Share

Bab 85 basah

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2025-12-05 21:28:13

Sementara itu di kamar, Ramli menutupi tubuh Vina dengan selimut setelah percintaan mereka untuk terakhir kalinya. Lalu, ia mencium hangat kening wanita itu sebelum dirinya pergi.

"Tidurlah yang nyenyak, aku harus pergi sekarang! Jaga anak kita baik-baik!" bisik Ramli setelah ia memberikan kecupan terakhir pada dahi Vina yang saat itu nampaknya ia sangat kelelahan dan sudah tertidur.

Setelah itu ia mencium hangat perut Vina seolah dirinya sedang berpamitan pada jabang bayi yang tidak berdos
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Sri Agus s
iklanya buat emosi yg baca
goodnovel comment avatar
Sri Agus s
ada apa dengan rampli
goodnovel comment avatar
Ryal Hidayat Muhammad Zein
terpikir untuk balas dendam apa dilanjutkan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 473 melayani bosnya Ramli

    Apa yang Agus katakan langsung disanggah oleh Ani sendiri. Wanita itu yang semula hanya diam dan menangis. Sekarang, dirinya harus berdiri tegar di kakinya sendiri. Sungguh, ini sangat keterlaluan. Apa yang dikatakan Agus adalah sebuah tuduhan yang sangat fatal. "Itu tidak benar!" Dengan lantang, Ani bicara di tengah-tengah warga. Agus dan Pras langsung menatap tajam ke arah wanita itu. "Hei, kau! Lebih baik kamu diam wanita jalang!" tunjuk Pras dengan matanya yang memerah. "Tidak! Aku tidak akan diam. Sudah cukup perbuatan kalian yang selama ini tertutup oleh kebohongan kalian yang manis!" sahut Ani yang kini mulai berani menantang ucapan Pras. Lalu, wanita itu melihat ke arah seluruh warga. Sambil berkaca-kaca, wanita itu akan mengucapkan sebuah kenyataan yang selama ini ia pendam sendirian. "Bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya. Dan untuk Pak lurah yang terhormat, tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Anda. Hari ini saya ingin mengucapkan sebuah rahasia besar yang s

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 472 ini sangat tidak adil

    Pak Waluyo membulatkan matanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada kedua anak laki-lakinya. Apa hubungan mereka dengan Ani? Janda muda di kampung itu. "Pras dan Agus?" kata Pak lurah mengulangi ucapan Vina. "Betul, Pak. Sepertinya saya harus mengutarakan kebenaran ini pada semua warga agar Ani bisa mendapat keadilan," kata Vina lagi. Wanita itu merangkul Ani sambil melihat ke arah Agus dan Pras yang sedang cemas. Sepertinya Agus tidak terima dengan tuduhan Vina. Pasti dia mendapatkan pengaruh dari Ani. Pria itu pun berusaha untuk membela diri. "Maksud kamu apa, Vin? Kamu nuduh aku seperti itu! Apa hubungannya dengan wanita itu? Aku tidak mengerti!" kata Agus pura-pura tidak tahu. "Seharusnya kamu tanyakan pada dirimu sendiri, Gus. Apa yang sudah kamu lakukan pada wanita malang ini. Kamu, dan adikmu itu!" jawab Vina yang juga menunjuk ke arah Pras. Pras yang memiliki watak lebih keras dari kakaknya, pemuda itu langsung menghampiri Vina dan berusaha untuk menutup mulut wanita

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 471 dasar perempuan murahan

    Ani semakin merasa dipeluk oleh mereka. Keberadaan Vina dan Nyonya Ratna yang mendukungnya semakin membuatnya bersemangat untuk hidup dan melahirkan bayinya. "Terima kasih banyak, Nyonya. Saya tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada kalian yang sudah baik sekali membantu wanita sepertiku. Aku memang berdosa, tapi bayi ini tidak berdosa. Aku akan melahirkan dan membesarkannya menjadi manusia yang baik tidak seperti ibunya. Aku janji pada kalian!" jawab Ani sambil mengusap perutnya yang masih rata. Nyonya Ratna dan Vina tersenyum dan selalu memberikan semangat pada Ani. Akhirnya, setelah Vina selesai berbicara dengan Ani. Mereka kembali melanjutkan perjalanan ke balai desa di mana Aland sedang menghadapi dua pemuda anak lurah yang sedang mencecarnya. Suasana di balai desa sangat ramai karena Agus dan Pras berhasil menyita perhatian warga kampung. Mereka berusaha untuk memprovokasi warga agar membenci Aland. "Ohhh ya, ngomong-ngomong di mana jongosmu itu, Tuan? Dari

