemangat darinya. "Kamu benar-benar mengagetkan Mama dan Papa. Tiba-tiba datang ke Grandchester tanpa bilang-bilang," ujar Mama Drassha sambil menoleh ke belakang. Kyrran tersenyum kecil. "Aku mau memberikan kejutan untuk Noela." "Iya, Sayang. Dia pasti senang sekali." Mobil terus melaju hingga akhirnya memasuki gerbang Alveroz High. Saat melihat bangunan sekolah yang megah itu, Kyrran tanpa sadar mengerutkan kening. Ada perasaan aneh yang menyelinap di dadanya. Tempat ini terasa familier. "Kenapa?" tanya Papa Adriell. "Entahlah, rasanya aku pernah berada di sini." "Kamu memang pernah sekolah di sini sebelum pindah ke sekolah privat di NY, Amric, saat kelas sebelas." Kyrran mengangguk pelan. Penjelasan papanya itu masuk akal, meski tetap saja ada sesuatu yang sulit dijelaskan. Seolah-olah sekolah ini
"Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh
Pandangan Andrea terangkat, tatapan tajam Kyrran menyambutnya. Rahang cowok itu mengeras dan bola matanya berkilat penuh amarah, seperti mengobarkan api. Andrea sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sejak menggendongnya tadi, Kyrran memang sudah tampak kesal. Jemari gadis itu me
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







