Share

Bab 63. Melalui Azzam

last update Last Updated: 2025-06-26 14:31:25

Pukul, 08.00 wib,

Arya dengan senyum ceria, menggendong Azzam menuju mobilnya. Hari ini, mereka berencana untuk menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan santai di alun-alun kota.

Azzam sendiri terlihat begitu bahagia, tangan kecilnya melingkar di leher Ayahnya dan beberapa kali mencium pipi Arya, “Nanti boleh beli es krim sama mainan Iagi, Pa??” Tanyanya, berbinar-binar.

“Boleh, Azzam boleh beli apapun!” Jawab Arya sambil tersenyum riang.

“Yeyy makasih, Pa,” Azzam semakin mengeratkan pelukannya pada Arya, saking bahagianya.

Sementara di dalam rumah, Maudy menyaksikan kepergian Arya dan Azzam dari balik jendela. Tatapannya sendu, bingung dengan takdir yang sedang dijalani. Melihat mobil yang putranya tumpangi sudah menjauh, Maudy akhirnya berbalik dan menghentikan langkah Feby yang hendak keluar rumah.

“Aku perlu bicara sama kamu, Feb!” Ucap Maudy, tegas.

Feby yang menyadari perubahan suasana hati Maudy, menghela napas dan berbalik menghadap sepupunya itu. Matanya menangkap kegeli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 157. Akan Mengumumkan

    Pagi hari,Elizabeth membuka mata lebih dulu. Meski rasa malas terasa, ia terpaksa bangkit, menahan kantuk yang masih tersisa.Sudut matanya menangkap pemandangan ruang tamu yang sedikit berantakan, sisa-sisa semalam, bantal yang berserakan, gelas kotor yang tergeletak di meja, dan debu yang tampak mulai menebal di lantai.“Dulu waktu ada Rayendra, rumah ini selalu kelihatan rapi.” Gumamnya lirih.Ia menghela napas, lalu memutuskan untuk bergerak. Mungkin, dengan bersih-bersih, rumah bisa kembali nyaman dan hatinya sedikit lebih tenang.Satu per satu sudut rumah dibereskannya. Meja diseka, gelas-gelas dicuci, dan lantai dipel hingga bersih berkilauan. la menatap hasil kerjanya dengan senyum kecil, lega, walau kelelahan sedikit terasa.Namun, begitu ia melangkah ke kamar untuk beristirahat sejenak, pemandangan Gunawan yang masih terlelap di atas kasur membuat darahnya mendidih.“Gunawan, bangun!!” Elizabeth menggoyangkan bahu pria itu dengan kasar.Tapi, bukannya membuka mata, Gunawan

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 156. Kenapa?

    Beberapa hari berlalu...Suasana di rumah Elizabeth kini terasa berbeda. Rumah yang biasanya ada pertengkaran sekarang terasa lebih kosong dari biasanya.Elizabeth duduk di ruang tamu, sesekali melihat jam di dinding, menunggu kedatangan sang kekasih. Malam sebelumnya, ia memang sudah memberi kabar bahwa proses perceraiannya dengan Rayendra sedang berlangsung.“Lama banget sih, nggak tau kalau aku kangen apa?!” Gerutu Elizabeth, mencoba mengalihkan pikirannya dengan membaca majalah, tetapi perhatiannya terus kembali pada jam dinding yang tak henti berdetak.“Duh, kenapa Mas Gunawan belum dateng juga...” Gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya, tak sabar ingin segera bertemu.Tak lama kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Elizabeth langsung bangkit, wajahnya cerah seketika, lalu berjalan cepat ke arah pintu. Ketika membuka pintu, ia melihat Gunawan berdiri di sana, tersenyum tipis padanya.“Loh, mobil kamu kemana, Mas? Kok pakai mobil ini?” Elizabeth memperhatikan m