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 470 pengakuan Ani

    Bu Mar dan Nyonya Ratna ikut menghampiri Ani. Mereka turut merasakan apa yang dirasakan Ani. "Kita tidak pernah membencimu, An. Setiap manusia pasti punya kesalahan dan syukurlah sekarang kamu sudah sadar. Vina tidak seperti yang kamu kira. Mungkin orang-orang di kampung ini mengira bahwa mereka adalah pasangan kumpul kebo. Sekarang kamu sudah tahu yang sebenarnya dan kita semua sudah memaafkanmu, kita selalu ada untukmu, Ani!" ucap Bu Mar menenangkan wanita itu. "Bu Mar benar, kami semua sudah melupakan apa yang pernah kamu lakukan pada Vina. Sekarang yang terpenting adalah kamu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu ini. Bayi ini tidak berdosa, aku harap kamu jangan membuangnya, rawatlah anak ini, kami selalu siap untuk membantumu!" imbuh Nyonya Ratna. Ani merasa tidak sendirian lagi. Hidupnya yang semula putus asa sekarang ia mendapatkan semangat luar biasa dari para wanita hebat itu. "Terima kasih banyak, sekali lagi terima kasih banyak atas dukungan kalian. Entah apa yang ter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 469 kita sama-sama wanita

    Wanita itu terkejut dan terlihat takut. Ia melihat tatapan mata Aland yang nampak sedang marah. "Sah-saya, saya cuma...!" balas wanita itu yang terlihat gemeteran. Bu Lastri yang ada di samping wanita itu pun juga ikut merasa takut. Sepertinya Aland memang sedang marah. "Ta-tapi, apa yang dia katakan itu benar, Tuan. Si Vina dan Ramli memang tidak menikah. Mereka datang ke kampung kami hanya untuk bersenang-senang. Tentu saja kami marah karena mereka itu kumpul kebo. Kampung kami bisa-bisa kena tulah dan bencana!" sahut Bu Lastri. Aland lanjut menatap wajah Bu Lastri dengan tajam. Lalu pria itu memberikan beberapa pernyataan yang mampu mematahkan pendapat para warga tentang hubungan Vina dan Ramli. "Apa! Vina dan Ramli adalah pasangan kumpul kebo? Dari mana kalian mendapatkan berita itu, hah? Bisa-bisanya kalian berpikir sangat dangkal sekali. Kalau pun mereka pasangan non halal, kampung ini sudah dari dulu mendapatkan karma. Tapi apa kenyataannya? Kampung ini makin maju, h

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 468 laki-laki tukang kawin

    Sementara itu di tempat lain, tepatnya di balai desa di kampung tempat tinggal Ramli. Bantuan berupa sembako dari Aland sudah datang. Tampak dua truk mengusung bahan-bahan pokok panganan itu. Sebanyak lima ratus KK yang mendapatkan bantuan tersebut termasuk janda dan anak yatim. Aland memberikan bantuan itu bukan tanpa sebab. Ia memberikannya sebagai tanda syukurnya karena kehamilan sang istri untuk kedua kalinya. Ia sangat bahagia karena dirinya dipercaya akan mendapatkan keturunan lagi. Itulah sebabnya ia memberikan bantuan kepada warga kampung meskipun mereka sudah berbuat tidak nyaman padanya dan sang istri. Tapi setidaknya ia ingin berbagi sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur. Pak lurah sangat senang dengan bantuan yang sudah diberikan oleh Aland kepada warga desanya. Tentu saja pria itu memberikan sambutan yang sangat antusias. Tapi sayang,hal itu tidak diimbangi oleh sikap kedua anaknya, Agus dan Pras. Kedua anak Pak lurah justru mengolok-olok bantuan dari Aland

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status