Share

Bab 378

Author: Darrel Gilvano
Pagi hari.

Edward masih tertidur di sofa.

Semalam dia bangun tengah malam untuk ke toilet. Dalam keadaan setengah sadar, dia jatuh di sofa dan langsung tertidur.

"Aaa!!!"

Tiba-tiba, sebuah teriakan tajam terdengar di telinganya. Edward langsung terkejut, tubuhnya refleks terguling dari sofa. Tanpa sempat memedulikan rasa sakitnya, dia buru-buru bangkit dan langsung berlari ke kamar kakaknya, sambil diam-diam mulai curiga.

'Jangan-jangan si Jimmy itu benar-benar tidur sama Kakak semalam? Wah! Kal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Whinar
nasib si Edward apes lagi wkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 446

    Zisel tidak memahami maksud Jimmy, tetapi Yahya memahaminya dengan jelas.Dalam hati, Yahya terus merasa kagum pada kelapangan hati Jimmy. Laura dan ibunya sudah melakukan begitu banyak hal yang tidak tahu balas budi, tetapi Jimmy sama sekali tidak mempermasalahkannya.Kalau itu dirinya, jelas tidak akan bisa melupakan begitu saja. Mungkin, ini yang disebut perbedaan tingkatan. Atau mungkin juga, mereka memang belum pantas membuat Jimmy repot-repot memikirkan mereka.Meskipun begitu, Yahya tetap menyetujuinya.Jimmy sudah begitu memikirkan dirinya dan menghargainya. Kalau dia masih tidak menerima, itu benar-benar tidak pantas.Setelah Yahya setuju, Zisel pun kembali untuk menjemputnya. Sementara itu, Jimmy langsung membawa mereka berdua ke Resor Scene.Begitu Jimmy tiba, para karyawan langsung berlari menghampiri, memastikan dia baik-baik saja. Setelah itu, barulah mereka kembali bekerja.Lumayan. Masih punya hati nurani. Masih peduli pada bos mereka. Berarti uang yang dikeluarkan tida

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 445

    Jimmy menoleh, ternyata itu Yaniel dan Cheryl. Begitu melihat Jimmy, mereka berdua langsung berlari kecil mendekat."Kak Jimmy, ternyata benar-benar kamu!" Yaniel berkata dengan gembira, "Tadi Cheryl bilang punggung ini mirip kamu, aku masih ragu, ternyata memang benar kamu!"Jimmy tersenyum dan mengangguk, lalu bertanya, "Kalian ini ... jangan-jangan setelah dapat uang, langsung datang ke sini buat upgrade perlengkapan?""Bukan, bukan!" Yaniel buru-buru menggeleng. "Kami datang beli beberapa komponen, buat robot.""Robot?" Jimmy terkejut. "Kamu bisa bikin robot juga?"Datang ke sini buat beli komponen robot?Yaniel langsung menyadari bahwa Jimmy salah paham, lalu buru-buru menjelaskan. Robot yang dia maksud bukan seperti yang dibayangkan Jimmy, seperti Transformer. Yang dia buat itu robot kecil, bahkan tidak berbentuk manusia.Lebih ke mesin kecil yang cerdas. Digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Hanya saja, di kalangan mereka, semua hal seperti itu memang disebut robot.Se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 444

    Saat melihat Jimmy, Zisel tanpa sadar langsung memeluknya. Namun setelah itu, Zisel sengaja mulai menjaga jarak dengan Jimmy. Karena sudah memutuskan untuk mencoba melepaskan perasaan ini, dia tidak boleh lagi seperti sebelumnya, tanpa batasan sama sekali dengan Jimmy.Kalau terus begitu, dia takut tidak akan pernah bisa benar-benar melepaskan.Ponsel Jimmy rusak karena kemasukan air, jadi Zisel mengajaknya ke pusat penjualan komputer dan ponsel untuk membeli yang baru. Untungnya semua nomor tersimpan di kartu, jadi tidak terlalu bermasalah.Saat Jimmy sedang memeriksa daftar nomor di ponselnya, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung bertanya, "Mobilku kalian bawa pergi nggak?""Yang itu ...." Zisel sedikit tertegun, lalu tersenyum pahit. "Waktu itu semua orang sibuk evakuasi dan kamu juga nggak suruh siapa pun untuk membawanya, jadi kami semua lupa ....""Aku ...." Jimmy terdiam sejenak, lalu tertawa pahit. "Jadi maksudnya aku harus ganti mobil?"Karena tidak ada yang memindahkan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 443

