LOGINTian Yun, ialah Kaisar langit yang paling kuat, punya segalanya—kekuatan, kehormatan, dan bahkan cinta dari Permaisuri Lian Xue. Atau, ya, setidaknya dia pikir begitu. Tapi ternyata, Lian Xue malah menikamnya dari belakang, diam-diam bersekongkol dengan Kaisar Iblis. Dalam sebuah pertempuran yang penuh tipu muslihat, Tian Yun tewas di tangan orang yang paling ia percaya. Alam semesta pun gempar, berduka atas kejatuhan sang penguasa. Tapi, bukannya benar-benar lenyap, Tian Yun malah bereinkarnasi di dunia fana, terjebak dalam tubuh seorang pemuda bernama Lin Feng yang baru saja mati karena dihianati saudaranya sendiri. Kebayang nggak, dari seorang Kaisar yang dulu serba bisa, sekarang harus hidup sebagai remaja biasa yang nggak punya apa-apa? Tapi Tian Yun, atau sekarang Lin Feng, nggak patah semangat. Dalam hatinya, ada tekad membara untuk membalas dendam, dan dia punya satu senjata yang nggak bisa diambil siapa pun darinya: pengetahuan soal kultivasi. Pelan-pelan, Lin Feng mulai merangkak naik lagi. Setiap kali dia latihan atau bertarung, ada kilasan-kilasan masa lalunya sebagai Kaisar yang terlintas—wajah Lian Xue, pertempuran terakhirnya, sampai rasa sakit yang dia pendam. Kadang dia berhenti sebentar, termenung, bertanya dalam hati, "Apa iya balas dendam ini bakal bikin semuanya lebih baik?" Tapi dia nggak mau terlalu lama larut dalam pikiran. Yang penting, dia harus bangkit lagi, lebih kuat dari sebelumnya, dan kali ini… nggak ada yang bisa menghalanginya. Perjalanan Lin Feng penuh tantangan, rahasia kelam mulai terungkap, dan ada musuh-musuh lama yang harus dihancurkan, termasuk Lian Xue dan Kaisar Iblis. Tapi di balik itu semua, dia juga mulai menemukan sesuatu yang baru—mungkin, makna hidup yang sebenarnya. Entahlah, tapi yang jelas, Lin Feng nggak akan berhenti sampai semua dendamnya terbalaskan.
View MoreRaungan Mo Tian masih menggema ketika tubuhnya terlempar ke belakang.Cahaya emas memenuhi ruang takhta.Untuk beberapa detik, tidak ada yang bergerak.Kemudian terdengar suara retakan.Krakk.Salah satu pedang kegelapan pecah menjadi serpihan energi.Pedang kedua menyusul.Pedang ketiga masih bertahan, tetapi bilahnya telah dipenuhi retakan halus.Mo Tian berlutut.Sebagian tubuhnya telah kehilangan bentuk manusia. Sisik hitam menutupi wajah dan lehernya, sementara api keemasan dari Naga Xuanwu terus mengikis aura kegelapan yang mengelilinginya.Lin Feng tidak mengejar.Tatapannya justru tertuju kepada Lian Xue.Perempuan itu terbaring di lantai.Wajahnya pucat.Napasnya sangat tipis.Cacing Jiwa Iblis masih bergerak di bawah kulit lehernya.Su Chen berlutut di sampingnya."Jiwanya semakin lemah."Lin Feng mendekat.Ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda.Cacing itu bukan sekadar parasit.Ia telah menanamkan akar ke dalam jiwa Lian Xue selama bertahun-tahun. Sebagian kesadaran Lian X
Ledakan itu belum berhenti.Ruang takhta berguncang hebat. Pilar-pilar kuno retak dari tengah, serpihan batu berjatuhan, sementara cahaya keemasan dan kegelapan saling menekan di udara.Lin Feng masih berdiri di tengah benturan.Kedua telapak tangannya menahan pedang ketiga Mo Tian.Jarak mereka tidak lebih dari beberapa langkah.Untuk pertama kalinya sejak pertempuran dimulai, Mo Tian tidak tertawa.Darah hitam mengalir dari sudut bibirnya.Lin Feng juga tidak dalam keadaan lebih baik. Darah merembes dari sela jarinya. Energi dari pedang ketiga terus mencoba memutus hubungan antara jiwanya dan dunia.Ia menarik napas.Kemudian menoleh sedikit.Su Chen masih melindungi Lian Xue.Kaelan berdiri di depannya dengan satu tangan menekan bahu yang terluka akibat pedang kedua.Mereka masih bertahan.Itu cukup."Kaelan."Kaelan mengangkat kepala."Tarik mundur Su Chen.""Dan kau?"Lin Feng menatap Mo Tian."Aku akan mengakhiri ini."Mo Tian mendengar kalimat itu.Ia tertawa."Sendirian?""Sia
