เข้าสู่ระบบ
Di belantara lebat di luar Kota Xiang,
seorang pemuda tergeletak tak berdaya di tanah yang basah oleh lumpur. Tubuh Lin Yi penuh bekas hangus, pakaiannya robek dan menghitam seolah baru saja disambar petir. Kulitnya melepuh, menghadirkan pemandangan yang membuat siapa pun bergidik ngeri. “Di mana aku…? Kultivasiku… gagal? Apakah aku mati dalam penerobosan ?” Ia berbisik lirih dengan pandangan kosong, sama sekali tidak menyadari bahwa dari balik pepohonan, beberapa pasang mata sedang mengamatinya dengan penuh kewaspadaan. Mendengar gumaman aneh itu, empat orang. dua pria dan dua wanita saling bertukar pandang. Kebingungan mereka hanya bertahan sesaat sebelum tawa meledak bersamaan. “Hahaha! Orang ini sinting, ya?” Lin Yi refleks bangkit dan berbalik. Tatapannya tajam, tubuhnya menegang penuh kesiagaan. Di hadapannya berdiri empat anak muda berpakaian kasual kaus lengan pendek, celana jins, sepatu olahraga. Mereka membawa busur, anak panah, serta senapan berburu. Kacamata hitam dan sikap santai mereka jelas menunjukkan bahwa mereka hanyalah warga kota yang datang berburu demi hiburan. Cara berpakaian, gaya rambut, hingga logat bicara mereka… “Ini… Bumi?” Pupil mata Lin Yi mengecil drastis. Dadanya bergetar hebat. Seorang pria jangkung yang tampak sebagai pemimpin rombongan maju sambil menahan tawa. Ia menatap pakaian kuno Lin Yi dari ujung kepala hingga kaki. “Kawan, kau parah sekali keadaannya.” “kacau kali ?” Pemuda kurus berambut pirang hampir terjungkal karena tertawa. “Ini lucu! Dari mana datangnya orang aneh begini? Kebanyakan nonton drama fantasi, ya?” Bahkan gadis berambut pendek yang tampak masih belasan tahun pun tak kuasa menahan tawa. “Tong Lei, dia benar-benar kocak!” Namun setelah menyadari ekspresinya, ia buru-buru melirik wanita di sampingnya dan langsung menutup mulut. Tong Lei tetap diam. Matanya menatap Lin Yi dengan rasa ingin tahu yang dalam, terselip sedikit simpati bercampur keheranan. Di bawah tatapan aneh keempat orang itu, Lin Yi justru tertawa keras. “Hahaha… tidak kusangka, Lin Yi, suatu hari kau benar-benar kembali ke Bumi. Langit… ternyata masih memberiku belas kasih.” Keempatnya serempak menepuk dahi. Dalam benak mereka, pria ini sudah tak tertolong. Lin Yi tak memedulikan penilaian mereka. Begitu menyadari dirinya telah kembali ke dunia asal, perasaannya bergejolak hebat. Dulu, ia hanyalah seorang yatim piatu yang hidup pas-pasan. Suatu malam, saat tubuhnya digerogoti demam dan influenza parah, ia memaksa diri keluar rumah untuk memulung demi membeli obat. Tanpa sengaja, ia bertemu sekelompok teman sekelas yang tertawa riang—dan di tengah mereka, pacarnya dipeluk mesra oleh seorang pemuda kaya. Ejekan, hinaan, dan cemoohan menghantamnya bertubi-tubi. Amarah memuncak, Lin Yi yang sudah lemah melayangkan pukulan—namun malah terjatuh tersungkur di jalan. Tak satu pun menolongnya. Semua tertawa. “Lin Yi, aku muak padamu! Miskin, buruk rupa. Aku pasti buta bisa mencintai anak haram sepertimu!” Kata-kata itu menusuk lebih dalam daripada penyakitnya. Saat ia tak mampu bangkit, sebuah SUV melaju kencang dan menghantam tubuhnya. Semua orang mengira ia mati. Namun tak seorang pun tahu—ia terlempar ke dunia lain. Dunia primitif yang dipenuhi monster buas dan bahaya tanpa batas. Kelabang berbisa sepanjang ratusan meter. Kera raksasa yang melompat ribuan meter. Kultivator yang melesat di udara dengan pedang terbang. Selama lebih dari tujuh ratus tahun, Lin Yi bertahan, bertarung, dan mendominasi. Ia mencapai puncak kultivasi Tahap Transendensi Kesengsaraan—namun