Share

BAB 10 — Ritme

Author: Noobunagi
last update publish date: 2026-05-13 08:30:02

Dua bulan sebelum evaluasi besar.

Arka berdiri di lapangan kecil sebelum subuh dengan satu masalah yang sudah tiga hari tidak bisa dipecahkan.

Dia angkat tangan. Cast.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 44 — Catatan Damar Wangi

    Malam setelah kembali dari titik itu, Rengganis tidak langsung bicara.Menyalakan tungku. Membuat teh. Duduk di lantai dengan cara yang sama seperti selalu — tapi ada sesuatu yang berbeda di cara dia duduk malam ini. Lebih berat. Lebih seperti seseorang yang sedang memutuskan sesuatu yang sudah lama ditunda.Arka menunggu."Catatan Damar Wangi," kata Rengganis akhirnya. "Aku tidak bilang aku tidak tahu di mana — aku bilang kita perlu mencarinya.""Bedanya?"

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 43 — Titik

    Mereka berangkat keesokan paginya sebelum langit terang.Bukan karena perlu terburu-buru, tapi karena Rengganis bilang bahwa di Rimba yang sedang berubah, subuh adalah waktu paling stabil. Bayu bergerak paling dapat diprediksi di antara gelap dan terang, sebelum sesuatu yang lebih besar mulai aktif."Seberapa jauh?" tanya Arka saat mereka berjalan keluar."Enam jam kalau jalur biasa. Lima kalau lewat jalur yang aku tahu.""Lebih cepat, tapi tidak nyaman. Akar lebih tinggi, pohon lebih rapat, dan ada bagian yang harus dilalui di bawah air setinggi lutut.""Jalur itu," kata Arka.Rengganis hanya berjalan....Dua jam pertama terasa lebih mudah daripada perjalanan ke Akar Wangi.Bukan karena medannya berbeda, tapi karena Arka sudah tahu cara membaca Rimba. Cara memilih langkah, membiarkan niat terbaca, dan berada di tempat ini tanpa melawannya.Yang berubah adalah Rimba itu sendiri.Makhluk-makhluk yang biasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 42 — Kembali ke Rimba

    Perjalanan kedua ke Rimba Dayak Batin terasa berbeda dari yang pertama.Bukan karena jalannya berubah. Jalan besar yang sama, jalan tanah yang sama, desa kecil yang sama di perbatasan. Tapi ada sesuatu yang berbeda di cara Arka berjalan di dalamnya — lebih sedikit memperhatikan hal-hal yang dulu perlu dia perhatikan, lebih banyak ruang di kepalanya untuk memperhatikan hal-hal yang baru.Seperti perbedaan antara pertama kali masuk ruangan gelap dan kali kedua — gelap yang sama, tapi mata yang sudah tahu cara mulai membacanya....Di warung per

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 41 — Bulan Ketiga

    Bulan ketiga pengobatan Prawira dimulai dengan kabar yang tidak Arka antisipasi.Tabib itu datang sendiri ke rumah — tidak menunggu jadwal kunjungan rutin. Duduk di ruang tamu dengan wajah yang tidak menunjukkan kabar buruk tapi juga tidak menunjukkan kabar baik. Hanya wajah seseorang yang punya sesuatu untuk disampaikan dan ingin menyampaikannya dengan benar.Arka, ibunya, dan Prawira duduk di hadapannya.Sari diusir ke kamar — dengan protes yang cukup keras untuk terdengar dari dua pintu."Siklus kedua," kata tabib itu, "meresp

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 40 — Balasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 39 — Surat Kedua

    Surat kedua dari Rengganis datang di akhir bulan kedua.Arka membacanya di teras pagi itu, sebelum sarapan, dengan kopi yang belum habis di tangannya."Rimba berubah lebih cepat dari yang aku perkirakan. Bukan di tepi — di bagian dalam. Senggelong yang biasanya tinggal di sana sudah tidak ada. Bajang Akar di sungai kecil sudah pergi sejak dua minggu lalu. Makhluk yang sudah jadi bagian Rimba selama ratusan tahun tidak pergi tanpa alasan.Bayu di bagian dalam mulai tidak stabil — bergerak dengan pola yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 31 — Rengganis

    Tempat tinggal Rengganis bukan rumah.Bukan gubuk juga. Lebih seperti sesuatu yang tumbuh dari Rimba sendiri, dinding dari kayu yang tidak ditebang tapi dibentuk, atap dari daun yang disusun berlapis sampai hujan tidak bisa masuk, lantai dari tanah yang sudah dipadatkan selama bertahun-tahun sampai

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 30 — Rimba

    Perjalanan ke Rimba Dayak Batin butuh tiga hari jalan kaki dari batas kota Medang Agung.Hari pertama, jalan besar yang masih ramai. Pedagang, petani, gerobak yang berderit di atas batu. Arka berjalan di antara semua itu dengan tas kecil di punggung dan angka 1 yang mengam

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 29 — Perpisahan

    Seminggu itu terasa lebih pendek dari yang Arka rencanakan.Bukan karena banyak yang harus disiapkan secara fisik, tas kecil, b

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 28 — Tungku

    Prawira tidak ada di bengkel saat Arka pulang.Bukan hal yang langsung mengkhawatirkan, mungkin di dalam rumah, mungkin di warung sebelah, mungkin sedang istirahat. Tapi ada sesuatu di cara bengkel itu berdiri hari ini yang terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya.Lebih sunyi. Lebih diam.Seperti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status