مشاركة

Video Viral

مؤلف: YOSSYTA S
last update تاريخ النشر: 2026-08-21 10:20:47

Siang.

Zoya baru pulang dari warung. Bawa kresek belanjaan. Jalan santai sambil senyum ramah, sapa tetangga.

Namun, baru masuk gang.

"Eh, itu kan istrinya Mas Enzo yang KDRT itu, kan?"

'Deg!'

Senyum di bibir Zoya langsung menghilang.

"Nggak sopan banget ya. Cowok seganteng itu malah dikasarin."

"Pantesan mukanya jutek. Galak gitu. Makanya sampai dicerain."

"Aku sih kalau jadi dia, rela dipukul tiap hari."

Ibuk-ibuk muda komplek. Yang kemarin like TikTok Raka. Semuanya ngerum
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Tamu Tak Diundang

    Jam 8 malam, setelah makan. Di ruang tamu. Enzo, Raka dan Bu Fatimah sedang duduk mengobrol. Sementara Zoya masih sibuk membereskan meja makan. "Oh, jadi sebenarnya Nak Enzo ini adalah anak tunggal, ya?" tanya Bu Fatimah mulai ingin mengenal latar belakang sang mantu. Enzo pun mengangguk. "Ya. Tapi saya punya kakak tiri perempuan, Bu." "Oh, gitu." Bu Fatimah manggut-manggut. "Terus kamu kerjanya bareng sama Raka di supermarket?" "Iya, Bu. Tapi Bang Enzo itu Supervisor yang dikirim dari kantor pusat," sahut Raka. "Apa? Super-super -- apa tadi?" Bu Fatimah tampak kesusahan mengucapkan. "Supervisor, Bu. Kayak yang ngawasi para pegawai gitu." Raka coba menjelaskan. "Oh, gitu." "Terus ngomong-ngomong umur kamu berapa sekarang?" Bu Fatimah kembali kepo. Diam-diam Zoya yang berada di ruang tengah ikut menguping. "Umur saya 25 tahun, Bu," jawab Enzo jujur. "Oh, berarti kamu lebih muda dua tahun dari Zoya dong." "Lah, memangnya Zoya umur berapa, Bu?" Enzo jadi ingin

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Video Viral

    Siang. Zoya baru pulang dari warung. Bawa kresek belanjaan. Jalan santai sambil senyum ramah, sapa tetangga. Namun, baru masuk gang. "Eh, itu kan istrinya Mas Enzo yang KDRT itu, kan?" 'Deg!' Senyum di bibir Zoya langsung menghilang. "Nggak sopan banget ya. Cowok seganteng itu malah dikasarin." "Pantesan mukanya jutek. Galak gitu. Makanya sampai dicerain." "Aku sih kalau jadi dia, rela dipukul tiap hari." Ibuk-ibuk muda komplek. Yang kemarin like TikTok Raka. Semuanya ngerumpi. Ngeliatin Zoya dari atas ke bawah. Bisik-bisik. Tapi sengaja kenceng. Zoya berhenti. Napasnya tercekat. Tangan yang megang kresek gemeteran. `Pantesan dicerain.' `Mukanya aja kayak singa. Jutek gitu.' `Kasian Mas Enzonya.` `BLUK!` Kresek jatuh. Telur pecah. Zoya tak peduli. Dia langsung lari masuk rumah. Mata udah panas. `BRAK!` "RAKAAAA!!!" teriaknya dari ruang tengah. Raka yang lagi edit video langsung drop HP. "Kenapa, Mbak?!" "Puas kamu sekarang?!" Zoya nangis.

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Sandal Melayang

    Di ruang tengah. Raka duduk sila di lantai. Senyam-senyum sendiri sambil scroll HP. Komentar TikTok nya sudah 300 lebih. `@selerabunda_99 , 'Ya ampun kasian banget baru juga pengantin baru udah KDRT.` `@cantikmandiri , 'Ih kasian mana cowonya ganteng banget. Masa ceweknya galak kayak singa.` `@biduankampung, 'Kalau dia gak mau, sini sama aku aja Bang. Aku siap jadi istri ke 2.` `@mentimun, 'Upload part 2 nya, Bang. Mau liat lanjutannya.` Raka tertawa ngakak. "Laris manis dagangan kita, Bang Enzo!" `BRAK!` Pintu kamar kebuka. Zoya keluar. Masih pake kaos dan celana pendek. Rambut sudah kering tapi masih diikat. Lihat Raka ketawa-tawa langsung curiga. "Lagi ngapain kamu?" "Nggak... nggak apa-apa kok, Mbak," Raka buru-buru nutup HP pakai tangan. Zoya jalan mendekat. Ngintip. DI LAYAR. VIDEO TADI PAGI. Dia teriak `AAA ... ENZOOOO` terus nendang. Enzo mental. Caption nya, `POV ; Baru nikah 24 jam udah KDRT.' Views 800 ribu. "RAKAAAA!!!" Zoya langsun