Ruang takhta tidak lagi terasa seperti bagian dari Istana Surgawi.Dinding-dinding marmer yang dulu memantulkan cahaya keemasan kini menghitam. Urat seperti akar menjalar dari lantai, merambat ke pilar, lalu menghilang di balik langit-langit. Sesekali salah satu urat itu bergerak.Berdenyut.Seperti sesuatu yang hidup di dalam tubuh raksasa.Lian Xue masih berada di atas Takhta Teratai Surgawi.Kepalanya tertunduk. Rambut putih keemasannya jatuh menutupi sebagian wajah.Lin Feng tidak langsung mendekat.Ada sesuatu yang salah.Sejak memasuki ruangan itu, ia bisa merasakan aliran energi yang mengelilingi mereka. Bukan sekadar aura iblis. Energi tersebut berasal dari seluruh istana.Dinding.Lantai.Pilar.Bahkan segel kuno yang tertanam jauh di bawah fondasi Istana Surgawi.Semuanya sedang mengalir menuju satu titik.Mo Tian.Pria itu berdiri beberapa langkah dari takhta dengan kedua tangan berada di belakang punggung. Wajahnya masih menyerupai manusia, tetapi bayangan di bawah kakinya
Pintu Ukir Lotus Emas yang telah retak hancur berantakan saat dorongan auraku menyentuhnya. Debu pualam dan pecahan batu mulia beterbangan ke udara, tertiup oleh hembusan angin dingin yang berbau hanyir darah dan belerang. Di dalam aula takhta yang dulunya dipenuhi oleh cahaya keemasan yang megah, kini suasana tampak begitu remang dan mencekam. Pilar-pilar raksasa yang menopang atap istana telah dilapisi oleh urat-urat hitam yang berdenyut lambat, mengisap sisa-sisa energi murni Alam Langit.Di ujung tangga pualam tertinggi, berdiri Takhta Teratai Surgawi.Di atas takhta itu, duduk Permaisuri Lian Xue. Gaun kebesarannya yang berwarna putih keemasan tampak koyak di beberapa bagian, ternoda oleh bercak darah kering yang menghitam. Kepala wanita itu tertunduk lunglai, dengan rantai-rantai sihir berwarna merah pekat yang menembus kedua pergelangan tangan dan dadanya, mengikatnya erat pada sandaran takhta.Di samping takhta, berdiri sesosok pria tinggi tegap yang dibungkus oleh jubah kegel
Udara sore itu terasa lembap, dengan sisa-sisa embun yang masih menggantung di daun-daun di sekitar desa. Aku berjalan perlahan di jalan setapak menuju rumah Guru Bai, pria tua yang pertama kali menemukanku setelah insiden di tebing. Pria itu... entahlah, dari caranya bicara dan bertindak, dia jela
Udara sore itu terasa lembap, dengan sisa-sisa embun yang masih menggantung di daun-daun di sekitar desa. Aku berjalan perlahan di jalan setapak menuju rumah Guru Bai, pria tua yang pertama kali menemukanku setelah insiden di tebing. Pria itu... entahlah, dari caranya bicara dan bertindak, dia jela
Pagi itu, sinar matahari yang menyelinap masuk dari jendela kecil menerpa wajahku. Cahaya itu hangat, tapi entah kenapa malah membuatku mengerang pelan. Sakit kepala ini... ya ampun, seperti ditampar bolak-balik semalaman. Aku memegang kepalaku, mencoba meredakan denyutan di pelipis. Ini gara-gara
Langit masih mendung, dengan sisa-sisa hujan menetes pelan dari daun-daun di atas kepalaku. Tanah di bawah kakiku sudah berubah jadi lumpur, licin dan basah. Aku berjalan pelan, berusaha agar tidak terpeleset, sambil sesekali melihat ke langit yang kelabu. Suara gemericik air dari pepohonan terdeng






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews