共有

Bab 91. Momen Mendebarkan

作者: Zara Kisaka
last update 公開日: 2026-07-16 23:46:22
Keriuhan khas kelas atas memadati aula utama hotel bintang lima malam itu. Musik klasik mengalun lembut mengiringi obrolan para pengusaha, pejabat, dan tokoh penting kota. Di tengah kemewahan itu, Clara berdiri dengan anggun mengenakan gaun merah menyala, tampak sangat percaya diri seolah dia adalah ratu di malam itu. Dia tidak tahu bahwa di sudut lain aula, sepasang mata sedang mengawasinya dengan penuh kebencian.

Di dekat pilar besar, Rey berdiri dengan setelan jas hitam yang sangat pas di t
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 104. Malam Panas di Rumah Baru

    Mesin mobil menderu kencang menembus kegelapan malam. Hujan deras dan petir menyambar di luar, membasahi kaca mobil yang sudah dirancang khusus tahan peluru.Di kursi belakang yang luas dan bernuansa kulit mewah, Kael duduk bersandar. Keagresifan dan emosi Kael yang meletup-letup sejak kejadian tadi belum benar-benar mereda. Pria itu tidak membiarkan Vio duduk di kursinya sendiri. Sejak awal mobil bergerak, Kael sudah menarik Vio ke dalam pangkauannya.Kael merangkul pinggang ramping istrinya sangat erat, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Vio. Napasnya hangat dan memburu, menyesap aroma tubuh Vio berulang kali bagaikan pria yang sedang kecanduan.“Suamiku,” ucap Vio lembut, memegang bahu lebar Kael. Pipi Vio merona merah sempurna di bawah remang lampu interior mobil. “Jangan memelukku terlalu kencang, nanti lukamu makin sakit.”Vio memegang kapas bertotol alkohol dan perban kecil di tangan kirinya. Dengan telaten Vio berusaha mengobati luka robek di sudut bibir dan buku-bu

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 103. Lepaskan Istriku!

    ​Angin malam yang biasanya sejuk mendadak berubah menjadi badai buatan. Suara baling-baling helikopter begitu memekakkan telinga, menerbangkan dedaunan dan membuat debu berhamburan.​Vio yang baru saja melangkah keluar dengan balutan gaun tidur putih tipisnya dan sebuah kardigan rajut, terpaksa menyipitkan mata dan menghalangi wajahnya dengan tangan. Jantungnya berdebar kencang, ketakutan mulai merayap di dadanya yang lugu.“Suamiku, kamu di mana?” panggil Vio dengan suara bergetar, nyaris tenggelam oleh suara bising baling-baling.​Dari balik pepohonan yang tersorot lampu helikopter, sesosok pria berjaket kulit melangkah cepat mendekati pekarangan. Itu bukan Kael. Pria itu adalah Rey, dengan wajah tegang dan luka tembak di dadanya yang belum sepenuhnya pulih.​Melihat Vio berdiri di teras dengan raut ketakutan, Rey bernapas lega. “Violletta! Akhirnya aku menemukanmu!” panggil Rey seraya berlari menaiki tangga teras kayu.​Vio tersentak kaget. Secara refleks, naluri bertahannya beker

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 102. Nanti Ada Yang Lihat

    Gemericik air sungai yang jernih dan udara perbukitan yang sejuk menjadi latar sempurna di sore itu. Vio sedang melangkah pelan di tepi sungai, mencelupkan jemari kakinya ke dalam air yang dingin. Gaun terusan berwarna putih lembut yang dikenakannya melambai ditiup angin, membuatnya tampak begitu murni dan cantik.Kael melangkah mendekat dari belakang tanpa suara. Dengan sifat agresif yang makin tak terkendali setiap harinya, pria itu langsung merengkuh pinggang Vio, menarik tubuh ramping istrinya hingga menempel ketat di dada bidangnya.“Suamiku!” Vio tertawa renyah, refleks memegang kedua lengan kokoh Kael yang melingkar di perutnya.Kael tidak membiarkan Vio berbalik. Dia menenggelamkan wajahnya di antara leher dan bahu Vio, menyesap wangi tubuh istrinya dengan hembusan napas yang berat dan memabukkan. Bibirnya menyusuri leher jenjang Vio, memberikan gigitan-gigitan kecil yang manja hingga Vio menggeliat geli dan melenguh pelan.“Sayang, airnya dingin, tapi tubuhmu sangat hangat,”

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 101. Menikmati Usapan Lembut

