로그인Hening yang mencekam seketika mengunci pelataran batu es di depan mulut gua. Serpihan kapak baja milik Tetua Tujuh yang hancur masih berdenting pelan di atas batuan beku, sementara jasad pria kekar itu tertanam di dalam dinding tebing dengan kondisi tulang yang remuk total. Darah segar yang mengalir dari tubuhnya langsung membeku akibat hawa dingin ekstrem, menciptakan gumpalan merah tua yang kontras dengan putih murninya kristal es gua. Belasan murid dan tetua Sekte Tengkorak Hitam mundur selangkah secara serentak. Pegangan mereka pada senjata masing-masing mendadak melonggar karena telapak tangan yang dibanjiri keringat dingin. Di dunia kultivasi sesat wilayah barat daya, Tetua Tujuh adalah monster berkekuatan fisik luar biasa yang sanggup membelah kereta baja dengan kapak kembarnya. Namun di hadapan pemuda bermantel abu-abu ini, dia tewas hanya dalam satu gerakan santai. Master Sekte Mo mencengkeram tongkat kayu berkepala tengkorak bayinya hingga ur
Tubuh-tubuh mereka meluncur membelah kepekatan kabut merah keunguan bagaikan meteor yang jatuh dari langit malam. Di bawah perlindungan kubah energi emas murni yang diciptakan oleh Chen Fan, gesekan udara dengan partikel korosif lembah menciptakan suara mendesis yang konstan, melontarkan percikan api spiritual ke segala arah.BRUK! BRUK!Chen Fan mendarat terlebih dahulu dengan sangat ringan di atas tanah lembah yang becek dan berlumut hitam. Sepatu bot kulitnya sama sekali tidak menimbulkan cipratan lumpur. Sesaat kemudian, Su Qingxue mendarat dengan anggun tepat di sisi kanannya, disusul oleh Long Yi dan sepuluh petarung Pasukan Bayangan Naga yang langsung membentuk formasi lingkaran taktis dengan senjata api laras pendek yang telah dimodifikasi menggunakan peluru inti perak.Suasana di dasar Lembah Kabut Darah jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat dari atas jurang. Udara di sini terasa sangat pekat, pengap, dan berbau amis seperti darah busuk yang telah mengend
Dua hari setelah restorasi takhta emas di Menara Tianlong, seluruh mesin birokrasi dan jaringan intelijen gabungan Tianlong-Su Group bergerak dalam senyap dengan efisiensi yang mengerikan. Perintah Chen Fan adalah hukum mutlak. Di bawah kendali dingin Su Qingxue, seluruh informasi mengenai keberadaan bahan herbal legendaris di seantero negeri disaring ketat melalui komputer kuantum menara pusat.Hingga akhirnya, sebuah koordinat rahasia terkunci.Bunga Es Jiwa Sembilan Kelopak, salah satu bahan utama yang dibutuhkan Chen Fan untuk memadatkan fondasi spiritualnya menuju Ranah Pondasi Agung (Foundation Establishment), terdeteksi tumbuh di kedalaman Lembah Kabut Darah—sebuah wilayah tak bertuan yang terletak di celah Pegunungan Shanhai bagian utara. Lembah tersebut dikenal sebagai zona kematian bagi para petualang fana maupun praktisi beladiri luar karena tebalnya kabut beracun yang mampu membusukkan paru-paru dalam hitungan menit, serta keberadaan binatang buas yang telah meng
Matahari pagi di ibu kota pusat terbit dengan memancarkan cahaya keemasan yang tajam, menembus kabut tipis yang menyelimuti puncak Menara Tianlong. Gedung pencakar langit setinggi seratus delapan lantai itu tampak berdiri tegak bagaikan sebilah pedang raksasa yang menghujam langit. Namun, atmosfer di sekitar area lobi utama pagi ini benar-benar berbeda dari biasanya. Seluruh petugas keamanan internal yang biasa mengenakan seragam safari biru kini telah digantikan total oleh barisan pemuda tegap berpakaian taktis hitam tanpa emblem—Pasukan Bayangan Naga yang bergerak di bawah perintah langsung Long Yi.Setiap akses lift menuju lantai tertinggi telah dikunci secara elektronik. Hanya ada satu lift khusus yang bergerak naik secara konstan, membelah ketinggian kota menuju lantai seratus delapan.Di dalam ruang rapat utama lantai seratus delapan, suasananya sedingin es di dalam gua es Gunung Shanhai. Ruangan melingkar yang dikelilingi oleh dinding kaca antipeluru itu menyajikan pe
Malam yang panjang di Distrik Naga Utara akhirnya mencapai puncaknya. Di atas atap paviliun kuno yang sebagian besar gentingnya telah retak dan hancur, dua orang pria yang beberapa jam lalu memegang kendali atas urat nadi kekuasaan dan finansial ibu kota, kini bersujud layaknya pesakitan yang menunggu kapak algojo. Lin Canghai dan Long Zhen tidak berani menggerakkan satu pun otot mereka; hawa menekan dari Mantra Kaisar Naga Langit milik Chen Fan terasa bagaikan gunung tak kasat mata yang menindih tengkuk mereka.Chen Fan berdiri tegak dengan mantel abu-abunya yang berkibar pelan ditiup angin malam. Tatapan matanya yang berwarna emas murni perlahan-lahan meredup, kembali menjadi sepasang mata hitam yang tenang namun sedalam lautan."Long Zhen," panggil Chen Fan, suaranya sedatar air telaga, namun sanggup membuat tubuh Direktur Pusat Tianlong Group itu melonjak kaget karena syok mental."Sa-Saya, Tuan Muda Agung! Anjing tua ini mendengarkan!" sahut Long Zhen dengan suara g
Malam di Distrik Naga Utara berguncang hebat. Tiang cahaya emas murni yang melesat dari tubuh Chen Fan membelah kegelapan langit, menciptakan riak gelombang spiritual yang menyapu bersih seluruh hawa es di area pekarangan kuno. Suhu udara yang tadinya membekukan, kini mendadak memanas secara drastis, memaksa sisa-sisa kristal es di daun-daun bambu menguap menjadi kabut putih yang tebal dalam hitungan detik.Leluhur Agung Gu Jue berdiri mematung di atas atap genting paviliun. Jubah rami putihnya yang semula berkibar angkuh kini robek di beberapa bagian akibat tekanan angin spiritual Chen Fan. Sepasang mata birunya yang cekung menatap tiang cahaya emas itu dengan keputusasaan yang teramat dalam. Dia telah menghabiskan tiga puluh tahun hidupnya di dalam gua es yang sunyi, memotong seluruh emisi keduniawian, hanya untuk menyentuh ambang batas Ranah Setengah Langkah Transendensi. Namun malam ini, di depan seorang pemuda berusia dua puluh tahunan, dia menyadari bahwa puncak pencapaian