gagal menembus tribulasi surgawi dan musnah… lalu terbangun kembali di Bumi. Bagaimana mungkin ia tidak terguncang? “Di kehidupanku sebelumnya, aku berdiri di puncak dan memandang rendah segalanya. Mereka menganggapku iblis, menjauhiku, meninggalkanku sendirian selama ratusan tahun… tanpa tahu bahwa semua itu berawal dari pengkhianatan pasangan hina itu.” Ia terdiam. Membunuh di dunia modern memang dilarang… tetapi apakah ia masih perlu peduli? Tak lama kemudian, ia menghela napas ringan. “Tidak perlu…” Lin Yi menyadari satu hal: ia bukan lagi pemuda lemah di masa lalu. Ia adalah seseorang yang membawa tujuh ratus tahun pengalaman kultivasi dalam jiwanya. Melihat perubahan emosi di wajah Lin Yi, keempat orang itu memutuskan pergi. “Sudahlah, ayo pulang,” kata pria jangkung itu. “Akhir pekan malah ketemu orang aneh.” Pemuda pirang menoleh sambil tertawa. “Berlatihlah yang rajin! Suatu hari kau pasti terbang ke luar angkasa! Hahaha!” Gadis berambut pendek memanggil, “Tong Lei, ayo!” Namun Tong Lei tetap berdiri. Setelah ragu sejenak, ia bertanya pelan, “Namamu Lin Yi, benar?” “Ada apa?” Lin Yi menatapnya. “Kau ikut denganku.” Tiga orang lainnya terkejut. “Kau gila?!” “Jangan bawa orang aneh ini!” Lin Yi menatap Tong Lei. “Alasannya?” “Aku akan membayarmu,” jawab Tong Lei cepat. “Aku akan membawamu ke rumah sakit terbaik. Kau hanya perlu ikut denganku.” Mendengar kata uang, Lin Yi terdiam. Ia tahu di dunia ini, tanpa uang, ia tak bisa bertahan. “Apa yang harus kulakukan?” “Kau akan menemani adikku di tahun terakhir sekolahnya.” Setelah mempertimbangkan sejenak, Lin Yi tersenyum polos. “Baik. Aku terima.”Lompat bungee tanpa diragukan lagi adalah atraksi paling ekstrem dan mendebarkan di Taman Hiburan World Gate. Bahkan wahana menara jatuh tak pantas dibandingkan dengannya.Hari itu, taman hiburan dipenuhi lautan manusia. Namun hiruk-pikuk berubah menjadi ketegangan saat satu sosok meluncur jatuh dari ketinggian.Tong Yao.Dan dalam sekejap, jerit horor meledak di udara.Dia tidak mengenakan tali bungee!“Ah—!!”Teriakan panik saling bersahutan. Banyak orang refleks menutup mata, tak sanggup membayangkan akhir mengerikan yang akan terjadi.Memang, di bawah sana adalah kolam air tawar. Namun dari ketinggian ratusan meter, air tidak lagi berbeda dengan beton.Jika seseorang jatuh ke tanah, paling buruk tengkoraknya retak dan tulang-tulangnya hancur. Dengan sedikit keberuntungan, mungkin masih ada peluang hidup. Namun jatuh ke air dari ketinggian seperti itu?Tak ada harapan.Benturan pad
Tiba-tiba, sebuah pikiran berani dan mengerikan muncul di benak Tong Lei.Mungkinkah, Lin Yi sengaja mengendalikan nilainya sampai tepat di angka itu?Begitu ide itu muncul, Tong Lei segera menekannya.Mustahil.Seberapa besar kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk melakukan hal seperti itu?Bahkan peraih nilai tertinggi ujian masuk perguruan tinggi pun belum tentu mampu!Tong Yao, sang adik, jelas tidak berpikir sejauh itu.Dengan wajah cerah dan penuh semangat, ia mengguncang lengan Lin Yi. “Lin Yi, sekarang hasil ujian sudah keluar dan kita semua diterima di Universitas Changyang. Bagaimana kalau kita pergi bersenang-senang?”“Tentu,” jawab Lin Yi tanpa ragu.Sejak awal, prinsipnya sederhana: menuruti Tong Yao.Lagipula, di benaknya terngiang pesan Tong Deqiang meski perintah itu belum sempat ia tindak lanjuti.Tong Yao berpikir sejenak, lalu menjentikkan jari. “Oh iya! Ta