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Baju Raka Yang Menyiksa

    Jam 7 pagi. Zoya sudah mandi duluan. Kaos oblong putih kebesaran dan celana pendek selutut warna abu. Rambut basah dicepol asal. Wajah bersih tanpa bedak. Dari kamar, Enzo melipir keluar. Mata masih panda. Kaos hitam semalem masih nempel di badan. Dia langsung berhenti pas liat Zoya. Yang masih sibuk menata makanan di meja. Celana pendek. Kaki mulus. Kaos jatuh sebelah. Bahunya terlihat sedikit. 'Sederhana, tapi aku suka.' Tanpa sadar dia tersenyum melihatnya. `Ya Allah... ini ujian apa gimana?' batinnya langsung istighfar. "Pa-pagi," kata Enzo suaranya serak. Zoya menoleh. Langsung reflek narik ujung kaos ke atas buat nutupin bahu. "Pagi," jawabnya dingin. Bu Fatimah dari dapur senyum-senyum. "Mandi sana Mas Enzo. Sarapan udah mateng." Enzo masuk kamar. Buka tas. Kosong. `Anjir. Lupa bawa baju. Kemaren buru-buru sih.` Dia keluar lagi. Garuk tengkuk. "Em ... Zoya." "Apa?!" Zoya nongol dari dapur bawa piring. "Aku gak bawa baju ganti." Zoya mendelik.

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Tendangan Maut

    Malam makin larut. Suara jangkrik dari luar sudah mulai bersahutan. Enzo duduk bersila di atas tikar butut. Bersedekap. Dagunya terangkat. Sok galak. "Aku Enzo Alvaro Bautista. Anaknya Surya Bautista Morgan. Punya 3 villa, 5 mobil, kasur busa seharga 20 juta. Masa tidur di lantai semen? Apa kata dunia nanti?' Batinnya ngomel, tapi mukanya tetep datar. Dari atas ranjang, Zoya juga melipat tangan. Tatapannya tajam, seperti elang. "Udah. Tidur sana! Kalau berisik aku tendang beneran." Enzo mendengus. `Tuh kan. Galak kayak singa. Bener kata Raka.` Dia rebahan. Punggung langsung 'Nyess!' kerasa dingin. `Astagfirullah... ini lantai apa freezer?` Zoya masih melek. Ngawasin dari atas ranjang. Sampai dengar napas Enzo sudah teratur dan pelan. `Akhirnya tidur juga`, batinnya lega. Baru dia narik selimut dan ikut merem. --- Berapa jam kemudian. Jam 2.17 Pagi `Grrr... Grrr...` Bukan suara kuntilanak, ataupun genderuwo yang suka keluyuran tengah malam. Itu suara g

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Hari H

    Hari H. Jam 10 pagi. Halaman rumah Zoya penuh kursi plastik. Tenda biru seadanya. Bu RT muter-muter ngatur. “Bu, itu meja buat penghulu! Bu, itu buat tamu!” Warga datang semua. Bawa amplop. Bawa gosip. “Jadi, beneran nikah, ya?” “Lah, tiga hari doang pacaran langsung nikah?” “Denger-denger sih, gara-gara kepergok." "Mana katanya calon suaminya ganteng banget, lagi." "Masa sih? Jadi penasaran aku." Di dalam kamar, Zoya duduk. Baju pengantin sewaan warna dusty pink. Rambut disanggul simpel. Makeup seadanya ditolongin tetangga. Tangannya dingin. Gemetaran. "Nduk... udah ya." Ibu Fatimah ngusap punggungnya pelan. "Bismillah. Hadepin aja.” Zoya hanya mengangguk pasrah. Air matanya ditahan. Batinnya berisik, `Ya Allah... tiga hari lalu aku masih mau kabur dari rumah ini. Tiga hari lalu aku masih janda. Sekarang aku mau akad sama orang asing? Kuatin aku, ya Allah.' Di ruang tamu, Enzo sudah duduk. Kemeja putih dan celana hitam. Rambut gondrong yang biasanya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status