    Mendengar itu, Yasmin diam-diam mendecak dalam hati. Terlepas itu omongan menjilat dari para karyawan atau bukan, sekalipun itu benar, lalu kenapa?Hanya karena Jimmy cukup terkenal di Bataram, lalu dia harus menikah dengan Jimmy?Yasmin memijat dahinya, lalu berkata kesal, "Kakek, sejak kapan Kakek jadi orang yang memandang status seperti ini?""Apa maksudmu memandang status?" Edgar berkata dengan kesal, "Aku cuma ingin kasih tahu kamu, Jimmy nggak selemah yang kamu kira! Dia punya kemampuan, hanya saja dia rendah hati dan nggak menunjukkannya padamu!"'Masih mau bilang aku yang terlalu terobsesi? Justru kamu yang keras kepala!' batin Edgar.Hanya karena tidak mau menikah dengan Jimmy, ditambah dulu punya prasangka terhadapnya, jadi apa pun yang dilakukan Jimmy selalu terlihat salah di mata Yasmin.Kelebihannya pun dianggap kekurangan."Betul betul!" Edward yang sedang menyetir ikut mengangguk.Yasmin langsung melotot ke arah adiknya. "Diam! Ini bukan urusanmu!"Kali ini Edward tidak

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 442

    Setelah berbasa-basi sebentar dengan Edgar dan yang lain, Jimmy dan Zisel pun meninggalkan hotel.Edgar dan yang lain juga telah melewati satu hari penuh kegelisahan. Melihat Yasmin kembali dengan selamat, mereka akhirnya bisa bernapas lega."Kak, aku ingat tadi kamu nggak pakai baju ini, 'kan?" Di perjalanan pulang, Edward tiba-tiba bertanya pada kakaknya."Pertanyaan bodoh!" Yasmin melotot kesal. "Bajuku basah dan kotor, memangnya nggak boleh ganti?""Aku ...." Edward terdiam, dalam hati merasa kesal. Dia cuma tanya santai, kenapa malah dimarahi? Jangan-jangan lagi datang bulan?Edward berpikir macam-macam dalam hati. Tentu saja, dia tidak berani mengatakannya.Edgar tersenyum melihat mereka berdua, lalu bertanya kepada cucunya, "Kamu seharian ini sama Jimmy?""Iya." Yasmin mengangguk pelan."Kalian sempat bicara baik-baik?" Edgar kembali bertanya."Kakek!" Yasmin memijat pelipisnya dengan pusing. "Aku baru saja pulang, jangan-jangan Kakek mau bahas soal perjodohan lagi?"Kakek tua i

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 441

    "Aku ...." Urat di dahi Yasmin berdenyut.Sempat terlintas di pikirannya untuk meminta Rubah Perak bertukar pakaian dengannya, tapi setelah dipikir-pikir, dia mengurungkannya. Bagaimanapun juga sudah seperti ini, mau ganti juga tidak ada gunanya.Dengan pikiran itu, Yasmin langsung menyuruh Rubah Perak agar helikopter menurunkan tangga tali. Dia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini. Tempat sialan ini sudah membuatnya dipermalukan!Tak lama kemudian, mereka bertiga naik ke helikopter.Namun, mereka tidak langsung pergi menemui Edgar dan Zisel, melainkan mencari tempat untuk membeli pakaian terlebih dahulu.Yasmin bukan orang bodoh. Kalau dia pulang memakai pakaian Jimmy dan terlihat oleh kakeknya serta Edward, mereka pasti akan berpikir macam-macam seperti Rubah Perak.Setelah berganti pakaian, Yasmin menyuruh Rubah Perak pergi lebih dulu. Dia dan Jimmy akan naik taksi ke hotel untuk menemui kakeknya.Sebelum berpisah, Yasmin berulang kali mengingatkan Rubah Perak bahwa soal dia m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 35

    Laura berpikir sejenak, lalu segera menyetujuinya.Grup Jaladri adalah perusahaan besar di bidang manufaktur. Jumlah pengiriman barangnya luar biasa besar.Keluarga Sucipto sudah lama ingin bekerja sama dengan Grup Jaladri, tetapi tidak pernah berhasil. Mungkin kali ini adalah kesempatan bagus.....

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 45

    Wanita itu mengenal Jimmy? Dia ragu untuk menyelamatkan wanita itu. Belakangan ini kemampuan bertarung Jimmy memang makin kuat, tetapi bagaimana kalau dia tidak mampu melawan kedua pria itu? Takutnya Jimmy akan kehilangan nyawanya.Akhirnya, Jimmy membuat keputusan. Dia tidak ingin sok menjadi pahla

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 46

    Apa Sabrina benar-benar orangnya Argani? Ternyata Argani yang menyuruh Sabrina untuk mencari Jimmy?Jimmy memandang Sabrina dengan ekspresi terkejut dan bertanya, "Untuk apa dia menyuruhmu mencariku?""Tunggu sebentar, aku telepon dulu," ucap Sabrina. Kemudian, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 21

    Siapa takut! Tanpa keberanian, tidak akan mendapatkan hasil!Dengan tekad seperti itu, Jimmy menyerang lebih dulu.Dia langsung menerjang salah satu preman yang memegang pipa besi. Ketika jaraknya sudah dekat, Jimmy meninju leher lawan, merebut pipa besinya, lalu menghantam anak buah lain."Ah!" peki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status