Short
Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk

Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk

By:  JisuCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
724views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada hari kami mendaftarkan pernikahan, Celine Raharja berkata bahwa suami dan istri pisah kamar selama lebih dari seminggu, secara otomatis akan dianggap bercerai. Oleh karena itu, setiap kali kami bertengkar, begitu dia mengambil bantal dan pindah ke kamar tamu, aku selalu langsung merendahkan diri dan meminta maaf. Kalimat itu dia gunakan untuk mengendalikanku selama tiga tahun penuh. Di hari ulang tahunku yang ke-28, dia kembali melewatkan janji makan malam denganku karena seorang anak magang. Setelah pulang ke rumah, aku tidak menyambut kotak berisi kancing manset berlian yang dia sodorkan kepadaku. Dia mengernyit sambil menatapku cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan dingin, "Apa di matamu ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahun lebih penting daripada nyawa manusia?" "Setelah mengantar Elio ke rumah sakit, aku sudah berusaha pulang secepat mungkin. Tapi kau masih saja membuat masalah!" "Julian, rasa cemburumu benar-benar membuatku takut!" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju kamar tamu. Hanya saja ... kali ini aku tidak lagi mengejarnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sama seperti biasanya, Celine membanting pintu kamar dengan keras.

Aku tahu dia sengaja melakukannya.

Dia sedang menungguku merendahkan diri dan mengajaknya berdamai.

Namun, aku tetap duduk di sofa tanpa bergerak sedikit pun.

Aku juga tidak lagi menangis karena merasa tersakiti atau panik karena takut kehilangannya seperti dulu.

Tiba-tiba saja aku merasa lelah menjalani kehidupan seperti ini.

Padahal aku sama sekali tidak berbuat salah, tetapi tetap harus merendahkan diri dan memohon ampun.

Pendingin udara di vila menyala sangat dingin, tetapi kue ulang tahun es krim yang tergeletak di atas meja tetap mulai mencair.

Sama seperti pernikahanku dengan Celine.

Tidak peduli seberapa keras aku berusaha mempertahankannya, retakan di antara kami justru makin banyak.

Aku mengulurkan jari, mengambil sedikit es krim dan memasukkannya ke dalam mulut.

Rasa manisnya sama sekali tidak mampu mengurangi kepahitan di dalam hatiku.

Aku dan Celine sudah menikah selama tiga tahun.

Pada ulang tahunku di tahun pertama, dia begadang semalaman di kantor untuk membantu Elio memperbaiki proposal yang bermasalah.

Pada ulang tahunku di tahun kedua, dia menemani Elio pergi dinas ke kota tetangga.

Hari ini, hanya karena satu panggilan telepon dari Elio, dia kembali meninggalkanku sendirian di tengah hujan deras.

Saat aku masih termenung, pintu kamar tamu tiba-tiba terbuka.

Wanita itu berjalan menghampiriku, jantungku seolah berhenti berdetak sesaat.

Melihat masih ada sedikit es krim di sudut bibirku, Celine menghela napas pelan tanpa daya, lalu mengeluarkan tisu dan menyeka mulutku dengan lembut.

"Sayang, maaf. Tadi aku terbawa emosi sampai berkata terlalu keras."

"Aku tahu kau mudah cemburu. Mulai sekarang, selain urusan pekerjaan, aku bakal sebisa mungkin menghindari kontak pribadi dengan Elio."

Mendengar kalimat itu, seluruh rasa sedih dan sesak di dadaku seketika meluap. Mataku pun mulai memerah.

Selama tiga tahun ini, baru kali ini dia mengambil inisiatif untuk berdamai denganku.

Namun, sebelum sempat aku membuka mulut, dia kembali berkata, "Tadi saat aku mengantar Elio ke rumah sakit, tanpa sengaja ada yang memotret kami dan mengunggahnya ke grup perusahaan. Sekarang, banyak rekan kerja yang bilang kalau Elio adalah orang ketiga yang merusak rumah tangga orang lain."

"Dia masih sakit, tapi tetap harus terseret dalam urusan kita. Jadi, aku berharap kau bisa membantu menjelaskan keadaan yang sebenarnya di grup perusahaan."

Pada saat itu juga, semua rasa haru, pedih, dan kecewa berubah menjadi sebuah lelucon.

Karena Elio, Celine berkali-kali meninggalkanku.

Sekarang, demi pria itu juga, dia bahkan rela merendahkan diri untuk meminta maaf kepadaku.

Menatap wajah yang telah kucintai selama lima tahun penuh itu, aku tiba-tiba tertawa.

Namun, Celine mengira aku sudah setuju.

"Sayang, aku tahu kau memang yang terbaik."

"Nanti aku bakal memasukkanmu ke grup perusahaan kami. Setelah jelaskan semuanya, kau juga minta maaf ke Elio di depan semua orang. Dengan begitu ...."

Sebelum dia selesai berbicara, aku langsung memotong ucapannya, "Jangan harap."

Celine tertegun sejenak.

Seketika kelembutan di wajahnya lenyap, berganti dengan raut penuh amarah.

"Julian, aku dan Elio benar-benar nggak ada hubungan apa-apa. Kenapa kau terus menyudutkannya?"

"Apa kau tahu, rumor seperti ini berdampak sangat besar buat anak magang yang baru lulus? Tadi saat meneleponku, dia menangis tersedu-sedu."

Mendengar itu, aku langsung berdiri dari sofa dan menatap lurus ke sepasang mata Celine.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status