Share

PART 14

Penulis: Aura Kisah
last update Tanggal publikasi: 2026-01-11 13:43:36

“Hmm …. Iya, Mbak.”

“Waw. Pasti bermula dari pijitan itu, ya?”

“Iya, Mbak. Dia kan meminta saya untuk memijit semuanya. Ya, saya mau-mau saja. Saya pijet sampai pinggang dan bagian bawahnya. Dia suka menggelinjang dan mendesah gitu, itu seolah-olah mengajak agar saya untuk membajak sawahnya. Ketika jari tangan saya memijit di bagian dengan area itu, ternyata sawahnya sudah sangat basah. Dia membalikkan badannya, dan tiba-tiba dia menarik leher saya. Saat itu kiss terjadi, yang kemu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 75

    Setelah suasana batin reda, Alex memberi isyarat pada Mei untuk mengambil posisi menaungi raganya. Posisi dan variasi seperti itu selalu membuat wanita itu tak mampu bertahan lama. Hanya butuh beberapa menit sudah terkulai di atas raga sang pejantan setelah mengalami kejang yang cukup kuat. Setelah cukup lama Mei nyaman di atas raganya, Alex kemudian membalikkan posisi dengan hati-hati, bersamaan dengan suasana resah-gelisah makin meningkat di sebelah mereka. Pada posisi itu Alex melakukan g3njot4n dengan hati-hati namun cukup ketat. Dan hanya butuh waktu beberapa menit, mereka berdua berhasil mencapai puncak kebahagiaan tertinggi. Mereka mencapainya dengan saling merengkuh dengan sangat ketatnya. Sensasinya selalu sangat luar biasa yang mereka dapatkan. Keesokan harinya, Bu Ema (Bu Kadus) datang bersama Ikhsan ke rumah posko. Wanita itu berpura-pura minta bantuan untuk diantarkan ke pasar untuk membeli bahan bumbu sapi berikut juga beberapa bahan lain untuk keperlua

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 74

    Alex langsung telepon. Saat itu lampu di ruang tamu sudah dipadamkan oleh Kulman, namun cahaya lampu dari kamar masih membuat ruang itu tidak begitu gelap. Terlebih Kulman, Ambar, dan Mei juga masih main hape. Jadi cahaya layar ponsel mereka masih membuat ruangan itu masih terbilang temaram. Begitu Bu Ema mengangkat panggilannya, wanita itu sudah langsung beraksi. Suara jeritan lirih dan desa-han sambil menyebut-nyebut namanya membuat Alex benar-benar panas dingin. Celana tidur dari bahan batiknya terasa sudah sangat sesak. Bu Ema bukan saja hanya menyebut-nyebut namanya saja, namun meracau dan mengatakan bahwa ia sangat ingin main dengannya. Sekali-sekali Alex menanggapinya dengan deheman-deheman kecil. Aksi swalayan yang dilakukan oleh wanita STW itu berlangsung sekitar lima menit. Tak lama. Alex mendengar jeritan kuat sembari kembali menyebut-menyebut namanya seolah-olah ia sedang menggempurnya kuat-kuat. Lalu tak lama kemudian sepi. Dua menit kemudian masuk S

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 73

    “Gak-lah, Dik Alex. Kan saya memang bertanya dan ingin tahu.” “Ya semuanya, Bu Ema. Dari wajah Bu Ema yang manis, terus bibir ibu yang seksi, dan di bawah dagu tuh, mantap banget, besar. Dan yang lebih menyita pikiran itu ya, maaf, bo-kong Bu Ema tuh, mantap habis pokoknya. Pinggang agak singset, tapi bo-kong ibu besar bulat gitu. Ya bikin laki-laki berfantasilah pastinya.” “Termasuk Dik Alex berfantasi melihat bo-kong saya?” “Iyalah, Bu, pastilah, kan saya juga cowok. Hehehe.” “Kalo lag berfantasi reaksi Dik Alex gimana?” “Ya te-gang habislah, Bu, pastinya. Nyut-nyutan-lah.” “Lalu ngapain?” “Ya diampet saja. Mau ke kamar mandi kan kamar mandi di rumah posko belum bisa dipakai.” “Hm, gitu ya? Dik Alex bilang itu benar adanya. Suami saya saja selalu memuji bagian itu. Dia tuh kalau maen, pasti suka minta saya nu**ging.” “Waw, mantap banget. Saya juga bayangin Bu Aini juga gitu dalam fantasi saya. Maksud saya dengan gaya itu.” “Iya