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 155. Tetap Waspada

    Pukul 03.00 wib,Dari balik jendela besar, Maudy yang tengah masak di dapur bisa melihat pepohonan bergetar ditiup angin.Meskipun di dalam rumah besar itu ada asisten rumah tangga, namun untuk memasak memang Maudy sendiri yang turun tangan.Aroma rempah-rempah yang harum memenuhi dapur. Maudy sibuk mengaduk masakannya, tangannya cekatan mengolah bumbu-bumbu. Senyum tipis terukir di bibirnya, mengingat betapa lezatnya masakan buatannya yang selalu menjadi favorit suaminya.Tiba-tiba, pintu dapur terbuka dan Aira masuk dengan senyum lebar.“Wih, lagi masak apa nih, kak? Baunya enak banget!” Seru Aira, mencium aroma masakan Maudy dengan mata berbinar.“Ini lagi masak sop daging sapi. Mau bantu?” Tawar Maudy.Aira mengangguk senang, “Wah, boleh! Aira juga suka banget sop daging buatan kakak, Rahasianya apa sih?” Tanynya riang.“Rahasianya? Hmm... Mungkin karena kakak pakai cinta saat memasaknya,” Jawab Maudy sambil terkekeh.“Aira pengen belajar bikin sop daging yang gurih dan segar kaya

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 154. Kembali Semula

    Keesokan harinya...Gunawan menatap gedung megah di depannya dengan perasaan bangga yang kini berubah menjadi bara kemarahan. Hari ini, ia datang ke kantor dengan rencana besar.Segala keputusan strategis sudah disiapkan, rapat penting sudah dijadwalkan, dan ia akan menunjukkan pada semua orang di kantor bahwa ia masih memegang kendali penuh.Namun, semua rencana itu hancur ketika dua orang security yang biasa menyapanya kini berdiri di depan pintu masuk dengan wajah dingin, menghalanginya.“Maaf, Pak Gunawan... Kami diperintahkan untuk tidak mengizinkan Anda masuk ke gedung ini!!” Ucap security tegas.Gunawan menatap mereka dengan mata terbelalak, merasa dipermalukan di depan pintu kantornya sendiri. “Apa maksud kalian? Ini kantorku! Siapa yang memberi perintah untuk melarangku masuk?!” Bentaknya.Security itu tetap diam ditempat, “Maaf, Pak. Tapi kami hanya menjalankan perintah. Kantor ini telah kembali pada pemiliknya yang sah, dan kami diminta untuk memastikan Bapak tidak menginja

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 153. Di Usir?

    Gunawan tersentak, merasa ada yang tak beres. “Sayang, ada apa?” tanyanya cemas, melangkah lebih dekat dengan harapan bisa meredakan ketegangan di antara mereka.Tetapi sebelum Gunawan sampai, Firda menggerakkan tangannya dengan tegas, mencegah suaminya untuk mendekat. “Duduk di sana!!” Ujarnya, sambil menunjuk ke arah kursi yang jauh dari tempatnya duduk.Gunawan pun terdiam, menatap Firda dengan bingung. Rasa khawatir mulai menguasai dirinya. Dengan hati yang berat, ia pun duduk di tempat yang ditunjuk, mencoba menunggu Firda untuk membuka percakapan yang begitu jelas telah menunggu untuk diungkapkan.Firda tetap diam, matanya menatap tajam Gunawan tanpa ekspresi.Setelah beberapa detik yang terasa begitu lama, Firda akhirnya membuka mulut, suaranya lebih dingin dari biasanya, “Inget pulang kamu, Mas...” Ucapnya pelan tapi penuh penekanan dan kebencian yang tersembunyi.“Sayang, kamu kenapa? Biasanya kamu selalu sambut aku saat pulang, kenapa sekarang kamu malah ketus begini?!” Tany

  • Jerat Pesona Istri Simpanan    Bab 152. Panik

    Hari ini adalah hari paling membahagiakan untuk Arya juga keluarganya, mereka yang awalnya terpisah sejak lama sekarang bisa berkumpul kembali.Arya membuka pintu kamar Azzam, dan bocah itu langsung melompat masuk dengan sorak kegirangan. Di tengah kamar yang luas itu, terdapat ranjang berbentuk mobil balap berwarna merah, lengkap dengan detail lampu depan yang bisa menyala dan roda berkilat. Dinding kamar dihiasi dengan poster-poster mobil balap dan rak berisi mainan favorit Azzam, membuat ruang itu terasa seperti dunia fantasi bagi Azzam.Azzam berlari ke arah ranjang mobilnya, memanjat dan duduk di dalamnya sambil menatap Arya dan Maudy dengan mata berbinar. “Papa, Mama, Azzam mau tidur di sini sendiri! Kamarnya keren,” serunya penuh semangat.Maudy dan Arya tersenyum, merasa lega karena akhirnya Azzam mulai berani tidur terpisah. “Bagus. Papa bangga sama Azzam!! Ini kamar Azzam, jadi Azzam bisa tidur sendiri di sini setiap malam.”Azzam mengangguk, setelah puas berkeliling kamarny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status