    Sinar matahari pagi menembus celah jendela kayu, membiaskan cahaya keemasan di atas meja makan. Vio terbangun lebih dulu dengan tubuh yang terasa sedikit pegal, tetapi dipenuhi kehangatan luar biasa. Dengan berbalut gaun tidur santai sebatas lutut, Vio berniat menyiapkan sarapan sederhana untuk suami tercintanya.Saat Vio sedang fokus memotong buah apel dan merebus telur, dua lengan kokoh nan hangat tiba-tiba melingkar erat di pinggangnya dari belakang, membuat Vio terkejut bukan main. “Suamiku... ih,” protes Vio, tubuhnya sedikit tersentak.Kael tidak menyahut dengan kata-kata. Pria itu menenggelamkan wajah tampannya di leher jenjang Vio, menyesap aroma alami tubuh sang istri yang selalu berhasil membakar nalurinya. Dengan sifat agresifnya yang dominan, Kael langsung mengecupi leher Vio dari belakang, membuat desah pelan terlepas begitu saja dari bibir mungil Vio.“Pagi istriku,” bisik Kael dengan suara serak khas bangun tidur, seraya memutar tubuh Vio agar menghadapnya.Sebelum Vio

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 100. Memilikimu Seutuhnya Malam Ini

    Begitu prosesi pernikahan yang sederhana namun sakral itu selesai, Kael tak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya. Ia buru-buru membawa Vio pulang, selain khawatir bertemu dengan anak buah Clara, Kael juga seakan tak sudah tak sabar ingin segera berduaan dengan Vio. Rasa rindu yang bertahun-tahun membendung, bercampur dengan lega dan cinta yang meletup-letup, telah mencapai puncaknya.Brak.Begitu pintu kamar utama tertutup rapat, Kael menarik tubuh Vio ke dalam pelukannya. Masih dalam posisi berdiri menyender di balik pintu, Kael langsung menunduk dan mencium bibir Vio dengan sangat lahap, dalam, dan penuh gairah.Vio sempat tersentak kaget sekejap, tetapi naluri tubuh dan rasa cintanya yang murni, meski tanpa ingatan masa lalu itu bekerja begitu saja. Vio melingkarkan kedua tangan kecilnya di leher Kael, berjinjit sedikit, dan membalas ciuman suaminya dengan penuh kehangatan dan kepatuhan yang amat tulus.Pikiran Kael makin membara. Dengan jemari yang bergetar menahan desakan emo

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 99. Malam Pertama Untuk Suami

    Aroma kayu cemara dan hawa dingin perbukitan menelusur masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka, namun atmosfer di dalam kamar bernuansa hangat itu justru terasa begitu panas membakar.Di atas ranjang kayu berbalut sprei katun putih, Kael terkunci dalam tatapan polos Vio yang masih mengusap pipinya lembut. Kepolosan tanpa dosa dari wanita yang amat dicintainya itu bagaikan bensin yang menyiram kobaran api dalam dadanya. Kael benar-benar seperti pria yang kehilangan seluruh kewarasannya, napasnya memburu berantakan, dibakar rindu, rasa bersalah, dan gairah yang telah tertahan sekian lama.“Kamu milikku, Vio... kamu sepenuhnya milikku,” bisik Kael dengan suara bariton yang serak dan berat.Tanpa mampu membendungnya lagi, Kael menundukkan kepala, mendaratkan ciuman-ciuman panas yang bertubi-tubi di sepanjang garis rahang hingga leher jenjang Vio yang halus. Setiap kali bibir Kael menyentuh kulitnya, Vio menahan napas, memegang bahu lebar Kael dengan kedua tangan kecilnya yang gem

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 4. Menjadi Sangat Buas

    ​Sore itu, perjalanan pulang yang seharusnya menjadi momen untuk menjernihkan pikiran justru berubah menjadi neraka baru bagi Violletta. Di dalam kabin mobil yang mewah, keheningan terasa begitu berat, hanya aroma parfum milik Kael yang memenuhi indra penciuman Vio, membuatnya merasa seolah sedang

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 3. Sakit?

    Vio merasakan matanya panas. Bukan karena rasa perih di pipinya yang mulai membiru, tapi karena cengkeraman tangan Kael di pergelangan tangannya terasa begitu dingin. Pria yang tadi pagi bersikap seolah ingin menjaga dan melindunginya, kini justru berdiri menjadi tameng bagi wanita yang baru saja m

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 2. Tunangan?

    Vio masih terpaku di kursinya bahkan setelah Kael meninggalkan ruangan. Kalimat ‘Hanya aku yang boleh melakukannya’ terus terngiang dalam pikiran, menciptakan getaran aneh di perut bawahnya yang belum pernah ia rasakan selama dua puluh delapan tahun hidupnya.​Baru saja ia hendak menarik napas panj

  • Jerat Posesif Adik Angkat Menawan   Bab 1. Mimpi yang Mendebarkan

    “Jangan berhenti, Kak. Aku suka kakak menyentuh bagian itu.” Violletta Mahendra tak pernah menyangka di usianya yang ke dua puluh delapan tahun, dia malah harus dihadapkan pada masalah perasaan yang baginya tak masuk akal. Selain terpaksa harus tinggal dengan adik angkat tampan yang baru saja pula

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status