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 72

    Namun tiba-tiba ada SMS yang masuk, dari Bu Kadus. Wanita itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Alex atas semua bantuannya. “Cepat sekali warga taunya. Mereka benar-benar antusias menunggu malam undian itu,” tulis Bu Kadus selanjutnya. “Ya syukurlah, Bu Kadus. Saya dan teman-teman juga merasa senang jika warga merasakan hal yang sama.” “Kok gak dibalas, Say?” pesan SMS Mei masuk. “Maaf, Say, ini ada chat dari keluarga di Jakarta,” ngeles Alex. “Oh iyo. Kalau begitu aku mau tidur duluan, ya? Tapi nanti aku pengen, Say. Semalam kan kita gak bisa main karena Zara ikut tidur di sini.” “Iya, Say. Tapi kira-kira si Zara tidur lagi di sini gak ya malam ini?” “Gak tau, Say. Tapi kayaknya gak. Mudah-mudahan.” “Ok, met rehat dulu, ya? Ummach.” “Ok, say. Ummach.” “Dik Alex sudah tidur ya?” Chat Bu Galuh kembali masuk. Alex belum langsung balas karena ada beberapa pesan SMS juga yang harus ia balas, yaitu dari Tante Lena, dan juga dari

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 71

    Lalu, di pagi menjelang siang ini, mereka benar-benar sedang memanfaat suasana sepi itu untuk saling memanjakan bi**hi satu sama lain. Ambar memasrahkan semuanya kepada Kulman, dan Kulman ingin memberikan sesuatu yang tidak akan pernah Ambar dapatkan dari suaminya. Hunjaman dan gempuran yang dilakukan oleh Kulman benar-benar membuat Ambar sangat menikmatinya. Dinding-dinding lorong hangatnya yang dipenuhi saraf-saraf sensitif merespon dengan baik, sehingga membuatnya menjerit kecil namun kuat sebelum ia jatuh dengan posisi tengkvrap semabri menumpahkan cairan bening yang sangat membahagiakannya. Dan itu membuat kasur busa tipis menjadi basah. Namun mereka tak pedulikan itu. Kebahagiaan yang Ambar tak berhenti sampai di situ. Sebab Kulman yang sedang on fire langsung mengejar. Pada posisi Ambar seperti itu pun ia langsung menghunjamkan mata bajaknya yang cukup panjang yang membuat leher dan wajah Ambar sontak terangkat. Suara jeritan dan racauan pun kembali terdengar d

  • KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA   PART 70

    Sebenarnya Mei ingin satu mobil dengan sang PIL-nya. Namun tentu tidak mungkin itu dilakukan, karena ia membawa mobil sendiri. Ia bersama Zara, sementara Alan bersama Rudi dan Hanif. Dan memang benarlah. Begitu ketiga mobil itu meninggalkan posko, kedua insan yang dimabuk cinta dan punya sifat sangat gandrung s3x itu langsung menutup pintunya. Kulman langsung membopong bini orang itu ke dalam kamar cowok. Memang semalam mereka uring-uringan nyaris tak bisa tidur karena gairah tinggi mereka tak bisa tersalurkan. Zara ikut-ikutan tidur di luar, di dekat Ambar, dengan alasan dalam kamar katanya agak gerah. Karena itu, ketika posko dalam kondisi kosong seperti itu, mereka akan memanfaatkannya dengan sebaik-sebaiknya. Seperti batin Alex. Keduanya benar-benar sama-sama berkebutuhan besar untuk saling memeberikan kebahagiaan tertinggi di ranjang itu. Jika Kulman lebih tinggi lagi desakan lib*donya karena memang masih laki-laki muda dan lajang, itu wajar. Tetapi Ambar yang suda

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status