홈 / Fantasi / Kebangkitan Rank Terendah / BAB 9 — Tiga Spell Lainnya

공유

BAB 9 — Tiga Spell Lainnya

작가: Noobunagi
last update 게시일: 2026-05-08 18:00:30

Tiga hari berikutnya, Arka hampir tidak tidur.

Bukan karena tidak bisa. Tapi karena setiap kali dia menutup mata, pikirannya langsung lari ke tempat yang sama ke tangan yang terangkat, ke titik di udara yang menunggu, ke pertanyaan yang tidak bisa dia tunda sampai besok.

Bayu Dorong. Lemah Pukul. Kilat Cilik.

Berapa besar? Berapa kuat?

...

Bayu Dorong dorongan angin dasar Laras 1. Normalnya seperti kipas kecil. Cukup membelokkan kertas, menggeser lilin yang menyala.

Malam pertama, bengkel ayahn
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 44 — Catatan Damar Wangi

    Malam setelah kembali dari titik itu, Rengganis tidak langsung bicara.Menyalakan tungku. Membuat teh. Duduk di lantai dengan cara yang sama seperti selalu — tapi ada sesuatu yang berbeda di cara dia duduk malam ini. Lebih berat. Lebih seperti seseorang yang sedang memutuskan sesuatu yang sudah lama ditunda.Arka menunggu."Catatan Damar Wangi," kata Rengganis akhirnya. "Aku tidak bilang aku tidak tahu di mana — aku bilang kita perlu mencarinya.""Bedanya?"

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 43 — Titik

    Mereka berangkat keesokan paginya sebelum langit terang.Bukan karena perlu terburu-buru, tapi karena Rengganis bilang bahwa di Rimba yang sedang berubah, subuh adalah waktu paling stabil. Bayu bergerak paling dapat diprediksi di antara gelap dan terang, sebelum sesuatu yang lebih besar mulai aktif."Seberapa jauh?" tanya Arka saat mereka berjalan keluar."Enam jam kalau jalur biasa. Lima kalau lewat jalur yang aku tahu.""Lebih cepat, tapi tidak nyaman. Akar lebih tinggi, pohon lebih rapat, dan ada bagian yang harus dilalui di bawah air setinggi lutut.""Jalur itu," kata Arka.Rengganis hanya berjalan....Dua jam pertama terasa lebih mudah daripada perjalanan ke Akar Wangi.Bukan karena medannya berbeda, tapi karena Arka sudah tahu cara membaca Rimba. Cara memilih langkah, membiarkan niat terbaca, dan berada di tempat ini tanpa melawannya.Yang berubah adalah Rimba itu sendiri.Makhluk-makhluk yang biasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 42 — Kembali ke Rimba

    Perjalanan kedua ke Rimba Dayak Batin terasa berbeda dari yang pertama.Bukan karena jalannya berubah. Jalan besar yang sama, jalan tanah yang sama, desa kecil yang sama di perbatasan. Tapi ada sesuatu yang berbeda di cara Arka berjalan di dalamnya — lebih sedikit memperhatikan hal-hal yang dulu perlu dia perhatikan, lebih banyak ruang di kepalanya untuk memperhatikan hal-hal yang baru.Seperti perbedaan antara pertama kali masuk ruangan gelap dan kali kedua — gelap yang sama, tapi mata yang sudah tahu cara mulai membacanya....Di warung per

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 41 — Bulan Ketiga

    Bulan ketiga pengobatan Prawira dimulai dengan kabar yang tidak Arka antisipasi.Tabib itu datang sendiri ke rumah — tidak menunggu jadwal kunjungan rutin. Duduk di ruang tamu dengan wajah yang tidak menunjukkan kabar buruk tapi juga tidak menunjukkan kabar baik. Hanya wajah seseorang yang punya sesuatu untuk disampaikan dan ingin menyampaikannya dengan benar.Arka, ibunya, dan Prawira duduk di hadapannya.Sari diusir ke kamar — dengan protes yang cukup keras untuk terdengar dari dua pintu."Siklus kedua," kata tabib itu, "meresp

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 40 — Balasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 39 — Surat Kedua

    Surat kedua dari Rengganis datang di akhir bulan kedua.Arka membacanya di teras pagi itu, sebelum sarapan, dengan kopi yang belum habis di tangannya."Rimba berubah lebih cepat dari yang aku perkirakan. Bukan di tepi — di bagian dalam. Senggelong yang biasanya tinggal di sana sudah tidak ada. Bajang Akar di sungai kecil sudah pergi sejak dua minggu lalu. Makhluk yang sudah jadi bagian Rimba selama ratusan tahun tidak pergi tanpa alasan.Bayu di bagian dalam mulai tidak stabil — bergerak dengan pola yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 5 — Lapangan Utama

    Lapangan utama padepokan berbeda dari lapangan kecil di ujung timur.Lantai batu hitam dipoles licin, tribun batu bertingkat yang bisa menampung seluruh civitas padepokan, dan empat tiang ukiran naga di sudut-sudutnya yang konon berpendar sesuai kekuatan Olah Rasa yang digunakan.Arka berdiri di te

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 4 — Kawannya Si Angka Satu

    Nama lengkapnya Wira Dananjaya.Ayahnya petani di pinggiran Medang Agung lahannya kebetulan di atas tanah berkonsentrasi Bayu tinggi. Tidak ada riwayat Wiku di keluarganya. Laras 1, sama seperti Arka.Tapi alasannya berbeda."Aku mau jadi penjaga desa," katanya suatu pagi. Rutinitas latihan subuh b

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 3 — Laras Satu Tidak Perlu ke Sini

    Minggu pertama di padepokan mengajarkan Arka satu hal:Diabaikan lebih melelahkan dari diserang.Serangan bisa dilawan. Tapi ketika sistem sendiri yang menempatkanmu di sudut paling jauh, memberimu fasilitas paling tua, dan tidak mengharapkan apapun darimu tidak ada yang bisa dilawan. Hanya ada pil

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 2 — Selamat Datang di Padepokan

    Padepokan Bayu Medang Agung berdiri di atas bukit barat kota.Di bawah: pasar, gang, bau rempah dan kehidupan. Di atas: batu-batu ukiran ratusan tahun, pohon beringin yang akarnya menyatu dengan dinding, dan udara yang lebih berat, penuh konsentrasi Bayu yang mengalir lebih deras di sini dari manap

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status