Detik sebelumnya, Yang Jianjun masih berdiri sebagai sosok gagah dan tak tertandingi.Detik berikutnya, tubuhnya tergeletak di lantai seperti anjing mati tak berdaya, tak bermartabat.“Ah!”Melihat Yang Jianjun kejang-kejang di tanah, wajah Lin Yi justru dipenuhi kepanikan. Ia segera melangkah maju dan membantu pria itu berdiri.“Tuan Yang, Anda tidak apa-apa?” tanyanya tulus.Hampir saja Yang Jianjun memuntahkan seteguk darah di tempat.Tidak apa-apa?Kata-kata itu tertahan di tenggorokannya. Dengan napas tersengal, ia tergagap, “Aku… aku…”“Maaf, Tuan Yang,” Lin Yi berkata penuh penyesalan. “Aku memang agak kuat. Kalau begitu, kita lanjutkan saja. Kali ini aku akan mencoba mengendalikan tenagaku…”“Tidak!”Rasa takut melintas jelas di mata Yang Jianjun.Bang!Sebelum siapa pun sempat bereaksi, Lin Yi kembali menampar kali ini tepat di dahi Yang Jianjun.Tubuh sang m
“Kau yakin?”Pertanyaan itu meluncur dari bibir Lin Yi dengan nada tenang, namun justru terdengar rapuh, seolah kepercayaan dirinya runtuh sebelum sempat berdiri.Baru saja semua orang menyaksikan sendiri kekuatan mengerikan Yang Jianjun.Lalu… Lin Yi?Benar, dia cukup piawai bertarung. Namun perbandingan di antara mereka terlalu kejam untuk diabaikan. Yang satu hanyalah murid otodidak, sementara yang lain adalah master bela diri yang telah mengasah tubuh dan jiwanya selama puluhan tahun.Perbedaan itu seperti langit dan jurang.“Heh… heh…”Alih-alih marah, Yang Jianjun justru tertawa. Tawanya berat, sarat penghinaan.“Bagus. Sangat bagus.”Siapa pun yang memiliki mata pasti bisa melihat Lin Yi telah berhasil memprovokasinya.Sekejap saja, tatapan iba tertuju pada Lin Yi. Dalam benak mereka, bayangan masa depannya sudah tergambar jelas: tubuhnya dipukul jatuh, terguling di lantai seperti anjing
Suasana mendadak membeku.Di dalam Phoebe Bar, musik yang semula memekakkan telinga terhenti seketika. Para staf saling bertukar pandang, menyadari ada sesuatu yang tidak beres, dan tak seorang pun berani menyalakan musik kembali.Kerumunan pelanggan berkumpul, membentuk lingkaran tak kasatmata di sekitar pusat keributan.“Dari mana bocah ini datang, berani ikut campur?” gumam seseorang.Huang Xiang melangkah maju dengan tenang, wajahnya sama sekali tak menunjukkan rasa gentar. Sikapnya justru membuat pria raksasa itu mengernyit sekilas kekhawatiran melintas di matanya.Meski bertubuh besar, dia bukan orang bodoh.Naluri mengatakan bahwa siswa muda di depannya bukan orang sembarangan. Bisa jadi, dia adalah pewaris generasi kedua anak orang kaya dengan latar belakang dan pengaruh yang tak bisa diremehkan.“Bukan aku yang mencari mati,” kata Huang Xiang dingin, suaranya rendah namun tajam. Ia menunjuk ke arah Tong Yao.
Phoebe Bar adalah klub malam terbesar di Kota Xiang.Dengan standar konsumsi yang tinggi, tempat ini dikenal sebagai simbol gaya hidup kelas atas. Biasanya, pengunjungnya adalah pria dan wanita berusia akhir dua puluhan hingga awal tiga puluhan, orang-orang yang datang untuk melarikan diri dari rutinitas siang hari.Namun, malam ini berbeda.Di antara lautan mahasiswa yang merayakan kelulusan, muncul satu sosok yang terasa asing: seorang pria paruh baya mengenakan setelan Zhongshan. Rambutnya dibiarkan agak panjang, janggutnya tebal dan tak terurus, seolah ia sama sekali tak peduli pada penampilan. Keberadaannya kontras dengan gemerlap bar, seperti bayangan yang salah tempat.Di sampingnya berdiri Huang Xiang.Penampilannya rapi, percaya diri, dan penuh aura kesombongan, dua sosok yang berdiri berdampingan, namun berasal dari dunia yang sama sekali berbeda.“Guru Yang, terima kasih atas bantuan Anda malam ini,” ujar Huang Xiang sambil mengangkat gelasnya.Pria paruh baya itu bernama Y







